Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 59 : Hutan Bunga Persik


__ADS_3

Selepas malam, matahari bersinar menerangi langit bulan dengan kehangatan absolute menyelimuti seluruh hamparan keindahan surga.


Didalam ruangan makan, Chu Yuechan dan keluarganya terduduk dengan bingung melihat Qin Chen begitu perhatian dengan istrinya, ia bahkan menyuapi Chu Yuechan didepan keluarganya.


"Apa yang terjadi?" Ibunya.


"Tidak tahu." Ayahnya.


"Su- Suami, aku bisa melakukannya sendiri, kamu makanlah agar tidak sakit." Ucapnya dengan lembut kebingungan, sikapnya berubah semalam mengejutkannya.


"Tidak apa-apa, aku selalu sehat kalau kamu tersenyum itu sudah cukup menyembuhkan luka-luka yang aku dapatkan. Jadi, makanlah dan nikmati setelah itu bermain di luar istana melihat-lihat tempat yang belum pernah kamu lihat."


"Apa kamu akan pergi?"


"Aku mengurus sesuatu yang harus aku urus, karena sudah lama di bumi ada banyak generasi muda di tempat ini belum mengenal tuannya. Bukankah sudah wajar bagi wajah baru sepertiku mencari sedikit keributan?"


Chu Yuechan langsung mencubit pipinya karena mencoba mencari keributan, ia tidak dapat membiarkan Qin Chen melakukan tindakannya.


Ibunya tertawa kecil menyembunyikannya dibalik tangannya.


"Kamu tidak diizinkan keluar kalau untuk mencari keributan!"


"Ba- Baiklah ... "


Chu Yuechan menyentuh wajahnya dengan bingung kara mata Qin Chen tidak berwarna kemerahan melainkan sedikit keemasan terpancar dimatanya.


"Suami, seharusnya pupil matamu berwarna kemerahan, tapi kenapa sekarang berubah keemasan? Apa kamu sakit sehingga warna matamu berubah?"


"Apa benar?"


Cepat-cepat ia mengeluarkan headphone dan melihat matanya dari layar. "Kamu benar, mataku berubah keemasan apa mungkin aku sakit? Tapi tidak merasa apapun, hmmm. Sudahlah, lupakan saja karena mau dicari tidak akan menemukan apapun tentang penyakit ini."


"Tapi, kalau berbahaya bagaimana?"


Qin Chen menunjuk ke arah keluarganya. "Ada keluarga disini dan mereka bisa menyembuhkannya kalau memang berbahaya, kamu tidak perlu khawatir, sekarang bermainlah di tempat-tempat yang indah dengan kecantikanmu akan ada banyak kehidupan yang akan tunduk padamu."


"Aku tidak secantik itu, ibu adalah wanita tercantik yang belum pernah aku temui."


"Humph! Kamu membuat pria disana besar kepala."


Chu Yuechan bingung sekarang, Qin Chen merajuk dan makan dengan lahap tanpa mempedulikan orang disekitarnya karena merasa kelaparan.


"Kamu marah denganku?"


"Tidak."

__ADS_1


Keluarganya hanya dapat menggelengkan kepalanya, mereka tidak dapat berbicara karena sifatnya menurun ke Qin Chen hingga sekarang.


Selepas makan bersama, ia membawanya berkeliling di istana karena mereka akan menginap selama seminggu di bulan untuk mengenal lebih dalam hubungan keluarga yang sudah lama berpencar.


"Katanya ada hutan bunga persik di halaman belakang istana, apa kamu melihatnya?"


"Kamu tidak marah denganku-kan?"


"Kenapa aku harus marah? Kamu istriku yang paling manis, bagaimana bisa aku marah denganmu."


"Kalau begitu, gendong aku sampai ke hutan bunga persik yang masuk katakan, aku ingin melihatnya langsung bersama denganmu."


Dengan cepat ia mengendongnya dan melompat kebelakang istana.


Halaman belakang istana adalah tempat hutan bunga persik tumbuh di hamparan daratan luas. Chu Yuechan dapat melihatnya langsung dunia fantasi seperti surga dunia yang belum pernah ia lihat di bumi.


Mereka turun di atas tebing tinggi diatasnya terdapat tempat beristirahat.


Chu Yuechan melangkah mendekati pohon persik besar, dengan bersembunyi-sembunyi mengambil gambarnya tengah menyentuh bunga persik.


"Sangat cantik, kapan-kapan akan aku akan mencetaknya dan meletakkan di kamar sebagai kenang-kenangan di istana."


"Apa kamu mengambil gambarku?"


"Eh! Sepertinya ketahuan, aku hanya mengambil untuk kenangan disini, apa kamu tidak suka?"


"Baiklah."


Ada puluhan gambaran Qin Chen ambil dengan tangannya gratil tidak dapat berhenti mengambil setiap detiknya, Chu Yuechan tertawa melihat tingkah Qin Chen namun tawanya begitu manis tanpa sengaja ia mengambil gambarnya.


"Kalau kamu mau pergi, aku akan menunggu ditempat ini sampai kamu kembali."


"Kenapa? Kalau begitu kenapa kamu tidak mengikutiku karena aku sudah mengatakan bahwa besok adalah hari yang menyenangkan bagimu."


"Apa tidak apa-apa? Aku pasti akan merepotkan dan menjadi beban karena belum mencapai ranah Xiantian."


"Tidak apa-apa, kamu akan mencapai Xiantian sebentar lagi, selama kamu mengikuti manual pembudidaya abadi yang aku berikan, kamu akan mencapainya dengan cepat."


"Baiklah, pasti kamu ingin sedikit sombong pada mereka kalau mempunyai Istri sepertiku?"


"Benar."


Qin Chen membawanya berkeliling di hutan bunga persik hingga bertemu dengan kuda terbang dengan sayap peraknya begitu menyilaukan mata.


Mereka berdua turun dan mendekati kuda tersebut secara perlahan-lahan agar tidak membuatnya ketakutan, walaupun ketakutan kedatangan manusia, Qin Chen akan langsung memaksanya tunduk.

__ADS_1


"Kuda terbang kenapa bisa berada ditempat seperti ini? Apa keluargamu yang memeliharanya."


"Mungkin saja, aku tidak tahu sama sekali dengan kuda ini, namun kecepatan terbangnya menyaingi kecepatan cahaya. Dengan sayap peraknya, dia mendominasi bulan."


"Sangat cantik."


Seharian mereka habiskan di hutan bunga persik bersama dan melupakan tentang pergi ketempat lain mengurus masalah pribadi Qin Chen.


Didalam ruangan istana, Qin Chen duduk menikmati jamuan.


"Qin Chen, besok ayah akan mengundang seluruh keluarga besar menyambut kedatanganmu dan merayakan pernikahanmu dengan Yuechan."


"Huh? Kalau mengundang keluarga besar lainnya tidak masalah, kalau merayakan hari pernikahan, aku perlu membicarakannya dengan istriku."


"Masalah itu ibumu akan berbicaranya dengan istrimu, sekarang ayah ingin berbicara serius denganmu tentang kekuatan itu, darimana kau mendapatkan kekuatan sebesar itu."


Qin Chen memalingkan wajahnya, karena alasannya tidak mungkin akan diterima dengan terang-terangan.


"Privasi."


"Bocah ini, kau membuatku marah karena menyembunyikannya dari ayahmu, apa kau tahu kekuatanmu mengandung niat membunuh. Sudah berapa banyak kehidupan yang kau bunuh, sampai-sampai membuat niat membunuhnya begitu kuat."


"Entahlah aku tidak menghitungnya sudah berapa banyak yang mati, karena itu tidak penting bagiku yang melakukan apa yang seharusnya aku lakukan."


"Tch! Seterahlah."


Ayahnya sempat bingung dengan putranya seperti tidak mempunyai hati dan aura Penguasa. Tapi sesaat kemudian, ia merasakan aura penguasa didalam dirinya lebih kuat dibandingkan dirinya.


"Kalau tidak ada lagi yang ingin ditanyakan, aku akan kembali ketempat istriku mempersiapkan penyambutan besok pagi. Tentunya, aku harus menyiapkan tingkah yang layak sebagai pangeran, bukankah begitu ayah?"


"Ha! Dasar bocah, walaupun kau sudah menikah dengan Yuechan, sifatmu masih suka bermain-main seperti bocah. Aku kasihan dengan menantuku harus merawat seorang bocah menyebalkan."


"Apa! Dasar pria tua, aku tidak akan mengampunimu di pertarungan selanjutnya!"


"Pergilah dan bersiap-siap untuk besoknya, karena besok adalah hari terpenting bagi keluarga dan identitasmu sebagai pangeran yang kembali dari bumi."


"Baiklah, sebegitu kerasnya ingin mengusirku kau benar-benar ayah yang tidak mempunyai perasaan sedikitpun."


"Bukankah kau yang ingin pergi, bocah!"


"Baik-baik, jangan teriak-teriak di hadapanku."


Qin Chen meninggalkan ruangan itu dengan gumaman mengutuknya, tidak hanya menganggu kesenangannya, ia juga harus mendengarkan omelannya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2