Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 27 : Perampokan


__ADS_3

"Apa kamu mau mengambil uang cash, Yuechan?"


"Benar, aku tidak memegang uang cash hari ini ditambah aku akan membuatkan makan malam untuk suamiku, aku membutuhkan uang cash untuk belanja di minimarket."


"Apa tidak bisa menggunakan rekening langsung? Bukankah minimarket menyediakan pembayaran via rekening." Balasnya yang kebingungan melihat sifat Chu Yuechan yang seperti ingin membeli bahan-bahan di warung kecil.


"Aku membutuhkan sisanya untuk hal lainnya yang tidak bisa aku bilang. Jadi, aku akan mengambil beberapa uang cash dari rekeningku kamu tunggulah disini, aku akan kembali cepat."


"Baiklah, aku akan menunggu disini."


Chu Yuechan mengantri untuk mengambil uang dimana ia akan gunakan untuk membeli bahan-bahan untuk makan, dan kebutuhan lainnya.


Qin Chen menghela nafas lega, karena istrinya tidak mengecek rekeningnya. Walaupun itu untuknya, namun dengan saldo rekening yang kebanyakan angka nol, maka sudah dipastikan istrinya akan pingsan.


"Untunglah, kalau istri sempat mengeceknya, aku khawatir akan terjadi perang dunia kedua rumah tangga, karena aku ketahuan adalah orang kaya."


Ia duduk di depan sana menunggu istrinya selesai mengambil uang, walaupun seperti stalking.


***


Didalam bank ada banyak orang-orang mengantri untuk mengambil uang dan menyetorkan uang, termasuk Chu Yuechan yang tengah mengambil uang secara tunai melalui bank.


Diantara mereka ada banyak orang yang mencurigakan, karena mereka menggunakan Hoodie hitam dan menunggu di beberapa pos antrian dengan urutan nomor yang berbeda-beda, salah satunya berada di belakang Chu Yuechan.


Sesaat mobil hitam berhenti didepan pintu masuk bank, suara tembakan didalam terdengar.


Bang! Bang! Bang!


"Angkat tangan kalian semua, ini perampokan! Sekarang berlutut!"


Ada yang memberikan peringatan menembak langit-langit ruangan, dan beberapa orang menyandra orang-orang yang berada dihadapan mereka, termasuk Chu Yuechan yang menjadi sandra mereka.


"Cepat berlutut, kau masukkan uang kedalam sini cepat! Siapapun yang melapor, akan aku tembak sampai mati!"


Bang!


Satu orang yang tidak salah apapun mati, ia menjadi peringatan dan ancaman nyata bagi mereka yang mencoba melaporkan ini pada polisi bahwa ada perampokan di Bank.


Chu Yuechan ketakutan, karena senjata api berada disamping kepalanya!

__ADS_1


'Suami ... '


Qin Chen yang berada di luar sana langsung menoleh kebelakang merasakan tanda pada istrinya bergetar hebat dimana itu memberikan bahwa istrinya dalam bahaya dan tengah ketakutan.


"Keparat!"


Ia melesat masuk kedalam bank untuk menyelamatkan istrinya yang tengah ketakutan.


Boom!


"Penyerangan! Angkat senjata kalian bersiap menyerang!" Perintah ketua perampok dengan suara keras, dihadapannya kabut tebal dengan pintu utama Bank yang meledak diterjang Qin Chen.


Qin Chen melangkah keluar melempar kedua perampok bersenjata itu kedepan.


Semua orang dapat melihatnya termasuk istrinya yang ditahan oleh pria perampok itu, melihatnya menyentuh istrinya, ia merasa sangat kesal sampai-sampainya aura-nya hampir bocor memenuhi dunia.


"Keparat! Lepaskan tanganmu dari istriku, sekarang! Atau kalian akan mendapatkan konsekuensi dariku!"


"Bocah, apa kau datang untuk jadi pahlawan disiang bolong? Hahahaha, sangat naif sampai-sampai aku ingin tertawa setiap saat, hahahaha! Bunuh dia!"


"Suami ... "


Bang! Bang! Bang!


"Hahahaha! Rasakan itu bocah sialan! Apa kau dapat merasakannya, panasnya senjataku ini! Kau sudah berakhir, istrimu yang cantik ini akan menjadi penghangat ranjang kami setiap malamnya!"


Serangan mereka begitu brutal seolah-olah baru pertama kalinya merampok, namun itu tidak menutup kemungkinan bahwa mereka baru saja merampok bank pertama kalinya, karena mereka tidak takut akan mati saat membunuh orang.


Didalam ruangan itu, senjata mereka berhenti karena merasakan sesuatu yang aneh didepan mereka. Karena peluru mereka tidak mengenai kaca luar dan tidak menimbulkan apapun dibelakangnya.


Qin Chen menyapu bersih asap di hadapannya dan melihat sekumpulan orang-orang bodoh yang hendak membunuhnya. Chu Yuechan terdiam, ia melihat suaminya baik-baik saja dihujani tembakan.


Digenggamnya, seluruh peluru yang mereka keluarkan berada dan terjatuh kebawah memberikan suara.


"Percuma saja, untuk yang akan mati akan tetap mati!"


Ia menghilang dari hadapan mereka mengejutkan semua orang, dan secara tiba-tiba sudah berada dibelakang perampok yang menyandra istrinya.


Tangannya mencengkram erat rahang perampok tersebut. "Tunggulah sebentar, kau akan mati setelah ini, sialan!" Ia langsung melemparnya kebelakang menghantam dinding bangunan.

__ADS_1


"Maaf istri, kamu haru bermimpi indah untuk sekarang."


"Ap–"


Qin Chen menggunakan kemampuannya untuk membuatnya tertidur dan bermimpi indah untuk sementara ini, karena tempat ini akan menjadi medan darah yang mengalir antara daging dan darah!


Ia memeluk istrinya, dan mengusap kepalanya melihat betapa ketakutannya. "Tidurlah untuk sekarang, aku akan menyelesaikan ini secepatnya."


Ia mengendongnya seperti putri tidur, disekitarnya sudah ada perampok yang mengarah senjatanya. "Keparat! Jangan bersikap sombong dihadapan kami, kau hanya bocah sialan yang beruntung!"


Qin Chen langsung memberikan tatapan membunuhnya meledakan tubuhnya berkeping-keping menjadi gumpalan daging dan darah dihadapan semua orang yang melihatnya.


"Yang menyentuh istriku sebelumnya, bersiaplah untuk mati berulang-ulang hingga kau tidak ingin mati maupun hidup!" Kata Qin Chen menatapnya dengan serius, ini menyebabkan gangguan mental habis-habisan.


Ia menarik pedangnya, dan melayang di belakangnya dengan kecepatan tinggi menebas-nebas mereka menjadi ribuan bagian kecil-kecil yang menumpuk di lantai, darah mengalir kemana-mana.


Tersisa satu orang yang sebelumnya menyentuh istrinya, dan membuat istrinya ketakutan sampai memberikan respon yang kuat.


"Formasi surga, pengulangan!"


Dibawah katanya, terdapat kehendak tinggi yang melampaui hukum. Tiba-tiba sebuah proyeksi melingkar menyelimutinya dengan warna biru cerah seperti air di lautan yang tenang.


Namun dibalik semua ini ada kematian yang akan terus berulang-ulang setiap 0,01detik sebelum ia bangkit ia akan mati dan itu terus berulang-ulang hingga Qin Chen menghentikannya.


"Memohonlah." Katanya sambil menjentikkan jarinya memberikan perintah langsung pada pengulangan yang membuatnya meledak berkeping-keping dan bangkit dengan instan dan meledak lagi terus-menerus.


Ketakutan semua orang tumbuh didalam hantinya, menghadap sosok menyerupai Demon benar-benar mengerikan. Meski dunia dibawah naungan seni bela diri internasional, namun mereka tidak pernah melihat kekuatan yang seperti ini.


Dapat menghidupkan orang mati dengan instan, dan membunuhnya diwaktu yang bersamaan.


Ia menoleh kesamping, melihat ada anak-anak yang ketakutan. "Bermimpilah dengan indah, setelah bangun kalian tidak akan mengingat apapun tentang hal ini." Katanya.


Pada waktu yang bersamaan, mereka tertidur pulas mengejutkan orang tuanya. Qin Chen memodifikasi ingatannya dalam waktu yang singkat, dimana ia memotong ingatan tentang pembantaian dan perampok pada anak-anak disana dan menyatukannya kembali dengan ingatan setelah ini.


Orang yang mati disana bisa saja ia bangkitkan, namun itu tidak akan membuatnya seperti pahlawan. Qin Chen hanya ingin melindungi istrinya, dan tidak orang lain meskipun dunia ini hancur.


Dengan matanya, ia memindahkan orang sebenarnya keruangan spasial untuk menerima konsekuensi dari Qin Chen selamnya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


1 Dulu ya, karena ke tolak kontrak :( awal bulan baru 2 lagi


__ADS_2