
Orang-orang kembali ketempat mereka dan memperlihatkan kedua orang itu babak belur didepan sana. Itu adalah hukuman awal dan belum seberapa mereka melakukannya kepada gadis-gadis diluar sana dengan paksaan seperti didalam rekaman.
Qin Chen hanya memandang dengan merendahkannya.
"Manager Zhu, ada berapa banyak uang yang tersisa di dalam box mobil?" Tanya Qin Chen.
"Menjawab tuan muda, masih terdapat 49 Miliar Yuan."
"Begitu? Gunakan bawahan untuk memberikan setiap orang yang membutuhkan di Provinsi Sichuan, gunakan uang itu untuk mereka semua disana."
"Baik."
"Sisanya aku serahkan padamu, aku hendak pergi dengan istriku."
"Baik."
Qin Chen membawa Chu Yuechan kedalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut, permasalahan disana dapat diselesaikan oleh Menanger Zhu. Sementara di perusahaan sudah diserahkan kepada orang terpercaya Manager Zhu.
***
Pinggir danau,
Selama perjalanan Chu Yuechan hanya diam tidak berbicara, karena ia masih kebingungan dengan semua ini. Dimana uang Qin Chen begitu banyak dan melakukan segalanya bak tiran lokal.
Ia bingung tentang identitasnya, dan bingung tentang kekayaan Qin Chen dari mana. Karena ia tahu selama tiga tahun ini, Qin Chen tidur abadi hingga beberapa waktu sebelumnya ia terbangun dari tidur abadinya.
Sampai mereka berdua duduk di bangku tepi danau dengan diam.
Qin Chen menghela nafas beberapa kali, karena ia tahu apa yang ada di dalam benak istrinya penuh pertanyaan.
"Ha!" Qin Chen berlutut didepan istrinya menyentuh tangannya dengan lembut melihat matanya yang indah tentang menatapnya dengan serius.
"Aku tahu kamu mempunyai banyak pertanyaan sekarang, aku akan menjawabnya kalau kamu bertanya." Kata Qin Chen dengan tulus karena ia tidak mau membuat istrinya marah, apa lagi cemberut.
"Pertama, siapa kamu sebenarnya?"
"Aku Qin Chen, suamimu."
"Tidak, lebih tepatnya identitasmu selain suamiku." Balasnya dengan cemberut namun serius.
Reaksinya benar-benar alami, karena ia benar bingung dibuat Qin Chen yang selalu menutupi indentitasnya.
"Sebelum itu, kamu tidak marahkan denganku, istri?"
__ADS_1
"Tergantung."
Ia mengangguk memahami arti tergantung dengan jawaban Qin Chen memuaskan atau tidaknya. "Pertama aku Qin Chen, seperti yang kamu ketahui kalau kelurgaku tidak diketahui oleh siapapun termasuk aku sendiri. Saat aku terbangun dari tidur abadi, aku mendapatkan panggilan dari keluargaku dan mereka menyerahkan harta mereka padaku untuk digunakan memenuhi kebutuhanmu."
"Karena secara mendadak seperti itu, aku tidak dapat mengatakannya padamu. Aku berusaha menyembunyikan dan membalas orang-orang yang memperlakukanmu tidak baik sebelumnya, dengan begitu dosa-dosaku selama ini diampuni dan tanggung jawabku terpenuhi."
"Apa itu termasuk restoran sebelumnya?"
"Be- Benar, aku membangun restoran itu untuk menutupi identitasku sebagai tuan muda keluarga besar. Karena aku ingin membelikanmu rumah besar, membahagiakanmu, tapi sepertinya tidak bisa karena aku sudah ketahuan."
"Jadi begitu, semuanya masuk akal sekarang."
"Apa kamu marah denganku, istri? Aku benar-benar minta maaf karena berbohong." Katanya.
"Humph! Sebenarnya aku ingin marah dan ingin memukulmu dengan keras, tapi sudahlah lupakan saja. Kamu melakukannya demi aku, aku tidak akan mempermasalahkannya."
"Terimakasih."
Cup!
Ia mencium tangannya, hari ini benar-benar hari kebebasan bagi mereka berdua. Pertama, Chu Yuechan bebas dari tekanan keluarga dan lain sebagainya, sementara Qin Chen bebas dari kebohongan selama ini.
Meski ia masih menyembunyikan kekuatannya didepan istrinya dan mengatakan bahwa ia mempelajarinya dari orang lain. Karena tidak mungkin baginya untuk sekarang mengatakan bahwa ia kembali dari dunia lain setelah tiga tahu tidur abadi.
"Ngomong-ngomong, aku ingin mengecek kartu rekeningmu karena penasaran."
Qin Chen membeku mendengarnya, tidak dapat berbicara ataupun bergerak karena rekeningnya adalah masalah besar. Bukan tentang ketahuan, melainkan istrinya bisa pingsan kalau tidak dapat menahan melihat angka yang banyak.
"Tapi sebelum itu, berjanjilah agar tidak pingsan saat melihatnya."
"Huh? Baiklah, kenapa kamu mengatakannya seolah-olah tabungan didalamnya banyak? Aku sudah melihat ratusan miliar melayang untuk membeli mobil, dan puluhan miliar dibakar, kenapa aku harus pingsan melihat rekeningmu."
"Kamu akan tahu, kalau kamu ingin melihatnya ada bank terdekat dengan danau ini, kita akan ke sana untuk mengeceknya."
Ia bangun setelah pelukan yang lama, istrinya mengandeng tangannya dan pergi bersama Qin Chen ke Bank.
***
Bank,
Tepat didepan mesin rekening, ia memasukkan rekening Qin Chen dan melihatnya yang seperti seorang tengah panik ketahuan selingkuh dengan wanita lain. Memasukan kata sandi tanggal pernikahan mereka berdua, Chu Yuechan melihat saldo Qin Chen.
Matanya membeku, ia melihat angka nol dibelakangnya begitu banyak dan bahkan angkanya begitu acak seolah-olah uang yang masuk berbeda-beda.
__ADS_1
"Nah suami, sembilan nol dibelakang angka satu itu satu miliarkan."
"Be- Benar."
"Lalu, ini ada 15, 18, 21, 24, tidak ini adalah 27 angka nol dibelakang angka pokok, apa ini beneran uang?"
Ia menyender ke pelukan Qin Chen, karena ia hampir pingsan seperti yang Qin Chen katakan sebelumnya. "Suami, apa itu benaran tabunganmu? Kenapa angkanya terlalu banyak, lalu bagaimana dengan rekening satunya, apa angkanya sama?"
"Itu ... Kamu dapat menebaknya seperti apa, sekarang aku akan membawamu untuk beristirahat hari ini. Aku sudah bilang sebelumnya, kamu pasti akan pingsan kalau melihat rekeningku, karena itu aku tidak mau kalau kamu melihatnya. Tapi, kalau kamu mau menggunakannya, gunakan saja karena uang itu tidak mungkin habis dalam satu hari karena setiap harinya menghasilkan lebih banyak dibandingkan uang yang aku bakar."
"Ba- Baik."
Ia digendong Qin Chen keluar dari Bank setelah ia mengetahui isi rekening Qin Chen yang terlalu banyak sampai-sampai ia tidak bisa menahan dirinya dan hampir pingsan di sana.
Qin Chen membawanya ke restoran untuk beristirahat dan makan, ia mengambilkan air minum dingin dan membeli teh susu seperti biasanya di simpang.
Setelah itu, ia memesan makanan yang diminta istrinya untuk siang ini.
"Bagaimana keadaanmu? Apa sudah lumayan baikan?"
"Sepertinya ... "
"Baguslah, kalau ada apa-apa katakan saja padaku, aku akan melakukan yang aku bisa untukmu."
"Hmmm ... Suami, aku boleh bertanya satu hal?"
"Katakanlah."
"Kamu tidak selingkuhkan?"
Qin Chen membeku sesaat seperti memberikan reaksi bahwa ia benar selingkuh, namun sebenarnya tidak. "Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Karena aku mencium parfum lain selain milikku, itu seperti parfum wanita." Balasnya yang langsung pada intinya tanpa melakukan drama-drama pada umumnya, karena ia tidak ingin menyembunyikan apapun.
Parfum wanita, Qin Chen memikirkan tentang parfum ini dan menyadari. "Ah! Parfum itu, aku berkunjung ke panti asuhan, disana temanku berada mengurus anak-anak di panti. Namanya, Cang Luli, kamu pernah bertemu dengannya."
"Cang Luli kalau tidak salah aku pernah bertemu beberapa kali dengannya, apa dia tinggal di panti asuhan?"
"Benar, aku menawarkan perkejaan di perusahaanmu, apa boleh? Karena dia mempunyai kemampuan yang cukup untuk karakteristik yang kamu cari, kalau kamu tidak percaya kamu dapat bertanya dengannya langsung saat kembali ke Kota Chengdu."
"Tidak-tidak, aku percaya kamu."
...
__ADS_1
*Bersambung ...