
Didalam ruangan, ia duduk di kursi bos dengan menyila kakinya. Menikmati wine mahal dari barat disampingnya terdapat istrinya tengah duduk dengan ekspresi bingung, ini semua disebabkan oleh Qin Chen.
Tujuan mereka ketempat ini untuk membeli satu Villa di puncak bukit tersebut, namun kenyataannya tempat itu adalah tempat perusahaan Qin Chen berada.
"Tuan muda, apa yang bisa saya bantu untuk anda? Saya mendengar dari Manager lainnya bahwa Tuan Muda kembali ke Provinsi Sichuan menyelesaikan masalah."
"Aku datang ketempat ini untuk membeli Villa di puncak bukit awan."
"Ah! Puncak itu, baik-baik saya akan menyiapkannya langsung." Ia langsung menoleh kearah sekertaris nya untuk menyiapkan berkas-berkas pemindahan properti.
Chu Yuechan lalu berbicara. "Suami, apa kamu pemilik perusahaan ini? Kenapa Manager Ha sama seperti Manager Zhu sebelumnya, memanggil kamu dengan sebutan Tuan Muda."
"Be- Benar Nyonya Yuechan, Perusahan ini sekarang adalah properti Tuan Muda. Nyonya bisa melihat lambang di depan perusahaan ini, seluruh Perusahaan yang mempunyai lambang tersebut adalah milik Tuan Muda."
"Lambang?"
Ia menoleh ke arah lambang di sampingnya, tidak terlalu besar dengan simbol hampir menyerupai lotus dengan satu pedang menancap di tengah.
"Itu? Apa itu adalah lambangnya?"
"Benar Nyonya."
"Begitu ... Tunggu sebentar."
Ia langsung mengeluarkan handphone miliknya untuk memastikan satu hal, melihat map di handphone memasukkan nama yang tertulis dibawah lambang tersebut kedalam kolom pencarian.
Qin Chen mengerutkan keningnya karena bingung apa yang dilakukan istrinya.
Saat ia mencarinya, tiba-tiba tanda dengan lambang dan nama yang sama bermunculan dimana-mana bahkan hampir memenuhi setiap kota besar dan provinsi membuatnya mengambil nafas dan mengeluarkannya beberapa kali.
"Manager Ha, apa kamu tadi mengatakan bahwa seluruh perusahaan dengan lambang yang sama adalah perusahaan Tuan Muda atau suamiku, benar?"
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, seluruh perusahaan dengan lambang keluarga adalah properti Tuan Muda."
Tidak dapat memikirkan apapun, ia langsung menoleh ke arah Qin Chen.
"Ada apa istri? Apa kamu baik-baik saja? Apa yang kamu lihat di handphone, aku tidak melakukan apapun loh."
"Tidak apa-apa."
__ADS_1
Ia menyimpan kembali handphone-nya dan akan bertanya nanti kepadanya, karena ia mendapatkan sesuatu yang benar-benar mengejutkan.
Beberapa menit kemudian, berkas-berkas itu sudah selesai dan diserahkan kepada Qin Chen untuk melihat apa sudah lengkap. Qin Chen memberikannya pada istrinya, karena Villa tersebut untuknya.
"Apa sudah lengkap istri?"
"Sudah, aku sudah memastikannya."
"Baguslah, aku sudah selesai disini, aku akan kembali untuk melihat-lihat perkembangan perusahaan. Ngomong-ngomong, Perusahaan Pong bisa kau selesaikan?"
"Sesuai keinginan Tuan Muda, saya akan menyelesaikan Perusahaan Pong dengan cepat."
Qin Chen langsung meninggalkan tempat tersebut setelah memberikan satu perintah menyelesaikan Perusahaan Pong industri, karena mereka sudah membuat nama baiknya tercoreng.
Sepanjang perjalanan pulang, Chu Yuechan hanya diam meski suaminya sudah mengatakan bahwa ia adalah Tuan Muda tersembunyi, dan bahkan sudah melihat rekeningnya.
Namun perusahaan itu adalah milik keluarga kuno yang dibicarakan oleh banyak orang-orang, bahkan banyak dari mereka mencoba melamar di perusahaan tersebut karena gaji yang tinggi dan jaminan yang menggiurkan.
Siapapun yang masuk kedalam perusahaan itu, mereka akan hidup damai selamanya karena nyaman.
Sebelumnya, ia melihat banyak perusahaan besar yang Qin Chen punya membuatnya bertanya-tanya tentang Pusat Perbelanjaan sebelumnya yang baru ia ketahui bahwa itu adalah properti Qin Chen.
Qin Chen menoleh kearahnya dan bertanya kembali. "Istri? Kenapa kamu hanya diam saja? Apa ada sesuatu yang menganggumu, katakan padaku, aku membantumu menyelesaikan permasalahmu."
"Tidak ada apa-apa, aku hanya sedikit pusing sekarang dan ingin beristirahat menghilang rasa pusing."
Qin Chen langsung menyentuh keningnya yang terasa hangat, ia hendak mengeluarkan kekuatannya dan tersadar akan menjadi banyak pertanyaan. Melihat kanan dan kiri mencari apoteker terdekat untuk membeli kompres demam.
Sesaat kemudian, ia berhenti didepan apotek dan membeli beberapa bahan untuk menurunkan panas.
Didalam mobil, ia memasangkan kompres di keningnya, memberikan minuman yang ia beli dari mesin.
"Kamu demam, kita akan kembali ke rumah dan untuk kembali ke Kota bisa dilakukan besok, karena kondisimu terpenting sekarang. Untuk sekarang, kamu tidurlah di mobil sampai di rumah, aku akan membangunkanmu."
"Terimakasih suami, maaf merepotkan."
"Tidak apa-apa."
Qin Chen menyelimuti tubuhnya dengan pakaiannya agar tidak kedinginan maupun kepanasan. Sepanjang perjalanan, ia menyetir mobil dengan tangan satu karena satu tangannya memegang tangan istrinya yang tengah demam.
__ADS_1
Mungkin karena mendapatkan banyak hal yang tak terduga membuatnya pusing, sampai dimana mereka tiba di kediaman keluarga Chu. Koper pakaian mereka berada disana, dan tidak mungkin menginap di hotel dengan kondisi Chu Yuechan sekarang.
Memarkirkan mobilnya, dan mengangkat Chu Yuechan tidak mau membangunkannya sama sekali, Qin Chen membawanya kedalam kediaman mengagetkan orang-orang didalam sana.
Mereka tidak ada yang berani berbicara dengan Qin Chen ataupun menatapnya, Qin Chen mengabaikannya dan masuk kedalam ruangannya untuk menurunkan istrinya ke atas tempat tidur.
Selepas itu, ia menyentuh keningnya yang cukup panas dengan suhu 38-40°C.
Dengan cepat ia membentuk formasi surga mengandung dingin dan panas untuk menghangatkan ruangan, ia memberikan energi kehidupan kedalam dirinya sehingga dapat membantunya pulih.
Ia lalu duduk disampingnya menyentuh tangannya, menunggu istrinya membaik agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya dan menikmatinya hidup kaya dengan harta pribadi maupun harta suaminya.
***
Paginya,
Chu Yuechan terbangun dari tidurnya merasakan di keningnya terdapat kompres penurun demam dan tangannya di pegang seseorang. Saat melihat siapa itu, ia melihat Qin Chen yang tengah tidur disampingnya menunggunya sehat.
Ia tersenyum berterimakasih dengan menyentuh wajahnya dengan lembut. "Suami, aku telah bangun, apa kamu tidak bangun sekarang?"
"Huh?" Qin Chen perlahan membuka matanya dan melihat istrinya sudah kembali pulih seperti sebelumnya, ia langsung menyentuh wajahnya yang kenyal.
"Baguslah, panasmu menurun dibandingkan sebelumnya sangat tinggi, aku sangat khawatir kalau istriku demam."
"Terimakasih karena merawatku semalaman, aku sekarang baik-baik saja." Balasnya menunjukkan dirinya bahwa ia sudah sembuh dari demam tinggi.
"Apa yang ingin kamu makan pagi ini? Aku akan membelikanmu sebelum kita kembali ke Kota Chengdu. Disana ada banyak masalah yang belum diselesaikan dan kehidupan yang belum kamu nikmati bukan?"
"Seperti biasanya, sampai di kota nanti, aku yang mulai memasakkan suamiku setiap harinya."
"Baiklah."
Ia keluar dari ruangannya dan pergi ke suatu tempat untuk membelikan makanan pagi untuk istrinya. Tentunya, ia membelikan minuman favorit yang tidak ketinggalan setiap harinya, teh susu dengan sedikit jelly didalamnya.
Setelah itu, ia kembali ke kediaman untuk menyiapkan makanannya dan siangnya akan kembali ke Kota Chengdu setelah menyelesaikan urusan keluarga-nya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1