
Paginya,
Chu Yuechan bangun dengan malu-malu melihat Qin Chen yang tengah menatapnya dengan penuh kebahagiaan. Matanya tidak dapat menyembunyikan apapun, Chu Yuechan langsung mencubitnya dengan keras karena kesal melihat Qin Chen.
"Kenapa kamu mencubitku secara tiba-tiba? Aku tidak mempunyai salah padamu." Tanya Qin Chen.
"Kamu memang tidak punya salah padaku, tapi pandangan matamu benar-benar menyebalkan dari sebelumnya." Balas Chu Yuechan.
Qin Chen tersenyum sembari mencubit pipi Chu Yuechan. "Kalau begitu, aku sangat menyebalkan karena pagi-pagi mencubitku."
"Apa! Humph! Tidak sopan mengatakan istrinya menyebalkan. Aku marah, dan kesal padamu karena mengigitku sepanjang malam, aku benar-benar di penuhi ****** hitam dimana-mana."
Dengan menggodanya, ia menjilat bibirnya sendiri membuat Chu Yuechan semakin menariknya.
"Baik-baik, aku salah menggoda. Kamu dapat membersihkan diri lalu kita akan menikmati musim semi di kota bersama-sama." Balas Qin Chen.
"Tapi aku lelah, kamu membawaku ke tempat yang melelahkan tadi malam." Ujarnya, ia menghela napas melepaskan cubitannya.
Qin Chen menyentuh keningnya dan menyembuhkan Chu Yuechan. Seketika rasa lelahnya menghilang dan di gantikan dengan rasa semangat baru di musim semi, ia mengambil kimononya dan berlari ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit berlalu, ia keluar dengan gigitan Qin Chen di lehernya membekas tidak mau hilang. Chu Yuechan cemberut duduk di sopa menatap kaca, Qin Chen mendekatinya karena melihat istrinya tengah cemberut.
"Kenapa lagi? Kalau kamu cemberut terus, nanti anakku bisa mengikuti sifat ibunya yang cemberut."
"Humph! Kamu lihat ini, tidak mau hilang bagaimana aku bisa keluar." Tunjuk Chu Yuechan ke arah bekas gigitan Qin Chen semalam.
"Jadi begitu, aku akan menghilangkannya kamu jangan marah-marah lagi, nanti anak kita bisa mengikuti sifat ibunya." Balas Qin Chen.
"Humph! Anak kita masih toge kecil belum tumbuh, ayo keluar untuk lihat bunga sakura di Kota Tokyo!"
Qin Chen tersenyum tipis, walaupun masih bentuk toge yang merayap tapi mereka adalah generasi penerus Qin Chen.
***
Kota Tokyo, Taman Sakura.
Qin Chen dan Chu Yuechan berada di sana melihat bunga sakura bermekaran dimana-mana bahkan di pinggir jalan ada banyak orang-orang duduk menikmati musim semi sembari memakan cemilan.
Chu Yuechan membawanya ke tempat keramaian bunga sakura, ia meminta Qin Chen untuk mengambil gambarnya.
"Bagaimana? Aku cantik?"
__ADS_1
"Tentu, kamu perpaduan bulan dan sakura, sangat cantik dan menawan saat melihatnya secara bersamaan."
"Dasar mulut manis, aku tahu kamu sangat hebat dalam memberikan pujian. Tapi, aku benar-benar manis dan cantik seperti yang kamu katakan sebelumnya."
Dengan angkuhnya, ia menyombongkan dirinya sendiri membuat Qin Chen tertegun, ia tersenyum tipis.
"Kamu ini bisa sombong, tapi tidak apa-apa. Karena istri penguasa harus seperti ini, sombong memandang rendah bumi karena mereka berada di langit."
"Aku tidak sombong." Chu Yuechan langsung memasukan manisan ke mulut Qin Chen karena ingin menutup mulutnya. "Kamu makan ini dan rasakan siapa yang manis, buah ini atau ini." Katanya, ia menyentuh bibirnya sendiri sembari mengedipkan mata beberapa kali menggodanya.
Qin Chen tersenyum tipis, ia menyentuh bibirnya dengan menutupi mata seluruh orang-orang yang berada di taman. "Tentunya, ini lebih manis dan menggoda dibandingkan manisan kota."
"Hehehe~ Tentu saja, aku tahu kamu pasti akan memilihnya. Karena semalaman kamu menyegel bibirku tidak mau melepaskannya meskipun aku memintanya."
Chu Yuechan lalu membawanya ke tempat lain melihat bunga sakura, ia berada di bukit kecil yang tidak jauh dari tempat sebelumnya. Disana hanya sedikit orang dan Chu Yuechan duduk di bangku taman dengan bunga sakura beterbangan di sekitarnya.
Qin Chen mengambil gambarnya seribu kecepatan tangan, dalam satu menit ada ratusan gambar yang setiap detiknya berubah-ubah kalau di gabungkan bisa menjadi sebuah video berdurasi 20 detik.
"Duduk di sampingku, aku ingin bicara padamu."
"Tentu."
"Suami, apa setelah ini kita akan kembali ke kampung halaman?" Tanya Chu Yuechan begitu serius kepadanya.
"Kamu mau kemana? Kalau kamu mau jalan-jalan lagi, aku aka menemanimu kalau mau kembali aku akan kembali." Balasnya.
"Tidak, aku tidak ingin jalan-jalan karena aku sudah mendapatkan hadiah yang aku inginkan sebelumnya." Balas Chu Yuechan.
"Kalau begitu apa?" Tanya Qin Chen.
"Itu ... Sepertinya aku ngidam manisan sekarang." Katanya.
Qin Chen mengerutkan keningnya, bagaimana bisa begitu cepat mengidam manisan. Namun, itu bukanlah masalah karena Qin Chen akan memberikan semua manisan yang Chu Yuechan inginkan.
"Baiklah, aku akan memberikan manisannya padamu nanti. Sekarang, bagaimana kalau kita main di taman bermain? Atau ke tempat yang menyenangkan di kota, karena sekarang musim semi pasti banyak hal baru yang bisa kamu dapatkan."
Chu Yuechan memegang tangannya, ia menatap matanya dengan binar-binar. "Kamu janjikan belikan aku manisan?"
"Tentu istri, kamu minta akan aku berikan manisan. Setelah pulang, kamu bisa menikmati manisannya. Kalau kamu mau, aku akan membelikan sekarang untuk di bawa jalan-jalan."
"Aku mau ... "
__ADS_1
Qin Chen menggodanya keluar dari tempat tersebut, ia membawanya ke penjualan manisan di toko.
Chu Yuechan menunjuk hampir semuanya, Qin Chen hanya diam dan membayar semuanya sembari membelikan minuman untuknya agar tidak tersedak saat makan.
"Pelan-pelan makan manisannya, kamu bisa tersedak nanti."
"Tidak apa-apa, ini sangat manis. Aku bisa memakan semuanya." Balas Chu Yuechan dengan gembira.
Di tangannya, ada banyak kantong manisan yang ia beli di toko. Mereka berdua duduk di bangku sambil menikmati manisannya, ada banyak orang-orang yang melihat namun di abaikan Qin Chen dan Chu Yuechan.
Dimulutnya penuh dengan manisan, ia minum teh susu. "Suami, makan ini."
Dengan cepat, manisan mendarat di mulutnya Qin Chen terdiam dan mengunyahnya karena tidak bisa menolaknya langsung. Rasanya lumayan, ini masuk ke dalam selera Qin Chen yang menyukai manisan.
Sementara di kediamannya, koki tengah menyiapkan manisan yang biasanya di makan oleh orang-orang yang tengah ngemil ataupun ngidam seperti Chu Yuechan.
"Aku sudah menghubungi orangku untuk membuatkan manisan di rumah, kamu dapat memakannya saat kembali. Sekarang, mau kemana lagi setelah ini."
"Hmmm ... Sepertinya harus ke taman bermain untuk berolahraga."
"Baiklah, taman disana terlihat bagus." Tunjuk Qin Chen.
Chu Yuechan melihatnya, ia mengangguk setuju karena mau ke sana.
Setelah beberapa menit berlalu, ia menghabiskan semua cemilan sebelumnya dan duduk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan permainan di hari ini.
Tenaganya kembali pulih seperti sebelumnya tanpa kelelahan karena makan manisan, Qin Chen duduk mengamatinya yang tengah meminum booba.
"Apa yang kamu lihat?"
"Tidak ada, aku hanya melihat hari ini kamu sangat berenergik dibandingkan hari sebelumnya."
"Begitukah? Hmmm ... Mungkin karena aku akan mendapatkan dua putri manis setelah kedepannya." Balas Chu Yuechan.
...
*Bersambung ...
Di tolak
__ADS_1