
Selepas semuanya, ia menunggu Chu Yuechan yang berada di dalam rumahnya, mungkin ia tengah mengatakan sesuatu pada keluarganya untuk terakhir kalinya, karena ia bukanlah boneka yang dapat mereka manfaatkan sesuka mereka.
Chu Yuechan keluar dari rumahnya membawa tas-nya dengan selendang biru di tangannya. Selendang itu mengandung energi langit dan bumi seolah-olah itu adalah artefak yang turun dari langit.
Masuk kedalam mobil melihat Qin Chen yang telah lama menunggu.
"Mari kita pulang, aku sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini kepada mereka. Dan lagi, aku sekarang mempunyai suami yang bisa di andalkan sehingga tidak perlu khawatir dengan yang lainnya."
"Begitu? Apapun itu selama kamu bahagia aku lakukan, ayo kita pulang ke kerajaan pertama kita di Kota Chengdu."
Selepas menyelesaikan permasalah di Provinsi Sichuan, mereka kembali ke perusahaan menikmati hidup mereka berdua.
Hari demi hari berganti hingga empat hari berlalu begitu cepat, Qin Chen tengah duduk di depan istrinya. Istrinya tengah menyelesaikan proyek pertama-nya mengembangkan perusahaan.
Beberapa hari yang lalu, ia membicarakan tentang saham kepada manager di perusahaan keluarga untuk bersiap menjulangnya satu hari sebelum energi bumi kembali dengan harga yang mahal.
Hari ini adalah puncak keruntuhan Keluarga Chao di Kota Chengdu karena serahkan dengan kekayaan dan kekuasaan. Dimana Qin Chen sudah memerintahkan mereka untuk menjualnya kepada Keluarga Chao yang menawarkan harga tinggi.
Sementara di depan Perusahaan Yueqin, terdapat Perusahaan Game MMORPG, yang tidak lain dibangun Qin Chen. Karena ia hanya menyelesaikan hobinya dan tidak meninggalkan penyesalan setelah kaya.
Perusahaan dalam tahap pembangunan, karena itu ia masih nganggur tidak kemana-mana ditahan oleh Nyonya rumah tinggal di perusahaan.
Qin Chen beberapa kali curi pandang. "Temanku akan ke perusahaan siang ini, apa kamu dapat mengaturnya bekerja di bidangnya?"
"Hmm ... Aku akan mengaturnya, bagaimana denganmu? Apa kamu mau berkerja di Perusahaan istrinya sendiri? Menjadi Ketua Keamanan sepertinya bagus, biar aku tidak di ambil orang lain."
Dengan malu-malu mencoba menggombal Qin Chen, namun ia masih belum mampu mengalahkan kata-kata manis Qin Chen untuk meluluhkannya.
Qin Chen tertawa kecil mendengarnya, karena beberapa hari terakhir istrinya mengikuti ajarannya.
"Aku akan menjadi Ketua Keamanan di Perusahaan Yueqin untuk menjaga hati istriku, kalau begitu tolong buatkan aku pakaian yang cocok untukku, Nyonya Qin."
"Ummm."
Sambil menunggu kabar dari Manager Zhu, Qin Chen membantu istrinya menyelesaikan pekerjaan sambil memberikannya arahan menjadi yang terbaik di bidangnya.
__ADS_1
Siangnya, temannya datang ke Perusahaan Yueqin membawa berkas-berkas untuk melamar pekerjaan. Petugas dibawah mengantarkannya kedalam ruangan tempat Qin Chen dan Chu Yuechan bekerja.
Saat ia masuk kedalam, ia melihat Qin Chen tengah bersama istrinya mengerjakan proyek di atas meja.
"Kau sudah datang Cang Luli?"
"Be- Benar, salam kenal Nyonya Qin." Dengan gugup menyapanya.
Chu Yuechan menyudahi perkejaannya, ia mendekati Cang Luli dan membawanya duduk meninggalkan Qin Chen yang tengah melanjutkan proyek sebelumnya.
Mereka berdua mengobrol panjang mengabaikan Qin Chen yang mereka bicarakan sedari dari. Mulai dari mengutuknya, memujinya, dan lain sebagainya.
Setelah mengobrol berakhir, Cang Luli mendapatkan pekerjaannya dengan gaji rata-rata seorang perusahaan besar mempekerjakan karyawan.
Cang Luli akan tinggal di kontrakan dekat dengan perusahaan ini, karena belum mempunyai uang untuk membeli rumah sendiri seperti Qin Chen yang tinggal didalam Perusahaan karena miskin.
"Suami, kamu mendapatkan karyawan baru yang berpotensi, tidak hanya baik dia juga dapat diandalkan mulai sekarang."
"Baguslah, kalau kamu menyukainya. Aku akan keluar sebentar mengurus beberapa masalah di perusahaan, kamu tunggulah disini sampai aku kembali membawakan makan malam, atau kamu mau makan malam di luar?"
"Tentukan tempatnya saat kembali, kita akan langsung kesana untuk makan malam."
"Baik suami."
Selepas membantu sedikit pekerjaan, ia pergi ke perusahaan keluarga karena menunggu momen Keluarga Chao hancur berantakan karena keserakahan mereka.
***
Perusahaan Qin,
Qin Chen tengah duduk dengan menikmati secangkir wine barat mahal, ia menantikan kebangkrutan Keluarga Chao karena besoknya adalah hari kembali energi di bumi menyebabkan guncangan hebat menggeser permukaan bumi.
Saham mineral tersebut akan runtuh menyebabkan kerugian besar dari segi investasi.
"Tuan muda, penjualan barang antik sudah diselesaikan dalam seminggu dan perusahaan mendapatkan keuntungan sangat besar, bahkan melebihi anggaran yang dikeluarkan membeli barang-barang antik."
__ADS_1
"Selama mengikuti zaman, perusahaan akan mendapatkan keuntungan besar dan kekayaan tersebut dapat digunakan sebagai penunjang hidup tujuh turunan."
"Seperti yang tuan muda harapkan, selanjutnya apa yang akan tuan muda lakukan?"
"Perusahaan Game di depan Perusahaan Yueqin adalah perusahaan yang dibangun untuk menghilangkan penyesalanku saat mempunyai banyak uang. Selanjutnya, aku mungkin akan memperbesar perusahaan tambang material karena perkembangan zaman sekarang membutuhkan material langka."
"Sebagai contohnya, tambang uranium dan lain sebagainya. Material tersebut dapat menjadi penyangga perkembangan zaman sekarang, sewaktu-waktu energi bumi menghilang total maka mereka mengandalkan Nuklir sebagai senjata perang dan tidak menggunakan Grandmaster lagi."
"Saat energi benar-benar menghilang sepenuhnya, para Grandmaster tidak akan sekuat sekarang, mereka akan sama seperti para Master pada umumnya. Karena itu, investasi pada tambang seperti ini dibutuhkan."
Ditambah, ia melihat ke langit terdapat pangkalan luar angkasa yang mempunyai kekuatan canggih. Perkembangan disana benar-benar mengerikan, bahkan robot/mecha sudah ada disana dibandingkan di bumi yang mempunyai sumberdaya alam melimpah.
Perbedaan antara keduanya hanya di pemahaman manusia, meski mereka dapat menciptakan pesawat luar angkasa, mereka belum dapat menggunakan kecepatan cahaya ataupun membengkokkan ruang.
Sementara mereka, mereka sudah memahami kecepatan cahaya dan dapat membengkokkan ruang sehingga dalam perjalanan jauh hanya membutuhkan waktu singkat.
"Apa tuan muda berencana membangun pangkalan sendiri?"
"Bukan pangkalan, melainkan dunia modern dengan perkembangan teknologi terbaik di dunia."
Ambisi yang luar biasa mempersiapkan hari Apocalypse bagi pembudidaya abadi di bumi. Karena tidak mungkin bagi energi tetap abadi selamanya, ada waktunya mereka menghilang saat energi mulai menipis di serap oleh orang-orang.
Kebanyakan pembudidaya di atas Grandmaster sudah pergi dari bumi pindah ke bulan karena disana terdapat energi yang sangat padat, seolah-olah di sana ada dunia terakhir yang bisa mereka capai.
Jika perkembangan teknologi berkembang, maka manusia biasa hanya perlu membayar harga yang mahal untuk sampai ke bulan dan melihat surga bagi dunia dan surga bagi pembudidaya.
Namun itu hanya ambisi semata Qin Chen, sementara mimpinya hanya membahagiakan istrinya dan memberikan seluruh dunia dibawah genggamannya.
Seperti yang ia katakan setiap kalinya saat membahas apapun mengenai perkembangan dan kemajuan perusahaan.
"Surga dunia, hanya istrinya yang berhak memiliknya!"
...
*Bersambung ...
__ADS_1