
Taman kota,
Kejadian sebelumnya membuat banyak orang-orang menutup mata karena pembantai yang dilakukan oleh satu orang yang misterius membuat seluruh perampok mati dengan sangat mengenaskan.
Ia yang mudah emosional menahan dirinya, karena tindakannya sebelumnya mungkin akan mengekspos dirinya sendiri. Ia tidak ingin membuat istrinya berada dibawah tekanan kekuatan dominasi dunia.
Karena ia ingin membuat mendominasi dunia diatasnya, dan menciptakan kehidupan yang ia mimpikan selama ini.
"Qin Chen siapa kau sebenarnya? Bagaimanapun mau kau mengatakan bahwa kau hanya pelayan restoran, aku tidak akan percaya dengan hal itu. Karena semuanya samar-samar seperti dunia yang diselimuti warna abu-abu, misterius."
Temannya bertanya tentangnya, siapa ia sebenarnya? Bahkan Qin Chen sendiri tidak tahu mau mengatakannya dari mana, karena semuanya adalah hal yang tidak ingin ia katakan pada siapapun.
Mendengarnya langsung, ia hanya tersenyum kecil menyederkan tubuhnya melihat ke langit sambil membelai lembut wajah istrinya dipangkuannya.
"Untuk sekarang, kau tidak cukup mampu mengetahui siapa aku."
"Kalau aku tidak layak bagaimana dengan istrimu! Apa kau ingin menyembunyikan semuanya? Qin Chen, cepat atau lambat pasti semuanya akan diketahuinya, pada saat itu hanya ada dua kata, antara percaya dan kebohongan!"
"Mana yang akan kau ambil diantara kedua pilihan didepan matamu? Apa kau akan terus bersembunyi dan berbohong padanya? Apa kau tidak tahu hidupnya selama tiga tahu ini tanpa ada orang yang membantunya berdiri, apa kau tidak mengerti perasaannya!"
"Aku tidak peduli kau siapa, selama kau tidak membuatnya bersedih aku akan membiarkanmu. Tapi, kau harus ingat saat aku melihatnya bersedih saat bersamamu, aku akan membongkar dan mencari siapa kau sebenarnya!"
Qin Chen menoleh kearahnya, ia hanya tersenyum kecil membuat Mei Mei menggertak kesal melihat tanggapan Qin Chen yang seolah-olah ia berada di langit dan tidak akan diketahui oleh orang-orang.
"Kembalinya, terimakasih karena telah menemaninya hari ini, selanjutnya aku yang akan mengurusnya."
Ia berdiri dengan marah, meninggalkan Qin Chen disana setelah memberikan ucapan perpisahan kepada Chu Yuechan.
Qin Chen kembali melihatnya, ia mengeluarkan Giok sebelumnya dan menciptakan sebuah kalung yang indah. Memasangkan sebelum ia bangun dari mimpinya yang indah, karena ia tidak ingin melihat istrinya ketakutan seperti sebelumnya.
Setelah beberapa waktu berlalu, ia perlahan membuka matanya melihat Qin Chen berada dihadapannya.
"Su- Suami ... "
"Hmm ... Kamu akhirnya bangun, apa sudah baikan sekarang?" Tanya Qin Chen, ia khawatir kalau istrinya masih syok dengan apa sebelumnya terjadi.
__ADS_1
Chu Yuechan langsung memeluknya di taman kota, ia tidak mempedulikan orang-orang disana karena sekarang ia tengah ketakutan mengingat hal sebelumnya.
Qin Chen mengusap kepalanya dengan lembut, membiarkannya memeluknya lebih lama dan lama sampai ia kembali tenang seperti biasanya yang tersenyum tanpa rasa takut sama sekali.
"Jangan dipikirkan istri, mereka sudah mendapatkan balasan dari apa yang mereka lakukan padamu. Jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi karena aku ada disini disampingmu setiap saat."
"A- Aku ... Kenapa kamu membuatku pingsan sebelumnya, apa kamu tidak ingin melihat apa yang kamu lakukan pada mereka?" Tanyanya yang penasaran dan takut bahwa suaminya akan melakukan hal yang membuatnya mendapatkan hukuman.
"Jadi begitu, apa kamu khawatir dengan tindakanku sebelumnya? Jangan khawatir, semuanya sudah selesai tanpa ada masalah apapun, percayalah padaku. Aku adalah suamimu, tidak akan membiarkanmu disakiti begitu saja."
"Apa kamu berbohong padaku?"
"Tentu tidak istri, aku tidak pernah berbohong padamu." Balasnya.
"Lalu siapa kamu sebenarnya? Aku tidak tahu kenapa, tapi aku terus bertanya-tanya pada diriku sendiri tentang siapa kamu sebenarnya, suami. Pertanyaan itu terus muncul setelah kamu bangun dari mimpi panjangmu."
Qin Chen memeluknya dengan erat, menyentuh kepalanya dengan dagunya. "Kalau aku mengatakan bahwa aku adalah tuan muda dari keluarga kaya, apa kamu percaya padaku?" Tanya kembali oleh Qin Chen.
Pertanyaan ini mungkin akan membuatnya kebingungan antara percaya dengan perkataannya, atau percaya dengan rasa penasarannya yang mengatakan bahwa Qin Chen benar-benar bukan orang biasa.
"Aku akan menceritakan padamu istri, suatu hari nanti siapa aku sebenarnya. Untuk sekarang, kamu tersenyumlah seperti biasanya memberikan semangat untukku dan untuk masa depan kita berdua."
"Apa tidak bohong, kamu akan menceritakan padaku siapa kamu sebenarnya?"
"Benar, mau itu besok ataupun luasannya, aku akan mengatakan padamu. Sekarang, tersenyumlah untukku dan untukmu sendiri karena senyumanmu itu sangat berarti bagiku yang sekarang ataupun sebelumnya."
Ada beberapa kalimat yang masuk kedalam benaknya, untukku sekarang ataupun sebelumnya.
Ia kembali duduk di pangkuannya, melihatnya dengan senyuman manis khas dirinya. Qin Chen tersenyum membalasnya, karena senyumannya begitu bahagia.
"Kamu semakin cantik saat tersenyum istri. Jadi, tersenyumlah mulai sekarang tidak ada ketakutan setelah ini, aku akan bersamamu kemanapun kamu berada kedepannya."
"Suami, ayo pulang."
"Baik."
__ADS_1
Ia mengendongnya seperti putri tidur, meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke perusahaan mereka.
***
Perusahaan Yueqin,
Setelah berada didalam perusahaan, karena mereka belum mempunyai rumah untuk ditinggalkan berdua. Semua ini karena Qin Chen belum membelikannya, karena takut ketahuan mempunyai uang banyak dan menunggu satu bulan.
Chu Yuechan duduk diatas sopa menyelimuti dirinya dengan selimut putih menunggu Qin Chen yang tengah membuatkannya makanan spesial malam ini.
Sementara diluar sana, hujan mengguyur kota membahasi tanaman dan daratan.
Suara rintikan hujan terdengar dimana membuatnya mengalami nostalgia yang sebelumnya dirasakannya.
Qin Chen yang menyelesaikan tugasnya, ia kembali ketempat istrinya membawa makanan yang ia buat sendiri.
"Istri, makanan malam ini sudah selesai, ini khusus untukmu dan sangat spesial karena kamu sangat cantik hari ini." Kata Qin Chen sambil meletakkannya di atas meja membiarkan istrinya menyantapnya.
Saat melihatnya, ia langsung menyantapnya karena Qin Chen sudah memberikannya izin untuk makan. Sangking menikmatinya, ia membuat senyuman yang baru membuka matanya yang selama ini tertutup.
Chu Yuechan menikmatinya didepan Qin Chen yang hanya tersenyum dan tertawa melihatnya makan seperti ini.
Menghabiskan sepiring makanan dengan lahap membuat Qin Chen membersihkan bibirnya dengan tisu karena ada sisa-sisa makanan diwajahnya.
"Bagaimana istri? Apa kamu menyukainya makanan malam ini, aku dapat membuatkanmu setiap harinya."
"Hmm~ sangat enak, tapi aku yang selanjutnya membuatkan makanan untukmu. Kamu tidak boleh, karena aku masih ada hutang padamu untuk membuatkan makanan setiap malamnya."
"Begitu, baiklah selama kamu senang aku akan menurutimu."
Chu Yuechan mengangguk, ia menutup tubuhnya dengan kain tersebut kembali dan hanya wajahnya yang terlihat karena kedinginan malam ini.
Qin Chen kembali berdiri menyiapkan kamar mandinya agar bisa digunakan oleh Chu Yuechan.
...
__ADS_1
*Bersambung ....