
Bang! Duarr! Duarr!
Guncangan yang hebat mengentarkan daratan disekitarnya, orang-orang yang berada di sana segera berlari kebawah karena guncangan tersebut menyebabkan tanah longsor, dan banyak orang-orang yang berjatuhan menjadi korban pertarungan.
Sementara itu, Chu Yuechan yang melihat ini ketakutan dan ia selamat karena suaminya membawa ke tepi danau.
Qin Chen menoleh ke langit melihat dua orang bertarung mengabaikan kehidupan di dunia dan mengabaikan tempat. Seorang mereka penguasa dunia yang dengan angkuhnya menghancurkan apapun dipandangnya.
"Suami ... "
"Tidak apa-apa, kita akan aman di tempat ini, kita tidak dapat keluar karena jalur untuk ketempat parkir terputus oleh longsor sebelumnya. Mengambil jalan memutar akan mendapatkan bahaya dari monster, kamu tenang saja aku akan menghubungi seseorang untuk menyelesaikan masalah ini."
"Aku percaya padamu, berjanjilah tidak meninggalkanku sendiri ditempat ini, aku ketakutan saat mendengar suara ledakan sebelumnya."
"Tentu saja, kamu istriku. Tidak mungkin bagiku meninggalkan istriku sendiri ditempat seperti ini, apa lagi dia sedang sangat cantik membuatku tidak tega."
"Kamu ... Disituasi yang genting masih dapat berbicara dengan mulut manis."
Qin Chen membawa ketempat yang cukup jauh sehingga bisa melihat pertarungan dari bawah sana. Orang-orang yang berada dibawah sana mengikuti Qin Chen karena tidak ada tempat yang aman selain bergantung dengan orang lain.
Mereka berada di sebrang danau, dimana sudah cukup jauh dan dapat melihat pertarungan antara Grandmaster.
"Kamu duduklah disini melihat pertarungan di atas sana, aku akan kedepan mencari ikan untuk dimakan olehmu."
Chu Yuechan benar-benar kebingungan, ia membiarkan Qin Chen ke danau menyentuh tangannya ke permukaan air.
"Aku terhubung oleh roh asal, mengandung cinta dan kasih kepada mahkluk hidup." Ia memasukkan tangannya kedalam air dan ikan-ikan berkumpul mendekatinya.
Mengambil ikan yang sedang, ia membuat istrinya tidak percaya, karena bagaimana bisa mendapatkan ikan tanpa alat pancing dan hanya menggunakan tangannya.
Qin Chen membersihkan ikan tersebut dan memberikan bumbu alam, dengan mengambil ranting-ranting kayu di sekitarnya untuk membakarnya.
Aromanya sudah berada dimana-mana, menyebar membuat perut mereka kesakitan menahan lapar.
Setelah beberapa menit, ia memberikannya kepada istrinya. "Ikan bakar dunia lain dengan bumbu alam, cobalah karena aku tahu kamu sedang lapar belum makan siang sebelumnya, bukan?"
"Te- Terimakasih."
__ADS_1
Dibawah menikmati Ikan bakar, sementara di langit pertarungan Grandmaster yang mengguncang gunung dan hutan, membuat hewan-hewan buas berlarian menjauhi tempat tersebut.
"Pedang Cahaya!"
Ribuan di langit dipenuhi pedang cahaya, serangannya seperti hujan yang berfokus pada satu orang yang menjadi targetnya. Qin Chen mengamatinya dengan baik, tidak ada yang spesial hanya serangan kelas bawah.
Chu Yuechan menikmati ikan bakar tersebut dengan sangat menggemaskan!
'Nyam~ istriku benar-benar cantik, aku ingin mencicipi bibirnya lagi setelah satu malam itu benar-benar berubah ganas.'
Ia menyentuh bibirnya dan membersihkannya dengan kain, Chu Yuechan tersenyum memasukkan daging ke mulut Qin Chen dimana ia mengunyahnya.
"Apa kamu bisa buatkan dua lagi? Untuk adik kecil disana?" Tanya Chu Yuechan, Qin Chen mengangguk kecil lalu kembali berdiri mendekati danau tersebut.
Chu Yuechan berada di pohon tumbang tengah terduduk dengan tangan kiri memegang ikan tersebut dan tangan lainnya untuk mengambil dagingnya.
Qin Chen membuatkan dua lagi untuk bocah kecil disana tengah bersama keluarganya, mereka terjebak bersama Qin Chen di hutan tersebut.
"Untuk kalian berdua ... " Qin Chen memberikannya kepada mereka berdua, mereka berdua melihat ayah dan ibunya yang hanya mengangguk.
"Sama-sama."
Ia mengusap-usap kepala mereka berdua dan kembali ketempat istrinya duduk, melihat pertarungan yang sengit belum selesai-selesai sedari tadi.
"Suami, menurutmu kapan akan selesai pertarungan ini?"
"Hmmm ... Dengan kapasitas energi mereka, mereka bisa bertarung satu hari penuh. Namun dengan pengalaman dan kekuatan mereka, dalam satu jam salah satu dari mereka ada yang mati."
"Pertarungan mereka sudah menyebabkan banyak kerusakan, namun dibalik semu itu orang-orang dibawahnya akan mendapatkan manfaat energi yang besar, seperti sekarang ini."
"Energi disekitar sini akan berkumpul padat dan bisa dimanfaatkan sebagai penunjang kekuatan. Jika aku disana, aku mungkin hanya memukulnya sekali dan langsung menang, saya sekali tidak ada yang mau melawanku."
Chu Yuechan langsung mencubit pipinya dengan geram. "Dasar, sempat-sempatnya sombong disituasi sekarang. Suami, aku akan menghukummu nanti, lihat saja."
"Baik-baik aku salah istri, aku tidak akan sombon–"
Qin Chen langsung menoleh kebelakang sebuah serangan besar melesat kearah mereka membuat semua orang panik. Dengan matanya memancarkan nyala api berwarna biru cerah menghadang serangan tersebut.
__ADS_1
Duarr!
Ledakan besar bergema kabut asap yang tebal menutupi pandangan mereka termasuk para Grandmaster yang melihat kekuatan mengerikan dibawah sana.
Sesaat kemudian, kabut asap tersebut menghilang dan menampilkan Qin Chen dengan mata birunya menyalakan api menyelimuti dunia luar.
Qin Chen menutup matanya kembali menghilangkan nyala api biru itu, karena kemunculannya sepertinya Dewa Yama. Kekuatan api biru yang abadi membakar roh yang tak terhitung jumlahnya di dunia bawah menjadi satu-satunya api surga dan bumi peringkat pertama.
Nyala api itu padam seketika dan taring yang ganas di giginya menghilang. Hawa keberadaannya ikut sirna seperti ditelan ketiadaan.
Ia kembali melihat ke arah istrinya yang melihatnya dengan ekspresi terkejut. "Apa yang terkejut istri? Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja sekarang. Kamu habiskanlah makanan ini, dan jangan khawatirkan yang lainnya."
Ia mencubit pipinya membuatnya kembali tenang, karena ia melihat mata Qin Chen penuh dengan hawa membunuh begitu kuat sampai-sampai membuatnya ketakutan seperti melihat iblis yang hidup ribuan tahun.
Chu Yuechan menarik wajahnya melihat keningnya ada simbol aneh terukir jelas di dahinya. "Apa ini suami? Seperti ada simbol yang terukir di keningmu, apa ini nyala api sebelumnya."
"Tidak apa-apa, itu hanya simbol yang tidak berarti apa-apa. Sekarang, kamu makanlah dan nikmati liburan hari minggu ini, aku akan berada di sini melindungimu."
"Hmm ... Aku tidak percaya dengan simbol aneh ini, kamu pasti menyembunyikan sesuatu lagi dariku, padahal aku ini istrimu."
Qin Chen menghela nafasnya. "Baiklah, itu adalah simbol yang melambangkan nyala api dunia bawah. Kamu tahu neraka? Aku mendapatkannya dari sana, simbol itu seperti kehadiran Dewa Yama ke dunia, saat aku menggunakannya maka aku seperti Dewa Yama. Kalau kamu tidak percaya dengan dongengku, bagaimana aku bisa menceritakan yang sebenarnya padamu."
"Aku percaya, kamu suamiku bagaimana aku tidak percaya."
Padahal Qin Chen hanya mengerjainya, dan Chu Yuechan langsung mengatakan kalau ia percaya dengan perkataan Qin Chen. Ini membuat Qin Chen ingin tertawa namun melihat reaksinya yang serius, ia hanya bisa tersenyum.
"Baguslah, nanti aku ceritakan dan mengajarimu menjadi Dewi Bulan. Dengan aku disini, aku akan membuatmu bisa terbang di langit."
"Kamu janji?"
"Tentu saja aku berjanji."
Ia memberikan jari kelingkingnya sebagai simbol perjanjian.
...
*Bersambung ...
__ADS_1