Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 79 : Kelaparan Di Tengah Malam


__ADS_3

Didalam ruangan, orang-orang kembali masuk kedalam dan duduk di tempat masing-masing melihat tuan muda mereka tengah memangku istrinya yang tertidur pulas di pangkuannya, tangannya kirinya memeluknya sementara tangan kanannya tengah memperhatikan berkas-berkas.


"Perkembangan perusahaan sampai sekarang cukup baik tanpa masalah besar. Setiap tahunnya mendapatkan keuntungan besar, tidak buruk."


Qin Chen melihat ada dimana perusahaan melakukan investasi terhadap perusahaan di luar negeri yang berada di bidang pertambangan.


"Tambang? Apa perusahaan ini ikut dalam investasi pertambangan?"


"Benar tuan muda, kami menginvestasikan dana untuk tambang yang berlangsung karena mempunyai data diagram yang menguntungkan bagi perusahaan. Bagaimana pendapat tuan muda?"


Qin Chen mengamatinya sembari melihatnya langsung dari langit pertambangan disana.


"Sudah baik, keutungan hanya mencapai satu tahun sebelum itu kau tahu harus apa? Tempat memang mempunyai material bumi yang melimpah, namun itu hanya untuk satu tahun kedepannya."


Qin Chen mengambil peta dunia dan menandai tempat-tempat Pertambangan yang menguntungkan selama puluhan tahun tidak adakan habis karena tempat itu adalah tempat penghasilan material bumi.


"Tempat yang aku tandai adalah tempat penghasilan material bumi seperti, emas, brilian yang dapat bertahan sepuluh ataupun dua puluh tahun untuk di ambil secara berkala. Kalian dapat membeli tanah disana dan membangun Pertambangan terbesar di dunia."


Manager Fu mengamati tempat-tempat yang ditandai oleh Qin Chen.


"Seharusnya, tempat-tempat yang tuan muda tandai adalah tanah keluarga namun di perusahaan lain yang mengurusnya. Saya akan menghubungi mereka untuk memulai pembangunan disana."


"Lakukanlah."


Setelah rapat membahas banyak keuntungan, mereka keluar meninggalkan ruangan dimana Qin Chen tengah duduk bersama Chu Yuechan tengah tertidur pulas.


Qin Chen mengangkatnya dan membawanya turun kebawah diperhatikan oleh karyawan disana.


Manager Fu menyediakan mobil untuk mengantarkan mereka ke apartemen dan beristirahat.


***


Apartemen.


Selepas Chu Yuechan tertidur selama dua jam penuh, ia terbangun melihat Qin Chen disampingnya tengah memperhatikannya.


"Kamu sudah bangun, istri?"


"Dimana ini?"


"Ruangan kita, ada apa?"


Chu Yuechan memperhatikan sekitarnya sama seperti sebelumnya. "Apa kamu membawaku kembali? Bagaimana dengan perusahaan sebelumnya?"


"Aku sudah mengatasinya, kamu dapat beristirahat dengan tenang. Jangan khawatirkan apapun, kamu masih perlu memandang luas dunia dan mencari pengalaman baru, itu sudah biasa bagi pengusaha."


"Tapi ... Tapi mereka pasti mengira aku istrimu yang tidak berguna karena tidak bisa menyelesaikan permasalah perusahaan yang kamu punya sekarang."


"Kenapa begitu? Kalau ada yang mengatakannya, aku akan membuat mereka mendapatkan balasan atas apa yang mereka katakan. Mau kamu berguna atau tidaknya, aku tidak peduli selama kamu disampingku itu sudah sangat cukup."


"Apa akau sangat berarti bagimu?"


"Tentu saja, kamu sangat berarti bagiku, karena itu kamu tidak perlu khawatir dengan apapun. Kamu hanya perlu duduk manis menungguku pulang kerja, menyiapkan makanan, dan mengurus suamimu ini."


"Apa aku di manjakan nantinya?"

__ADS_1


"Tentunya, aku akan memanjakanmu, setiap pulang ke rumah aku akan membawakan bunga kesukaanmu, lalu membawamu belanja di kota menghabiskan banyak uang, dan pergi jalan-jalan untuk liburan."


"Lalu, kalau bagaimana aku memanjakanmu?"


"Musim semi besok, kamu bisa memanjakanku pada saat hari pernikahan kita."


Chu Yuechan mengambil bantal dan menutupi wajahnya karena malu, ia memalingkan wajahnya kesamping tidak bisa melihat Qin Chen sekarang karena malu.


Qin Chen meniup di samping lehernya membuatnya mengeluarkan suara yang manja!


Ia langsung menyerang Qin Chen dengan bantalnya.


Bagh!


"Kamu sebelumnya menggodaku, bukan?"


"Tentu saja, siapa yang tidak tahan melihat kecantikan di samping."


"Humph!"


Chu Yuechan menutup dirinya dan kembali tidur meninggalkan Qin Chen sendirian di ruangan hingga malamnya.


***


Tengah Malam.


Chu Yuechan terbangun karena kelaparan lupa makan sebelumnya, Qin Chen sudah mencoba membangunkannya namun tidak ada jawaban sehingga ia membuatkan makanan untuknya di atas meja yang akan terus hangat meskipun sudah berjam-jam.


Membawa ke atas tempat tidur, ia makan sambil melihat Qin Chen disampingnya tengah tidur dan sedikit memperlihatkan bentuk tubuhnya yang bagus.


"Ini ... " Chu Yuechan malu-malu, ia pelan-pelan menariknya keatas melihat tubuh Qin Chen begitu bagus dengan perut sixpack begitu menggodanya di malam hari.


"Semakin lihat dari dekat, suami mempunyai tubuh yang bagus."


"Apa sudah puas melihatnya?"


Chu Yuechan menoleh kesamping dan melihatnya.


"Kyaaa~"


Ia mundur beberapa langkah karena kaget melihatnya bangun ditengah malam.


"Ka- Kamu mengejutkanku! Kenapa kamu bangun di tengah malam." Tanya Chu Yuechan tengah memakan dengan lahap, ia melupakan dirinya sendiri sedang makan.


"Kamu pasti lapar sampai lupa apa yang kamu lakukan sekarang."


Ia langsung melihat kebawah makanannya habis, ia cepat-cepat meletakkan di atas mejanya.


"Aku tidak makan, dan tidak lapar."


Kryukk~


Chu Yuechan diam pelan-pelan menundukkan kepalanya karena suara perutnya tidak dapat berbohong, Qin Chen pergi ke dapur membuatkannya makanan yang bagus untuk dimakan malam hari.


Setelah itu, ia kembali ke kamarnya dan memberikan makanan yang ia buat sendiri.

__ADS_1


"Makanlah, kamu nanti sakit kalau tidak makan sekarang."


"Te- Terimakasih."


Ia mengambilnya dan memakannya langsung dengan lahap, Qin Chen duduk disamping membaca koran menunggunya selesai makan malam karena sebelumnya ia malah tidur sampai lupa makan.


Beberapa menit kemudian, ia selesai dan minum lalu melihat Qin Chen.


"Kamu tidak tidur?"


"Tidak, kamu dapat beristirahat sekarang setelah makan, hari sudah malam tidak baik untukmu."


"Aku tidak bisa tidur karena sudah kebanyakan tidur hari ini. Jadi, bisa temani aku sampai paginya?"


"Duduk disini."


Qin Chen memintanya untuk duduk di pangkuannya agar mendapatkan kehangatan yang ia keluarkan dari tubuhnya. Chu Yuechan menyapu langit dengan kecantikan di tengah malam.


Ia menyederkan kepalanya di pundak Qin Chen sembari melihat Qin Chen.


Sementara itu, Qin Chen tengah membaca koran seperti orang tua berusia puluhan tahun lamanya. Ia mencari berita yang menghebohkan kota dan lain sebagainya untuk mengisi waktu kosongnya.


"Paginya, kamu mau kemana?"


"Laut, melihat lautan."


"Baiklah, aku akan meminta mereka menyiapkan kapal untuk kita melihat lautan."


"Hmm ... "


Chu Yuechan pelan-pelan meniup hembusan angin ke telinganya, Qin Chen bereaksi karena istrinya tengah mencoba menggodanya lagi karena tidak mempunyai kesibukan lain.


Ia menoleh kesamping. "Apa kamu menggodaku?"


"Tentu saja, karena malam ini dingin aku menggodamu."


"Tidurlah kalau dingin."


"Tidak mau."


Ia menarik selimut dan menutupi mereka semuanya agar tidak kedinginan di malam harinya.


"Kalau kamu tidak mau tidur, maka duduk diam dan jangan membuat keributan atau aku akan menghukummu kembali."


Mengangguk!


Setelah itu, ia duduk diam mendengarkan cerita yang Qin Chen bacakan sepanjang malam hingga paginya.


Dimana matahari naik kepermukaan langit menghangatkan dunia yang dingin!


Chu Yuechan dan Qin Chen sudah bersiap-siap untuk ke laut mengungkapkan misteri lautan dengan cara memancing!


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2