Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 64 : Memberikan Hadiah


__ADS_3

"Apa kalian tahu kenapa kalian semua dipanggil?"


"Ti- Tidak tahu Pemimpin, apa kami mendapatkan masalah? Kami bekerja seperti biasanya dan menekuni aturan-aturan yang ditetapkan perusahaan selama Pemimpin pergi."


Chu Yuechan tertawa, ia mengambil satu kardus cukup besar. "Kalian tidak melakukan kesalahan, aku mengumpulkan kalian ketempat ini untuk membagikan hadiah dari kampung halaman suamiku, berbarislah. Aku akan membagikannya sesuai dengan karakter masing-masing."


Mereka tercengang mendengar perkataan Pemimpin Perusahaan, untuk kesekian kalinya ataupun untuk kedua kalinya mereka menemukan Pemimpin Perusahaan tidak buta dengan kekayaan dan bahkan memberikan hadiah untuk karyawan di perusahaan.


Mendapatkan hal seperti ini membuat mereka hampir meneteskan matanya dan berterimakasih kepada Chu Yuechan, ia gugup sampai-sampai melangsungkan pembagian hadiah secara merata.


Hadiah utama; benda, perhiasan, cemilan khas, pernak-pernik.


Satu-persatu mereka mendapatkan sesuatu yang berharga karena Pemimpin Perusahaan begitu teliti memilihkan hadiah mereka yang selama ini inginkan.


Mereka berterimakasih secara serentak menciptakan suara gema di dalam ruangan, Qin Chen hanya tersenyum kecil sambil meminum Whisky.


"Karena kalian sudah mendapatkan hadiah masing-masing, kalian dapat kembali bekerja seperti biasanya."


"Terimakasih banyak Pemimpin."


Setelah itu, mereka meninggalkan ruangan tersebut dengan membawa barang masing-masing.


Chu Yuechan mendekatinya dengan tersenyum puas entah apa yang ada di benaknya. "Hehe, aku seperti CEO Cantik sekarang mempunyai banyak uang. Walaupun uangnya adalah milikmu, suami."


"Uangku adalah uangmu, bagaimana sekarang? Apa kamu mau membuka hadiah dari ibu mertua? Atau nanti malam saat berada di rumah."


"Tentu saja nanti malam, untuk sekarang aku akan pergi bermain dengan Meimei memberikan hadiah untuknya."


"Pergilah, aku akan di perusahaan menunggumu kembali, nikmat waktumu dengan baik."


Cup!


Secara tiba-tiba, ia mendapatkan kecupan di pipinya. Qin Chen membeku, ia melihat istrinya kabur keluar ruangan dengan tawa bahagia sambil melambaikan tangannya untuk menunggunya kembali.


Menyentuh!


"Sungguh perubahan besar, memang benar pepatah legenda mengatakan uang bisa meluluhkan hati wanita."


Qin Chen melihatnya Chu Yuechan tengah pergi menggunakan mobilnya untuk bertemu dengan temannya.


"Uang bukanlah masalah bagiku, aku dapat membeli apapun yang aku mau dengan kekayaan sekarang. Tapi, ancaman nyata dari dunia atas harus di waspadai. Mereka tidak akan berani bertindak secara terang-terangan melawanku, tetapi mereka akan menggunakan orang-orang di sekitarku untuk mengancamku."


"Satu-satunya orang adalah istriku sendiri, dia akan dalam bahaya tanpa pengawasan ketat yang aku berikan, walaupun begitu kebebasannya adalah hal terbaik."

__ADS_1


Qin Chen menembus kaca besar perusahaan dan melesat melintasi kota.


Pergi menyembunyikan keberadaan-nya dari dunia untuk mengikuti istrinya kemanapun, ia sempat melihat perang seni bela diri tengah memanas bagian barat kota besar.


Disana korban begitu banyak berjatuhan dalam beberapa hari, ada yang mengalami kematian, patah tulang dan kecacatan secara mental ataupun secara fisik.


Qin Chen mengabaikannya karena belum terlalu parah, sekarang ia hanya ingin mengikuti istrinya dan besok melakukan tugasnya menghancurkan satu-persatu markas.


Markas orang-orang yang bisa menjadi ancaman Chu Yuechan.


Sesaat kemudian ia turun kebawah masuk kedalam restoran dimana ia melihat Meimei berada disana tengah menunggu Chu Yuechan yang memintanya untuk datang.


Chu Yuechan membawa hadiahnya didalam tas karena hadiahnya tidak terlalu besar namun sangat disukainya.


"Tumben kamu memintaku untuk bertemu, aku kira kamu melupakan aku setelah menjadi CEO Perusahaan Yueqin. Humph! Yuechan, kamu sudah banyak berubah tidak seperti saat di universitas, apa ini karena Qin Chen? Aku akan memukulnya karena mengubah sikapmu sekarang."


"Hahaha, maafkan aku karena tidak memberitahumu. Aku sebelumnya kembali ke kampung halaman suamiku untuk bertemu dengan keluarganya selama beberapa hari, tapi sepertinya sangat lama."


"Huh! Begitu rupanya, aku kira kamu melupakanku karena suamimu, ngomong-ngomong kenapa kamu memintaku untuk datang ke tempat ini."


"Tutuplah matamu sebentar."


"Ada apa? Jangan melakukan yang tidak-tidak, itu adalah pelecehan kepada wanita sepertiku."


Chu Yuechan hanya tersenyum membuatnya geram, dan menutup matanya.


Saat ia membuka mata, ia melihat kotak hadiah ditangannya. "Apa ini hadiah untukku?"


"Benar, aku membeli dikampung halamannya untukmu, karena kamu satu-satunya temanku yang paling dekat tidak mungkin aku tidak memberikanmu hadiah."


"Terimakasih Yuechan."


Dengan cepat sikapnya berubah manis seperti rakun yang mengusap-usap wajahnya memeluk istri Qin Chen. Qin Chen mengepalkan tangannya, karena ia belum pernah mengusap-usap wajahnya.


'Gerrr! Wanita ini, dia mengambil banyak kesempatan!'


"Sudah-sudah, bukanlah aku harap kamu menyukainya."


"Baik."


Ia dengan bahagia membuka kotak hadiah yang diberikan Chu Yuechan.


"Wow! Ini ... Ini adalah–" Ia mengeluarkan perhiasan dari kota begitu menakjubkan dan cocok untuknya, ada satu box penuh dengan alat-alat kecantikan.

__ADS_1


Dengan tersedu-sedu mengusap matanya, terharu melihat temannya memberikan barang-barang yang menakjubkan seperti ini, ia masih mengingatnya walaupun berada di kampung halaman Qin Chen.


"Terimakasih banyak Yuechan, hadiah ini benar-benar sesuatu yang berharga bagiku, aku akan menyimpannya baik-baik."


"Baguslah kamu menyukainya."


Dilanjutkan dengan mengobrol kebiasaan wanita sambil menikmati hidangan di restoran. Qin Chen duduk di sampingnya tanpa di ketahui siapapun karena ia menyembunyikan diri dan membuat dirinya transparan.


Selang beberapa menit berlalu, mereka melanjutkan perjalanan ketempat lain.


Setelah mengamati tidak ada pegerakan yang mencurigakan dari dunia dan langit, ia melesat ketempat pertempuran master bela diri di bagian barat kota besar.


Selama beberapa hari belakangan ini, berita tentang perang seni bela diri di bagian barat membuat masyarakat kota resah karena kekuatan mereka setiap kali mengguncang daratan.


Beberapa kali terjadi badai angin walaupun tidak besar tapi tetap membahayakan penduduk yang tinggal di sekitarnya.


Pemerintah mengerahkan pasukan militer untuk menghentikan perang seni bela diri, pada akhirnya mereka dikalahkan karena orang-orang dari daratan luar mengirimkan pasukan mereka.


Meng-klaim tanah warisan leluhur adalah properti mereka, yang padahal ini memiliki Qin Chen.


Qin Chen melesat ketempat tersebut dan melihat ada beberapa Grandmaster berada di langit tengah bertarung keras memperebutkan tanah warisan leluhur.


Tidak hanya mereka, Pembudidaya Abadi dari dalam ikut menyerang untuk mendapatkan kekuasaan atas warisan leluhur.


Pengkhianat, pemberontak dan rencana licik lainnya bertebaran dimana-mana membuat mata Qin Chen muak melihat perang kekuasaan.


Ia yang datang tanpa di undang tengah berdiri di langit tanpa memberikan tekanan kepada musuh.


"Untuk sekarang, aku akan membereskan perang ini agar tidak berlanjut, besoknya menghancurkan setiap markas musuh dengan kekuatan besar memberikan ancaman kepada orang-orang dibelakangnya."


Qin Chen menunjukkan dirinya di langit memberikan tekanan kuat menekan seluruh pasukan yang berperang di bawah sana.


Matanya sedingin es dan begitu kacau seperti Demon ingin melahap segalanya.


"Membuat keributan di tanah warisan leluhur, kalian membuat satu kesalahan besar."


"Sombong!"


Boom!


Tubuhnya meledak berkeping-keping dibawah menghancurkan ratusan meter, ia hanya menggerakkan matanya dan sudah dapat menghancurkan musuh.


Niat membunuhnya berada di level yang berbeda dari abadi!

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2