
2 Hari Kemudian.
Keluarga besar Qin berdatangan membawa ratusan ribu pasukan besar mengejutkan seluruh dunia termasuk Qin Chen dan Chu Yuechan yang tengah menyambut kedatangan Keluarga Qin.
"Apa-apaan mereka ini, apa mereka ingin berperang dengan manusia atau monster! Membawa ratusan ribu pasukan, ini seperti mendominasi seluruh bumi di bawah ketakutan!"
"Suami, apa keluarga besar memang seperti ini kalau datang? Aku khawatir semua orang akan ketakutan melihatku sewaktu mereka tahu kalau aku istri tuan muda keluarga kuno yang merupakan leluhur pendiri pembudidaya abadi di bumi."
"Tidak mungkin, aku tahu ini pasti karena pria tua itu yang mencoba memberitahukan orang-orang kalau dia yang berkuasa. Lupakan soal mereka, sekarang kamu bersiap-siap untuk menyambut kedatangan ibu mertua." Jelas Qin Chen.
Sesaat kemudian sebuah kereta kuda turun membawa ratusan prajurit langit yang mengawalnya. Dari langit hingga ke bumi karpet merah panjang membentang luas membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan.
Dari atas sana turun seorang wanita dan pria bergandengan tangan menuruni langit bersamaan. Dengan cepat, seluruh prajurit mengamankan tempat yang memungkinkan akan kedatangan musuh.
Turun kebawah mendekati Qin Chen dan Chu Yuechan, ibunya langsung memeluk menantunya!
"Eh!"
"Syukurlah menantu ibu tidak apa-apa, dimana cucu manis yang ibu minta, bisa kamu antarkan ibu kesana Yuechan? Ibu tidak sabar untuk melihat cucu manis yang ibu dambakan!" Katanya, Chu Yuechan mengangguk kecil meninggalkan Qin Chen sendirian.
"Sepertinya aku di lupakan, sigh!"
"Khahaha! Bagaimana rasanya di lupakan ibumu? Bukankah menyenangkan, dia begitu bahagia sampai-sampai mengabaikanku di istana dan memaksaku untuk datang ke tempat ini mengunjungi cucunya. Ngomong-ngomong, sampai nanti aku hendak melihat cucuku di dalam."
Pria itu melewati Qin Chen karena ia menyusul mereka berdua yang hendak melihat cucunya didalam ruangan tengah bermain dengan mainan yang Qin Chen belikan.
"Selamat untuk pangeran atas kelahiran keturunan anda." Kata mereka secara bersamaan.
"Terimakasih, semuanya."
Mereka mengedipkan mata untuk membalasnya, Qin Chen masuk ke dalam karena mengkhawatirkan putrinya di cubit ayah ataupun ibunya yang kesenangan mendapatkan kabar kalau cucu mereka sudah lahir.
Saat berada di dalam, ia melihat ibunya tengah duduk mengendong putrinya.
"Seperti yang ibu harapkan, cucu ibu pasti manis seperti ibunya. Kalau sudah besar, dia pasti menjadi gadis yang cantik meruntuhkan surga dan dunia dengan senyumannya." Ucapnya, ia membuat Qin Chen hanya dapat menghela nafas.
Chu Yuechan berada di samping Qin Chen tengah duduk melihat putrinya di gendong ibu ataupun ayahnya.
__ADS_1
"Tapi Chen'er, kamu masih kurang 8 cucu manis untuk ibu. Jadi kapan ibu akan mendapatkan delapan cucu manis lagi?" Tanya ibunya membuat Chu Yuechan tertegun dengan malu-malu menundukkan kepalanya.
"Ibu, aku ini pria hebat bisa memberikan ibu cucu lagi, tergantung pada istriku mau atau tidaknya."
Chu Yuechan langsung mencubit pinggangnya dengan keras membuat Qin Chen kesakitan dengan reaksi polos, ibunya tertawa kecil melihat mereka berdua.
"Baiklah, kamu tidak boleh memaksakan Yuechan. Dua sudah cukup untuk ibu, karena mereka benar-benar manis, ingin ibu cubit pipinya." Balasnya.
"Kamu dengar istri? Ibu mertua ingin sepuluh cucu manis lagi." Kata Qin Chen, ia menggoda istrinya dimana Chu Yuechan masih mencubitnya.
"Ngomong-ngomong, perkembangan di bumi dalam setahun ini benar-benar meningkat pesat. Apa kau ikut terjun ke dalamnya, Qin Chen?" Tanya ayahnya.
"Aku hanya membantu mengembangkan teknologi tidak ada yang lain, kecuali Guild besar untuk masa depan sewaktu ada World Break kedua yang membuat manusia di bumi mendapatkan kekuatan untuk melawan monster-monster dari dimensi lain." Jelas Qin Chen.
"World Break, begitu rupanya."
"Lupakan masalah itu, karena sudah berkumpul bagaimana kalau kalian makan mencicipi masakan istriku. Dia sudah selevel Beloved Wife yang aku inginkan."
"Huh! Yuechan pintar memasak? Ibu tidak sabar untuk mencobanya."
Ia mengantar keluarga Qin Chen untuk makan bersama di ruangan dimana mereka mencoba masakan Chu Yuechan yang merupakan selera kelas atas membuat mereka menikmatinya.
"Masakan Yuechan sangat lezat, ibu khawatir koki dapur istana akan memohon untuk belajar memasak denganmu." Katanya.
"Tidak ibu, aku belum hebat dalam memasak makanan. Dibandingkan dengan Qin Chen, aku berada di bawahnya, aku memintanya untuk mengajarkanku memasak makanan yang ibu suka dengan begitu sewaktu berkunjung aku dapat memasaknya."
"Begitu rupanya, tapi ini sudah sangat lezat."
"Terimakasih banyak ibu."
Satu keluarga makan bersama di dalam ruangan selesai itu mereka mengobrol banyak di dalam ruangan mulai dari keluarga hingga masa depan untuk putri mereka berdua akan menjadi apa.
Keluarga Qin Chen tidak dapat menginap karena istana membutuhkan keberadaan Penguasa karena itu mereka hanya berkunjung untuk satu hari penuh lalu kembali ke Istana untuk beristirahat.
Ibunya tersedu-sedu karena suaminya benar-benar menyebalkan tidak mengizinkannya untuk lebih lama lagi mengendong cucunya.
"Yuechan, kalau kamu tidak keberatan, ibu ingin mendapatkan cucu lagi darimu karena kamu satu-satunya istri putra ibu yang polos dan manja disana."
__ADS_1
"Eh! Ba- Baik ... Akan Yuechan usahakan memberikan cucu lain untuk ibu, hati-hati sewaktu pulang ibu."
"Terimakasih Yuechan, kamu menantu perempuan yang manis dan cantik, ibu tidak sabar menunggu kabar baiknya, sampai ketemu lagi."
Ibunya masuk kedalam kereta kuda dan melambaikan tangan pergi kembali ke istana tempat mereka tinggal.
Sedangkan Qin Chen, ia mendekati Chu Yuechan yang hendak masuk kedalam kediaman.
"Apa yang ibu katakan sebelumnya?"
"Ibu meminta cucu lagi dariku." Kata Chu Yuechan.
"Huh? Kalau begitu ayo kita buat cucu lain untuknya." Balas Qin Chen.
Chu Yuechan langsung cemberut mencubit pipinya membawanya masuk kedalam ruangannya dan duduk disana dengan marah kepada Qin Chen, Qin Chen mendekatinya dan mengelus bahunya.
"Aku hanya menggodamu sebelumnya, ngomong-ngomong, besok pasangan muda akan datang ke tempat ini untuk melihat putri kita."
"Apa itu Meimei dengan temanmu yang baru menikah?"
"Benar."
"Baguslah, ngomong-ngomong tentang permintaan ibu, aku akan mengabulkannya. Tapi tidak hari ini, kamu tidak boleh serakah untuk mengambil tempat putrimu."
Qin Chen menoleh kesamping. "Baik istri, kamu dapat mengandalkanku!"
Dengan cepat Chu Yuechan langsung menoleh kesamping karena Qin Chen cepat tanggap kalau soal merebut hatinya. Chu Yuechan memberikan makan putrinya, dan Qin Chen menghubungi Manager Zhu untuk menyiapkan sesuatu yang ia butuhkan sekarang.
Aquarium dan taman di samping rumah sudah Qin Chen isi dengan hewan yang ia ambil dari berbagai tempat di bulan. Karena ada banyak macam-macam kehidupan lautan, daratan, dan langit yang di batasi formasi.
Qin Chen melirik kesamping dimana Chu Yuechan langsung menutup matanya karena ia tengah memberikan asi pada putrinya.
"Tidak boleh lihat."
...
*Bersambung ...
__ADS_1