Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 80 :


__ADS_3

Bagian selatan Fengxian Distrik, terdapat banyak orang-orang berada di sana untuk menikmati lautan cerah. Qin Chen dan Chu Yuechan berada di sana dengan pakaian tipis menikmati setiap detiknya hembusan angin.


"Ahh~ Nikmatnya."


Qin Chen menoleh kesamping mendengar suara manjanya. "Sekarang mau kemana? Aku sudah menyiapkan satu kapal khusus untukmu menikmati suasana lautan."


"Tentu saja mencari pancingan! Aku ingin memancing ikan paus besar di lautan."


Itulah keinginan terdalam Chu Yuechan sekarang. Memancing ikan paus dengan pancingan kecil, ia yang mendengar hanya dapat menggelengkan kepalanya di tariknya mencari pancingan di toko.


Banyak orang-orang mulai naik ke atas kapal besar untuk membuat pengunjung menikmati lautan selatan kota.


"Sepertinya ini bagus untuk memancing, panjang dan tebal."


"*Cough! Cough!" Qin Chen terbatuk-batuk mendengarnya, Chu Yuechan mengatakan sesuatu yang vulgar.


"Ada apa, suami? Kamu seperti kesedak sesuatu, cepat minum ini." Chu Yuechan cepat-cepat mengeluarkan minuman yang ia simpan di dalam tas kecilnya.


Qin Chen menggelengkan kepalanya karena bukan itu yang membuatnya terbatuk-batuk. "Tidak apa-apa, aku hanya terkejut kamu mengatakan kata-kata yang vulgar."


"Vulgar?" Chu Yuechan mengingatnya kembali dan menyadari apa yang ia katakan sebelumnya benar-benar vulgar.


Wajahnya berubah langsung malu tidak mau melihat kearahnya, ia meringkuk kebawah seperti anak kecil yang manja.


Qin Chen membantunya untuk berdiri dan melihatnya kembali.


"Lupakanlah, kamu sudah dewasa seharusnya bukan masalah untukmu mengatakan hal tersebut. Berbeda dengan kamu yang masih mahasiswa, kamu pasti akan malu mengatakannya."


"Kamu benar, aku sudah dewasa dan sebentar lagi akan menjadi ibu rumah tangga. Kamu benar, mulai sekarang aku akan berubah seperti dulu lagi, dewasa."


"Baguslah, sekarang kamu ambil barang-barang yang dibutuhkan, aku akan mengangkatnya ke kapal untuk memancing, bukan?"


"Hmmm."


Chu Yuechan begegas untuk mengambil barang-barang yang dibutuhkannya, walaupun sebenarnya ia sudah menyiapkan banyak disana. Seperti minuman segar di tengah laut, pelampung, pakaian berenang, dan lain sebagainya.


Setelah selesai mengambil barang-barang, ia menggunakan kapal pribadi ke lautan.


Ditengah-tengah lautan yang berada cukup jauh dari daratan, ia duduk menikmati secangkir perasaan jeruk.


Disampingnya terdapat pancing yang sudah di tunggu sedari tadi tidak menemukan satupun ikan yang menyangkut di pancingannya karena tempat ini sulit untuk mendapatkan ikan.

__ADS_1


"Sudah lama aku tidak melihat lautan seperti kaca ini. Terakhir kalinya saat berada di universitas untuk liburan. Kota Chengdu hanya mempunyai sungai tidak mempunyai lautan, liburan kali ini benar-benar menyenangkan." Jelasnya.


"Kalau kamu senang, aku ikut senang."


"Hmmm ... Apa lagi bisa melihat gunung es di negeri Jepang. Aku sangat menantikannya sewaktu disana nantinya, mengambil foto dan mengirimkannya ke Meimei, pasti dia akan marah-marah karena tidak mengajaknya." Balasnya.


"Ternyata kamu ingin melihat gunung itu, kalau begitu bagaimana tinggal di sini beberapa hari kedepannya. Setelah itu, aku akan membawamu kesana melihat gunung sembari menunggu musim semi datang."


"Apa boleh? Kamu sudah menentukan waktu dan tempat yang bagus, kalau berubah mendadak apa tidak masalah?"


"Tentu tidak, aku kaya dan bisa pergi kemanapun."


"Hmph! Aku tahu kamu pasti akan mengatakannya, kalau begitu tiga hari di sini lalu selanjutnya di sana hingga kamu mendapatkan hadiah dariku."


"Tentu, kamu ratunya."


Chu Yuechan mengangguk lalu menikmati secangkir perasaan jeruk, ia menunggu pancingannya dan melihat lautan luas dengan pantulan cahaya matahari.


Setelah satu jam berlalu menikmati suasana lautan ia tidak mendapatkan ikan satupun, Qin Chen tertawa terbahak-bahak melihatnya karena mencoba memancing di tempat seperti sekarang ini.


"Aku memang tidak berbakat dalam memancing tapi ketrampilan tanganku nomor satu di dunia. Sepertinya benar, ikan paus di tempat ini tidak akan ada, karena terlalu besar untuk masuk ke tempat ini."


"Sudahlah, aku akan membuatkanmu kolam ikan yang besar sewaktu kembali ke rumah. Sekarang kamu nikmati saja pemandangan lautan ini karena besoknya kita akan berada di negeri lain."


"Hmmm."


***


Chu Yuechan duduk di bebatuan besar menikmati udara segar di sorenya, Qin Chen mengambil gambarnya dengan handphone. Sedangkan orang-orang yang melihat mereka, semuanya membicarakan tentangnya karena Qin Chen dan Chu Yuechan sudah tersebar dimana-mana.


Identitas Qin Chen sebagai tuan muda kaya generasi kedua tersebar dimana-mana.


Chu Yuechan tidak tahu apapun, namun sebenarnya ada banyak orang-orang yang mulai mengikutinya di akun sosial media. Tidak hanya cantik dan manis, ia istri dari tuan muda besar terkaya di dunia.


"Ayo kita kembali."


Dengan sentuhan di tangannya, Chu Yuechan membawanya masuk ke dalam mobil untuk kembali ke apartemen. Kelelahan selepas seharian bersenang-senang di lautan dan menikmati cuaca yang bagus.


***


Apartemen.

__ADS_1


Malamnya, Chu Yuechan mengamati baik-baik akun sosial media-nya, disana terdapat banyak notifikasi sekaligus pengikutnya meningkat secara signifikan.


"Kenapa bisa seperti ini? Aku tidak mempostingkan apapun atau hal lainnya, namun pengikut secara signifikan meningkat pesat."


Qin Chen memberikan handphone-nya, dan Chu Yuechan membaca berita hot hari ini adalah istri tuan muda kaya generasi kedua datang ke Kota Shanghai bersamanya. Berita tersebut tersebar dimana-mana membuat banyak orang yang mencoba mengikutinya.


"Jadi ... Identitasmu terbongkar?"


"Sepertinya, karena perusahaan sebelumnya sudah terkenal dimana-mana dan merupakan perusahaan besar keluarga. Jadi hal ini akan memicu banyak kekacauan."


"Pantas saja, akun mediaku langsung banyak notifikasinya."


Chu Yuechan mempostingkan fotonya bersama Qin Chen sewaktu berada di kapal.


Dalam hitungan menit, orang-orang mengkomentari foto tersebut dan memberikannya favorit. Chu Yuechan tertawa kecil merasa seperti arti walaupun sebenarnya, bukan.


Di akun-nya hanya ada dua foto yang hanya ia posting beberapa minggu lalu dan ini adalah postingannya yang keempat.


"Mereka benar-benar orang yang tidak mempunyai kesibukan, mengkomentari postinganku di tengah malam seperti ini. Apa mereka tidak kerja besoknya?"


"Entahlah, seperti privasi masing-masing mungkin."


"Sudahlah, aku ingin tidur dulu, aku kelelahan karena bersenang-senang sebelumnya. Paginya, aku akan menyiapkan sarapan untukmu, selamat malam."


"Selamat malam."


Beberapa menit kemudian, ia melihatnya sudah tertidur pulas di tempat tidur. Qin Chen melangkah mendekati kaca di hadapannya dengan melihat kebawah ada banyak orang-orang yang mencoba masuk kedalam apartemen.


"Sepertinya rencanaku besoknya harus di selesaikan dan di persiapkan agar seluruh dunia tahu siapa istriku." Qin Chen memberikan pesan untuk seluruh manager menyelesaikan rencananya memberikan dunia pada Chu Yuechan.


Mereka membalas secepat mungkin mengatakan akan menyelesaikan persiapan secepat mungkin. Dengan menyiarkan langsung ke berbagai siaran langsung membuat orang-orang mengetahui keberadaannya.


Qin Chen kembali ke tempatnya dan duduk membaca buku menikmati minuman di sampingnya menunggu pagi.


Menjaganya semalaman, karena di bawah ada orang-orang yang mencoba masuk melakukan tindakan kejahatan ataupun hal lainnya mengganggu kenyamanan Chu Yuechan nantinya.


...


*Bersambung


1 Dulu auhtor pusing/gak enak badan.

__ADS_1


[Note : Tolong beritahu auhtor pendapat kalian novel ini? lebay atau tidak. Karena lebay akan author spontan ganti kedepannya + Crazy Up (Tunggu Sembuh)]


__ADS_2