Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 82 : Keributan Besar


__ADS_3

Setelah kelelahan menelusuri lantai bawah, Qin Chen membawanya naik ke lantai atas untuk mendapatkan cemilan ringan dimana makanan disana sudah di sediakan di atas meja seperti kue dan cemilan lainnya sudah di sediakan dan dapat dinikmati secara gratis tanpa membayarnya.


Ditempat tersebut merupakan tempat orang-orang kaya kelas atas berada dan orang sombong nan arogan berada untuk menyombongkan kekuasaan dan kekayaan di perusahaan yang mereka punya.


Orang kelas atas berada di lantai ini memandang rendah orang-orang di lantai bawah dari kalangan biasa, kebanyakan mereka semua suka menghina orang-orang yang berada dibawah dengan cacian dan sebagainya.


Tempat dimana uang adalah segalanya, ruanga itu dikhususkan untuk orang kaya yang berkuasa atas langit.


Qin Chen dan Chu Yuechan keluar dari lantai bawah naik ke atas di perhatikan banyak orang-orang. Mereka mengetahuinya karena mereka berdua menggunakan lift kelas bawah yang sudah di bedakan menjadi dua lift, kelas atas dan bawah.


Secara langsung orang-orang kelas atas akan disambut dengan hangat dan mengobrol menanyakan tentang perusahaan dan lain sebagainya.


Sedangkan orang kelas bawah, mereka langsung mendapatkan tatapan menjijikkan dari orang disana.


Dengan penuh niatan buruk, mereka memandangi Qin Chen dan Chu Yuechan dipenuhi ketidak kesenangan karena berasal dari lantai bawah. Orang-orang sombong itu memandang dengan mata menghinanya, namun tidak berani mengambil satu langkah kedepannya.


Dengan arogan dan sombongnya ia bicara dengan nada lantang dan keras. "Apa ini?! Orang-orang kelas bawah berani masuk kedalam ruangan kelas atas, apa kapal ini tidak menyediakan penjaga di lantai bawah agar tidak ada orang rendahan masuk ke ruangan kelas atas?! Seharusnya mereka mengusir mereka dari tempat ini sebelum para tamu kelas atas merasa tidak nyaman dengan kedatangan mereka, cepat usir mereka."


Dengan angkuhnya menyombongkan diri di hadapan ratusan orang kelas atas meminta pengawal di kapal mengusirnya. Wanita itu benar-benar sesuatu yang murni terlahir menjadi Jahat dan selamanya akan menjadi jahat, tidak ada kebaikan didalam dirinya.


Mulut wanita itu begitu tajam saat menghina perbedaan kelas atas dan bawah. Dengan tubuh gemuk menyerupai bab* berbicara dengan lantang bak penguasa menguasai seluruh dunia.


"Mereka sudah melakukan tindakan yang besar, dan membuat Madam Lu berbicara di ruangan ini. Siapa yang tidak tahu kekuasaan yang dia punya, bahkan orang-orang besar akan menundukkan kepalanya takut dengan suaminya."


"Dasar tikus bodoh dan rendahan, datang ke ruangan ini untuk mencari kematian sendirinya, memalukan!"


Orang-orang di dalam mulai membisikkan tentang mereka berdua yang berhadapan dengan bab* gemuk dari keluarga lu. Berbicara keras tentang tindakan Qin Chen dan Chu Yuechan yang hendak memakan makanan elit.


Qin Chen mengabaikan mereka yang berbicara, karena bicara dengan orang bodoh akan membuang-buang tenaganya.


Mengambil satu kue manis di sampingnya, ia lalu mencobanya dan terasa manis. Sama halnya dengan Chu Yuechan, ia mengambil kue berwarna merah mudah lalu mencobanya, ia terbang ke langit merasakan manisnya.


"Nym~ ini sangat manis, apa mungkin master koki di kepala ini mempunyai kelas tinggi seperti sebelumnya? Aku menebaknya pasti benar karena kue ini sangat lembut dan manis seperti memakan permen kapas." Kata Chu Yuechan.


"Mungkin saja, aku tidak tahu tentang mereka karena ini bukan urusanku, urusanku hanya duduk dan mengecek laporan perkembangan perusahaan lalu pergi kembali. Seperti kehidupan bocah kaya yang menikmati kekayaan orang tuanya, karena aku tidak dapat berbuat banyak di bumi selain mengembangkan apa yang diwariskan."


"Hehehe! Jujur sekali."

__ADS_1


Merasa diabaikan oleh mereka berdua, ia langsung menghampiri Chu Yuechan dan mendorong kue tersebut hingga tumpah kelantai.


Ctar!


"Dasar tidak tahu malu! Kau makan di tempat ruangan khusus kelas atas, apa kau tidak tahu peraturan di kapal ini? Orang rendahan seperti kalian seharusnya makan di lantai bawah dengan kualitas makanan standar orang seperti kalian, rendah. Jangan bermimpi untuk makan-makan di ruangan ini karena kalian tidak selevel dengan kami orang-orang kelas atas!"


"Sangat bodoh, orang-orang kelas bawah mencoba masuk ke ruangan kelas atas untuk menikmati hidangan mewah. Apa mereka berpikir tempat ini seperti kampung halaman mereka berdua yang dengan seenaknya masuk kedalam makan dan minum, mentang-mentang menggunakan pakaian formal membuat mereka menjadi angkuh seperti orang kelas atas."


"Aku pasti malu besar kalau menjadi seperti mereka dan ingin datang ketempat seperti ini lagi di masa depan. Seharusnya menyadari diri sendiri dan tempat sendiri lebih bagus dibandingkan mencoba menjadi orang kaya generasi muda."


Satu-persatu orang-orang sajak membicarakan mereka berdua yang masuk seenaknya dan mencicipi makanan kelas atas. Chu Yuechan yang terdiam mendengar ocehan mereka karena makanan favoritnya di dorong hingga tumpah ke atas lantai.


Perlahan-lahan ia menggenggam tangan dengan erat penuh kekesalan di matanya. Dengan cepat ia mengambil kue di atas wadah alumunium di sampingnya dan melepaskan serangan ke wajah wanita gemuk disebelahnya.


Plak!


Dengan tamparan keras menggunakan papan aluminum, suaranya menggema di ruangan hingga membuat rasa sakit nan perih membajari wajahnya, wanita gemuk seperti bab* berteriak histeris kesakitan sembari memanggil penjaga di sana.


"Penjaga! Penjaga! Tangkap Jala*g sialan ini segera dan buang dia kelautan karena membuat keributan di ruangan ini! Segera tangkap dia sekarang atau aku akan melaporkan kalian semu ke suamiku!"


"Wanita gemuk seperti bab* sialan, mulutmu sangat kotor dan busuk seperti sikapmu. Aku masih menahan diri untuk tidak membungkam mulutmu dengan kain kotor, tapi sepertinya kau sendiri yang memintanya, wanita sialan!" Kata Chu Yuechan mengeluarkan kata-kata mutiara yang manis.


Pembersih kapal berada di sampingnya hendak keluar namun ia dihentikan Chu Yuechan, lu mengambil kain pel dari wadah tukang bersih-bersih.


"Kau yang mintanya bukan? Memohonlah seperti an*ing memohon ampun pada Tuan-nya!" Dengan kasar ia langsung memasukkan kedalam mulutnya hingga tersedak tidak dapat berbicara untuk melawannya.


"Makan itu, dasar wanita sialan!"


Chu Yuechan yang marah-marah sangat manis di mata Qin Chen, tidak peduli siapa mereka yang mau melawan selama ada Qin Chen di belakangnya dunia bawah ataupun duni sekarang sama saja.


"Apa-apaan mereka berdua ini tidak tahu malu! Sudah membuat keributan di ruangan kelas atas dan jelas-jelas mereka yang salah masuk keruangan ini, dan sekarang bersikap arogan dihadapannya."


"Kalau tidak salah dia adalah Madam Lu yang mempunyai suami yang kaya di Perusahaan besar di Kota Beijing. Dia datang ke Kota Shanghai untuk pergi berlibur ke Jepang menikmati musim semi disana."


Qin Chen menghela napasnya, ia seharusnya tahu akan kejadian seperti ini.


"Kalian membuatku muak, ingin membedakan status? Aku akan memberikan apa yang kalian inginkan, di buang ke lautan dimakan ikan predator ganas mencabik-cabik tubuh kalian hingga berkeping-keping tidak tersisa!"

__ADS_1


Qin Chen menepuk tangannya beberapa saat lalu puluhan orang datang ketempatnya. Mereka adalah orang-orang yang berada dibawahnya melindungi Nyonya Besar Chu Yuechan dan Tuan Muda.


Datang dengan pakaian hitam dengan membawa senjata api di tangan masing-masing.


"Siapa yang membuat tuan muda kami tidak nyaman? Akan aku patahkan kaki mereka dan kucincang daging untuk makanan hiu di luar sana!"


Dengan senjata api, mereka semua berteriak histeris hendak keluar namun ditahan, orang-orang disana ketakutan menghadapi serangan seperti ini.


Mereka berdiri mengelilingi ruangan mengepung orang-orang yang menghina tuan muda dan Nyonya Besar.


"Istri, kamu dapat meminta mereka untuk melakukan apapun yang kamu katakan tanpa terkecuali. Kamu bisa memintanya untuk melempar mereka ke lautan ataupun membiarkan mereka di siksa sementara lalu dimakan ikan hiu ataupun yang lainnya. Kamu tidak perlu khawatir tentang semuanya, aku yang akan bertanggungjawab atasmu, kamu tidak perlu khawatirkan apapun. Sekarang, jadilah CEO Cantik yang mendominasi apapun."


Chu Yuechan melihatnya, ia begitu serius sampai-sampai tidak mendapatkan celah. "Mereka sudah membuatku tidak nyaman di kapal ini karena mereka aku kehilangan kue kesukaanku. Aku akan membuat mereka merasakan apa yang aku rasakan, hukum mereka dengan apa yang mereka katakan. Pertama ikat mereka dan pukul sebanyak 33 karena berani menyerang Nyonya ini."


"Baik Nyonya."


"Cepat! Seret mereka semua yang menghina Nyonya Besar! Berikan mereka pelajaran di ruangan khusus selama perjalanan. Selanjutnya, buang mereka ke lautan lepas agar mereka tidak bisa bertemu dengan keluarga mereka kembali dan merasakan perbedaan kelas atas dengan kelas penguasa!"


"Baik kapten!"


Mereka langsung berteriak histeris memohon ampun berlutut berulang-ulang namun Chu Yuechan abaikan karena semua itu adalah kesalahan mereka.


Orang-orang yang tidak ikut campur merasa aman karena tidak menyinggung orang berkuasa dan perlahan berita tentang Qin Chen sebelumnya dibicarakan mereka dan semuanya ketakutan setengah mati, karena hampir kehilangan segalanya.


Qin Chen mengambil kue lain yang Chu Yuechan sukai dan memberikan kepada istrinya. "Makanlah, kamu tidak perlu khawatir tentang sebelumnya. Aku akan mengurus mereka sepenuhnya, dan kamu dapat menikmati apapun disini."


"Hmm ... Aku marah karena dia menumpahkan kue kesukaanku. Kau benar suami, menggunakan kapal seperti ini akan mendapatkan banyak masalah, aku minta maaf karena tidak mendengarkanmu sebelumnya."


"Aku sudah pernah mengatakannya padamu, namun kamu tidak menanggapinya. Karena itu aku membawa banyak orang untuk melakukan tugas mereka masing-masing, sekarang seluruh kapal ini sudah aku ambil alih sampai ke Jepang untuk kenyamanan dan keamananmu, kamu tidak boleh membatahnya."


"Maaf."


"Tidak apa-apa, kamu dapat menikmatinya, sisanya biarkan aku yang mengurusnya."


"Terimakasih."


Chu Yuechan mendekatinya dan memeluknya dengan manja. Mengusap-usap wajahnya ke dada Qin Chen, orang-orang ketakutan melihat tindakan sebelumnya dan identitas mereka berdua begitu besar sampai-sampai mereka tidak akan pernah mencapainya.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2