Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 34 : Puncak Pegunungan


__ADS_3

"Bagaimana dengan yang ini, suami? Karena mobil ini lebih nyaman untuk dikendarai, dengan body kecil dan langsing, bahkan bisa menampung 4 orang didalamnya."


Qin Chen melihat pilihannya yang merupakan mobil mini dengan model terbaru dan hanya satu di produksi oleh perusahaan ini. Qin Chen hanya tersenyum kecil, karena mobil itu berharga puluhan miliar.


"Sangat bagus, kamu dapat membelinya." Jelasnya.


Chu Yuechan mengeluarkan rekening Qin Chen dengan ragu, ia tidak mengetahui seberapa besar uang di rekeningnya.


"Tuan dan nyonya, ikuti saya keruangan untuk menyelesaikan surat kendaraan ini."


Ia menuntun mereka berdua masuk kedalam ruangan meninggalkan tempat tersebut, dan meninggalkan orang sombong sebelumnya.


Didalam ruangan itu, Chu Yuechan menandatangani surat seperti biasanya untuk mengalihkan surat kendaraan. Qin Chen duduk menemaninya, karena mobil ini untuknya dan bukan Qin Chen.


"Silahkan nona ... " Ia memberikan mesin pembayaran via rekening, dimana Chu Yuechan melihat Qin Chen dengan kebingungan.


Ia membalasnya dengan senyuman manis, membuatnya cemberut dan menggesek rekening tersebut. Memasukan sandi rekening itu dan tiba-tiba pembayaran berhasil dengan mengurangi 350 Miliar Yuan.


"Terimakasih nona, pembayaran berhasil."


"Eh!"


Ia tidak sadar bahwa uang yang ia keluarkan sekarang melebihi satu juta ataupun seratus juta melainkan ratusan miliar Yuan!


"Tu- Tunggu, kenapa harganya sangat mahal hingga mencapai ratusan miliar?"


"Apa nona tidak membacanya dengan baik? Mobil ini adalah mobil edisi terbatas dan hanya ada satu di perusahaan ini. Harganya mencapai 350 Miliar Yuan."


Chu Yuechan langsung menoleh kearah Qin Chen dimana ia membuang mukanya karena tahu apa yang selanjutnya terjadi. Mereka meninggalkan tempat tersebut membawa mobil baru mereka yang seharga miliaran Yuan.


***


Taman Kota,


Mereka berhenti di taman kota memarkirkan mobilnya, setelah itu duduk di bangku taman melihat banyak orang-orang di hadapan mereka tengah bersantai dan menikmati jajanan taman.


"Tunggu sebentar istri." Qin Chen mendekati penjual es krim dan membelinya dua es krim jumbo untuk istrinya, rasa coklat keduanya karena istrinya menyukai coklat.


Sepanjang perjalanan sebelumnya, ia hanya diam dengan cemberut melihat Qin Chen karena diam-diam menyembunyikan uang banyak.


Bahkan membeli mobil mahal yang tidak dapat ia beli meski bekerja selama 20 tahun di perusahaan sebelumnya.

__ADS_1


"Apa kamu mau istri? Aku membelikannya untukmu." Kata Qin Chen memberikan es krim coklat kepadanya.


"Duduk."


"Baik."


Qin Chen duduk diam, mencoba curi-curi pandang dimana Chu Yuechan melihatnya dengan serius.


"Berapa banyak yang kamu sembunyikan dariku, suami? Uang ratusan miliar, identitas tersembunyi, bos besar atau lainnya?" Tanyanya yang penasaran.


"Bukankah kamu sudah percaya bahwa aku tuan muda tersembunyi?"


"Humph! Apa kamu orang kaya nomor satu di kota sampai-sampai menghabiskan uang ratusan miliar untuk istrinya?"


Qin Chen menariknya kedalam pelukannya, dimana istrinya menyederkan kepalanya kepundaknya.


"Aku sudah mengatakannya padamu, aku akan memberikan kebahagiaan abadi padamu. Salah satunya memanjakan istriku, apa salah aku memanjakanmu membeli mobil?"


"Bukan begitu, tapi harga itu terlalu besar bagaimana kalau kamu tidak mempunyai uang lagi?"


"Aku hanya perlu memintanya pada istriku yang seorang CEO Cantik. Tapi kamu perlu tahu, kalau uangku tidak akan habis meski kamu membeli satu negara ini."


Qin Chen tertawa mengusap-usap rambutnya dengan lembut mencium keningnya membuat iri semua orang di sana. Mereka melihat keduanya yang bermesraan di taman kota yang menyebabkan orang-orang iri padanya.


"Tentu saja karena istriku cantik, aku tidak tahan kalau tidak mengeluarkan kata-kata manisku. Kalau begitu, bagaimana kita beli rumah kalau kamu tidak percaya?"


"Rumah? Apa kamu masih mempunyai uang untuk membeli rumah? Aku akan membelinya bulan depan dengan uang yang aku hasilkan dari perusahaan, uangmu kamu simpan saja."


Ia menikmati es krim sambil mengobrol dengan Qin Chen di taman, karena suasananya benar-benar nyaman untuk mengobrol ditambah dengan makanan disana menambahkan sensasi taman.


Chu Yuechan memeluknya dengan erat membuat es krim miliknya menetes kebawah.


"Bagaimana jalan-jalan ke puncak gunung dengan mobil barumu, pasti sangat menyenangkan bukan?"


"Hmmm."


Mereka berdua meninggalkan tempat tersebut dan pergi ke puncak gunung dengan mobil barunya.


***


Puncak Gunung,

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu dua jam, mereka tiba di puncak gunung dimana banyak orang-orang kesana melihat pemandangan hutan dan sungai dari atas sana. Bahkan dapat melihat kota besar keseluruhan meski masih terdapat tempat yang tidak dapat di capai.


"Sangat luar biasa, udara yang menyapu gunung menerbangkan dedaunan hutan, angin yang berhembus kencang membuat terasa terbang ke udara."


Qin Chen hanya diam dibelakangnya melihat dibawah ada banyak hutan yang begitu luas membentang di daratan.


"Apa kau sudah dengar, ada pertarungan antara Grandmaster di gunung ini dalam waktu satu jam lagi. Katanya mereka berdua memperebutkan kekuasaan atas siapa yang terkuat di negara."


"Apa kau yakin berita ini valid?"


"Tentu saja, aku mendapatkan kabar dari temanku yang merupakan bawahan Grandmaster yang akan bertarung disini. Gunung ini merupakan tempat yang cocok untuk bertarung, ditambah dibawah sana katanya terdapat monster kuno yang sangat kuat tengah tertidur."


"Jika benar, maka akan ada banyak orang-orang yang berdatangan ketempat ini termasuk master bela diri dari keluarga besar lainnya."


Mereka membicarakan tentang pertarungan Grandmaster yang mencoba mendapatkan kekuasaan atas orang terkuat di negara ini. Dengan begitu, ia akan diakui oleh semua orang termasuk negara-negara lain.


Kekuatan Grandmaster dapat membelah lautan dan gunung, menyapu bersih awan di langit dengan ayunan tangannya.


Chu Yuechan melihat kearahnya dan merangkulnya dengan erat, karena akan ada pertarungan antara Grandmaster yang memperebutkan posisi tertinggi.


Qin Chen hanya mengabaikan mereka dan bersenang-senang dengan istrinya di puncak gunung.


"Bagaimana melihat danau itu, istri? Karena tempat disana tempat yang bagus untuk mendapatkan gambar yang menarik untuk disimpan."


"Benar, aku akan ikut kamu suami."


Mereka turun gunung untuk ke danau dibawah gunung, karena tempat tersebut sangat luar biasa dan ada beberapa orang disana menikmati sensasi danau yang jernih.


Setelah beberapa menit berlalu, Chu Yuechan berdiri disamping danau tersebut dan Qin Chen mengambil gambarnya dengan handphone sebagai kenang-kenangan.


Mereka menjadi pusat perhatian semua orang, karena wanita yang Qin Chen bawa adalah wanita tercantik yang belum pernah mereka temui disepanjang hidup mereka.


Chu Yuechan mengabaikannya dan bersama Qin Chen berkeliling di danau mencari tempat yang sepi.


Ada beberapa kali getaran hebat di sekitar sana, mungkin pertarungan antara Grandmaster yang tengah mengguncang gunung dan sungai.


Namun getaran tersebut terlalu jauh sehingga tidak perlu dikhawatirkan oleh Qin Chen dan Chu Yuechan. Karena hari libur, mereka menikmati waktu sebaik mungkin dan tidak meninggalkan sedikitpun waktu.


...


*Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2