
Selepas malam, musim semi memunculkan bunga-bunga sepanjang waktu dan aromanya memasuki ruangan. Dibawah rembulan malam, ruangan sunyi dengan hanya lampu terang di dalam suatu ruangan membuat pengelihatan mata semakin intens melihat manisan di atas meja.
Chu Yuechan buru-buru untuk duduk meninggalkan barang bawaan di tangan Qin Chen. Dengan senyuman cerah terpancar keluar membuat bulan meredup, ia yang berdiri dengan membawa barang-barang menurunkan semuanya ke atas meja lalu mendekati Chu Yuechan yang tengah melihat banyak manisan.
"Apa aku boleh memakannya?"
Qin Chen mengangguk sewaktu istrinya menoleh dengan memohon meminta izin untuk memakan manisan. "Kamu dapat memakannya, karena itu semua hanya untukmu. Tapi ingat kamu tidak boleh menghabiskan semuanya karena sangat manis nanti kamu sakit saat berlibur."
"Baik ... Aku akan makan secukupnya, kamu tidak perlu khawatir aku ini kuat sekarang. Seorang Grandmaster Chu Yuechan, tidak akan kalah dengan manisan." Dengan semangat, ia mengambil beberapa manisan dan memakannya sendirian.
Qin Chen duduk di sampingnya tengah melihatnya sembari mengelap wajahnya yang berantakan karena manisan berada dimana-mana. "Pelan-pelan saat makan, tidak ada yang mau mengambilnya darimu selama aku disini. Kalau tidak, kamu bisa tersedak nantinya, aku yang akan khawatir."
"Hmm ... Tapi kue ini sangat manis, dan lezat aku tidak dapat menahannya. Apa lagi kalau di tambah minum favorit, aku pasti akan sangat bahagia sekarang." Belasnya seolah-olah ia memohon pada Qin Chen untuk membuatkannya kali ini.
Ia lalu mencubit hidungnya. "Baik-baik, aku akan membuatkan minuman favoritmu, tapi kedepannya kamu harus mandiri merawat suamimu ini. Kalau tidak, aku akan mencari wanita lain yang bisa memasak, dan merawat suaminya sewaktu pulang bekerja."
Chu Yuechan langsung cemberut, ia lalu mencolek hidungnya dengan krim di kuenya karena marah. "Humph!"
Qin Chen tertawa kecil, ia meninggalkan tempat tersebut ke dapur untuk membuatkannya minum favorit Chu Yuechan. Setelah beberapa menit berlalu, ia kembali menurunkan minumannya ke atas meja.
Menoleh ke samping, ia mencium wajah Qin Chen dengan penuh kasih membantah semua perkataan Qin Chen sebelumnya. Selepas itu, ia kembali menikmati manisan dan minuman disampingnya.
Qin Chen tersenyum tipis karena di wajahnya terdapat krim yang berada di bibir Chu Yuechan. Dengan sengaja atau tidaknya, ia membuat Qin Chen terduduk melihat sembari mengambil beberapa gambar membuat Chu Yuechan mengamuk karena malu.
Selepas makan malam bersama, Qin Chen terbaring dengan Chu Yuechan duduk di sampingnya memijat punggungnya dengan tangannya.
"Bagaimana? Aku hebat tidak dalam memijat? Aku sudah belajar banyak sewaktu di universitas dengan giat untuk kedepannya bisa memuaskan suamiku." Ucap Chu Yuechan.
"Tidak buruk, sedikit ke atas di sana lumayan pegal membawa banyak barang-barang yang kamu beli sewaktu di kota." Balas Qin Chen.
"Hmm ... Apa sekarang kamu tidak mempunyai mencari istri baru-kan?" Tanya Chu Yuechan dengan penasaran, ia menundukkan kepalanya sedikit kebawah.
__ADS_1
Qin Chen menoleh kesamping, ia mengelus pahanya dengan lembut. "Apa yang kamu bilang? Aku sudah mempunyai istri multitalent yang bisa di andalkan, kenapa aku mencari wanita lain?"
"Tadi kamu bilang mau mencari wanita lain untuk merawatmu sepulang kerja." Katanya, ia membuat Qin Chen tertawa mendengar perkataan Chu Yuechan.
Berbalik, lalu menyentuh wajahnya. "Kenapa begitu? Kamu sudah cukup, kemarilah."
Chu Yuechan mengangguk ia menimpa Qin Chen di atasnya hingga tertidur lelap disampingnya.
***
2 Bulan, 2 Minggu Kemudian.
Perusahaan Yueqin.
Setelah perjalanan panjang di negeri orang, mereka kembali ke perusahaan sebelumnya yang sekarang berkembang pesat dalam dua bulan terakhir. Chu Yuechan hanya mendapatkan pekerjaan ringan menggambar desain pakaian, sementara sisanya ia minta karyawannya untuk mengelolanya.
Sepanjang waktu, ia duduk dan baring kadang kala belanja bersama Meimei menghabiskan uangnya sendiri. Bahkan, ia tidak pernah menyentuh uang Qin Chen kalau tidak sedang membutuhkannya untuk membeli sesuatu di masa depan.
Qin Chen berada di perusahaannya tengah menghitung pendapatan dan sekaligus mendengarkan setiap harinya penderitaan orang-orang yang menyakitkan Chu Yuechan di masa lalu.
Singkatnya, mereka berada di antara hidup dan mati setiap harinya!
"Dunia bawah sudah sepenuhnya di kendalikan. Seharusnya dengan perkembangan sekarang, dunia ini akan berubah dalam waktu 20 tahun kedepannya. Pada saat itu, kedua putriku pasti bisa mencapai tempatku dengan kekuatan mereka berdua." Ucap Qin Chen.
"Tuan muda, bagaimana dengan perkembangan pangkalan yang tuan muda kembangkan sebelumnya?" Tanya Manager Zhu.
"Tempat itu akan menjadi Guild terbesar di bumi dan pertama untuk menyambut kedatangan monster-monster sewaktu saat nantinya. Untuk sekarang terus kembangkan tempat tersebut dengan perlengkapan senjata mutahir yang aku rencanakan." Jelas Qin Chen.
"Baik tuan muda."
Qin Chen menoleh kesamping melihat istrinya dengan belanja dengan Meimei. Bahkan hampir setiap minggu mereka akan ke Pusat Perbelanjaan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan Chu Yuechan.
__ADS_1
"Setelah siaran langsung sebelumnya, tidak ada yang tidak menghormati keberadaannya. Bahkan teman-teman sekelasnya dulu menghormatinya dan menjalin kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak." Gumam Qin Chen.
"Keberadaan tuan muda seperti Dewa. Sekali mereka mengetahuinya, maka mereka akan menghormatinya, bagaimanapun bumi adalah tanah warisan leluhur keluarga tuan muda sehingga seni abadi yang mereka gunakan sekarang adalah seni keluarga." Jelas Manager Zhu.
Qin Chen mengangguk. "Kau termasuk orang yang belajar abadi, sudah mencapai ranah Xiantian (Puncak) Tidak buruk meskipun sudah lama sekali, apa kau tidak mementingkan kultivasi?"
"Tidak tuan muda, tugas saya adalah mengurus perusahaan mencari uang untuk keluarga. Kultivasi kadang-kadang saya melakukannya sewaktu mempunyai waktu luang untuk berjaga-jaga."
Ia menanggapinya. "Lakukan yang menurutmu menguntungkan, aku akan kembali dan urus perusahaan ini kembali."
"Baik tuan muda."
Qin Chen pergi ke tempat Chu Yuechan berada tengah menikmati minuman di restoran mewah bersama temannya.
Setibanya di sana, Qin Chen tertawa melihat Meimei yang sekarang tengah menjalin hubungan dengan temannya.
"Apa yang kau tertawakan, Qin Chen!" Katanya, ia marah-marah karena di ledekin Qin Chen terus-menerus saat bertemu ia selalu tertawa membuatnya tidak nyaman.
"Suami, kamu senang sekali menganggu Meimei." Ucap Chu Yuechan, ia memintanya untuk duduk disampingnya.
"Kamu tahu istri, temanku mengatakan kalau dia mendapatkan wanita pujaan hatinya. Dia bilang kalau wanita ini baik, dan manis membuatku ingin tertawa mendengarnya." Jelas Qin Chen.
Qin Chen melirik kesamping membuat Chu Yuechan menyadari apa yang di katakan Qin Chen sekarang. Temannya Qin Chen, tengah berpacaran dengan temannya, Meimei dan mereka akan melanjutkan hubungan mereka lebih serius kedepannya.
"Begitu rupanya, pantas saja temanku berbunga-bunga setiap harinya. Mengirimkan pesan kalau dia tengah bahagia, bahkan memborong banyak pakaian untuk menyempurnakan penampilan, benar-benar cinta pandangan pertama."
"Benar-benar."
Mereka berdua meledek Meimei yang di mana ia tengah marah dengan cemberut memalingkan wajahnya meminum es dingin di sampingnya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...
Note : Mohon maklumi, auhtor sedang sibuk akhir-akhir ini karena mau tahun baru cari cuan buat gandeng angin 🙏