Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 74 : Kota Shanghai


__ADS_3

Selepas acara alumni universitas, mereka semua kembali. Chu Yuechan masih berada di lantai dua menunggu Qin Chen menyelesaikan tugasnya sebagai tuan muda. Memperhatikan perkembangan Paviliun Lotus Surga, ia tidak menemukan kesalahan apapun dan bahkan mendapatkan apresiasi darinya.


Selama beberapa menit, ia menyelesaikan tugasnya mengamati perkembangan Paviliun Lotus Surga.


"Apa sudah selesai, suami?"


"Kemana kamu mau pergi? Aku sudah menyelesaikan tugasku di sini." Balasnya sembari mendekati Chu Yuechan yang berada tidak jauh dari tempatnya.


"Aku hendak mengantarkan Meimei kembali kerumahnya, karena dia memintaku untuk mengantarnya. Setelah itu, aku mungkin akan kembali ke perusahaan ataupun berkunjung ketempat yang damai mencari referensi."


"Itu bagus untukmu. Yuo Yulong kau dapat kembali ke Distrik Jingyang."


Ia mengangguk, lalu meninggalkan tempat tersebut duluan darinya.


Qin Chen memperhatikan Meimei tengah memandangi Yuo Yulong yang kembali ke Distrik Jingyang. Perasaan intens dimatanya dapat ia rasakan mempunyai tanda-tanda cin—.


"Hmmm ... Istri, temanmu sepertinya menemukan musim seminya."


"Kamu benar suami."


Tersadar karena membicarakannya, ia langsung marah. "Apa yang kalian bicarakan, aku tidak memandanginya!"


"Tidak apa-apa, aku tahu kau orang yang suka menyembunyikan perasaan. Namun sebelum itu aku akan mengatakan satu hal padamu, dia sudah menikah dengan wanita lain namun sayangnya wanita itu pergi meninggalkannya karena hidupnya biasa-biasa saja."


"Dia mempunyai seorang putri manis, kalau kamu menyukainya kamu harus menerima putrinya. Bagaimanapun, itu adalah putrinya dari istrinya yang lama menceraikannya memilih untuk dengan pria lain."


"Aku tidak memandangnya!"


Qin Chen dan Chu Yuechan tertawa bersama sembari mengandeng tangan satu sama lain turun ke lantai bawah. Meimei mengahadapi dua temannya tengah menggodanya ia marah besar, ia sudah jomblo selama beberapa tahun belum menemukan pria yang tepat.


Setibanya disamping mobil, Chu Yuechan dan Meimei berada di bangku belakang untuk mengobrol bersama. Sedangkan Qin Chen tengah mengendarai mobil membawa mereka ke kediaman Meimei.


Setibanya didepan kediaman Meimei, ia turun mengucapkan terimakasih kepada Chu Yuechan dan marah-marah kearah Qin Chen karena ia berani menggodanya.


Selepas itu ia melambaikan tangan melihat temannya pergi.


"Meimei sangat manis saat bersembunyi-sembunyi menyukai seseorang." Ucapnya sembari memperhatikan cermin di atasnya.


"Kamu bisa saja istri, bagaimana denganmu? Kamu begitu manis hari ini, dan itu membuatku tidak dapat berpaling darimu." Balas Qin Chen dengan tangan kirinya menyentuh tangannya.


"Dasar! Aku tidak bisa bersikap dewasa didepanmu. Kamu membuatku berubah menjadi wanita manja."


"Tidak apa-apa, apapun sikapmu aku menyukainya."

__ADS_1


"Hmph!"


***


Pinggiran kota.


Sepanjang mata memandang ia mendapatkan banyak pemandangan alam besar, bangunan-bangunan pencakar langit dengan daratan luas membentang menyelimuti kehidupan di bumi.


Chu Yuechan merentangkan tangannya di puncak gunung merasakan kekuatan angin yang berhembus menyapu kaki gunung. Dihadapan langit, ia berteriak keras melepaskan beban di benaknya.


Setiap hembusan angin membuatnya merasa nyaman, beban di benaknya tersapu dan rasa damai sepanjang waktu terbentuk di dalam Jiwa-nya.


"Bagaimana kalau kita pergi ke luar kota, istri?"


"Pergi keluar kota? Bagaimana dengan pekerjaanku di perusahaan?"


"Kamu dapat mengandalkan karyawanmu, karena kamu seorang CEO Cantik hanya mengeluarkan sedikit tenaga memberikan desain-desain melalui data online. Sementara sisanya dapat kamu serahkan ke karyawanmu." Ucapnya.


"Tapi—"


Qin Chen menyentuh bibirnya. "Kamu sudah membangun mimpimu menjadi desainer terbaik. Sekarang, kamu perlu mendapatkan pandangan lain melihat kota-kota besar lainnya. Setelah itu, kamu dapat memikirkan masa depan perusahaan dengan cara membangunnya di berbagai kota maupun negara."


"Bukankah kamu sudah membuat desain pertamamu di perusahaan? Sekarang kamu membutuhkan waktu beristirahat melihat dunia. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan ide baru mengembangkan perusahaan." Balasnya memberikan beberapa kalimat untuk istrinya agar mau berlibur ke kota lain.


"Tentu, serahkan padaku."


Membuatnya tersandar ke tubuhnya, ia mengusap lembut pundaknya.


"Kemana kita akan pergi?"


"Shanghai! Kota itu hampir dekat dengan dua negara besar, aku ingin membawamu menikmati lautan."


"Shanghai? Apa selanjutnya kita akan ke Jepang di musim semi?"


"Benar, karena hari itu yang sudah lama aku tunggu. Karena kamu akan benar-benar menjadi satu-satunya wanitaku." Balasnya, ia melihat mata Chu Yuechan tengah memandanginya.


"Begitu." Matanya redup lalu ia menjatuhkan kepalanya menyentuh dadanya. "Kamu harus memanjakanku disana, karena aku istrimu dan satu-satunya istri yang tidak bisa kamu lupakan."


"Kamu benar, aku akan memanjakanmu lebih dari siapapun. Memprioritaskan dirimu lebih dari pekerjaanku, aku akan membuatmu merasakan kehidupan seorang istri tuan muda kaya."


"Hmm."


Sepanjang waktu mereka berada di puncak gunung menyapu lembah, menghadap langit meminta keinginan untuk bahagia selamanya tanpa harus mendapatkan masalah apapun dikehidupan keluarga.

__ADS_1


Selepas dari puncak gunung, mereka berdua ke perusahaan untuk menggunakan mobil perusahaan mengantarnya ke bandara internasional.


Menggunakan pesawat pribadi untuk menuju Kota Shanghai.


Sepanjang perjalanan menggunakan pesawat pribadi, Chu Yuechan melihat langit-langit terasa sangat dekat dengannya. Dengan pesawat pribadi mempunyai krus terlatih memberikan perawatan penuh, bahkan tersedia Private Room.


Qin Chen berada di depannya tengah mengamati Chu Yuechan sembari mengambil gambarnya yang tengah melihat keluar pesawat.


"Kamu menyukainya?"


"Hmm ... Suami, pesawat seperti ini seharusnya sangat mahal, dan pajaknya pasti bukan main-main."


"Uang bukanlah masalah bagiku, mau membeli satu kota penuh aku akan membelinya untukmu. Ataupun kamu mau membeli dunia ini, aku akan memberikan langsung padamu agar kamu di pandang tinggi dimata orang-orang."


"Ha! Bicara dengan suami kaya, sangat menyebalkan."


"Puftt~" Qin Chen menahan tawanya, ia memberikan sepotong kue manis di meja menggunakan garpu. "Cobalah, kue ini sangat manis sepertimu, kamu pasti akan menyukainya."


"Kamu sangat pintar mengalihkan pembicaraan." Balasnya, ia tidak dapat menolaknya karena dihadapkan kue manis dengan rasa coklat.


Diatas meja terdapat minuman favorit kelas atas yang langsung dibuat oleh koki terbaik di dunia. Qin Chen membawa ke pesawat untuk memberikan makanan terbaik.


"Apa kita akan menggunakan pesawat untuk ke Jepang? Apa tidak bisa menggunakan kendaraan laut?" Tanya Chu Yuechan, karena ia seperti menginginkan perjalanan ini menggunakan kendaraan laut.


"Apa kamu mau menggunakan Kapal Ferry?" Tanya Qin Chen.


Chu Yuechan mengangguk membalasnya karena belum pernah naik kapal selama hidupnya. Sekarang, ia mendapatkan kesempatan untuk ke luar negeri menggunakan Kapal Ferry.


"Aku akan menghubungi pelabuhan untuk menyiapkan Kapal Ferry Pribadi."


"Tidak, aku mau Kapal Ferry biasa yang ditumpangi banyak orang-orang, karena ingin merasakan perjalanan keluar negeri bersama orang-orang yang tidak dikenal."


Qin Chen semakin bingung, seperti istrinya tengah ngidam sesuatu.


"Baiklah, aku akan mengabulkannya. Tapi aku akan menyewa Private Room Kelas Atas. Kamu tidak boleh menolaknya atau aku akan menggunakan Kapal Ferry Pribadi membawamu kesana."


"Baik."


"Aku akan menghubungi orang-orang disana untuk menyiapkan tempat, kita akan tinggal di Kota Shanghai selama satu bulan lalu melanjutkan ke luar negeri."


"Hmm ... "


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2