Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 39 : Yuo Yulong


__ADS_3

Pada akhirnya ia sadar bahwa ada Manager Zhu di sampingnya membuat ia berubah kebingungan dengan sikapnya. Bagaimanapun, Manager Zhu telah melihat semuanya tanpa jeda waktu sedikitpun.


"Suami, kenapa kamu tidak mengatakannya kalau ada Manager Zhu."


"Bukanlah masalah baginya? Aku akan pergi dengannya hari ini untuk mengurus sesuatu, karena itu aku mungkin akan pulang malam hari ini. Jadi, kamu bisa tidur terlebih dahulu sebelum aku kembali."


"Apa ada masalah? Apa mungkin kamu membuat masalah?"


"Tidak-tidak, hanya bisnis kecil-kecilan yang dilakukan olehku dan Manager Zhu."


Ia menyipitkan matanya, lalu sedikit membungkuk ke arah Manager Zhu. "Sebelum itu, maafkan atas sikap saya sebelumnya Manager Zhu."


"Ti- Tidak apa-apa, Nona Yuechan bisa angkat kepalamu."


Chu Yuechan kembali melihat Qin Chen setelah mengucapkan kata maaf kepada Manager Zhu.


"Baiklah suami, kamu dapat pergi karena aku akan sibuk hari ini sebelum kembali ke Provinsi Sichuan."


Qin Chen mengangguk, Manager Zhu pergi terlebih dahulu menghindari mereka berdua, dimana Chu Yuechan memberikan kecupan di keningnya dan tersenyum melihat kepergian Qin Chen.


***


Pusat Kota,


Didalam sebuah mobil hitam mewah, Qin Chen duduk dengan angkuhnya menyila kaki sambil menikmati secangkir wine barat termahal tahun kuno.


"Seperti hari-hari sebelumnya, hari yang aku tunggu-tunggu akhirnya tiba! Kehancuran Keluarga Chao berada di depan mataku!"


Orang-orang berbondong-bondong berdatangan ke setiap Pelelangan untuk mendapatkan barang-barang antik.


Mereka membicarakan perusahaannya karena berhasil memonopoli perdagangan barang antik di pasar dunia hingga menyebabkan harga meningkat setiap detiknya.


Didepan matanya, sebuah layar terpampang memperlihatkan hasil dari penjualan barang-barang antik di pasar dunia meningkat setiap detiknya.


Diluar dugaan dan ekspektasi, pengeluaran dan penghasilan sudah tertutupi dan keuntungan yang diperoleh mencakup ratusan juta untuk hari pertama.


Sementara pasar saham yang ia beli sebelumnya mengalami peningkatan pesat sehingga menghasilkan uang yang melimpah setiap harinya.


"Barang yang sudah terjual terhitung 3.450 barang antik dengan rata-rata harga; 1-100 Juta /barang. Keutungan yang diperoleh mencakup ratusan juta setiap detiknya, sementara pengeluaran sebelumnya sudah ditutup."

__ADS_1


"Kerja bagus, lakukan terus menjual barang-barang antik ini. Karena satu minggu setelah itu, energi bumi akan kembali dan saham tersebut akan mengalami keruntuhan disaat itu kalai jual satu hari sebelum keruntuhan."


"Baik tuan muda. Selanjutnya, kita akan pergi ke Distrik Pidu dimana para Master Tersembunyi dan Grandmaster lainnya berkumpul."


Mereka berdua melanjutkan perjalanan ke Distrik Pidu.


***


Distrik Pidu,


Keramaian orang berkumpul didepan Pelelangan terbesar di Distrik tersebut, dimana Qin Chen masih berada didalam mobil melihat para Grandmaster yang bersembunyi menggunakan pakaian tertutup.


"Mereka tidak terlalu kuat dibandingkan Grandmaster sebenarnya. Energi mereka terlalu kacau sampai-sampai di titik cacat." Katanya dengan pelan.


"Kebanyakan pembudidaya abadi di dunia ini mengandalkan buku peninggalan leluhur maupun abadi di masa lalu yang tidak lengkap sehingga kebanyakan dari mereka mengalami kecacatan. Meski begitu, masih ada banyak Grandmaster yang hebat di luar sana."


Qin Chen melihat sebelumnya, kedua orang itu bertarung memang seorang Grandmaster tersembunyi dengan kekuatan hebat di mata orang lain sementara ia sendiri melihatnya ingin ketawa karena masih hebat anak-anak di dunia sebelumnya.


"Begitu? Aku tidak ikut campur dalam urusan pembudidaya, karena aku fokus kepada romansa dan balas dendam."


Meski ia tahu keluarganya seorang abadi yang sudah lama hidup, karena itu adalah misteri Keluarga Qin yang belum dipecahkan sampai sekarang.


"Saya akan mencarikan Villa yang nyaman untuk tuan muda tempati, berikan saya beberapa hari selama tuan muda kembali ke Provinsi Sichuan."


"Aturlah, aku akan menunggu kabarnya. Selanjutnya adalah, mengunjungi teman lama di Distrik Jingyang. Sudah tiga tahun semenjak terkahir kalinya aku kesana, antarkan aku kesana."


Sopir itu mengangguk setelah menerima perintahnya, mereka melanjutkan ke Distrik Jingyang dari Distrik Pidu.


***


Distrik Jingyang,


"Turunkan aku disini, selanjutnya kau bisa ke perusahaan di Distrik ini dan melihat tempat-tempat yang menguntungkan, karena aku mendapatkan firasat buruk saat datang ketempat ini. Mungkin ada masalah besar, seperti kesombongan sebuah keluarga."


"Baik tuan muda, mohon hubungi saya saat terjadi sesuatu, saya akan langsung ketempat tuan muda menyelesaikan masalah."


"Baiklah, pergilah sekarang."


Qin Chen melihat temannya berada didepannya tengah membawa anak kecil di sampingnya, dan mereka seperti berjualan di kaki lima dengan kerumunan orang-orang di jalanan mencari barang-barang.

__ADS_1


Ia menghampiri temannya berdiri di depannya, dengan penampilannya yang sekarang membuat temannya bingung.


Ia adalah Yuo Yulong, seorang pria muda penuh mimpi menjadi pria sukses di masa depan, namun sepertinya itu tidak pernah terlihat dengan kondisi keuangan dan keluarganya yang kecil.


"Lama tidak bertemu, Yuo Yulong." Kata Qin Chen membuatnya gemeteran mendengar nadanya, dan logatnya saat memanggilnya Yuo Yulong.


"Qi- Qin Chen!"


Ia tersenyum mengulurkan tangannya, dan mereka berpelukan karena sudah tiga tahun lebih tidak bertemu setelah lulusan universitas bersama.


"Su- Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu? Aku mendengar setelah kamu menikah dengan Dewi Yuechan, kamu mengalami tidur abadi, aku benar-benar menyesal tidak bisa datang ketempatmu karena kondisi yang tidak memungkinkan, maafkan aku."


"Tidak apa-apa, aku mengerti kondisimu karena itu aku datang bertemu denganmu setelah aku kembali terbangun setelah tiga tahun tertidur didalam mimpi yang panjang."


Yuo Yulong mengusap-usap punggung Qin Chen, ia begitu bahagia bisa bertemu dengan Qin Chen. Saudara yang selalu bersama meski kekurangan terus menyertai, mereka berpisah mengambil jalan masing-masing dan akhirnya bertemu kembali.


Qin Chen membalasnya dengan hangat, setelah itu ia melepaskan pelukannya dan melihat Qin Chen seperti sudah sukses.


"Baguslah, suadaraku sudah berada di atas sekarang, tidak seperti dulu saat masih menjadi mahasiswa universitas."


"Hahahaha, kau tidak boleh berbicara seperti itu, aku belum berada di atas. Ngomong-ngomong, siapa anak kecil disampingmu?"


Anak kecil disampingnya mempunyai usia sekitar 4-5 tahun.


"Yuo Yin, putriku setelah lulus universitas aku menikah dengan orang pilihan keluarga."


Qin Chen sedikit tertegun karena temannya sudah menikah, dan mempunyai seorang anak kecil disampingnya. Ia mengeluarkan permen lollipop dari sakunya, dan menundukkan tubuhnya memberikan lollipop tersebut.


"Yuo Yin nama yang cantik seperti orangnya, apa kamu mau lollipop ini, gadis kecil?"


Ia mengangguk karena tidak tahu siapa pria didepannya, terlalu kecil untuk berbicara dan mengerti pembicaraan orang dewasa, Qin Chen memberikan lollipop tersebut kepadanya lalu berdiri setelah itu.


"Bagaimana dengan ibunya? Tidak mungkin bagi anak kecil sepertinya ikut denganmu ditempat seperti ini."


Yuo Yulong sedikit menundukkan kepalanya mengigit bibirnya, menyadari hal tersebut Qin Chen langsung menyentuh bahunya. "Begitu, aku mengerti. Bagaimana kalau kita beristirahat di restoran, kalian mungkin belum makan siang bukan? Tenang saja, hari ini aku akan membayarnya."


"Terimakasih Qin Chen."


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2