Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
perenungan diri


__ADS_3

Sementara itu Nadia yang kondisinya masih belum pulih sepenuhnya pasca terjatuh dari tangga hingga kakinya mengalami cidera, Dia juga harus kehilangan calon anaknya karna keguguran, hal itu mengharuskan Dia untuk dirawat orang tuanya.


"Terimakasih ya Ma, Mama sudah merawatku dengan baik dan penuh kasih sayang. Dalam keadaan hancur seperti ini, Mama yang tetap tulus mencintaiku dan menyayangiku" Ucap Nadia haru, yang saat itu Ia sedang belajar menggerakkan kakinya yang sudah mulai membaik.


"Itu memang sudah kewajiban Mama, cinta seorang Ibu itu memang cinta yang paling tulus. Dan Kamu, harus tetap semangat untuk menjalani hidup yang baru ya sayang, karna kamu berhak bahagia" Ujar Susi memberi semangat untuk putrinya.


"Iya Ma, mungkin ini memang sudah takdirku, cidera kaki, keguguran, dibenci orang se Indonesia karna vidioku, serta di cerai oleh suami, rasanya semua nya seperti Badai yang menerpa hidupku secara bersamaan. Ah, kalau seperti ini, Aku jadi kangen sama Rangga"


"Apakah sebaiknya kita ambil hak asuh nya lagi?"


"Tidak perlu Ma, Aku sadar, selama bersamaku disini, Aku jarang memberinya kasih sayang dan perhatian , Aku malah lebih suka kluyuran nongkrong tak jelas , biarlah Rangga bersama Mas Arman, setelah kakiku sembuh Aku ingin mencoba untuk mencari pekerjaan, meski ijazahku hanya ijazah SMA "


"Jangan terlalu memikirkan pekerjaan dulu, cukup Papa saja yang bekerja, kamu hanya perlu fokus untuk kesembuhan dan masa depanmu"


"Tapi Aku ingin mempunyai kegiatan, Aku sudah lama merepotkan Mama dan Papa."


"Itu terserah nanti saja, sekarang fokuskan dulu untuk kesembuhan kakimu, yang sebentar lagi pasti sudah bisa dibuat jalan, ya udah Mama tinggal ke belakang dulu ya! Kamu istirahat saja dulu ! " Susi meninggalkan Nadia di ruang tengah.


Berada di ruang tengah itu, Nadia terkenang kembali kejadian seminggu yang lalu, saat Alexa datang ke Rumah nya bersama Ibunya, Sandra, istri pertama Suryo.


Saat datang ke rumah Nadia itu, Alexa dan Mamanya, langsung nyelonong ke ruang tengah , Dua wanita beda generasi itu sama-sama berpenampilan sangat modis, Sandra yang se usia Susi itu, masih terlihat cantik dan modis, entah karna terbiasa melakukan perawatan atau melakukan operasi, yang jelas, Sandra masih terlihat muda dan cantik, sehingga nampak seperti Kakak Alexa.


"Gimana kakimu, sudah sembuh ?" Guman Alexa dengan tatapan sinis, Saat itu Nadia sedang tiduran di sofa ruang tengah sedang menonton tv langsung duduk, tapi posisinya masih slonjoran karna memang satu kaki nya yang cidera masih di perban.


"Kami kesini cuma mau kasih tahu kamu saja, kalau setelah kakimu sembuh, jangan balik lagi ke Rumah yang di belikan Papaku, karna rumah itu sudah kembali ke tangan kami, karna itu memang milik kami."Sahut Alexa.

__ADS_1


"Tapi Mas Suryo memberikannya untukku" sergah Nadia.


"Tapi itu menggunakan uangku !" Sela Sandra, Nadia hanya bisa diam.


"Untuk uang dari Mas Suryo yang selama ini kau gunakan untuk foya-foya, ya udahlah kami ikhlas, anggap itu sedekah pada orang yang tak mampu sepertimu, tapi tidak dengan Rumah itu, karna rumah itu bagian dari aset ku" ucap Sandra sambil melirik sudut ruangan di rumah Orang tua Nadia yang dianggap jelek untuknya.


"Asal kamu tahu aja ya, semua kekayaan Mas Suryo itu adalah milikku, Mas Suryo hanya menjalankan perusahaan milik Ayahku, dan sekarang jelas Dia lebih memilih kedudukan nya dari pada memilih gundik sepertimu," Nadia hanya bisa pasrah saat Sandra menghina dan memakinya.


"Oh iya, ini ada pernyataan talak dari Mas Suryo, Nih dengarkan !" Sandra membuka pesan suara di ponselnya, dan memperdengarkan langsung di hadapan Nadia.


"Nadia, kamu sekarang bukan istri ku lagi !" Demikian pesan suara Suryo, singkat padat dan jelas. Karna bagaimana pun juga dulu Nadia dan Suryo menikah secara sah di mata agama, meski tidak tercatat di KUA.


Mendengar itu Nadia hanya bisa pasrah, dan menyadari kesalahannya selama ini yang hanya memanfaatkan Suryo untuk memenuhi segala kebutuhannya dan menyalurkan hoby shoping nya.


"Ingat ya, Aku tidak mau melihat mu mendekati suamiku lagi, jika Aku masih melihatmu menggoda suamiku lagi, maka terimalah akibatnya yang lebih parah dari ini dan jika kamu masih nekat, kau mungkin juga akan kehilangan rumahmu ini" Ancam Sandra, sambil mengacungkan telunjuknya tepat di depan muka Nadia.


"Jaga bicaramu ya,!" Susi menyahut saat mendengar keributan di rumahnya itu, Dia segera mendekati anaknya, kawatir Nadia akan di apa-apain oleh mereka.


"Kau yang seharusnya jaga putrimu agar tidak lagi menjadi istri simpanan orang kaya seperti Mas Suryo, owh atau kau memang sengaja menjadikan anakmu sebagai umpan agar bisa menjerat laki-laki kaya ?" Kini Sandra menodongkan jari telunjuknya tepat di wajah Susi.


"Kau !"Susi mengepalkan tangannya geram dengan ucapan Sandra itu, tapi Ia urungkan.


"Kamu saja yang tidak bisa menjaga suamimu, hingga Dia lebih memilih mencari yang lebih muda!" Tambah Susi yang tak mau kalah .


Seketika Sandra menjambak rambut Susi, meski tidak sehebat Alexa dan Nadia, tapi keduanya sudah mulai asyik bercengkrama dengan saling menjambak rambut dan saling memaki.

__ADS_1


Melihat itu, Nadia yang sedang terbaring tak berdaya, tidak bisa membantu Mamanya, hanya bisa sedih dan menangis menyaksikan Mamanya bergulat dengan Sandra.


sedangkan Alexa tersenyum sumringah, karna Mamanya terlihat menang.


"Hentikan ! Ada apa ini ?"tiba-tiba Burhan berteriak, Ia yang baru datang segera melerai melerai.


"Mas Burhan ?" Sandra terkejut


"Sandra ?" Burhan juga tidak kalah terkejutnya.


"I-ini anak dan istrimu?" Tanya Sandra seakan tak percaya


"Iya "Burhan menjawab dengan prasaan yang masih Sock.


"Kalian saling kenal? Kamu, Ada hubungan apa dengan suamiku hah ? " Sekarang justru Susi yang terlihat sangat marah saat mengetahui Sandra dan Suaminya ternyata saling mengenal.


"D-dia hanya mantan ku dulu Ma, tidak lebih" jawab Burhan tergagap.


Ada semacam keterkejutan yang penuh tanda tanya antara Sandra dan Burhan, Tapi Kemudian Sandra memilih segera pergi dari rumah itu tanpa permisi bersama Alexa.


Sejak saat itu, Nadia lebih banyak mengurung diri dan merenungi atas apa yang menimpanya dan yang Dia alami.


'Selama ini Aku terlalu mementingkan keinginan duniawiku tanpa Aku syukuri apa yang telah Aku miliki, kemarin mungkin Aku bisa memiliki segalanya, tapi dalam sekejap Aku juga kehilangan segalanya, Aku terlalu egois, hanya memikirkan kesenanganku saja tanpa memikirkan prasaan orang lain, andai waktu bisa diputar, Aku ingin menjadi orang yang mensyukuri anugrah dari tuhan' batin Nadia yang tersirat penyesalan.


Setelah ini, Aku ingin mencari pekerjaan saja, meski Aku tahu, banyak orang yang memandang sinis padaku akibat vidioku yang viral kemarin, begitu juga dengan Akun IG ku yang dibanjiri sumpah sarapah netizen, padahal dari situ dulu Aku dapat penghasilan, tapi Aku harus belajar memulai lagi hidupku yang sudah hancur, meski itu tidak mudah' batin Nadia.

__ADS_1


__ADS_2