Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 91 :


__ADS_3

Setelah meledek Meimei sepanjang waktu, mereka berhenti karena sudah puas. Qin Chen dan Chu Yuechan kembali kekediaman dan beristirahat, dimana Qin Chen tengah sampingnya.


"Sangat manja, apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Chu Yuechan.


"Tidak ada, hanya menemani dua putriku yang tengah tertidur." Balas Qin Chen.


"Humph! Bilang saja kamu mau ibunya, bukan? Aku tidak akan memberikannya padamu, ini untuk putriku nanti kalau kamu mau, tunggu putriku lahir baru bisa dapat ibunya lagi." Balas Chu Yuechan.


Qin Chen hanya tersenyum mengusap-usap kepalanya. "Baiklah, aku akan memberikannya untuk putriku ibunya sekarang." Lalu ia menyeder di sampingnya.


Chu Yuechan mengusap-usap kepalanya, ia menarik Qin Chen ke pundaknya untuk menyenangkan suaminya.


***


8 Bulan kemudian—


Qin Chen tengah duduk di ruang tunggu, karena istrinya berada di dalam bersama dokter kandungan untuk melahirkan putrinya, ia sendirian tidak ada yang menemaninya selain Manager Zhu di sampingnya.


Tiba-tiba—


Suara anak kecil terdengar di dalam ruangan membuat Qin Chen langsung berdiri, menunggu dokter keluar dari ruangan. Tidak berselang lama, dokter keluar sembari membuka masker di wajahnya.


"Selamat tuan, istri anda melahirkan anak kembar perempuan yang manis. Anda dapat kedalam menemui istri anda."


Qin Chen mengangguk lalu masuk kedalam untuk melihat Chu Yuechan yang terbaring di samping putrinya yang tertidur di sampingnya dengan lelap.


"Suami ... " Chu Yuechan, ia melihat Qin Chen masuk.


Qin Chen mencium keningnya dengan hangat lalu memberikan usapan lembut. "Syukurlah kamu baik-baik saja, aku khawatir menunggumu di luar sana."


"Hmmm ... Bagaimana kalau kamu memberikan nama untuk putriku? Bukankah dia manis dan cantik sepertiku." Ucap Chu Yuechan dengan lembut.


"Tentu, dia persis sepertimu, manis dan cantik. Aku akan memberikan nama, Qin Yueliang Xianzi dan Qin Liu Xianzi." Katanya, Chu Yuechan tersenyum bahagia mendengarnya karena mempunyai arti seorang peri.


Putri pertamanya ia berikan nama Qin Yueliang Xianzi, dan putri keduanya ia berikan nama Qin Liu Xianzi.


"Bagaimana istri? Apa kamu menyukainya?" Tanya Qin Chen.


"Hmm ... Nama mereka sangat indah untuk si manis."


"Baguslah, kamu istirahatlah aku akan menjagamu disini sampai kamu siuman." Balas Qin Chen.


"Hmm."

__ADS_1


Chu Yuechan tertidur untuk beristirahat setelah ia mendengar nama untuk kedua putrinya, Qin Chen di samping tengah menyentuh tangan Chu Yuechan memberikan energi murni bulan menyehatkan tubuhnya sembari mengusapnya dengan lembut agar ia tenang.


Sambil melihat kedua putrinya yang tertidur seperti ibunya, begitu manis dan cantik membuat siapapun yang melihatnya ingin mencubit pipinya.


'Bagaimana kalau mereka besar nanti, aku khawatir mereka akan membuat banyak pria tergila-gila. Aku akan memberikan peraturan siapapun yang hendak mengambil putriku harus sekuat aku dan setampan aku.'


[ ... ]


[Untuk beberapa alasan, itu mustahil untuk melampaui tuan.]


'Itu syarat yang mudah, kalau mereka mendapatkannya dengan mudah. Aku tidak akan membiarkan putriku di ambil pria brengsek.'


[ ... ]


[Untuk beberapa alasan, siapa yang berani mengambil putri tuan sama dengan kematian di depan mata.]


Qin Chen tersenyum, ia menyentuh wajah putrinya yang lembut seperti kapas. "Sangat lembut, sama seperti ibunya. Itu artinya, ayahnya sudah boleh mengambil ibunya lagi sekarang.'" Gumam Qin Chen.


[ ... ]


[Untuk beberapa alasan, tuan benar-benar kelewatan.]


"Aku hanya bercanda, untuk sekarang kesehatan istriku lebih penting. Aku akan meminta surat izin keluar rs karena merawatnya di rumah akan lebih mudah dibandingkan di rumah sakit." Gumamnya.


Sistem di benaknya mengangguk.


Didalam ruangan kamar, Chu Yuechan tengah terduduk dengan menyederkan tubuhnya di atas bantal mengendong putrinya. Qin Chen disampingnya mengendong putri satunya karena mereka punya dua putri.


"Bagaimana kalau putriku sudah besar nantinya? Aku khawatir mereka akan mendapatkan banyak perhatian, dan membuat banyak orang yang ingin meminangnya." Kata Chu Yuechan, Qin Chen langsung menoleh kesamping.


"Aku sudah menetapkan satu peraturan mutlak, siapapun yang ingin mengambil putriku harus bisa mengalahkan ayahnya. Kalau tidak bisa, mereka harus bisa."


"Humph! Itu mustahil, kalau ayahnya kuat sepertimu bagaimana bisa putriku mendapatkan pria yang dia idamkan. Apa lagi, kalau ayah mertua ikut dalam peraturan aku khawatir putriku akan sendirian selamanya." Ujarnya.


"Tergantung kalau mereka kuat aku akan memberikan, saat besar nantinya. Aku akan memberikan satu perusahaan besar untuk mereka satu-persatu agar mereka bisa belajar bisnis dan menghasilkan uang sendirian walaupun mereka dapat menggunakan rekeningku untuk membeli apapun."


"Hmm ... Kalau itu aku setuju, karena mereka harus bisa mencari uang sendiri. Tapi harus di batasi orang tua, kalau tidak mereka bisa-bisa kelepasan dan membuat banyak perusahaan bangkrut bagaimana?"


Qin Chen duduk di samping, Chu Yuechan menyentuh pipi putrinya.


"Apa yang kamu inginkan? Aku tahu kamu pasti mau mengambil ibunyakan."


"Tentu saja aku ingin mengambil ibunya, tapi tidak hari ini, aku akan menyiapkan tempat tidur untuk mereka berdua di kamar kita. Karena mereka masih kecil untuk tidur sendirian."

__ADS_1


"Kamu benar, kalau ada di samping kita itu akan bagus karena bisa melindunginya kapapun kalau terjadi sesuatu."


Dengan lembut memberikan putrinya, Qin Chen lalu pergi ke kamar untuk membawa keranjang anak kecil di ruangan lain ke ruangannya karena untuk putrinya tidur.


Selepas itu, malam datang membuat mereka berdua ke ruangan menidurkan putri kecilnya. Qin Chen duduk dengan mainan bola kecil berbunyi di tangannya, ia di cubit Chu Yuechan langsung karena membuat keributan di samping putrinya.


"Aduh ... Istri kenapa kamu tega mencubitku?"


"Kamu membuat putriku tidak bisa tidur, bagaimana aku tidak kesal melihatnya. Duduk disana dan tunggu aku selesai menidurkan mereka berdua."


"Baik-baik."


Qin Chen dengan tenang duduk karena ia tidak pintar mengurus anak kecil. Chu Yuechan memberikan asi sembari duduk sebelum tidur karena mereka merengek di ganggu Qin Chen sebelumnya.


Chu Yuechan melirik kesamping melihat Qin Chen tengah melihatnya.


"Kemana matamu melihat, suami?"


"Apa aku tidak mendapatkan jatah?"


"Tidak boleh!" Ucap Chu Yuechan.


"Baik-baik."


Ditangannya terdapat buku, ia membacanya karena menunggu Chu Yuechan menyelesaikan tugasnya. Ia sudah mempublikasikan game yang ia buat dulu dengan ketenaran sekarang membuat anak-anak muda membelinya menghasilkan uang dengan cara menjual item-item di dalam game.


Semua itu bisa membantu orang-orang di luar sana meskipun membutuhkan uang untuk membeli game dan Virtual Reality.


Setelah Chu Yuechan selesai, ia duduk di samping Qin Chen yang tengah membaca buku di atas tempat tidur.


"Sekarang kamu bisa mengambil ibunya." Kata Chu Yuechan.


Qin Chen hanya tersenyum menarik untuk duduk disampingnya. "Ya, karena pagi sampai sore kamu merawat putri kecil, aku hanya mendapatkan jatah malamnya."


"Kamu harus mengalah, suami."


"Tentu, ngomong-ngomong, aku mendapatkan pesan dari keluarga katanya mereka akan datang ke sini untuk melihat cucu manis yang selalu dibicarakan sepanjang waktu."


"Humm, ayah dan ibu mertua dapat ke sini untuk berkunjung. Aku akan menyiapkan makanan untuk mereka, kapan itu?"


"Seharusnya dua hari lagi."


"Baiklah."

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2