Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 40 : Distrik Jingyang


__ADS_3

Restoran,


Qin Chen memesan seluruh menu di sana, ini membuat Yuo Yulong kebingungan, dan khawatir tentang keuangan Qin Chen. Bagaimanapun, ia baru terbangun dari tidur abadinya yang panjang selama tiga tahun lamanya.


"Jangan khawatir dengan biayanya, aku mempunyai pekerjaan selepas terbangun dari tidur abadi. Sekarang, nikmatilah makanan ini karena aku yang membayarnya."


"Sebelum itu, terimakasih Qin Chen. Aku tidak menyangka kau masih mengingatku, karena sudah lama kita tidak bertemu dan minuman bersama seperti masa di universitas."


"Bagaimanapun, aku hanya mempunyai beberapa teman yang aku anggap dekat, namun sangat jarang untuk bertemu karena beberapa alasan. Sekarang, aku mempunyai waktu dan melihat-lihat di Distrik Jingyang."


Ia berbicara sambil menuangkan minuman ke cangkirnya, dan memberikan daging dan sayuran kepada Yuo Yin yang menikmati makanannya setelah diberitahukan Qin Chen untuk memakannya.


"Bagaimana bisa ibunya pergi? Anak seusianya membutuhkan banyak perhatian dari ibunya, apa ada masalah antara kalian berdua?" Tanya Qin Chen penasaran.


"Seperti yang kau lihat Qin Chen, kondisi keuangan yang menyebabkan semuanya pecah, kami menikah karena permintaan keluarga dan bahkan tidak saling mencintai awalnya, namun aku perlahan membuka hati dan jatuh hingga sekarang."


"Setelah kematian orang tuaku, kami mempunyai seorang putri, pada saat yang sama ia memutuskan penceraian karena pernikahan ini atas jodohan orang tua kami berdua dan meninggalkannya sewaktu masih kecil."


"Bagaimanapun, saat itu kondisi keuangan keluarga tidak membaik dan semakin memburuk. Dia membutuhkan uang untuk merawat dirinya, dan setiap harinya hampir memakan, makanan yang sama."


"Begitu?"


Memikirkan perkembangan sekarang, tentunya wanita memilih dengan orang yang kaya yang dapat memenuhi kebutuhannya. Seperti mertuanya yang meminta istrinya untuk menceraikan Qin Chen dan menikahi keluarga kaya.


Ia meminum secangkir wine yang ia pesan di restoran tersebut, dan untuk Yuo Yin ia memesan minuman coklat dan lainnya tinggal dipilih olehnya.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa kau berjualan sebelumnya?"


"Benar, aku menjual barang-barang yang aku peroleh dari teman lama. Membelinya dengan harga murah dan menjualnya dengan harga menengah untuk memenuhi kebutuhan hidup kami berdua."


"Kalau begitu, apa kau mau bekerja di perusahaanku? Bagaimanapun kita lulusan universitas bidang hukum yang sama, aku sudah lama mengenalmu dan kriteriamu, kalau kau mau besok kau bisa datang ke perusahaan."


"Meski di Distrik Jingyang hanya cabang, namun untuk bersaing dengan keluarga kaya di Distrik Jingyang itu sudah cukup. Kalau kau mau, datanglah besok ke perusahaan, aku akan mengurus semuanya."

__ADS_1


Ia terdiam dan perlahan meneteskan air matanya mengenggam erat tangannya, karena disaat ia terjatuh hanya Qin Chen yang selalu ada di sampingnya memberikan support dan bantuan.


Bahkan saat masih menjadi mahasiswa, Qin Chen selalu membantunya meski jarang bertemu satu sama lainnya.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa sekarang, karena setiap kali aku dalam kesusahan, hanya kau seorang yang masih bertahan disampingku."


"Jangan pikirkan, bagaimanapun kau sudah banyak membantu saat di universitas, aku hanya membalas bantuan tersebut."


Ia seperti dulu, tidak mau dengan jujur mengatakannya dan memberikan alasan yang tidak masuk akal kepada Yuo Yulong, meski tahu itu semua hanyalah alasan Qin Chen, ia hanya dapat tersenyum berterimakasih.


Setelah makan siang bersama, mereka kekediaman Yuo Yulong yang tidak jauh dari tempat tersebut. Setibanya disana, Qin Chen melihat kediaman kecil yang hampir tidak terurus dengan atap-atap bolong-bolong dan dinding yang lapuk.


Bagaimanapun, itu tidak layak menjadi kontrakan ataupun rumah untuk disinggahi mereka berdua.


"Sebelumnya maaf Qin Chen, karena tempat ini sedikit berantakan."


"Tidak apa-apa, mempunyai tempat tinggal adalah hal yang bagus, aku dan istriku bahkan belum mempunyai rumah sendiri dan malahan tinggal di perusahaan selama beberapa minggu ini."


"Bagaimana bisa? Bukankah Chu Yuechan bekerja di tempat yang tiran."


"Apa! Jadi, kalian berdua tinggal di perusahaan baru?"


"Benar, bagaimanapun aku sudah membuatnya mengurus suaminya yang tidur selama tiga tahun ini, aku memberikannya satu perusahaan untuk dia gunakan mencapai mimpinya. Dalam beberapa hari, dia presentasi dan mendapatkan banyak perhatian publik, dan kemarin banyak pesanan dari keluarga kaya di kota Chengdu."


"Baguslah, aku legah mendengarnya. Karena aku dengar bahwa tempat Chu Yuechan dulu adalah tempat neraka, kerja hampir 17 jam."


Ia mengangguk, dan mengobrol sangat lama di dalam ruangan dimana Yuo Yin bermain dengan mainannya di tempatnya. Qin Chen dan Yuo Yulong berbicara tentang bisnis dan cerita masa lalu saat menjadi mahasiswa.


Mereka berdua sambil menikmati minuman, dan beberapa cemilan ringan menemani pembicaraan panjang.


Setelah beberapa jam berlalu, Qin Chen menyudahi pembicaraan dan pergi ketempat lainnya. Karena perjalanan ke Distrik Jingyang untuk menemui temannya, dan melihat bagaimana keadaannya.


Saat sampai disana, ia melihat temannya mengalami musibah yang buruk dan membuatnya runtuh ke titik terendah, melihat hal tersebut membuatnya kasihan dengan kondisinya.

__ADS_1


Ia sekarang berada di perusahaan besar di Distrik Jingyang, dimana seluruh pekerja di perusahaan langsung berdatangan berbaris karena diminta Manager disana untuk menyambut kedatangan tuan muda.


Mendengar kata tuan muda, mereka benar-benar ingin melihat bagaimana penampilan tuan muda.


Sesaat kemudian, sosok pemuda turun dari mobil mewah berwarna hitam dengan jas kualitas terbaik.


"Selamat datang tuan muda!"


Mereka yang belum pernah bertemu tercengang melihat pemuda yang berusia 18 tahun, mungkin.


"Lanjutkan perkejaan kalian, aku datang hanya untuk melihat-lihat tempat ini." Katanya dimana salah satu dari mereka yang merupakan Manager di perusahaan tersebut mendekati Qin Chen.


"Ikuti saya tuan muda."


Qin Chen dibawa ketempat yang sudah dipersiapkan oleh mereka, dimana pekerja disana terkagum dengan penampilannya penuh dengan aura penguasa.


Didalam ruangan, Qin Chen duduk dengan menyila kakinya, menikmati secangkir wine mahalnya.


"Bagaimana kondisi perusahaan? Apa ada masalah selama ini?"


"Tidak tuan muda, semuanya berjalan dengan baik tanpa hambatan."


"Baguslah, aku mempunyai seorang teman yang membutuhkan pekerjaan, aku memasukkannya ketempat ini dan memintamu untuk melatihnya, bagaimanapun aku cukup percaya dengan kemampuannya."


"Saya akan melakukan apa yang tuan muda minta."


"Untuk sekarang, jelaskan padaku tentang bisnis di Distrik Jingyang ini."


Setelah mendengar pertanyaan Qin Chen, ia menjelaskan semua yang ia ketahui kepada Qin Chen. Manager Zhu disampingnya tengah berdiri menunggu panggilannya, Qin Chen memahami setiap penjelasan yang manager katakan.


Di Distrik Jingyang, bisnis yang kuat adalah keekonomian karena banyak masyarakat disana dilanda keekonomian, bagaimanapun ini semua disebabkan oleh tahun baru, karena hilangnya energi membuat tanaman mereka tidak terlalu sehat.


Sebagai contoh, saat ada energi makan buah-buahan sebesar kelapa, saat tidak ada energi buah-buahan hanya sebesar apel. Semua itu membuat kerugian besar dengan harga yang murah.

__ADS_1


....


*Bersambung ...


__ADS_2