Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 42 : Provinsi Sichuan


__ADS_3

Didalam ruangan, ia terduduk dengan menikmati secangkir teh hangat buatan wanita cantik punya panti asuhan. Setiap seduhannya benar-benar manis, memikirkan tentang istrinya yang tengah sibuk di perusahaan karena permintaan dari klien.


"Bagaimana keadaan istrimu? Aku dengar dia akan dijodohkan dengan keluarga kaya Han di Provinsi Sichuan. Apa kau sudah mendengarnya?"


"Seperti yang anda dengan, permasalahan keluarga membuatnya dalam tekanan, rencananya aku akan kembali besok ke Provinsi Sichuan untuk menyelesaikan masalah ini. Setelah itu, aku ingin membuatnya dapat menikmati kehidupan layaknya wanita pada umumnya."


"Baguslah kau bertindak cepat. Jika tidak, istrimu akan dimiliki oleh orang lain."


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, karena dia hanya ada untukku dan milikku." Qin Chen dengan serius membalasnya, karena istrinya segalanya baginya.


Siapapun yang mencoba merebutnya, lihat bagaimana mereka akan menderita, Qin Chen sudah merencanakan semuanya dan akan ia jalankan saat kembali ke Provinsi Sichuan.


"Kalau begitu, nenek akan melanjutkan pekerjaan dibelakang, kau dapat berkeliling bersama dengan Cang Luli."


"Baiklah."


Qin Chen meninggalkan tersebut ketempat anak-anak panti berada, mereka mendapatkan banyak hadiah dari Qin Chen mulai dari mainan, pakaian, dan makanan.


Tidak lupa mereka mengucapkan terimakasih kepadanya karena memberikan bantuan kepada mereka semua. Qin Chen tersenyum puas melihat mereka tumbuh semakin besar, dan banyak anak-anak yang berdatangan di panti ini.


"Cang Luli, apa kau sudah mendapatkan pekerjaan?"


"Belum, aku sudah melamar di berbagai perusahaan namun tidak ada yang menerimanya. Mungkin ini karena aku seorang anak dari panti asuhan, jadi membuatku sulit mendapatkan pekerjaan."


"Bagaimana kalau kau bekerja di perusahaan istriku? Dia mencari pekerja yang dapat diandalkan, aku mengetahuimu lebih dari siapapun dan aku percaya denganmu. Kalau kau mau, kau bisa pergi ke Distrik Guankou Residential di Perusahaan Yueqin."


"Apa kau yakin? Aku takut istrimu akan salah paham dengan situasi ini."


"Jangan khawatir, aku akan mengatakannya padanya, bagaimanapun kalian pernah bertemu dan berteman meski tidak terlalu sering, bukan?"


"Benar, aku akan kesana setelah urusanku di tempat ini selesai."


Qin Chen mengangguk kecil, ia melanjutkan perjalanannya disana sambil melihat-lihat panti asuhan hanya di renovasi sedikit karena kondisi keuangan.


Setelah cukup lama disana, ia kembali ke perusahaan karena sudah hampir malam ditempatnya.

__ADS_1


Sebenarnya ia ingin lebih lama di tempat tersebut karena masih banyak masalah yang belum diselesaikan ataupun tempat-tempat yang ingin ia kunjungi, namun karena waktu tidak cukup ia dengan berat hati kembali ke Distrik Guankou Residential.


***


Perusahaan Yueqin,


Malamnya, ia sampai di depan perusahaan dimana orang-orang masih bekerja malam karena mengambil sip malam untuk menambah keuangan mereka, Qin Chen tidak mengatakan apapun karena itu adalah hak mereka dan bukannya.


Mereka melihat kedatangan Qin Chen yang baru tiba malam ini setelah keluar seharian, saat ia berada di ruangan istrinya, ia melihat istrinya tengah duduk di tempatnya melihat laptop dihadapannya.


"Apa istri tidak tidur malam ini? Bukankah aku sudah mengatakannya, kesehatanmu adalah yang terpenting."


"Suami? Selamat datang, suami. Aku sedang melihat perkembangan perusahaan ini, dan melihat dari rate ini seperti mengalami peningkatan secara signifikan."


"Begitu? Kalau begitu, kenapa kamu tidak tidur? Bukankah besok kita akan kembali ke Provinsi Sichuan. Aku sudah mengurus semuanya, kamu akan tahu nantinya saat tiba disana karena setelah itu, kamu akan hidup bebas seperti merpati dilangit."


Ia kebingungan mendengar perkataan Qin Chen, namun setiap katanya begitu misterius dan sulit untuk ditebak dengan akal karena Qin Chen seorang tuan muda tersembunyi yang misterius.


Namun tidak ada orang yang bisa ia percaya selain suaminya, ia beranjak dari tempat tersebut dan mendekati Qin Chen, melepaskan pakaian Qin Chen dan dasinya, satu kancing di lehernya dilepaskan.


Qin Chen langsung mengangkatnya dan membawanya ketempat tidur. "Ayo tidur, karena besok adalah hari yang melelahkan bagi kita untuk kembali ke Provinsi Sichuan."


"Umm."


***


Paginya,


Saat cakrawala di langit terlihat cerah, mereka berdua berada di tengah perjalanan kembali ke Provinsi Sichuan membawa barang-barang masing-masing sebagai hadiah, karena mereka pergi ke kota tanpa mengatakan apapun kepada keluarganya.


Perjalanan mereka cukup cepat karena mengendarai mobil dan bukan Vespa tua sebelumnya yang sekarang di museumkan di perusahaan karena mempunyai banyak kenangan.


"Suami, selepas tiba disana pasti ibu akan memarahimu, dan mencoba memisahkan kita berdua."


Qin Chen mengetahui itu dengan sifat ibu mertuanya yang tidak menyukainya, Qin Chen sudah menyiapkan hadiah besar saat waktu itu tiba karena ia tidak akan melepaskan Chu Yuechan.

__ADS_1


Semalam ia sudah menghubungi Manager Pengganti di perusahaan untuk menyiapkan uang tunai sebesar 100 Miliar yang akan ia gunakan pada saat itu.


Uang itu dalam perjalanan menuju Provinsi Sichuan dikawal dengan penjagaan terketat dengan kode name, Black.


Ia menyentuh wajah istrinya. "Kamu tenang saja, aku tidak akan melepaskanmu. Kamu hanya ada untukku, dan selamanya hanya untukku."


"Hmm ... " Ia menyentuh tangannya dengan lembut meletakkan di wajahnya sambil memeluknya.


Qin Chen mengendarai mobil dengan satu tangannya, melihat istrinya yang seperti memikirkan tentang hal yang akan terjadi, Qin Chen tidak bisa berbuat banyak saat mengendarai mobil.


Namun, ia sudah merencanakan semuanya dan melepaskan Chu Yuechan dari penjara yang mengikatnya selain perusahaan sebelumnya.


Perjalanan mereka berhenti di jembatan panjang penghubung Provinsi Sichuan dengan Kota Chengdu di bagian Utara.


Menikmati jembatan panjang disana melihat sungai mengalir ke Kota Chengdu.


"Kedua kalinya aku melihat sungai ini, karena sewaktu mahasiswa maupun SMA, aku berada di Kota dengan menyewa tempat tinggal sehingga tidak pernah ketempat ini."


"Begitu? Setidaknya dari rumahmu dengan universitas membutuhkan waktu 8 Jam untuk berkendara dengan motor, dan 4 jam dengan mobil."


"Hmmm, karena itu aku menyewa kontrakan dekat dengan universitas sehingga tidak memakan waktu dan biaya. Setelah keleluasaan, kita menikah."


Itu adalah kenangan yang membuat Qin Chen tidak dapat melupakannya sampai sekarang, Dewi Universitas Chu Yuechan menikah dengannya terdengar seperti mimpi bagi anak laki-laki di universitas.


Karena Qin Chen dikenal sebagai seorang pria yang bisa saja, tidak dari keluarga besar atau kaya, ia tinggal di kontrakan dua lantai dengan ruangan berukuran lima kali lima.


Namun siapa yang menduganya, kalau ia adalah putra tunggal dari keluarga kuno penguasa dunia. Kekayaan, kekuatan, kekuasaan semuanya ia miliki dibawah tangannya.


Identitas tersebut baru terbongkar saat ia kembali ke bumi, selama ini ia mengira keluarganya telah meninggalkannya sendiri di kota besar ini, namun nyatanya tidak!


Mereka secara diam-diam membantunya meski tidak secara langsung untuk melihat perkembangan Qin Chen, dan sampai saat itu tiba mereka menyerahkan seluruh hartanya padanya.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2