
Selepas mereka berdansa untuk waktu yang lama, mereka berhenti dan memberikan ciuman hangat dimana tangan Qin Chen mematikan siarannya karena ini adalah privasi antaranya dengan istrinya.
Sesaat kemudian, Chu Yuechan memandangnya dengan tersengal-sengal.
"Kamu ... Apa malam ini kita ... " Dengan malu-malu melihat Qin Chen, bukannya belum siap melainkan malu untuk pertama kalinya harus berhadapan dengannya langsung.
Qin Chen mengetuk keningnya. "Sebelum itu, aku akan menceritakan tentangku padamu sehingga kamu lebih tenang dan bisa menerimanya."
"Hmm .. aku akan berusaha nanti malam, aku tidak akan mengecewakanmu." Balasnya, ia bersungguh-sungguh dan bersemangat memberikannya.
Dengan bergandengan tangan, mereka keluar ruangan yang hanya ada karyawan membungkuk badannya di samping karpet merah sepanjang jalan menuju mobil hitam didepan gedung.
Orang-orang yang berada di luar mengambil gambar mereka berdua, mengabaikan mereka semua untuk masuk kedalam mobil, mereka meninggalkan tempat tersebut menuju apartemen.
***
Malamnya.
Apartemen begitu sunyi dengan remang-remang cahaya lampu di ruangan, Chu Yuechan malu-malu duduk di sampingnya setelah menyiapkan minuman hangat untuk Qin Chen.
Qin Chen curi-curi pandang melihatnya yang malu-malu, ia tersenyum senang menggodanya.
"Darimana kamu ingin mengetahuinya?" Tanya Qin Chen.
Chu Yuechan menoleh kesamping melihat Qin Chen benar-benar serius untuk mengatakan sebenarnya. "Kamu dapat mengatakannya dari manapun, karena aku bingung dan tidak tahu harus bertanya darimana."
"Begitu? Bagaimana tentang tidur abadi yang aku alami selama tiga tahun, seharusnya dari sana adalah cerita yang menarik." Balas Qin Chen, ia menarik Chu Yuechan kesampingnya menyederkan kepalanya ke pundaknya.
"Tiga tahu yang lalu, aku mendapatkan sindrom tidur abadi yang seperti kamu lihat sebelumnya. Setelah aku tidur, sesuatu keajaiban terjadi dalam diriku."
"Apa?"
"Jiwaku berpindah dimensi ke dunia lain, aku menempati diriku di tubuh seseorang dari dunia tersebut. Awalnya aku bingung, dan secara perlahan aku sadar kenapa aku datang ke dunia tersebut untuk menghilangkan tidur abadi yang aku alami sebelumnya."
"Tubuhku tetap utuh dibumi dengan napas yang baik, aku tidak tahu kenapa kemungkinan besar itu misteri yang tak terungkapkan meksipun aku mencarinya sekarang."
"Selama ribuan tahun di sana, aku bertambah kuat dan kuat menghadapi hidup dan mati melawan kekuatan besar menghadapi para abadi dan demon selama ratusan ribu tahun lamanya tanpa sedikitpun merasakan ketenangan."
"Darah satu-satunya yang aku pandang sepanjang tahun, pembantai besar-besaran, kehancuran dimana-mana dan pengkhianat yang didapatkan membuatku seperti Demon tanpa hati."
__ADS_1
"Setelah waktu yang lama memandang darah, aku akhirnya dapat kembali ke bumi."
Chu Yuechan menatapnya dengan serius, matanya gemeteran melihat mata Qin Chen yang berubah merah seperti darah. Bagian tengah-tengah pupilnya seperti mata naga bergaris vertikal penuh kekacauan.
"Tepat di musim semi, aku bangun dengan kondisi lumpuh selama tiga tahun tidak menggerakkan tubuh. Pada saat itu, aku berjanji pada diri sendiri untuk memberikan kebahagiaan yang hilang selama tiga tahu lamanya."
"Dan kamu datang padaku waktu itu, merawat sepanjang tahun tanpa henti menahan penindasan dari orang-orang. Saat mengetahui kehidupanmu, aku memintamu untuk membawaku ke taman membalikkan kekuatan yang aku peroleh dari dunia lain untuk membalaskan mereka yang menyakitimu."
"Semua yang aku katakan padamu sebelumnya, itu kebohongan untuk menyembunyikan kekuatanku."
Chu Yuechan memandangnya, ia lalu mencubitnya dengan keras.
"Jadi apa yang kamu katakan di taman itu, kebohongan? Tentang energi internal yang terpendam dan pernah belajar bela diri sebelumnya."
"Hmmm ... Maaf karena tidak mengatakan yang sebenarnya, karena aku tidak bisa mengatakannya padamu dan takut membuatmu marah dan tidak percaya, karena itu aku menyembunyikannya sampai dimana samar-samar kamu menyadari kekuatanku." Balas Qin Chen.
Wajahnya di cubit membuatnya pipinya melar kesamping di tariknya, Qin Chen hanya diam melihat wajahnya yang cemberut di bawah sana.
"Lalu apa lagi?"
"Tentang identitasku, aku baru mengetahuinya setelah bangun tidur abadi, aku tidak berbohong kali ini aku berani di hukum oleh langit kalau aku bohong."
"Kamu serius?"
"Kemarin buktinya apa? Kamu bilang hanya minta di cium pipinya tapi kamu memutar kepalamu untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan."
Qin Chen tidak dapat menghindar karena sebelumnya ia memang menggodanya dan sedikit berbohong.
"Baik-baik, aku salah sebelumnya."
"Humph! Semua pria sama saja."
Ughh!
Qin Chen melihat waktu menunjukkan hampir pergantian bulan, ia menyeduh minuman hangatnya.
"Dalam lima menit pergantian bulan."
"Hmmm ... Ayo ke kamar, aku sudah menyiapkan diri untuk hal ini sudah sangat lama sebelum kamu memintanya." Balas Chu Yuechan.
__ADS_1
Dengan inisiatif memintanya, ia mengendongnya memasuki ruangan yang sudah di siapkan Chu Yuechan sendirian karena bingung mau melakukan apa hari ini selain apa yang ia lihat di internet.
Menyiapkan bunga di atas tempat tidurnya, dan handuk untuk membasuhnya sebelum ke tingkat selanjutnya.
Saat berada di dalam, Chu Yuechan mengunci ruangannya dan mendekati Qin Chen. Dengan malu-malu membuka pakaiannya, ia hendak membasuhnya mengikuti apa yang ia lihat di internet secara normal.
Sesaat kemudian, ia masuk kedalam bak mandi bersama dimana Chu Yuechan membasuhnya dengan lembut meski masih menahan malunya.
Jika itu tiga tahu yang lalu setelah mereka menikah, Chu Yuechan masih dapat menerimanya karena ia masih cantik sewaktu di universitas dan mempunyai pesona seorang gadis cantik.
Namun sekarang, ia sudah berubah menjadi wanita berusia 28 tahun, mungkin. Pesonanya mungkin tidak ada, ini membuatnya malu memperlihatkan dirinya di depan Qin Chen yang tampak setiap harinya masih muda.
Selepas itu, ia mengendongnya ke atas tempat tidurnya menurunkan secara perlahan-lahan kebawah diatas tumpukan bunga mawar ditata rapi membentuk love dengan beberapa lilin di meja memeriahkan suasana.
Remang-remang cahaya, sedikit dingin mengahadapi langit.
Chu Yuechan malu-malu memalingkan wajahnya kesamping tidak berani melihat matanya secara langsung, ia canggung menghadapi Qin Chen.
"Apa kamu malu?"
"Ti– Tidak, hanya saja ... Bagaimana caraku bicara, aku tidak tahu." Balas Chu Yuechan, ia menyentuh bibirnya sendiri, ia mengigit jarinya dengan gugup.
Qin Chen tertawa kecil. "Bukankah kamu yang mengatakannya, aku akan menunjukkan padaku sesuatu yang hebat, apa itu bohong?"
"Itu ... " Chu Yuechan curi-curi pandang, ia melihat waktu yang beberapa detik lagi akan mengganti harinya.
Qin Chen meniup telinganya, ini membuat Chu Yuechan cemberut melihatnya. Ia marah, lalu mendorongnya mengganti posisi dia yang berada di atas mengamati Qin Chen dibawah matanya.
"Kamu ratunya malam ini, istri."
"Kamu menyalakan api, suami."
"Tentu."
Chu Yuechan mengambil inisiatif menciumnya terlebih dahulu dengan menggairahkan menggodanya, berputar posisi dimana ia sekarang berada dibawah membiarkan Qin Chen mengambil dirinya.
Mengigit lehernya dengan gigitan kecil membuatnya mengeluarkan suara manja menular keluar ke udara.
...
__ADS_1
*Bersambung ...
Batin dan mental belum siap untuk membuatnya full🙏🙏 mohon maklumi, author jomblo kurang kuat batinnya.