Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 66 : Memulai rencana tiran dunia


__ADS_3

Qin Chen menarik kembali kekuatannya yang terbesar di daratan besar, secara bertahap keberadaannya kembali tersembunyi dari dunia. Sekarang, ia hanya berdiri di langit seperti manusia biasa pada umumnya dengan kekuatan Overpower.


Sekilas matanya bergerak melihat orang-orang dibawahnya, menyapu surga dengan napas pendek memberikan penyembuhan instan kepada orang-orang.


Walaupun ia tidak ikut campur langsung, perjuangan mereka mempertahankan tanah warisan leluhur patut dihargai dengan menyembuhkan luka-lukanya.


Setelah itu, ia melesat kembali meninggalkan tanah darah yang menyelimuti daratan bersalju.


Disuatu tempat yang ramai akan orang-orang, ia tengah berdiri disamping pohon besar mengamati istrinya tengah bermain dengan temannya di salah satu taman hiburan terbesar di kota.


Sedikit senyuman puas karena istrinya baik-baik saja dan tidak ada yang mencoba melukainya disaat ia tengah berada di tempat lain.


"Bagaimana sekarang? Perang sudah berakhir dengan kemenangan daratan ini, aku tidak mungkin mendekati istriku secara mengejutkan. Mengisi waktu luang, membalaskan dendam sepertinya menarik dengan beberapa metode."


Penguasa pengangguran tidak mempunyai pekerjaan, setiap harinya hanya tidur dan makan.


Saat ia hendak melangkah pergi, ia melihat Chao Zuezeng tengah terduduk dengan pakaian compang-camping di taman hiburan. Keadaannya sangat mengenaskan, tubuhnya penuh dengan obat-obatan seperti nar*oba dan lain sebagainya.


Qin Chen mendekatinya, ia langsung ketakutan menghadapi kehadiran Qin Chen.


"Sudah lama aku tidak melihatmu, Chao Zuezeng!"


"Ka- Kau! Ini semua karena kau keparat, kau membuat hidupku seperti sekarang ini, dibuang seperti sampah dihantui rasa bersalah sepanjang hari! Sialan, akan aku bunuh kau!"


Chao Zuezeng mengarahkan pukulannya, dengan santainya menghindar dan memberikan pukulan balasan ke perutnya dengan keras hingga membuatnya terbatuk-batuk mengeluarkan darah.


"Kenapa kau begitu agresif? Bukankah seharusnya kau berterimakasih padaku karena membuatmu populer di kalangan masyarakat atas pencapaianmu?!"


Matanya membengkak dengan pupil kecil penuh amarah.


Qin Chen mendekati telinganya dan membisikkan sesuatu. "Menyetubuhi wanita yang tidak bersalah, melakukan penggelapan uang dan melakukan tindakan pelecahan terhadap keluarga bawah, kau pantas mendapatkannya!"


"Pacarmu meninggalkanmu karena kau tidak berguna, pecundang yang hanya bisa menggunakan harta keluarga, kau tidak mempunyai bakat selain membuat keributan dimana-mana menyombongkan diri dengan kekuasaan ayahmu, dasar pe-cu-nd-ang!"


Selepas mengatakan itu, ia menendangnya hingga terlempar kebelakang. Melihatnya dengan penuh penghinaan, ia melempar ribuan lembar foto tentangnya di taman, ini mengundang banyak perhatian orang-orang yang berada disana.

__ADS_1


Mereka melihat foto-foto tersebut membuatnya sangat marah, dalam waktu yang singkat Chao Zuezeng masuk kedalam keputusasaan mendalam mendengar penghinaan dari orang-orang.


Kekerasan dan lain sebagainya ia dapatkan, ini adalah harga yang setimpal atau tidak setimpal dengan apa yang sudah Chao Zuezeng perbuat selama ini.


Qin Chen dengan matanya penuh penghinaan tersenyum kecil memberikan provokasi terhadapnya.


Ia meninggalkan tempat tersebut setelah melihat Chao Zuezeng di hajar masa dan dicemoohkan oleh masyarakat.


"Suami?"


Chu Yuechan memanggilnya, ia melihat Qin Chen ada di taman membuat keributan besar dengan menyebarkan foto-foto Chao Zuezeng yang tengah asik mengganti wanita. Foto tersebut tersebar di taman membuat resah masyarakat dan menghajarnya.


"Kamu berada di sini, istri?"


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu berada di tempat ini? Bukankah kamu sebelumnya berada di perusahaan."


Qin Chen mengangguk. "Aku memang berada di perusahaan sebelumnya, karena bosan aku mencari udara dan menemukan teman lama. Karena sudah lama tidak bertemu, aku membalasnya dengan pukulan keras."


Melihat dari tempatnya, Chao Zuezeng sudah babak belur di keroyok masyarakat dan hidupnya tidak berwarna seperti dulu karena harus berhadapan dengan Qin Chen.


Meskipun tindakannya berlebihan, namun di mata suaminya itu belum cukup.


Keluarga Pong yang hancur karena memprovokasikan di dalam perusahaan-nya sendiri, keluarga Qin bukan sesuatu yang dapat disinggung dengan mudah dan meminta maaf setelah melakukan kesalahan.


Mereka semua, akan mati dalam keputusasaan!


Chu Yuechan tidak mempunyai rasa imba atau simpati kepada Chao Zuezeng, karena orang itu pantas mendapatkan apa yang sudah ia lakukan di kehidupan ini.


Meimei merasa imba namun tidak menolongnya karena Chao Zuezeng sudah banyak membuat keributan dimana-mana dengan kekuasaan ayahnya. Sekarang, ia mendapatkan balasan dari apa yang ia perbuat di masa lalu.


"Sudahlah, kemana kamu akan pergi sekarang?" Tanya Chu Yuechan.


"Hmmm ... Entahlah, aku akan mengikutimu dari belakang untuk melindungimu secara diam-diam, dan kamu dapat bersenang-senang dengan temanmu."


"Kamu ... Sudahlah, kamu dapat bersenang-senang di kota, aku dan Meimei hanya akan mengunjungi satu tempat setelah itu kembali ke perusahaan untuk menyelesaikan desain yang aku kerjakan."

__ADS_1


Qin Chen mengangguk, lalu ia mengusap-usap kepalanya dan pergi meninggalkan Chu Yuechan dengan temannya.


***


Di salah satu kedai kecil pinggir jalan, ia duduk menikmati secangkir minuman sambil melihat siaran di televisi tentang perang seni bela diri sudah berakhir dengan kemenangan pasukan bela diri China.


Mempertahankan warisan leluhur, para master bela diri mengobarkan diri melawan pasukan musuh yang mencoba merebut warisan leluhur mereka.


Qin Chen hanya sedikit menggerakkan sudut bibirnya karena itu tidak seberapa.


"Perang berakhir dengan sempurna, mereka yang mendapatkan hukuman sudah diberikan dengan membunuh diri sendiri." Gumamnya.


Qin Chen kembali melihat kesamping, karena tengah mengawasi istrinya bermain. Walaupun berada dekat dengan mereka, ia tidak menganggunya karena ini harinya berlibur bersama temannya.


Walaupun begitu, masih ada banyak master bela diri internal bersembunyi yang siap menyerang kapapun. Bahkan Grandmaster tidak luput dalam hal ini, ia berencana menguasai dunia dengan kekuatan Tiran dengan begitu, keberadaannya ditakuti.


Sedikit bergerak mencari masalah, mereka akan mati menghadapi seribu bencana langit dan bumi.


"Bagaimana menurutmu? Setelah beberapa bulan kau menonaktifkan sistem, seharusnya kau mempunyai ide yang cemerlang untuk digunakan."


[ ... ]


[Secara analisa sistem, lakukanlah seperti di dunia abadi. Dengan tiran itu, seharusnya para seni bela diri di dunia akan memikirkan dua kali lipat untuk menyerang ataupun membuat tuan menjadi musuh mereka.]


"Dunia itu, apa kau serius?"


[Tentu tuan, kalau mereka menginginkan kehadiran besar, maka berikan mereka kehadiran besar hingga mereka tidak dapat melupakan apa yang mereka inginkan.]


Qin Chen tersenyum puas, walaupun tindakannya besok akan sangat besar, tetapi semua itu akan mengubah pandangan mereka tentang Daratan China.


Melindungi istrinya sekaligus memberikan kekuasaan atas dunia tentunya harus mempersiapkan bayangan dibelakangnya agar orang-orang itu tidak berani berbuat macam-macam.


"Rencanamu memang selalu menarik sistem, besok mari kita mulai teror keputusasaan atas kehadiran yang mereka inginkan!"


Dengan pandangan dingin, ia membuat orang-orang di sekitarnya ketakutan.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2