Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 47 : Membeli Villa


__ADS_3

Restoran,


Selepas makan siang, mereka masih duduk didalam restoran menikmati secangkir minuman dingin. Qin Chen tidak mengatakan apapun, karena sekarang tengah terpesona kecantikan istrinya yang tengah menikmati secangkir teh susu.


"Saat Perusahan Yueqin berkembang, aku akan mendirikan perusahaan cabang di Provinsi Sichuan. Dengan begitu, orang-orang akan mengetahui bahwa aku dapat berkembang sendirinya."


"Lakukanlah yang menurutmu menyenangkan, aku hanya dapat memberikan support dibelakangmu."


" ... Hmm, satu hal yang ingin aku tanyakan suami, apa kamu bisa menjawabnya?" Tanya Chu Yuechan.


"Katakanlah, selama aku mengetahuinya aku akan menjawabnya."


Chu Yuechan mengangguk kecil, ia meminum seteguk teh susu. "Selama kamu menyembunyikan identitasmu, apa kamu membalaskan perbuatan orang-orang yang menyakitiku sebelumnya?"


Qin Chen terdiam sesaat, ia melihat ke arah langit dengan pupil matanya tetap melihat Chu Yuechan. "Aku membalaskan perbuatan mereka seratus kali dari yang mereka perbuat kepadamu. Merasakan keputusasaan, aku akan membuat mereka membayar atas ala yang mereka perbuat."


Ia tidak membalasnya, karena ini adalah urusan suaminya dan bukan dirinya, ia hanya ingin menikmati hidup yang diberikannya. Qin Chen memeluknya dari belakang di dalam restoran dilihat banyak orang-orang namun diabaikannya.


"Bagaimana kalau kamu belanja? Refreshing dengan belanja adalah hal yang disukai wanita bukan? Aku akan menemanimu dan membawakan belanjaan yang kamu beli."


"Tidak semua wanita belanja saat sedang refreshing, tapi kalau diminta suaminya, mereka akan belanja menghabiskan uang miliknya."


"Begitu? Lakukanlah, kalau kamu bisa menghabiskannya dalam satu hari, aku akan melipatgandakan uang tersebut dan kamu bisa membeli apapun."


"Humph! Dasar suami kaya, kalau begitu apa aku boleh pinjam beberapa Juta Yuan? Aku akan mengembalikan saat Perusahan Yueqin sukses di masa depan, aku janji."


"Tentu istri, mau kamu kembalikan atau tidaknya, rekening itu sekarang menjadi milikmu, kamu bebas menggunakannya untuk membeli apapun yang kamu butuhkan."


"Ummm."


Chu Yuechan membawanya ke suatu tempat yang sangat sederhana, bukit awan yang berada di Provinsi Sichuan. Sesaat berada di sana, ia melihat Villa kuno berada di atas bukit tersebut.


Qin Chen melihatnya dengan penasaran, apa istrinya mau membeli Villa tersebut?


"Suami, apa boleh aku membeli Villa disana? Karena Villa itu adalah impianku kedua sesaat setelah perusahaan sukses."


"Begitu? Kalau kamu mau, kamu dapat membelinya."

__ADS_1


"Kamu yakin? Harganya lumayan mahal." Balasnya.


Ia tertawa kecil, karena istrinya sudah melihat uang yang ia miliki namun masih memikirkan biayanya. "Apa kamu lupa berapa uangku? Kalau kamu mau, kamu dapat membeli seluruh daratan di sini sebagai Wilayah Pribadi."


"Humph! Dasar suami kaya, kamu dengan bebas menggunakan uang. Kalau aku, aku pasti gemeteran karena kebingungan menghabiskan uang kamu."


Qin Chen langsung mengusap-usap kepalanya, ia lalu membawa istrinya ketempat penjual tanah disana.


***


Qin Corporation,


Saat mereka berada di depan perusahaan yang menjual Villa tersebut, Qin Chen berhenti melangkah masuk karena melihat lambang perusahaan keluarga di atas sana. Memikirkan sesuatu, ia sedikit bingung karena tidak tahu tentang ini.


Yang bisa ia lakukan sekarang memastikan apa benar perusahaan ini milik keluarganya atau tidak, karena mempunyai lambang perusahaan keluarga.


Mereka berdua masuk kedalam dan melihat ada banyak orang disana, dan salah satunya adalah orang sombong dengan kekayaan besar di Provinsi Sichuan.


Tidak lain adalah orang-orang yang berada di universitas yang sama dengan Qin Chen.


"Qin Chen, aku kira siapa? Ternyata orang miskin yang datang, apa kau punya uang untuk masuk ketempat yang elit ini? Hahaha, aku sungguh kasian dengan istrimu yang hidup dalam masyarakat biasa-biasa, padahal dia seorang Dewi Universitas dulunya."


Tiba-tiba bos di perusahaan begegas turun kebawah setelah melihat CCTV siapa yang datang ke perusahaannya. Bersama dengan sekretaris dan bawahan lainnya buru-buru menghampiri seseorang di lantai bawah.


Karyawan lainnya sedikit membungkukkan tubuhnya karena melihat bos perusahaan dibawah dengan terburu-buru.


Sesaat kemudian, ia berdiri disamping Qin Chen yang hanya meliriknya dengan memberikan kode diam.


"Manager Ha, aku Pong Ling putra Pong Bai." Katanya dengan menyombongkan dirinya seorang putra penguasa di industri perdagangan di Provinsi Sichuan.


"Oh, ternyata kau adalah putranya?"


"Benar Manager Ha, ngomong-ngomong saya ingin membeli Villa di tempat ini, namun pria miskin didepan saya mengatakan bahwa perusahaan yang tidak-tidak."


"Pong Ling! Apa maksudmu, suamiku tidak mengatakan apapun, kaulah yang bersikap angkuh dihadapanku!"


"Nona Yuechan, Qin Chen bersikap sombong dihadapkanku dan menghina perusahaan kelas elit didatangi oleh orang miskin, tempat ini adalah tempat orang-orang elit berada, bukan tempat orang rendahan sepertinya."

__ADS_1


Chu Yuechan geram ingin menamparnya, namun ditahan Qin Chen. Ia mengangkat tangannya, dan Manager Ha memberikan sarung tangan berwarna putih membuat semua orang tercengang kebingungan.


Ia dengan santainya memakai sarung tangan tersebut, dimana Manager Ha tengah menundukkan kepalanya.


"Kau benar, tempat ini untuk orang-orang elit dan bukan untuk kelas rendah. Tapi aku tidak mengetahui peraturan di perusahaan ini, siapapun dapat masuk dan membeli properti perusahaan selama mereka mempunyai kemampuan dan etika."


Salah satu dari mereka memberikan pemukul bisbol ditangannya membuat ia ketakutan karena sekarang tidak ada yang berpihak padanya.


"Sayangnya, kau salah tempat. Kalian tangkap dia dan ikat."


"Apa kalian dengar, ikat orang ini sekarang!"


"Baik bos!"


Lima orang bertubuh besar begegas menangkapnya dan Pong Ling mencoba memberontak namun tidak bisa, mulutnya langsung di perban hitam agar tidak bisa berbicara didepan Qin Chen.


Dengan pemukulnya, ia mengayunkannya menghantam kaki Pong Ling.


Krakk!


Matanya hampir keluar saat tulang kering patah, Chu Yuechan memalingkan wajahnya tidak berani melihat walaupun ia mendengar dengan jelas bagaimana tulang kakinya patah didepan matanya.


"Membuatmu cacat tidak akan mengurangi kesombonganmu, bagaimana bila aku mengubah cara bicaramu?"


Dengan demikian, ia mengharamkan wajahnya dengan keras mengakibatkan lima giginya lepas dan muntah darah. Melihatnya tidak berdaya, Qin Chen langsung menginjak dadanya dengan keras.


"Pong Ling, perusahaan industri perdagangan di Provinsi Sichuan. Akan aku ingat itu, dan lihatlah bagaimana perusahaan itu bangkrut secara perlahan-lahan dan boom! Kau akan sama seperti orang-orang di luar sana, putus asa!"


"Kalian hajar dia sampai babak belur, lalu lempar ke tempat sampah depan perusahaan keluarganya."


"Baik tuan muda!"


Ia melepaskan pemukulnya, dan itu diambil oleh orang disampingnya dengan sarung tangannya. Manager Ha lalu berbicara dengan Qin Chen.


"Tuan muda, mari ke ruangan saya untuk berbicara, disini ada banyak orang-orang yang melihat dan mendengar."


Qin Chen membawa Chu Yuechan masuk kedalam ruangan pribadi perusahaan tersebut.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2