Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 50 : Taman Malam


__ADS_3

Qin Chen melihat kota dibawah kelopak matanya sambil menikmati secangkir wine mahal dari barat. Diujung matanya, perusahaan istrinya berada dan istrinya tengah bersantai-santai di atas sopa menikmati cemilan dan menonton film di handphone.


'Huh? Dia tengah bersantai-santai di sopa sambil menikmati beberapa cemilan?'


Ia tidak dapat mengatakan apapun, lalu kembali mengedipkan matanya. "Bagaimana dengan saham itu? Apa dia akan membelinya dengan harga mahal?"


"Kepala keluarga Chao sudah memberikan pesan pribadi kepada manager lainnya untuk menahan saham tersebut. Karena dia akan membelinya dan meminta tenggang waktu malam ini sebelum perubahan waktu."


"Sepertinya ini semakin menarik disaat perubahan dunia terjadi, uang dia menghilang dan bangkrut. Mereka benar-benar mendapatkan surprise sangat besar tahun ini, aku akan menjadi satu-satunya orang pertama mengucapkan selamat atas prestasi yang mereka dapatkan."


Ia tertawa terbahak-bahak di ruangan hingga beberapa waktu terus berganti, dimana Qin Chen dan Manager Zhu mengunjungi tempat lahan kosong berada.


***


"Tempat ini sangat luas, cukup untuk membangun pangkalan perusahaan di bidang perkembangan. Untuk karyawan lainnya, serahkan pada saya untuk mencarinya dar berbagai negara."


"Tidak buruk, disana ada gunung apa termasuk properti keluarga?"


"Benar tuan muda, gunung disana merupakan properti keluarga."


"Menarik! Dengan gunung itu, aku bisa membangun tempat yang rahasia."


Qin Chen mengamati sekitarnya dengan matanya sendiri, sangat luas sampai-sampai ia dapat membayangkan semuanya didepan matanya membangun pangkalan penelitian yang ia rencanakan di masa depan.


Tidak hanya menghasilkan uang dari berbagai bidang, ia juga harus mengembangkan penelitian terbesar sehingga perkembangan di dunia semakin terjamin.


"Manager Zhu, aku meminta bantuan darimu karena aku tidak dapat menyelesaikannya sendiri."


"Perintahkan saya tuan muda, saya akan menyelesaikannya dengan keinginan tuan muda."


"Ada panti asuhan di Distrik Jingyang yang berdiri seorang diri, aku ingin kau kesana dan merenovasi semua bangun di panti asuhan tersebut. Lalu sediakan pakaian dan lain sebagainya untuk kebutuhan panti asuhan."


"Baik tuan muda."


***


Malamnya,


Qin Chen kembali ke perusahaan menjemput Chu Yuechan untuk makan di luar. Chu Yuechan sudah menentukan tempat makan malam ini, karena disana merupakan restoran yang menyediakan makan-makan enak.


Didalam restoran dipenuhi dengan lampu-lampu di langit, pelayan disana memberikan buku menu kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pesananmu suami? Apa yang ingin kamu pesan?"


"Apapun itu, samakan saja denganmu."


"Baiklah, kalau begitu steak dengan kematangan medium, dan minuman coklat panas ini."


"Baik, akan segera disiapkan."


Qin Chen melihat sekitarnya tampak luas dan mewah, menanger di tempat ini mungkin sangat kaya raya hingga membuat restoran ini semakin baik.


Tiba-tiba keluarga Ning datang, dimana Tetua Ning berpapasan dengan Qin Chen yang tengah duduk di meja no.20.


Menghampiri ke tempat Qin Chen, ia berdiri disampingnya mengejutkan Qin Chen dan Chu Yuechan yang tengah berduaan di restoran mewah.


"Tuan Chen, dan Nona Chu."


"Tetua Ning? Sudah lama tidak melihatmu, kau sepertinya lebih baikan dibandingkan saat pertama kali bertemu." Kata Qin Chen.


"Hahaha, ini semua berkat Tuan Chen membantu saya, sekarang saya kembali pulih secara signifikan setiap harinya. Apa Tuan Chen datang untuk makan malam di restoran ini?"


"Sudah lama tidak makan diluar dengan istriku."


"Kalau begitu, tuan Chen dapat menikmati hidangan ditempat ini, karena tempat ini adalah restoran yang dibangun oleh menantu saya."


"Hahaha, kalau begitu saya tinggal terlebih dahulu, karena ada pertemuan ditempat ini. Nikmati makan malamnya, Tuan Chen dan Nona Chu."


"Terimakasih Tetua Ning." Kata Chu Yuechan.


Ia meninggalkan tempat tersebut dan masuk kedalam ruangan yang sudah disediakan di restoran. Sementara itu, Qin Chen menunggu pesanannya tiba sambil mengobrol dengan Chu Yuechan.


Sesaat kemudian, pesanan mereka tiba dan makan malam berjalan lancar untuk mereka berdua sambil mendengarkan melodi musik di restoran.


Sedangkan disamping mereka ada banyak orang-orang yang berdatangan dengan kekuatan di ranah Body Tempering (Puncak).


"Huh? Apa para master martial berkumpul di restoran melakukan pertemuan? Rata-rata mereka berada di Puncak Body Tempering, sama seperti Tetua Ning."


"Apa kamu penasaran suami? Aku melihat kekuatan mereka sangat mengerikan, setelah berlatih denganmu setiap malamnya, aku sekarang dapat melihat kekuatan mereka."


"Tidak juga, ayo kita keluar berjalan-jalan? Setelah makan, jalan malam adalah hal yang menyenangkan. Disini akan tidak aman, karena ada banyak master bela diri."


"Baiklah, itu ide bagus karena aku ingin ke taman malam dan naik kincir angin." Balasnya.

__ADS_1


Ia membawa Qin Chen ke taman malam karena makanan malam ini dibayar oleh Tetua Ning.


****


Taman Malam,


"Apa aku boleh beli itu?" Tunjuknya kearah permen gula.


"Apa kamu yakin? Kamu sudah manis, kalau kamu makan itu, aku yang kehilangan banyak darah melihat kamu terlalu manis." Balas Qin Chen seperti memohon.


"Humph! Mulai kata-kata manisnya, keluar." Chu Yuechan menarik Qin Chen untuk membeli permen manis.


Qin Chen hanya ikut dalam kesenangannya, membeli dua permen gula berwarna merah muda. "Terimakasih banyak, suami. Sekarang aku ingin naik kincir angin itu dengan menikmati permen gula ditambah teh susu."


"Baik-baik, pelan-pelan saat jalan nanti jatuh bagaimana?"


"Tidak apa-apa, karena kamu ada di sini jadi aku tidak perlu khawatir soal keselamatanku, karena kamu pasti tidak akan akan membiarkanku terluka."


Awalnya terdiam, ia lalu tersenyum kecil mendengar perkataannya. Bagaimanapun, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia mengikutinya naik ke kincir angin yang berputar lambat untuk sampai ke atas.


Saat berada di atas, ia dapat menyaksikan lampu-lampu kota dan taman malam dari atas sana. Ia duduk menikmati teh susu dan permen gula di atas, dimana kincir angin tersebut berhenti sejenak diminta Qin Chen sebelum melanjutkan putarannya.


"Apa kamu menyukainya?"


"Hmmm ... Melihatnya dari ketinggian adalah hal yang sangat mengagumkan, tapi hal ini hanya akan bisa dilakukan setiap malam minggu."


"Apa kamu mau melihat seluruh kota dari langit? Kalau kamu mau, besok aku akan membawamu untuk melihat seluruh kota dari langit agar kamu bisa melihat dan merasakannya."


Ia mengangguk beberapa kali.


"Baguslah, aku akan membawamu untuk melihat seluruh kota dari langit. Untuk sekarang, nikmatilah malam ini karena besok akan menjadi hari yang menyenangkan."


Ia mempersiapkan hari ini, dengan alasan bahwa ia sudah menembus ranah Xiantian yang bisa membawanya ke langit melihat seluruh Kota Chengdu dibawah matanya seperti Penguasa Dunia.


Saat ia termenung, rasa lengket yang dihasilkan permen gula terasa di bibirnya. Matanya langsung bereaksi melihat Chu Yuechan sudah berada dekat dengannya memberikan hadiah malam dan terimakasih.


Kincir angin bergerak kembali dan hembusan angin dari puncak gunung menyapu langit.


Chu Yuechan malu-malu melihat Qin Chen setelah apa yang ia lakukan sebelumnya, karena ia yang memulainya lebih awal dibandingkan Qin Chen.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2