
Paginya,
Semalam, pelayan istana merenovasi istana untuk merayakan pernikahan Qin Chen dan Chu Yuechan di istana, karena keluarganya tidak datang ketempat pernikahan mereka sehingga mereka ingin merayakan hari pernikahan Qin Chen dan Chu Yuechan di istana.
Mulai halaman utama hingga belakang sudah dipenuhi dengan riasan mewah, kain merah membentang sepanjang langit dan raungan mahkluk hidup bergema dimana-mana merayakan kebahagiaan.
Sehari sebelumnya, istana bulan menyebarkan berita tentang perayaan ini dan meminta seluruh keluarga besar untuk berkumpul di istana mengikuti acara perayaan.
Semuanya di atur oleh ibunya sendiri karena ia ingin melihat putranya bahagia meskipun mereka harus berpisah.
Para tamu mulai berdatangan dari keluarga besar hingga orang-orang penting lainnya berdatangan ke istana bulan mengikuti acara yang diadakan oleh istana.
Orang-orang di kota mulai begegas berkumpul karena ini acara besar yang diadakan istana bulan menyambut kedatangan Pangeran yang sudah lama tidak terlihat.
Sekaligus merayakan hari pernikahan mereka berdua sekali lagi.
"Pangeran akan menunjukkan dirinya, aku dengar beliau sudah datang beberapa hari yang lalu namun masih disembunyikan oleh istana bulan."
"Bagaimana penampilannya, aku tidak sabar melihatnya langsung karena sudah ribuan tahun lamanya pangeran tidak muncul menunjukkan dirinya."
"Orang-orang di kota bergegas berkumpul di gerbang istana untuk melihatnya langsung, karena katanya Pangeran akan masuk dari pintu utama."
Seluruh orang di kota membicarakannya, karena ia telah lama tidak muncul di hadapan semua orang.
Sementara itu, di salah satu ruangan terdapat Qin Chen tengah mengenakan pakaian berwarna kebiruan.
"Apa kamu sudah siap?"
"Sepertinya."
Melangkah keluar ruangan untuk datang ke acara istana bulan, Qin Chen membawanya terbang ke langit untuk masuk melalui pintu utama istana agar seluruh orang diluar maupun dalam melihat kedatangan mereka berdua.
Saat ia berada di langit, seluruh prajurit meniupkan terompet memberikan tanda bahwa pangeran sudah tiba. Kebisingan orang-orang memperhatikan di langit ada sosok tengah melayang.
"Lihat! Pangeran berada di langit!"
"Apa!"
"Dimana?! Dimana beliau!"
Bagian belakang kerumunan bersuara memberitahukan yang lain bahwa Pangeran sudah berada di langit tengah melayang beberapa waktu menunjukkan keberadaannya pada orang-orang.
__ADS_1
Setelah itu, ia turun kebawah dengan memasuki aula utama istana bulan di penuhi oleh orang-orang dari keluarga besar.
Generasi muda, hingga generasi tua berkumpul di aula menyambut kedatangan pangeran kembali ke istana.
"Apa ini pangeran?!"
Saat ia hendak menyentuh lantai, aura kemarahan menyelimutinya, lalu penampilannya berubah dengan matanya sedingin es berwarna merah darah, rambut putih panjang terurai terhembus angin disekitarnya.
Dikeningnya terdapat simbol yang hanya ada satu di dunia untuk membedakan bahwa ia adalah penguasa dunia lain.
Kumpulan energi padat membentuk cincin dipunggungnya berwarna keemasan memberikan tanda bahwa ia adalah penguasa sejati.
Setiap langkahnya mengandung esensi kehidupan seperti berjalan di hamparan lautan kaca.
Sementara Chu Yuechan, walaupun ia hanya manusia biasa namun penampilannya melampaui peri abadi.
Tertulis di legenda kecantikannya berada di tingkat dimana para peri tidak dapat mencapainya.
"Hormat ayah, ibu."
Mereka berdua sedikit menundukkan kepalanya, melakukan penghormatan kepada yang tua memberikan umur panjang untuk mereka.
Ia mengangguk kecil menanggapinya, mereka kembali ke tempat duduk yang sudah disiapkan.
"Terimakasih banyak kepada para tetua dan generasi muda lainnya sudah meluangkan waktu untuk datang ke acara penyambutanku sekaligus merayakan hari pernikahanku."
"Tidak perlu sungkan-sungkan pangeran, kedatangan pangeran memberikan pandangan baru bagi kami."
"Baguslah, untuk merayakan hari ini, bersama-sama bersulang."
"Bersulang!"
Secara bersamaan mereka bersulang bersama untuk membuka acara pernikahan dan kembalinya pangeran.
Chu Yuechan disampingnya bertanya-tanya tentang penampilan Qin Chen berubah dari sebelumnya.
Qin Chen tersenyum kearahnya dengan tulus memberikan tanda bahwa ia akan mengatakannya nanti.
"Pangeran, apa pandangan anda setelah melihat dunia ini? Dengan generasi muda dari berbagai keluarga besar lainnya." Tanya generasi muda dari keluarga Sheng.
Pertanyaan mengejutkan generasi muda disekitarnya, karena orang itu dengan beraninya bertanya langsung kepada Qin Chen yang baru saja tiba di bulan beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
"Pandangan dunia ... " Qin Chen menyentuh dagunya dengan menutup bibirnya sedikit.
"Menurutku dunia ini butuh pengembangan." Hanya beberapa kalimat membuat semuanya diam karena perkataan Qin Chen menyakitkan perasaan setiap orang.
Sebelum ia berbicara, ia sudah menyadari apa yang terjadi kedepannya, karena itulah yang ingin ia sampaikan dimana dunia yang ia kuasai sebelumnya mempunyai perkembangan besar dari pembudidaya setelah perang.
Matanya tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan saat berbicara, ayahnya sempat bertanya dengan istrinya tentang sikap Qin Chen benar berubah.
"Apa maksud pangeran?"
"Maksudku, dunia ini tidak mengalami perkembangan selama ribuan tahun lamanya, sudah waktunya bagi dunia berkembang agar generasi selanjutnya dapat menyaksikan buah langka yang dikembangkan generasi sebelumnya."
"Sebagai contohnya, seperti ini."
Qin Chen mengibaskan tangannya lalu secara mengejutkan sebuah hologram raksasa menunjukkan pemandangan dunia yang berkembang dengan pembudidaya abadi berada dimana-mana.
"Itu adalah surga, sembilan daratan luas mengambang di alam semesta dengan masing-masing kekuata dan berbagai macam ras berkumpul di masing-masing daratan menguatkan diri mencapai puncak."
"Kenapa tidak ada cahaya bintang?"
Ia mengerutkan keningnya, karena dunia itu adalah tempatnya dulu sebelum kembali ke bumi. Dunia abadi yang hancur berkeping-keping selama perang suci ribuan tahun melawan abadi lainnya, membantai generasi demi generasi hingga ke akarnya.
Perubahan dunia sekarang ini setelah ia menguasainya, memimpin membangun era baru dibawah naungan kekuatan, walaupun masih ada banyak ketakutan bermunculan dipikiran orang disana.
Karena mau bagaimanapun Qin Chen lah orang yang membuat malapetaka, dan ialah membangun surga dunia.
"Setelah perang suci selama ribuan tahun lamanya, alam semesta kembali pada awal penciptaan, Kehampaan! Tidak ada material bumi ataupun cahaya, hanya ada kegelapan abadi yang dingin mengelilingi."
"Karena merasa bosan, dia menciptakan surga dengan kekuatannya membetuk sembilan daratan mengambang di Alam Semesta sebagai pusat dunia dan kekuatan. Ras yang berpencar mulai berkumpul menaungi daratan masing-masing dengan tekanan ketakutan yang diberikannya."
"Selama ribuan tahun berlalu, perkembangan berubah besar membuat dunia tersebut tampak seperti surga dunia yang nyata, ada banyak abadi berkeliaran dan kuasa-kuasa lain mencoba meruntuhkan penciptaan."
Walaupun diakui sebegitu Demon Saint, masih ada banyak kekuatan besar bersembunyi secara perlahan-lahan ingin meruntuhkan kekuasaan Qin Chen.
Sebelum ia kembali ia menyadari hal tersebut, karena tidak mungkin bagi mahkluk hidup tidak serahkan dan menginginkan kekuatan besar sepertinya.
Penjelasan Qin Chen cukup panjang di dalam ruangan tersebut hingga membuat para tamu undangan diam tidak berbicara dihadapannya seperti mengeluarkan domain.
Qin Chen menyenderkan kepalanya, melihat orang-orang membicarakan tentang kejadian sebelumnya.
Ayahnya mengacungkan jempol walaupun ia sendiri tidak tahu apapun yang dikatakan putranya.
__ADS_1
...
*Bersambung ...