Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 86 : Gunung Fuji Dan Apartemen!


__ADS_3

Gunung Fuji.


Selepas makan bersama di kedai ramen, mereka pergi ke Gunung Fuji. Tidak terlalu jauh dari tempat tersebut dengan kecepatan Qin Chen, dimana ia sudah menyiapkan banyak cemilan untuk dibawa Chu Yuechan menikmati gunung.


Mereka tidak ke puncaknya, melainkan di kaki gunung yang mempunyai danau yang cukup luas. Disana mereka duduk dan mengambil gambar untuk di postingan ke akun media sosial.


Meimei yang melihatnya marah karena tidak mengajaknya, namun Chu Yuechan mengatakan ini bulan madu!


Mendengar itu, ia langsung diam dan memberikan semangat untuk Chu Yuechan agar bisa bertahan cukup lama melawan Qin Chen nantinya.


Malu-malu sembari menutup mulutnya, Qin Chen melihat telinganya mulai memerah dan merasakan bahwa Chu Yuechan tengah malu-malu.


Disana cukup banyak orang yang duduk menikmati suasana tempat tersebut, apa lagi ada yang mulai membangun tenda untuk beristirahat di malamnya.


Qin Chen membawa perlengkapan tenda sewaktu-waktu Chu Yuechan menginginkan bermalam ditempat ini.


"Bagaimana? Sekarang kamu sudah dekat dengan gunung yang ingin kamu lihat? Kalau kamu mau, aku akan membawamu ke atas sana untuk melihatnya lebih dekat lagi dan merasakan sensasi dinginnya es."


"Itu bisa kapan-kapan, di sini lebih menarik karena bisa melihat keseluruhan Gunung Fuji. Aku sudah mengambil banyak gambar dan membuat Meimei marah-marah, karena itu aku hanya akan disini sembari menikmati cemilan ringan."


"Lakukanlah apa yang kamu mau, aku akan duduk disini."


"Hmm."


Chu Yuechan duduk disampingnya memberikannya minum dingin, menikmati suasana Gunung Fuji sebelum malam karena tempatnya mungkin akan kedatangan kunang-kunang.


Sementara itu, Qin Chen menoleh ke puncak gunung ada seseorang tengah mengamati mereka berdua dengan tajam memberikan permusuhan diantaranya.


'Sistem, apa Klan kuno di Jepang masih berdiri mengembangkan ketrampilan berpedang mereka?'


[Kebanyakan generasi mereka masih tersembunyi di bayang-bayang masyarakat tidak ikut campur dalam dunia bela diri. Mereka memilih untuk bersembunyi dan muncul saat dibutuhkan.]


'Lalu disana'


[Kemungkinan besar orang dari Klan lain yang mempunyai kekuatan setara Martial Ancestor.]


'Begitu rupanya, seharusnya tidak masalah bagiku melawan mereka sewaktu-waktu mereka menyerang. Menggunakan tubuh sendiri lebih baik, namun hukum dunia itu benar-benar mengerikan bisa menekan kloningku.'

__ADS_1


[Setelah menganalisa cukup lama, hukum dunia disana cukup kuno, bisa dikatakan sudah sangat lama ada sehingga kekuatannya bisa menekan tuan. Jika tuan menggunakan tubuh asli di sini, seharusnya mereka tidak dapat berkutik melawan.]


'Kau benar, menyempurnakan 12 Dao selama puluhan ribu tahun bukanlah perjuangan muda, harus meghadapi banyak kesengsaraan surgawi.'


'Karena sudah di bumi, aku membiasakan diri di dunia ini dan menikmati hari-hari biasa dibandingkan ikut campur dunia bela diri lagi karena sudah muak. Tetapi, kalau mereka menyangkut pautkan Istriku, mereka akan berhadapan denganku.'


[Secara tidak langsung, tuan akan membawa mereka kedalam neraka keputusasaan!]


"Tepatnya, kematian di ambang kehidupan!"


Chu Yuechan langsung menoleh kesamping mendengar perkataan Qin Chen.


"Apa yang kamu gumamkan?"


"Tidak ada, kamu lanjutkan lagi apa yang ingin kamu lakukan, aku hanya duduk memandangi gunung di depan sana."


"Awas saja memikirkan wanita lain, aku akan benar-benar marah padamu dan pergi dari tempat ini."


"Baik-baik, aku tidak pernah melakukan itu. Apa mungkin kamu, istri? Kamu diam-diam menyembunyikan pria di dalam perusahaanmu?"


Chu Yuechan langsung mencubit kedua pipinya dengan keras. "Benar, aku menyembunyikan dan orang itu ada di depanku sekarang. Seorang ketua keamanan perusahaan, Qin Chen. Namanya—]


"Cobalah kalau bisa, mungkin kamu akan di pukul lalu di buang dan di makan hiu." Balasnya.


"Aku pikir dia sangat kejam, tapi tidak masalah karena itu lebih baik dibandingkan merendah selamanya."


"Benar, dia sangat kejam berdarah dingin memukul tanpa ampun, dan bahkan berani menggoda istrinya sampai-sampai harus melakukan pekerjaan perusahaan yang sebenarnya tidak bisa di selesaikan, membuat istrinya menangis memohon padanya."


Qin Chen tertawa, ia lalu mengusap-usap kepalanya karena Chu Yuechan masih marah padanya karena hari sebelumnya. Dimana Qin Chen mengerjainya sampai membuatnya memohon bantuan padanya.


"Baik-baik, aku salah. Sekarang, mau kemana lagi? Aku akan membawamu kemanapun sembari menunggu musim semi tiba." Ucapnya, ia berhenti mengusap-usap kepalanya dan memberikan minuman dingin.


"Tidak tahu, mungkin kita kembali setelah lima menit."


Chu Yuechan kembali melihat gunung, ia sudah bermain-main disana cukup lama dan beristirahat kelelahan karena ia mempunyai hari penting yang akan datang dan tidak boleh sakit untuknya.


"Ayo kembali, aku sudah puas dengan hari ini. Besoknya pasti banyak pekerjaan yang melelahkan bukan? Aku akan memasak malam ini dan paginya hingga seterusnya."

__ADS_1


Qin Chen membawanya kembali ke mobil dengan menggendongnya sepanjang perjalanan, mendekati bukit menuruni lembah sampai dimana mereka tiba di mobil mereka berdua.


Disana, ia membawanya kembali ke apartemen karena sudah dekat dengan mereka. Apartemen tersebut tidak jauh dari tempat Gunung Fuji berada dengan begitu, Chu Yuechan bisa melihatnya dari kejauhan walaupun hanya melihat sedikit lebih kecil dari sebelumnya.


Namun Qin Chen sudah membelikan teropong untuknya bisa melihat gunung.


***


Apartemen.


Setibanya di apartemen, Chu Yuechan melihat pemandangan di atas bukit dapat melihat hampir seluruh kota. Disekitarnya masih asri ada banyak pepohonan seperti tinggal di pinggiran kota atau lebih tepatnya tinggal di desa.


Didalam ruangan, ia duduk di sopa empuk berbentuk kepala kelinci.


"Ah~ Nyamannya, aku tidak menduga kamu akan memberikan aku sopa seperti ini. Sopa ini sangat nyaman untuk beristirahat." Jelasnya, ia merebahkan badannya dan melihat langit-langit ruangan.


"Beristirahatlah, aku akan kesamping menyiapkan sesuatu. Kalau sudah baikan, kamu bisa ke dapur disana untuk memasak makanan untuk malam ini."


"Hmm, sebentar lagi aku akan memasak." Balasnya.


Qin Chen keluar dan menyiapkan teleskop di depan kolam berenang satu, dan alat-alat lainnya untuk menikmati suasana di balik gunung.


Kolam berenang menghadapi pemandangan di Gunung Fuji sehingga bisa bersantai sembari melihat pemandangan di depan sana.


"Seharusnya sudah cukup. Teleskop, teropong, dan lain sebagainya sudah ada. Aku menghabiskan banyak uang untuk semua ini, mungkin dia akan senang."


Saat ia kembali masuk, Chu Yuechan sudah tidak ada di dalam ruangan dan aroma masakan menyebar di dalam apartemen membuat Qin Chen masuk kedalam dapur melihatnya.


"Tidak buruk, berapa kali aku mencium aroma, kamu benar-benar hebat dalam memasak dibandingkan aku."


"Tentu saja, aku seorang wanita harus pintar masak. Jika tidak, nanti suamiku bisa makan masakan wanita lain." Katanya.


"Aku akan menunggumu selesai disini, ngomong-ngomong aku sudah menyiapkan hadiah di kolam renang. Nanti kamu bisa melihat selepas makan malam."


"Hadiah? Jadi penasaran."


...

__ADS_1


*Bersambung ...


Note : Semoga besok pagi sudah Platinum!


__ADS_2