
Negeri Jepang,
Selama tiga hari berada di lautan menuju Negeri Jepang, mereka semua sekarang berada dekat dengan daratan. Tempat dimana Negeri Jepang berada dan tidak lama lagi mereka akan sampai disana.
Jika dihitung dalam hitungan menit, kemungkinan besar akan sampai dalam sepuluh menit kedepannya.
Orang-orang di lantai bawah bersorak keras melihat daratan di depan mata mereka, ada banyak suara yang bahagia mendapatkan perjalanan yang selamat meskipun ada banyak badai di langit.
Jika sudah sampai disana, mereka akan menikmati setiap menitnya menyambut musim semi di tempat tersebut.
Orang-orang di lantai atas atau orang kelas atas mereka masih merasakan ketakutan menghadapi orang kaya generasi kedua di kapal ini maupun di sana nantinya, karena ia berkuasa.
Sementara itu di dalam ruangan yang di penuhi dengan kendali utama kapal, Chu Yuechan disana melihat pemandangan di depannya semakin mendekat.
Disampingnya terdapat banyak orang-orang tengah mengendalikan kapal tersebut, sedangkan Qin Chen tengah duduk di belakang melihat Chu Yuechan yang menikmati pemandangan didepannya.
Selama tiga hari ini, mereka semua bekerja dengan baik dan bahkan memberikan keamanan tingkat tinggi untuk Nyonya Besar.
Chu Yuechan kembali ke tempatnya setelah menikmati pemandangan di depannya. "Suami, berapa lama lagi kita akan sampai di daratan besar disana?" Tanya Chu Yuechan.
Dengan manja ia naik ke atas pangkuannya dan duduk memberikannya godaan alami membuat suasana ruangan menjadi panas. Orang-orang menelan ludah dan fokus pada pekerjaan dan abaikan mereka berdua.
Dihadapan banyak orang, Chu Yuechan mengabaikan dunia dan menganggap dunia miliknya berdua.
Pada kenyataannya, benar!
"Sebentar lagi, kita akan sampai di sana dalam sepuluh menit lagi. Tapi ingat nantinya, kamu itu Nyonya Besar Keluarga Qin. Siapapun yang mencoba menganggumu kedepannya, kamu dapat membalasnya. Aku sudah menyiapkan pengawal di sekitarmu dan dapat kamu gunakan mereka."
"Hmm ... Aku akan bermain tidak jauh darimu, kamu dapat melindungiku dan aku akan membuat siapapun yang menggangguku akan mendapatkan balasannya, dua kali lipat dari apa yang mereka lakukan."
Dengan cemberut ia membalasnya, Qin Chen tertawa canggung.
"Baik-baik, jangan cemberut seperti itu, nanti cantiknya bisa hilang." Balasnya.
"Humph!"
Chu Yuechan kembali berdiri melihat pemandangan daratan yang hampir mendekatinya. Kesempatan seumur hidup untuk pergi berpetualang dimana-mana dengan kekayaan besar bisa melakukan apapun, Qin Chen membiarkannya menghabiskan uangnya.
__ADS_1
Karena pada dasarnya, uangnya untuknya.
***
Setibanya di pelabuhan kapal, mereka semua yang berada di dalam kapal bersiap-siap naik ke mobil masing-masing. Kendaraan satu-persatu turun kebawah, dan diantara puluhan kendaraan ada Qin Chen dan Chu Yuechan disana.
Orang-orang yang tidak mempunyai kendaraan keluar dengan berjalan kaki menggunakan taxi untuk pergi ke penginapan.
Selepas keluar dari kapal, mereka semua melihat Negeri Jepang yang sudah lama di nantikan sepanjang tiga hari di dalam kapal besar.
Chu Yuechan berada di bawah pohon mengangkat tangannya berteriak keras melepaskan beban pikirannya.
Mereka berdua berhenti di salah satu tempat yang sepi dimana hanya ada mereka disana. Qin Chen tertawa di belakangnya, melihat di hadapan mereka adalah kota Tokyo.
"Seperti yang aku duga, tempat ini sangat menarik! Banyak hal baru yang belum pernah aku temui, orang-orang di sini sangat ramah-ramah dibandingkan di kampung halaman. Mereka cuek dan sombong dengan kekayaan."
Walaupun begitu, ada kekuatan besar di negeri ini, kekuatan tersebut setara dengan Martial Ancestor yang bersembunyi di salah satu gunung di depannya.
"Karena kamu yang mengatakannya langsung, mau bagaimana lagi? Aku tidak dapat mengomentari mereka karena uang adalah segalanya.. sekarang, kita akan ke penginapan untuk beristirahat mengambil ruangan lalu keluar di malamnya menikmati kota Tokyo."
"Tenru saja, aku sudah menantikan hari ini akan datang. Sebelumnya aku memenangkan banyak uang dari casino di kapal, mereka bangkrut dan aku kaya. Karena aku sangat kaya sekarang, aku akan memberikanmu hadiah sewaktu di kota nantinya."
Mereka masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mencari penginapan terdekat di tempat mereka.
Sepanjang perjalanan, Chu Yuechan memandangi keluar kaca melihat tempat-tempat haru.
Tidak seperti kampung halamannya, ia seperti berada di tempat yang tidak ada duanya daj mendapatkan banyak ide-ide untuk membangun desain baru di perusahaan nantinya.
Qin Chen membiarkannya menikmati pemandangan, dan ia fokus untuk membawa kendaraannya. Sampai dimana mereka berdua tiba di penginapan untuk mengambil ruangan sebelumya kehabisan.
Apartemen yang ia minta berada cukup jauh dari tempatnya sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat di penginapan sebelum melanjutkan ke tempat apartemen mereka berdua.
***
Penginapan Senja.
Didalam penginapan, mereka berdua berada di dalam ruangan yang sederhana memikat banyak perhatian. Chu Yuechan buru-buru membersihkan dirinya karena akan pergi bermain ke kota bersama Qin Chen.
__ADS_1
Qin Chen mengiyakannya dan tidak memintanya untuk kembali sebelum jam 12 malam karena akan dingin di luar, Chu Yuechan mengangguk dan setuju karena ia membutuhkan istirahat lebih dari pada seorang abadi sepertinya.
Setelah itu, Qin Chen menggunakan pakaian biasa dan Chu Yuechan menggunakan pakaian yang ia beli di Kota Shanghai sebelumnya.
"Bagaimana? Apa aku sudah sangat cantik seperti biasanya?" Tanya Chu Yuechan yang berubah manja dan nakal.
"Hmm ... "
"Hmph! Dasar tidak punya hati, padahal aku hanya bertanya dan beberapa hari lagi kamu akan mendapatkan hadiah utamanya." Balasnya sembari memalingkan wajahnya dengan cemberut.
"Baik-baik, kamu sangat cantik dan manis seperti biasanya. Bahkan bulan purnama malu untuk muncul dimalamnya, bunga dan cahaya meredup tidak mempunyai kepercayaan diri selepas melihatmu, istri. "Puji Qin Chen kepadanya agar tidak cemberut lagi.
"Hehehe, itu baru benar, puji aku terus, puji aku." Katanya.
Qin Chen tertawa kecil lalu mengusap-usap rambutnya hingga berantakan. Chu Yuechan langsung marah besar karena dipermainkan Qin Chen sekarang. Chu Yuechan kembali cemberut meminta hadiah penuh dan memanjakannya.
"Aku hanya bercanda sebelumnya, aku minta maaf istri, kamu tidak marahkan padaku?" Tanya Qin Chen.
"Humph! Tidak dapat dimaafkan, kamu membuat rambutku berantakan. Aku sangat marah sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan."
"Baik-baik, aku salah dan aku akan mengabulkan satu keinginanmu, apapun itu selama aku bisa aku aka mengabulkannya." Balasnya.
"Benar? Apapun itu."
"Benar."
"Kalau begitu, aku akan memberitahukanmu saat musim semi nantinya." Balasnya.
"Baiklah, selama kau tidak marah aku tidak keberatan menunggu. Sekarang ayo keluar dan bermain di kota, bukankah sudah lama kamu tunggu-tunggu."
"Baik."
Dengan bergandengan tangan setelah merapikan rambut, Chu Yuechan tidak marah lagi dan ia bermain dengan Qin Chen di kota menghabiskan banyak uang Qin Chen untuk bersenang-senang.
Qin Chen membeli banyak komik untuk ia baca malamnya menunggu pagi setiap malamnya.
Chu Yuechan melihat lampu sepanjang jalan begitu menyala membuat kegelapan berwarna kembali dengan nyala lampu.
__ADS_1
...
*Bersambung ...