
"Suami?"
Qin Chen terbangun dari mimpinya melihat Chu Yuechan berdiri di depannya.
"Ada apa?" Tanyanya dengan pelan, ia melihat sekitarnya masih dalam acara karena berlangsung satu malam.
"Apa kamu lelah? Kalau lelah beristirahat kedalam ruangan agar tidak terganggu." Chu Yuechan menyentuh wajahnya dengan lembut mencoba membersihkan wajahnya yang lelah.
"Aku tidak lelah hanya memimpikan beberapa ornamen pecahan yang hilang. Kamu dapat melanjutkan acara ini, karena acara ini diperuntukkan untukmu."
"Tapi, kamu tidak menikmatinya, aku merasa tidak enak dengan semua ini."
"Jangan khawatir, aku menikmatinya dari tempat ini melihat orang-orang berada disana." Katanya.
Chu Yuechan mengangguk kecil, ia kembali turun kebawah untuk menikmati acara ini bersama dengan generasi muda. Qin Chen tersenyum puas, ia menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan kepada langit bahwa istrinya adalah penguasa surga dan dunia.
Setelah itu, ia akan menyegel kekuatan jahat kedalam dirinya hingga tidak ada satupun generasi di masa lalu membuat kekacauan di dunia.
Qin Chen memalingkan wajahnya kesamping melihat keluar ruangan.
"Sudah malam? Sepertinya aku tertidur begitu malam sampai tidak mengingat waktu."
Acara berjalan dengan baik tanpa ada gangguan dari luar, Chu Yuechan menikmati acara yang dibuat untuknya merayakan pernikahan Qin Chen dan Chu Yuechan, dirinya sendiri.
Hingga tengah malam berlalu, Chu Yuechan lelah karena sudah lama tidak bersenang-senang seperti sekarang, ia dibawa Qin Chen masuk kedalam ruangannya karena istrinya tengah kelelahan.
"Istriku makan begitu banyak, dia semakin gendut dan berat badannya bertambah." Katanya.
"Aku tidak gendut! Dasar Qin Chen!"
Mendengar Chu Yuechan mengigau mengatakan namanya menolak bahwa ia sekarang bertambah gemuk karena diberikan makanan sehat setiap harinya, walaupun begitu bentuknya tidak pernah berubah dan bahkan bertambah sexy.
Malamnya, Qin Chen bermeditasi hingga pagi datang.
***
Paginya,
"Bagaimana menurutmu? Menara surga yang kau letakkan di pusat alam semesta sudah membuat kekacauan dimana-mana, banyak para abadi berdatangan untuk naik ke lantai seratus."
__ADS_1
"Aku tidak tahu bahwa mereka semua berantusias untuk mendapatkan keinginan masing-masing, tapi mereka tidak mengetahui bahwa orang yang buat adalah aku, orang yang mengatur menara! Melewati lantai satu tidak akan semudah melawan abadi dari timur, karena kekuatannya hampir menyaingi penguasa dunia ini."
"Tch! Seharusnya aku menyadari dari awal, kalau mustahil untuk naik ke lantai seratus dengan kekuatan di lantai satu hampir menyaingiku, kemungkinan besar mereka hanya akan bisa mencapai lantai 3 paling tinggi selama seribu tahun." Ucap ayahnya dengan reaksi tidak dapat mempercayainya, karena mustahil untuk mengalahkan lantai kedua.
"Sesuatu yang melampaui batas keabadian ataupun akal sehat tidak mudah untuk mendapatkannya. Percobaan sepanjang jalan penuh darah, mengalami hidup dan mati setiap saat adalah jalan para abadi." Jelasnya dengan santainya meminum wine.
"Sudah-sudah, jangan bicarakan tentang menara, sekarang membicarakan tentang berapa cucu manis untuk ibu. Setidaknya berikan 4 cucu manis untuk ibu karena disini ibu sendirian."
Chu Yuechan batuk-batuk kesedak saat minum mendengar permintaan ibu Qin Chen begitu mengejutkan.
"Ara~ Apa kamu baik-baik saja Yuechan? Apa ibu berlebihan meminta 4 cucu manis?"
"Ti- Tidak ibu, aku hanya terkejut mendengarnya."
"Begitu? Kalau begitu apa kamu memenuhi permintaan ibu ... "
"I- itu ... "
Qin Chen mengusap-usap kepalanya. "Ibu, jangan menggodanya."
"Baik-baik, ibu tidak akan menggodanya."
"Qin Chen, selepas kamu kembali ke bumi kamu harus menjaga menantu ibu, atau kamu akan ibu gantung di jurang selama ratusan tahun."
"Tenang saja ibu, aku ini suami yang bisa diandalkan bukan seperti pria tua yang aku kenal. Tukang selingkuh, dan tidak dapat diandalkan."
"Kamu benar, pria itu benar-benar tidak bisa diandalkan."
"Fuhahah!"
Mau melawan istrinya takut, ingin memukul Qin Chen takut istrinya, ayah Qin Chen serba bingung.
"Besok kami akan kembali ke bumi, sudah banyak hal yang kami lihat di tempat ini walaupun tidak sepenuhnya, tapi itu semua lebih dari cukup."
"Baiklah, untuk sekarang kalian dapat bersenang-senang dimanapun, ibu akan menyiapkan bekal untuk kalian bawa kembali besok."
"Terimakasih bu, kalau begitu aku dan istriku akan berkeliling di kota."
Mereka berdua mengangguk membiarkan Qin Chen dan Chu Yuechan ke kota melihat-lihat perkembangan di kota. Dimana kota begitu ramai hari ini setelah mendengar berita tentang pangeran memberikan usulan perkembangan dengan melewati menara surga seratus lantai.
__ADS_1
Orang-orang berbondong-bondong untuk menyelesaikan menara tersebut untuk mendapatkan kekuatan tertinggi yang mereka impikan.
Dikota, ada banyak barang-barang modern berbeda dengan di bumi karena produk disana terbilang kuno namun berkelas modern. Qin Chen membawa istrinya ke tempat-tempat menyenangkan di kota.
Melihat orang-orang berkumpul memainkan game kuno lempar batu.
Ada beberapa orang mengenal penampilan Qin Chen yang sekarang, dan mereka memberikan jalan untuk lewat dengan sedikit menundukkan kepalanya memberi hormat.
Sudah biasa bagi seseorang dengan status tinggi di dunia abadi akan dihormati oleh orang-orang. Karena mereka memegang kekuasaan tinggi di suatu tempat ataupun gelar bangsawan.
"Suami, apa kamu tidak melihat mereka tengah menghormatimu? Apa kamu tidak meminta mereka berhenti?"
"Didunia abadi, hal seperti ini sudah biasa terjadi dimana-mana, mereka menghormati status seseorang ataupun gelar mereka. Contohnya, kamu seorang Dewi Bulan yang membuat legenda menyelesaikan seratus lantai di menara, mereka secara spontan akan menghormatimu sebagai sosok kuat."
"Alasan mereka menghormatimu hanya ada dua hal, pertama takut dan kedua kagum. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang kenapa mereka menghormatiku, karena mereka menghormatiku sebagai pangeran di istana bulan."
"Sedangkan kamu, kamu adalah Permaisuri satu-satunya pangeran, kemanapun kamu pergi kamu akan dihormati karena mempunyai gelar sebagai Permaisuri."
"Jadi begitu."
"Kapan-kapan aku akan membawamu melihat dunia abadi yang penuh dengan master-master seni bela diri, namun sebelum itu aku akan membantumu meningkatkan kekuatan sampai di ranah Immortal ataupun surga dan bumi agar bisa melindungi diri sendiri saat kau sedang ditempat lain."
"Baiklah! Aku akan berusaha mencapai ranah Immortal dalam satu tahun."
Qin Chen mengangguk melihat ambisinya begitu besar ingin mencapai ranah Immortal dalam satu tahun.
Ditempatnya terdapat permainan untuk memancing ikan koi dengan membayar beberapa batu spiritual kelas menengah, ini membuatnya bingung karena baru tahu, sebagai orang bumi ia hanya mengetahui mata uang dollar ataupun Yuan yang terbuat dari kertas.
Untungnya ia membawa uang dari dunia lain sehingga tidak kekhwatiran untuk menggunakannya. Harta dunia, artefak langka dan lain sebagainya tersimpan di ruang penyimpanan.
"10 Batu Spiritual, untuk 10 umpan."
"Terimakasih tuan muda, ini pancingannya."
Chu Yuechan mengambilnya dan memancing koi didalam kolam kaca, ini akan menyulitkan bagi pembudidaya abadi di level rendah karena membutuhkan ketenangan mutlak untuk mendapatkan ikan koi.
...
*Bersambung ...
__ADS_1