Menantu Penguasa

Menantu Penguasa
Chapter 29 : Kalung Giok


__ADS_3

Chu Yuechan keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono merah muda, ia mendekati Qin Chen dan memeluknya hingga mereka berdua terbaring di atas tempat tidur. Qin Chen menahan dirinya, karena ini bukan ending yang bagus untuk melahap istrinya.


Saat ia melihat kedepan, yang benar saja! Chu Yuechan berada di atasnya melihat Qin Chen seperti melihat makanan yang sangat enak. Matanya perlahan menutup, dan turun kebawah memberikan ciuman mengairahkan!


'Istri ... Dia sungguh berani!'


Qin Chen membeku merasakan sensasi setiap putaran dan keganasan istrinya, ia tidak mengharapkan apapun lagi. Hidupnya benar-benar berwarna sekarang, karena istrinya akhirnya memberikan ciuman pertamanya pada Qin Chen!


Setelah beberapa menit berlalu, ia terbaring memeluknya dengan malu, Qin Chen membiarkannya dan memberikan pelukan hangatnya.


"Sebentar lagi tahun baru, istri apa kamu ingin pergi ke Jepang? Setidaknya pada musim semi di Maret, karena pada hari itu adalah hari pernikahan kita."


Chu mengusap-usap wajahnya memberikannya tanda bahwa ia setuju.


"Baguslah, aku akan mengumpulkan dana untuk pergi kesana, apa yang kamu inginkan nantinya. Aku akan mengabulkannya disana, karena hari spesial yang sudah berlalu 3 tahun karena aku tertidur abadi."


Chu Yuechan mendekati telinganya dan membisikkan. "Aku ingin menjadi ibu."


Sehingga mata Qin Chen terbuka lebar mendengarnya, tidak ada kata-kata yang bisa ia ungkapkan seperti biasanya. Kali ini ia benar-benar kalah!


"Terimakasih."


Setelah memikirkannya selama ini, ia akhirnya memutuskan untuk mengatakan hal ini kepada Qin Chen yang sekarang ada disampingnya. Karena bagaimanapun, mereka sudah menikah dan bahkan sudah 3 tahun lamanya.


Tidak ada namanya bunga yang selamanya menutup, karena suatu hari nanti ia akan membuka hatinya untuk memperlihatkan kecantikannya.


Pada akhirnya, ia menginginkan apa yang seharusnya dimiliki sebagai keluarga.


***


Paginya,


Chu Yuechan tertidur disampingnya dengan menggunakan pakaian mandi kimono, ia begitu malu sampai-sampai tidak mau berdiri dan bahkan tidak mau melihat Qin Chen karena benar-benar malu.


Sikapnya yang benar-benar menggemaskan diusianya, benar-benar membuat Qin Chen tidak tahan menggodanya.


"Istri, apa kamu tidak bangun? Ini sudah pagi dan kamu tidak ingin melanjutkan pekerjaanmu?"

__ADS_1


"Hmmm~ aku ingin bangun, tapi aku malu melihatmu, bagaimana kalau kamu berbalik sebentar saja aku akan mengganti pakaianku." Balasnya yang menutup wajahnya dengan kain membelakangi Qin Chen.


"Baiklah, aku akan berbalik."


Ia membalikkan tubuhnya dan melihat kearah lain dimana Chu Yuechan curi-curi pandang, ia bergerak mengambil pakaian didalam lemarinya dan mengenakannya.


Setelah selesai, ia kembali melihat Qin Chen dengan malu-malu, Qin Chen hanya dapat tersenyum dengan mata tertutup melihat istrinya.


"Apa kamu malu karena kemarin? Tidak apa-apa, sudah wajar bagimu malu mengatakan hal sebelumnya, aku memahaminya."


"Bu- Bukan hanya itu, aku melihat ada kalung ini, apa kamu memakainya padaku saat aku pingsan sebelumnya?"


"Benar, kamu sangat cantik menggunakan kalung giok itu, aku membelikannya untukmu dan memasangkannya secara diam-diam, karena aku tahu kamu pasti menolaknya nanti karena aku menggunakan uang lagi."


Chu Yuechan melihat kalung itu benar-benar sangat cantik dengan polesan membuat Giok tersebut tampak bersinar setiap saat. Bahkan memberikan kedamaian yang sunyi, tidak ada gangguan apapun.


Pikirannya seperti terus mendapatkan pencerahan surgawi.


"Kalung ini seperti memberikan aku kekuatan yang luar biasa, apa kamu melakukan sesuatu pada Giok ini suami?"


"Benar, aku memasangkan sebuah formasi kuno didalamnya, dimana saat kamu merasa bahaya kalung itu akan memberikan respon padaku dan akan melindungimu dengan kekuatanku." Jelas Qin Chen.


"Benar istri."


Chu Yuechan malu, ia secara tidak sadar telah menembak Qin Chen dengan perkataannya. Bagaimanapun, Chu Yuechan seperti wanita polos yang mudah malu dan tentunya kesayangan Qin Chen!


"Baiklah, karena kamu sudah cantik pagi-pagi seperti ini, aku akan menyiapkan makanan setelah itu aku akan pergi kerja. Hari minggu kita jalan-jalan, untuk sekarang kita akan mencapai puncak dunia."


"Hmm." Ia mengangguk setuju dengan pemikiran Qin Chen.


***


Gedung Pertemuan,


Beberapa hari sebelumnya tahun baru, para manager sudah membeli barang-barang antik yang dikatakan oleh Qin Chen. Sekarang, mereka tengah melakukan rapat untuk mendapatkan arah Qin Chen kembali di Gedung Pertemuan.


"Bagaimana? Apa kalian sudah membeli apa yang aku katakan sebelumnya? Bagaimanapun, ini adalah awal bagiku memimpin kalian semua. Karena sedari dulu, kalian diberikan kepercayaan oleh Penguasa sebelumnya (Ayahnya)."

__ADS_1


"Seperti yang tuan muda minta, kami telah membeli barang-barang antik. Kami menyimpannya didalam gudang yang telah dijaga aman oleh orang-orang yang terlatih sehingga tidak perlu khawatir dengan keamanannya."


"Baguslah, beberapa hari lagi akan ada bencana fenomena kalian dapat menyaksikannya dengan keluarga kalian saat malam harinya dipuncak bukit. Karena, saat tahun baru fenomena tersebut sangat indah untuk dilihat namun mereka tidak akan tahu bencana sebenarnya."


"Selanjutnya, rencana saham sebelumnya, apa kalian sudah membelinya?"


"Sudah tuan muda, seperti yang anda minta dan pada saat mengeceknya saham apa itu. Saya merasa saham itu akan melompat besar di bencana tahun baru, karena prediksi saya mineral ini akan langka seperti yang tuan muda katakan."


"Seperti yang manager Cu katakan tuan muda, saham ini mungkin bisnis yang besar saat hari bencana. Jika dapat memanfaatkannya dengan baik, maka keutungan yang kita peroleh akan puluhan kali lipat dari apa yang kita beli sekarang."


Qin Chen tersenyum mendengar perdebatan mereka semua hingga melupakan Qin Chen didepannya. Satu manager batuk membuat semuanya berhenti, karena sikap mereka sebelumnya membuat tuan muda akan marah nantinya.


Mereka langsung diam, dan tidak berbicara kembali karena lacang.


"Tidak apa-apa, perdebatan didalam kantor adalah hal yang wajar karena mereka mementingkan keberhasilan. Aku tidak mempermasalahkan hal tersebut, keutungan yang kita dapatkan akan lebih, dan akan rugi jika tidak menjualnya sebelum hari itu tiba, jadi saat aku memberikan perintah jual, maka kalian haru menjualnya."


"Tentang restoran sebelumnya, aku berterimakasih karena dengan adanya restoran tersebut aku mempunyai pekerjaan yang bisa digunakan sebagai alasan membeli rumah untuk ditinggali."


"Ti- Tidak apa-apa tuan muda, kami benar-benar tidak pantas mendapatkan rasa terimakasih tuan muda, itu terlalu tinggi bagi saya."


"Benar tuan muda, kami bekerja karena dipercaya oleh Penguasa. Karena beliau hidup kami yang awalnya biasa-biasa saja berubah menjadi seperti sekarang ini, kamilah yang berterimakasih kepada keluarga anda dan anda yang memimpin dengan baik."


"Apa yang dikatakan menanger Du benar tuan muda, kamilah yang berterimakasih kepada keluarga anda karena diberikan pekerjaan ini dan kepercayaan untuk mengembangkannya hingga sekarang."


Mereka satu-persatu menundukkan kepalanya berterimakasih kepadanya, Qin Chen kebingungan dan hanya menanggapi mereka dengan senyuman puas yang tak terukur oleh ruang dan waktu.


"Tidak ada yang sempurna di dunia ini termasuk aku sendiri, kalian berubah menjadi seperti sekarang karena kalian mempunyai dua hal yang tidak dimiliki oleh orang lain. Pertama kejujuran, kedua rasa berterimakasih. Meski terbilang kecil, namun rasa berterimakasih tidak terbendung oleh apapun itu."


"Kalian merasa mempunyai tanggung jawab yang besar memegang perusahaan ini, dan bekerja dengan baik mengembangkan semuanya agar tidak mengecewakan harapan orang yang memberikan kalian kesempatan dan kehidupan kedua, bukan?"


"Sama halnya denganku, aku tertidur abadi selama tiga tahu dan membuat istriku menderita selama ini. Saat aku bangkit dari mimpi panjangku, aku mengubah semua penderitaannya dengan kebahagiaan abadi yang aku berikan."


"Aku membalaskan dendam pada mereka yang menghina istriku dan merendahkannya. Karena itu aku menggunakan kesempatan kedua ini untuk mengubah masa depan!"


"Karena surga dunia hanya istrinya yang berhak memiliknya!"


Saat momentum itu keluar, mata mereka terbuka melihat bayangan penguasa dibelakangnya!

__ADS_1


....


*Bersambung ...


__ADS_2