Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 76 : Chu Yuechan, Sensitif!


__ADS_3

Huft!


Chu Yuechan menyederkan kepalanya di atas tangan yang berada di permukaan kolam renang.


"Segarnya ... Siang-siang seperti ini berenang sangat menyenangkan, apa lagi ditambah dengan cuaca yang menyegarkan."


Qin Chen yang mendengarnya langsung menoleh ke langit menggunakan matanya mengubah cuaca berubah menjadi lebih menyegarkan seperti yang ia minta. Tidak terlalu panas maupun dingin, suasananya sangat menyejukkan hati dengan hembusan angin sepoi-sepoi membuat Chu Yuechan menghela napas panjang.


Tidak lama setelah itu, ia tertidur karena suasananya sangat damai, dan suasana sekarang menyejukkan tubuhnya.


"Ha! Dasar istri, dia tertidur di kolam renang tanpa meningkatkan kewaspadaan? Apa dia tidak khawatir sakit karena kedinginan? Ataupun tenggelam." Ucapnya, ia tidak dapat membiarkannya sakit lalu mendekatinya untuk membawanya kepermukaan.


Menyelimutinya dengan handuk agar tidak kedinginan, setelah itu ia membawanya masuk kedalam untuk beristirahat.


Dengan lembut menurunkannya ke atas tempat tidur dan menyelimutinya, ia mengurangi kewaspadaannya disaat Qin Chen berada disampingnya.


"Bagaimana bisa seorang wanita begitu ceroboh sepertinya, kalau aku tidak ada dia pasti akan sakit ataupun tenggelam." Gumamnya.


Sembari membaca koran, ia menunggu Chu Yuechan bangun.


***


2 Jam Kemudian.


Chu Yuechan terbangun setelah tidur panjangnya, ia melihat Qin Chen tengah duduk disana menatapnya sembari memegang koran ditangannya. Pandangan matanya seperti tengah marah menatapnya begitu dalam sampai tidak memberikan ruang untuk bernapas.


"Ma- Maaf."


"Huh! Lain kali kalau mau tidur kembali ke ruangan, kalau tidak ada aku disana kamu bisa sakit ataupun tenggelam ke dalam air, apa kamu paham?"


"Pa- Paham."


Sedikit menunduk ia bersalah dan kena marah membuat matanya sedikit berkaca-kaca. Memohon meminta belas kasih, matanya membuat denyutan di kening, ia menoleh kesamping mengabaikannya sembari membaca koran.


Beberapa saat kemudian, ia mewek membuat Qin Chen bingung seperti ia yang salah sekarang.


"Baik-baik, aku tidak marah lagi, cepat pakai pakaianmu, apa kamu tidak mau jalan-jalan keluar?"


"Umm ... Tidak marah lagi?"


"Iya, cepat pakaianmu, aku akan membawamu keluar untuk jalan-jalan. Bukankah kamu yang memintaku untuk memanjakanmu? Aku akan membeli seluruh kota untukmu agar kamu bisa melakukan apapun."


"Serius? Apa kamu mau membeli seluruh kota? Atau kamu mau membeli toko-toko besar untukku belanja?"


"Kamu mau? Aku akan membeli seluruh saham Pusat Perbelanjaan yang di Kota Shanghai."

__ADS_1


Chu Yuechan mengangguk untuk pertama kalinya ia meminta Qin Chen membeli seluruh Pusat Perbelanjaan. Qin Chen tersenyum kecil, ia lalu mengeluarkan handphonenya menghubungi Manager Fu.


Saat panggilannya terhubung—


"Beli seluruh saham Pusat Perbelanjaan d Kota Shanghai atas nama istriku, tanpa terkecuali." Katanya menghubungi Manager Fu.


“Baik tuan muda.”


Satu panggilannya membuat pasar dunia kewalahan menghadapi pembelian saham Pusat Perbelanjaan di Kota Shanghai sepenuhnya tanpa terkecuali.


Chu Yuechan sedikit memiringkan kepalanya dengan panik dan bingung.


"Tu- Tunggu suami, aku sebelumnya hanya bercanda."


Qin Chen hanya tersenyum menutup matanya kearah istrinya, mau itu bercanda atau tidak selama itu keluar dari mulutnya, Qin Chen akan membeli apa yang ia minta, semuanya tanpa terkecuali.


Dalam hitungan menit, handphone miliknya berdering karena notifikasi perusahaan Pusat Perbelanjaan sudah dialihkan atas namanya. Seluruh Pusat Perbelanjaan terbesar, menengah maupun kecil sudah di alihkan membuatnya terdiam.


"Ka- Kamu serius suami ... Kamu membeli seluruh Pusat Perbelanjaan dari yang terbesar hingga terkecil semuanya."


"Kamu yang memintanya, bagaimana bisa aku menolaknya. Apapun itu, termasuk membeli seluruh kota aku akan membelinya kalau kamu mau."


"Ti- Tidak, ini sudah keterlaluan. Ada 24 Pusat Perbelanjaan terbesar di Shanghai, pasti sudah menghabiskan banyak uang, dan ratusan Pusat Perbelanjaan menengah dan Pusat Perbelanjaan kecil lainnya."


"Itu hanya beberapa yuan, tidak perlu dipikirkan."


Qin Chen hanya tersenyum membalasnya dimana Chu Yuechan melempar bantal kearahnya tengah marah, cemberut memalingkan wajahnya karena dipermainkan Qin Chen hari ini.


Tidak hanya membuang-buang banyak uang, ia bahkan membuatnya menjadi CEO seluruh Pusat Perbelanjaan terbesar di Shanghai. Chu Yuechan tidak ingin melihatnya kembali sebelum Qin Chen meminta maaf.


Beberapa menit berlalu, Chu Yuechan masih cemberut dan Qin Chen salah lagi.


Ia menghela napasnya, lalu mendekati Chu Yuechan didepannya. "Apa kamu marah?"


"Tidak, aku hanya kesal."


"Begitu? Kenapa kamu kesal? Apa karenaku?"


"Tidak, aku hanya kesal dengan orang kaya yang menghambur uang sesuka hati mereka." Balasnya.


"Jadi begitu, bukankah ini namanya investasi? Coba pikirkan baik-baik, Pusat Perbelanjaan tidak akan sepi selama stock barangnya tersedia. Kamu bisa meraup keuntungan besar dari tempat ini, dan keuntungan ini kamu bagi dua. Pertama modal, dan kedua keutunganmu."


"Sama saja, kamu membeli seluruh Pusat Perbelanjaan hanya karena aku yang bilang." Balasnya.


"Kamu tidak pernah meminta apapun padaku sebelumnya, akulah yang memberikan semuanya padaku. Dan tadi, kamu meminta padaku untuk membeli seluruh Pusat Perbelanjaan, tentunya sebagai suamimu mendengar permintaan pertama istrinya langsung aku kabulkan karena sangat jarang kamu meminta sesuatu yang besar dariku."

__ADS_1


Chu Yuechan terdiam tidak dapat berbicara ataupun bergerak sekarang.


Qin Chen menyentuh tangannya. "Sekarang ganti pakaianmu, hari ini cuacanya sangat baik untuk jalan-jalan ke kota."


"Umm."


Seperti robot, ia mengganti pakaiannya untuk pergi jalan-jalan keluar, Qin Chen menunggunya selesai sambil menyelesaikan baca koran dimana ada berita tentang perusahaan besar bangkrut karena melakukan tindakan kriminal didunia bawah.


Setelah Chu Yuechan selesai, ia dengan mengandeng Qin Chen keluar dari apartemen menikmati suasana hari pertama di kota.


***


Pinggir Jalan.


Sebelum, di apartemen ia meminta resepsionis untuk mencarikannya vespa untuk ia gunakan mengelilingi kota. Suasana disana Qin Chen atur seperti yang diinginkan istrinya, lalu mereka berdua berkeliling di kota.


Chu Yuechan memeluknya dengan erat membuat iri semua orang yang melihatnya, kemesraan mereka begitu mendominasi membuat lampu merah menghilang.


Jalan lancar tanpa halangan, hingga mereka berhenti di jembatan.


"Sepanjang jalan aku perhatikan banyak orang-orang yang melihat kearah kita, apa kamu tidak merasakannya?"


"Apa kamu tidak sadar?"


"Tentang apa?"


"Coba kamu lihat cermin."


Chu Yuechan melihat kaca di Vespanya dan tidak menemukan apapun yang aneh di wajahnya.


"Tidak ada yang aneh, kenapa kamu memintaku melihat kaca?"


"Kamu ini, mereka memperhatikan kecantikanmu dan bahkan membuat mereka kesulitan untuk memalingkan pandangan matanya."


"Huh! Itu berarti mereka seorang penguntit, menyeramkan."


"Begitulah."


Chu Yuechan menoleh kearahnya yang seperti tidak marah apapun disaat istrinya di perhatikan banyak orang, ia langsung mencubit pipinya dengan keras karena kesal.


"Kenapa kamu mencubitku? Kamu hari ini sangat sensitif, istri."


Ia langsung mencubit kedua pipinya karena mengatakan yang tidak senonoh.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2