Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 70 : Penguasa Dunia Bawah


__ADS_3

Bagian selatan dunia bawah.


Tempat dimana perbudakan terbesar di dunia berada, ada banyak orang mengenakan kalung penanda bahwa mereka adalah budak. Orang-orang yang tinggal disana tidak lain adalah budak.


Mereka sebagai budak kerja ataupun hal lainnya untuk membayar hutang mereka, tidak hanya hutang terkadang orang-orang yang berkuasa disana menarik orang yang telantar sebagai budak.


Hingga sekarang, perbudakan masih beredar di dunia bawah.


Saat ia sampai di tempat tersebut, ia langsung menoleh kesamping melihat ada banyak orang-orang berkeliaran menggunakan kalung penanda.


Sepanjang perjalanan, ia membaca informasi tentang bagian selatan.


Setiap wilayah mempunyai wewenang yang berbeda-beda, seperti utara master bela diri, timur obat-obatan, selatan perbudakan. Sementara barat, mereka netral dan lebih memilih untuk menutupi diri dari dunia bawah.


"Ternyata begitu, mereka membagi empat katagori yang berbeda-beda, karena bagian barat tidak ikut campur dalam urusan bisnis gelap, mereka menutup diri dari dunia bawah dan hanya akan bergerak disaat bagian barat dalam masalah besar."


"Sementara ketiga lainnya, mereka masing-masing mengambil keputusan menguasai satu bidang. Dengan mereka bekerjasama, maka keamanan dunia bawah dapat terjadi, Utara memberikan master bela diri, timur memberikan obat-obatan dan selatan memberikan budaknya."


Beberapa kali mengangguk, startegi mereka bertiga benar gila!


"Bagaimana persiapan penyerangan?"


"Tuan muda, pasukan yang anda minta sudah berada di masing-masing tempat, mereka tengah menunggu perintah tuan muda untuk melakukan penyerangan."


Sesaat setelah ia sampai di kediaman besar penguasa bagian selatan, ia melihat pasukannya sudah bersiap-siap menyerang sembari menunggu perintah Qin Chen untuk melakukan operasi penyerangan.


"Lakukan penyerangan sekarang."


Mata semua orang berdenyut lalu begegas masuk dan mulai menyerang dengan suara tembakan dimana-mana terdengar, orang-orang kabur tidak ingin mati dibawah hujan peluru dari kedua belah pihak.


Qin Chen keluar dari mobilnya melihat kedipan-kedipan lampu di dalam bangunan membuatnya kagum.


"Wow! Mereka bersenang-senang di dalam sana tanpa mengajak pemimpin mereka, benar-benar prajurit yang tidak taat." Ucapannya menggelengkan kepalanya.


Ia masuk kedalam susah banyak korban pertempuran tergeletak di lantai.


Melangkah naik ke lantai atas ia masuk kedalam ruangan dimana penguasa itu tengah di sergap pasukannya. Mereka menunggu kedatangan Qin Chen yang menutup pintu secara perlahan menguncinya.


Mengeluarkan senjata apinya dan menembak samping kepalanya membuat garis di rambutnya terlihat jelas mengeluarkan sedikit asap.


"Berhentilah melawan, karena kekuasaan dunia bawah sudah berada di tanganku."

__ADS_1


"Keparat siapa kau!"


"Aku? Aku Qin Chen."


"Qin Chen? Bagus, kau akan mati setelah keluar dari tempat ini!"


Qin Chen menutup mulutnya berpura-pura ketakutan lalu menyeringai misterius.


"Aku takut sekali sayangnya prajurit yang kau minta sudah aku kalahkan. Sekarang, matilah dan pergi ke neraka menghadap raja neraka menembus dosa-dosa yang kau perbuat."


Bang!


Tembakannya menembus kepalanya, lalu darah membasahi lantai.


Pasukan dari dua wilayah berada di luar menyelesaikan konflik masing-masing, sementara di dalam adalah pasukan keluarga yang dilatih khusus untuk menyelesaikan masalah eksternal bersama Qin Chen.


"Angkat sampah ini keluar dan gantung, lalu sebarkan berita ke seluruh dunia bawah kalau ke-tiga wilayah sudah di hancurkan."


"Baik."


Setelah menyelesaikan konflik ketiga penguasa, ia melanjutkan ke bagian barat untuk bertemu dengan penguasa mereka. Karena mereka merupakan bawahan Tetua Ning yang akan menyerahkan kekuasaannya kepada Qin Chen.


***


Sorenya, ia menjemput Chu Yuechan seperti yang ia katakan dimana Chu Yuechan sudah menunggu beberapa menit lalu melihat Qin Chen datang ia masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan perusahaan.


"Kemana saja kamu seharian ini? Apa mungkin kamu wanita lain?" Chu Yuechan melihatnya dengan serius tidak mencium bau parfum wanita di tubuhnya.


"Tidak mungkin istri, hanya kamu satu-satunya wanitaku."


"Hmmm ... Lupakanlah, aku mendapatkan pesan dari angkatan universitas, mereka akan mengadakan pesta alumni di Paviliun Lotus Surga. Dan mengundang kita untuk datang ke pesta itu, aku tahu sebelumnya aku tidak pernah datang."


Qin Chen menyentuh kepalanya. "Kita akan datang dan melihat rencana mereka. Kamu tidak perlu khawatir, kalau mereka menyombongkan kekuasaan, ada aku disampingmu. Kalau mereka menyombongkan kekayaan, tidak ada yang lebih kaya selain aku di dunia ini."


"Jadi istri, kamu tidak perlu khawatir lagi dengan apapun, Paviliun Lotus Surga seharusnya properti keluarga, kamu dapat menggunakannya sesukamu disana karena milikku adalah milikmu."


Ia menarik tangannya ke wajahnya dan menyederkan kepalanya. "Hmm ... Aku belum membayar hutang yang aku pinjam padamu, aku janji akan mengembalikannya setelah proyek ini selesai."


"Baiklah, sekarang mau pulang atau jalan-jalan dulu?"


"Pulang, karena aku yang akan memasak hari ini dan kamu tunggu aku selesai."

__ADS_1


"Karena kamu yang minta, ayo kita pulang ke rumah."


***


Rumah,


Ruangan sudah tertata dengan baik karena setiap harinya di renovasi, sekarang keseluruhan ruangan sudah tertata dan membuat kenyamanan di masing-masing tempat.


Didalam ruangan lain, ia terduduk menunggu istrinya selesai memasak di dapur.


Qin Chen melihatnya sembari membaca koran tua mengikuti tradisi orang tua. Chu Yuechan didepannya tengah memasak makan malam mereka berdua.


"Pakaian apa yang akan kamu kenakan untuk pesta alumni besok?" Tanya Qin Chen.


"Hmm ... Aku mungkin menggunakan pakaian yang aku buat sendiri, kamu akan menggunakan pakaian yang aku buatkan. Tidak boleh menggunakan pakaian lain karena aku sudah membuatkannya khusus untuk acara untukmu."


"Begitu? Aku kira kamu melupakan aku."


"Tidak mungkin, aku adalah istri masa depan yang di harapkan semua orang. Tidak hanya cantik dan manis, aku juga hebat melakukan segala hal."


Chu Yuechan menyombongkan dirinya, ia mendominasi langit seperti tidak ada yang lebih hebat selain dirinya.


"Kamu benar, kamu memang istri idaman, aku tidak akan membatahnya karena aku sudah melihatnya selama ini. Ngomong-ngomong, aku akan mempersiapkan tempat di Jepang untuk liburan nantinya."


"Huh? Apa kamu sudah menyiapkan semuanya?"


"Tentu, perusahaan keluarga berada di seluruh negara, tentunya aku bisa kemana-mana tanpa mengkhawatirkan tempat untuk beristirahat ataupun makan. Karena mereka akan mengaturnya dengan baik."


Chu Yuechan menggelengkan kepalanya. "Dasar suami kaya, bahkan tuan muda kaya generasi kedua belum tentu mendapatkan layanan khusus di setiap negara."


"Hahaha, apa aku terlihat masih muda? Usiaku sudah 28 tahun sekarang."


"Hmmm ... Sebentar lagi apa yang kita inginkan, kita akan mendapatkannya." Balasnya dengan suara kecil.


Didalam ruangan yang hanya mereka berdua, Chu Yuechan menurunkan masakannya diatas meja membuat Qin Chen puas karena ada empat macam masakan.


Chu Yuechan mengambilkan nasi dan daging untuknya, memberikan semangkuk sup di wadah lain di tempatkan didepannya.


"Cobalah, aku baru saja memasaknya dan masih hangat."


Selama ribuan tahun, untuk pertamanya ia merasakan masakan rumah. Dimana ia berada di rumahnya sendiri bersama istrinya dan memakan masakan istrinya, tanpa ia sadari genangan air di sudut matanya mengalir membuat Chu Yuechan langsung respect menyadari sesuatu.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2