
"Kenapa tidak dapat satupun ikannya? Pasti tempat ini sudah dicurangi!" Chu Yuechan kesal dengan ikan koi tidak mau mengambil umpannya.
"Nona, ikan ini bukanlah ikan biasa seperti di bumi, disini membutuhkan ketenangan untuk mendapatkan satu ikan koi di dalam lautan kaca."
"Huh! Suami, bisa kamu bantu aku mendapatkan satu ikan koi?"
Qin Chen mengangguk menyentuh tangannya, ia memberikan ketenangan yang abadi di antara hamparan langit. Chu Yuechan merasakan ketenangan abadi itu begitu meresap kedalam dirinya membuat ikan koi didalam lautan kaca mulai mendekati pancingannya.
Chu Yuechan menariknya dan mendapatkan satu ikan koi besar.
"Suami, aku mendapatkan satu ikan koi besar." Katanya dengan gembira mendapatkan satu ikan koi besar dengan warna pelangi.
Ekornya begitu panjang menyapu langit dengan mata keemasan, wujudnya hampir melakukan transformasi naga.
"Selamat nona, karena berhasil mendapatkan ikan koi yang langka."
Pedagang itu memberikan kaca aquarium untuk menepati ikan koi kedalamnya, Chu Yuechan sudah menggunakan sembilan kesempatan dan ini adalah kesempatan terakhirnya.
"Lihat suami, aku mendapatkan ikan koi besar dan langka. Sepertinya aku pandai dalam memancing emosi, karena lautan kaca itu membuat emosiku meluap-luap untuk mendapatkan ikan koi."
"Hahaha ... Baguslah karena kamu emosi, aku khawatir kamu begitu tenang dan tidak mempunyai emosional dalam diri, sepertinya tebakanku salah."
"Huh? Apa dari awal kamu berencana untuk membuatku emosi?"
"Tidak-tidak." Qin Chen menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mungkin melakukan tindakan membuat istriku marah, aku bisa mati nantinya."
"Humph!"
Chu Yuechan meninggalkan Qin Chen dibelakang, ia tengah marah dengan mood tidak baik untuk berbicara sekali. Sepanjang jalan ia melihat-lihat pasar kota di bulan sangat luas dengan barang-barang baru yang belum pernah ia temui di bumi.
Saat ia melihat kebelakang, ia sudah kehilangan Qin Chen dan tersesat ditengah-tengah keramaian orang yang membuatnya sedikit ketakutan karena ini bukanlah bumi tempat yang ia kenal, melainkan bulan dan kota yang baru ia ketahui.
"Suami?"
Ditengah-tengah kerumunan orang yang berkumpul, ia berdiri dengan kebingungan penuh ketakutan.
Perlahan hatinya mulai malam dan secara mengejutkan sebuah pelukan dari belakang membuatnya langsung menoleh melihat Qin Chen dibelakangnya.
"Ja- Jangan tinggalkan aku sendiri."
Memapa kepalanya beberapa kali untuk menenangkan gadis kecilnya begitu manis saat ia tengah panik. Mau tertawa takut membuat istrinya marah, ia menahannya dengan sedikit senyuman misterius.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku selalu berada di sisimu walaupun kita berada ditempat yang berbeda."
__ADS_1
"Hmm ... Ayo kembali, kota sangat menakutkan tanpamu."
"Baiklah, kita akan kembali."
Qin Chen memutar tempatnya ke hutan bunga persik untuk menenangkan Istrinya.
Menuangkannya secangkir teh hangat dan mengeluarkan beberapa cemilan ringan dari istana untuk ia nikmati.
"Jangan khawatir, aku selalu berada disampingmu dimanapun itu."
"Aku percaya, tapi aku tidak menduga kalau kota sangat menakutkan tanpamu." Balasnya dengan suara kecil.
"Besok pagi kita akan kembali ke bumi merasakan hidup-hidup seorang pengusaha sukses mendapatkan banyak uang. Beberapa bulan kedepannya, kita akan berlibur ke Jepang menikmati musim semi di sana."
"Sebelum kembali, apa aku boleh membelikan beberapa kenangan untuk di rumah? Dan memberikan hadiah untuk Meimei." Balasnya dengan memohon.
"Lakukanlah, aku akan menemanimu."
"Aku akan membelinya selepas siang, kamu menemuikukan? Jangan pergi jauh-jauh saat dikota karena menakutkan."
Qin Chen mengangguk memikirkan sesuatu tentang sejak kapan istrinya berubah begitu manis seperti sekarang. Begitu manja, manis, cantik, penuh dengan misteri disetiap tingkahnya.
'Hmm ... Tapi ini semakin menarik, aku ingin menggodanya lagi tapi tidak sekarang karena dia tengah takut.'
***
Sebelum kembali, mereka berpamitan dengan cara yang benar kepada keluarga Qin. Qin Chen mendengarkan setiap kata yang diucapkan ibunya untuk menjaga Chu Yuechan dari apapun.
Entah kenapa, ia seperti bukan putranya dan Chu Yuechan seperti putrinya sendiri, namun itulah yang ia yakini sampai sekarang hingga ia kembali ke bumi.
"Kalau begitu, kami akan kembali ke bumi, terimakasih atas waktunya."
Qin Chen meninggalkan tempat tersebut setelah mengucapkan salam perpisahan dengan benar. Chu Yuechan melambaikan tangannya, ia sedikit sedih karena harus meninggalkan tempat seindah ini.
Didalam kendaraan, ia melihat ada banyak barang pemberian dari ibu mertuanya.
"Sekarang, kehidupan seperti biasanya akan dimulai." Katanya dengan tersenyum puas melihat bulan secara dekat dan bahkan seperti berada di dunia lain.
Qin Chen mengangguk kecil melihat keluar mobil tengah dalam perjalanan kembali ke bumi menggunakan Teleportasi.
Tidak tahu apa yang terjadi di bumi, mungkin perang seni bela diri sudah di mulai dan mengguncang daratan China.
"Karena sudah seperti ini, tidurlah sampai kembali ke bumi, karena perjalanannya akan cukup lama."
__ADS_1
"Tidak, aku ingin menikmati setiap detik terakhir sebelum kembali ke bumi, mungkin aku tidak bisa kesini lagi setelah kembali ke bumi mengurus perusahaan mencari uang untuk menghidupkan keluarga."
"Ha! Lakukanlah yang membuatmu nyaman, aku akan berada disampingmu untuk melindungi dari apapun."
Saat mereka mengobrol di dalam mobil, keras sudah sampai ditempat teleportasi ke bumi.
Satu langkah masuk kedalam, sirkuit sihir untuk teleportasi aktif!
***
Didalam ruangan penuh cahaya, mereka sudah berada di bumi dalam waktu singkat walaupun begitu di bumi sudah beberapa hari berlalu. Mereka di bulan selama empat hari sedangkan di bumi sudah 12 hari berlalu dengan begitu cepat.
Perbedaan waktu dibuat agar perkembangan di bumi bisa lebih maju dan semua ini di lakukan oleh penguasa.
Mereka memang tinggal di bulan namun dunia mereka sangat luas, mengawasi bumi dengan sendirinya karena Qin Chen berada di bumi sehingga tidak mungkin meninggalkan bumi sendirian.
Sesaat sampai di bumi, mereka melanjutkan perjalanan menuju perusahaan karena mempunyai banyak hadiah untuk karyawan dan teman dekat Chu Yuechan.
Perusahaan Yueqin,
Perusahaan di hendel oleh salah satu Menanger di perusahaan keluarga sehingga tidak perlu dikhawatirkan bagaimana perkembangannya, karena semuanya akan sempurna.
Saat berada di perusahaan, Chu Yuechan seperti kembali ke kampung halamannya melihat perusahaan besar di depan matanya begitu berbeda setelah beberapa hari tidak melihatnya.
"Akhirnya aku kembali ke kediamanku!"
"Hahaha, kamu masuklah aku akan mengurus barang-barang yang kamu bawa dengan para keamanan di perusahaan."
"Baik."
Chu Yuechan bergegas masuk kedalam karena karyawan-nya tengah menunggu kedatangan Pemimpin Perusahaan.
Qin Chen memanggil para keamanan untuk membantumu membawa barang-barang masuk kedalam perusahaan, karena ini semua hadiah yang disiapkan Chu Yuechan untuk karyawan-nya di perusahaan.
Beberapa menit berlalu, barang-barang sudah berada didalam perusahaan, karyawan-karyawan di perusahaan berkumpul setelah mendengar Pemimpin memintanya untuk berkumpul.
Mereka melihat setumpuk gunung barang-barang di bungkus didalam kardus didepannya.
Bingung dan bingung di benaknya karena mereka semua tidak tahu kenapa mereka dipanggil.
...
*Bersambung ....
__ADS_1