Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 56 : Keluarga Qin


__ADS_3

Melangkah mendaki tangga bulan, orang-orang disekitarnya langsung membungkuk memberikan hormat kepada Qin Chen dan Chu Yuechan.


Kedatangannya membuat banyak orang-orang berdatangan ke istana bulan untuk melihat Pangeran.


Keberadaannya seperti langit begitu luas dapat dirasakan seluruh penduduk di bulan!


Saat ia melangkah masuk kedalam istana, seluruh orang menunduk kepalanya serentak memberikan penghormatan.


"Pangeran telah kembali!"


Menunduk!


Melangkah masuk ke tengah-tengah ruangan melihat seluruh orang menundukkan kepala, Chu Yuechan bersikap tenang mengikuti langkah kaki Qin Chen dengan mengandeng tangannya.


Sesaat berada di tengah-tengah ruangan, dihadapan mereka terdapat dua orang tengah terduduk di tempatnya melihat mereka seakan-akan ingin melahapnya.


"Memberi hormat kepada ayahanda dan ibunda semoga panjang umur." Katanya sedikit membungkuk badannya.


Chu Yuechan mengikutinya memberi hormat kepada mereka berdua, ia tidak dapat berbicara karena sangat gugup menghadapi seorang penguasa suatu kekuasaan besar melebihi sesuatu di bumi.


"Angkat kepala kalian."


Saat suaranya terdengar ada sesuatu yang dingin menghantui telinganya.


"Kedatanganku ke tempat ini untuk membawa istriku menemui kalian, bukankah sikap kalian begitu formal disaat pertemuan keluarga? Kalau seperti ini, bagaimana besok saja untuk sekarang aku akan beristirahat dengan istriku."


"Dasar bocah, karena tidak lama bertemu kau tidak dididik dengan baik sepertinya, bagaimana aku akan mendidikmu secara pribadi!"


"Boleh juga!"


Matanya mereka begitu serius saling mengeluarkan aura mendominasi, merasakan tekanan seorang penguasa dan pangeran membuat orang-orang merasakan tekanan mengerikan.


"Kalian berdua! Kalau mau bertarung di luar sana! Jangan membuat menantuku mendapatkan masalah!"


Aura yang mendominasi sebelumnya menciut disaat ada aura ganas muncul ditengah-tengah pertarungan.


"Tch! Kau selamat karena ada ibumu, lain kali kau akan aku gantung!"

__ADS_1


"Sigh!"


Mereka berdua saling melihat satu sama lainnya, lalu Qin Chen membawa Chu Yuechan kesamping untuk duduk ditempat yang sudah disediakan oleh kepala pelayan di istana bulan sebelum kedatangan Qin Chen.


"Bagaimana keadaan kalian di bumi? Apa perusahaan yang ditinggalkan bisa dimanfaatkan dengan baik? Aku mendengar bahwa kau membuat proyek untuk mengubah dunia modern."


"Seperti yang ibunda dengar, aku sedang menghilang kesunyianku dengan melakukan hal baru, untuk perusahaan sudah aku perhatikan satu-persatu dan dapat dimanfaatkan dengan baik."


"Baguslah, perusahaan itu didirikan oleh leluhurmu dan secara bertahap di urus oleh generasi-generasi selanjutnya hingga ke generasimu. Selanjutnya, putra atau putrimu yang akan mengurus perusahaan tersebut hingga selanjutnya."


Chu Yuechan membeku karena sampai sekarang ia belum memberikan satupun keturunan untuk Qin Chen. Melihat reaksinya, Qin Chen mengusap-usap kepalanya untuk tenang karena itu masalah waktu.


"Kesampingkan itu dulu, bagaimana kabar Ibunda di sini? Apa ayahanda melakukan tindakan ceroboh? Aku khawatir dengan sifatnya akan menimbulkan banyak kehebohan dimana-mana."


"Fufuhaha~ Ibunda sangat baik dan ayahmu sama halnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena keluarga ini satu-satunya keberadaan tersembunyi di dunia luar."


"Begitu? Baguslah, aku senang mendengarnya."


Meskipun begitu, masih ada banyak pertanyaan bermunculan di benaknya tentang siapa mereka semua dan keluarganya siapa? Kenapa mereka berada di bulan memegang kekuatan terkuat di dunia.


Sistem yang tiba-tiba muncul seolah-olah sudah ditentukan ataupun direncanakan oleh seseorang yang lebih kuat dibandingkan siapapun di dunia ini.


Mendapatkan hal semacam ini, ia bersikap tenang dan mengikuti alur cerita yang tengah dibuat ini. Mau bagaimanapun, sulit baginya untuk mengungkapkan semua ini sendirian tanpa bantuan seseorang yang hebat.


"Ibunda, bisakah ibunda membawa Yuechan untuk berkeliling sebentar? Ada sesuatu yang ingin aku beritahukan kepada ayahanda sekarang, dan lagi istri kamu mengobrollah dengan Ibunda agar lebih dekat, karena aku ada urusan penting disini sebentar."


"Tapi ... "


Qin Chen menggelengkan kepalanya untuk bersama Ibunda yang bisa ia percaya karena tidak ada tanda-tanda kebencian sama sekali dimatanya karena dimatanya hanya ada kegembiraan.


"Yuechan, kemarilah mengobrol dengan ibunda, ada tempat yang bagus untuk mengobrol bersama."


"Baik Ibunda."


Setelah mereka keluar dari ruangan itu, Qin Chen meneguk segelas wine mahal.


"Ayahanda, aku ingin bertanya satu hal sebelumnya membicarakan hal serius, aku ingin bertanya tentang perkembangan seni bela diri ini apa disebabkan oleh keluarga?"

__ADS_1


Ayahnya mengerut kening. "Cerita ini dimulai dari leluhur keluarga secara tidak sengaja mendapatkan pencerahan dari surga membuatnya abadi di langit. Secara bertahap generasi berubah dan leluhur memberikan pengetahuan tentang pembudidaya abadi menentang surga kepada keturunannya."


"Pengetahuan pembudidaya abadi di bumi kemungkinan besar adalah pecahan yang ditinggalkan oleh leluhur. Intinya, kekuatan mereka berasal dari keluarga ini dengan mengandalkan aliran yang sama."


"Apa artinya keluarga mengendalikan kehidupan mereka? Mengingat tentang aliran, maka sudah dipastikan keluarga berkuasa atas kehidupan para pembudidaya abadi di bumi, seperti takdir ataupun kehendak disaat penguasa ingin menciptakan atau membinasakan sesuatu yang ia ciptakan."


"Seperti yang kau katakan, keluarga mengendalikan Takdir dan Kehendak di bumi maupun langit. Tidak ada yang bisa menentang Takdir maupun Kehendak dari seorang penguasa."


"Ingatlah satu hal, seluruh langit maupun bumi dibawah kekuasaan penguasa dan penguasa mempunyai kekuasaan penuh untuk mengendalikan kehidupan di bumi."


Qin Chen mengerti sekarang, namun ia tidak membudidayakan kekuatan keluarga-nya karena ia membudidayakan kekuatannya sendiri dengan kemampuannya sendiri yang ia ciptakan di dunia lain.


"Begitu ternyata, itu artinya pembudidaya abadi adalah pecahan dari peninggalan leluhur di bumi dan mereka mempelajarinya tanpa sepengetahuan mereka."


"Satu hal yang ingin aku tanyakan, kau tidak membudidayakan keterampilan abadi leluhur bagaimana bisa mencari level setinggi ini."


"Tikus mempunyai caranya sendiri, aku menciptakan ketrampilan abadi sendiri dan mengembangkan kemampuan tersebut untuk menentang surga dan dunia. Sudah lama aku tidak mengunakan kekuatan secara penuh, karena aku sangat sibuk dengan istriku yang manis dan cantik."


"Oioi! Apa kau sedang sombong di hadapan ayahmu! Istriku lebih cantik dan manis, tidak ada yang bisa menggantikannya meski langit dan bumi hancur dan sumur surga mengering!"


"Mau adu?"


"Kau menantangku bocah!"


"Boleh saja! Karena istriku yang paling cantik diantara langit dan bumi."


"Gerrrrr!"


Mereka berdua seperti anak kecil yang beradu kecantikan istrinya masing-masing, tidak ada yang dapat menyangkal mereka berdua karena sama-sama penguasa dengan kekuatan misterius diluar imajinasi.


"Tch! Sudahlah, permasalahan ini bisa diselesaikan nantinya, untuk sekarang aku ingin bertanya tentang pesawat angkasa diluas sana apa mereka musuh atau teman yang beraliansi?"


"Mereka ada kehidupan diluar bumi dengan pemahaman teknologi tinggi, termasuk musuh namun tidak membahayakan keluarga dengan kekuatan sekarang. Bagi kehidupan di bumi, mereka dapat menjadi ancaman besar karena teknologi mereka lebih canggih untuk membunuh ranah Xiantian."


"Baiklah, karena ancaman maka aku akan memberikan kode hitam kepada mereka yang siap untuk disingkirkan."


Mengobrol di dalam ruangan sampai beberapa waktu dimana mereka berdua kembali kedalam karena sudah mengobrol banyak berdua membicarakan hal-hal penting..

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2