Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
bukti


__ADS_3

Pagi itu benar-benar hari yang naas bagi Baim, sudah jatuh tertimpa tangga, sudah dipukul orang kemudian difitnah di rumahnya sendiri.


"Bi Sum, sudah berapa lama Bibi bekerja untukku di rumah ini? Apakah Bibi percaya Aku melakukan suatu hal yang di katakan putrimu? Atau bahkan kslian ber sekongkol menjebakku?" Ucap Baim pelan tapi mampu membuat Bi Sumi tercekat.


Baim yang sudah beranjak dari kasur dan sudah memakai baju nya itu, segera menghubungi Yongki dan Ranti .


'Ternyata Loli niat banget membuat drama ini, sampai-sampai Ia membuka bajuku, tapi untunglah celanaku tidak Ia buka, kalsu tidak , mungkin Dia akan menodaiku juga, hiii...'


batin Baim bergidik serem.


Setelah mendengar ucapan Baim, Bi Sumi merasa ketakutan, takut kalau anak nya yang berbohong. Ia melihat putri nya ysng juga sudah berpakaian itu.


Dari sorot matanya, tersirat bahwa Loli memang sedang resah. Kini Bi Sumi dilema, sebenarnya Dia percaya kalau majikan nya tidak akan melakukan hal itu, tapi mengapa bukti nya sangat jelas, keadaan kamarnya memang seperti sedang baru terjadi pergulatan nafsu, dan brkar darah di seprei itu, mampu membuat Bi Sumi migran seketika.


Taklama kemudian Yongki dan Ranti tiba dalam waktu yang hampir berbarengan. Mereka tampak panik dan segera melempar pertanyaan pada Baim yang sedang menunggu mereka di kamar itu.


"Ada apa Mas ? Apa terjadi ?" Tanya Ranti penasaran.


Yongki yang pertanyaan nya terwakili, hanya diam ikut mendengarkan penuturan Baim mengenai masalah yang terjadi pada dirinya yang difitnah Loli.


"Tadi malam, saat Aku masuk rumah ini, Aku memergoki Loli, sedang berbuat mesum dengan seorang lelaki, Loli ini adalah anak dari Bi Sumi yang Aku tugaskan membersihkan dan menjaga rumah ini.


Terus dalam keadaan telanjang mereka panik, Aku juga panik waktu itu, sehingga saat pasangan mesum nya memukulku, Aku langsung jatuh pingsan dan entah mengapa, paginya Aku dapati diriku berada di atas ranjang dalam keadaan tidak berpakaian." Jelas Baim pada Ranti dan Yongki di hadapan Bi Sumi dan Loli.


"Bohong, Mas Baim yang memaksaku saat Aku dari kamar mandi," Loli berkilah.


"Terus kamu ngapain di rumah ini, bukankah ini rumah Baim ?" Tukas Yongki.


"A...i-tu A-ku sedang pingin nginap disini saja,"Loli tergagap.


Bi Sumi hanya bisa diam, yang Ia tahu, kemarin Loli meminjam kunci rumah ini pada nya dengan alasan mau menenangkan diri. Bi Sumi hanya bisa menelan saliva nya karna rasa takut di hatinya semakin besar.


Kemudian Yongki berbiskik pada Baim setelah itu Yongki berujar, "Loli, apa yang kau inginkan dari Majikan Ibumu ini?"


"A-aku hanya mau Dia bertanggung jawab saja."

__ADS_1


"Bertanggung jawab dalam hal apa?"


"Dia telah menodaiku, Aku hanya minta keadilan ."


"Keadilan macam apa yang kau mau ?"


"A- mmm, Aku harap Mas Baim mau menikahi ku."


"Hmmm jika memang Baim terbukti melakukan yang kau tuduhkan itu, maka Dia akan menikahimu.


Tapi, jika kamu terbukti berbohong, kamu akan di penjara, jika kamu nanti hamil, ya , kemungkinan juga hamil di penjara."


Keringat sebiji jagung mengkristal di kening dan di pelipis Loli. Ia menelan saliva nya dan jantung nya berdegup lebih keras karna was - was dan mefasa takut.


Ranti, Yongki dan Baim tengah berdiskusi dengam suara berbisik di hadapan Loli dan Bi Sumi namun mereka tidak mendengar apa yang mereka diskusikan. Sementara Bi Sumi menunggu dg prasaan was-was, Dia tiidak mau percaya pada putrinya tapi bukti dihadapan nya yang menguatkan membuat nya dilema.


"Bi Sumi, lihat dan perhatikan baik-baik vidio rekaman cctv ini, " ucap Yongki sembari menyodorkan ponsel yang berisi rekaman cctv seputaran Rumah Baim.


Loli terperanjat ' mengapa Aku lupa kalau ada cctv disini, mampus gue'.


Sementara Bi Sumi memperhatikan dg seksama, bagaimana rekaman cctv itu di bagian depan rumah, Loli membawa seorang lelaki , di rekaman itu, Loli dan Ferdi tampak sedikit sempoyongan, tanda mereka sedang mabuk.


Karna di Kamar tidak ada cctv, maka hanya terlihat bagian depan pintu kamar, dimana setelah Baim masuk kamar itu tampak ferdi dan Loli keluar, mereka tampak bertengkar.


Dengan rekaman cctv tersebut, Bi Sumi langsung menampar pipi Loli.


"Dasar anaK kurang ajar ! kamu telah berzina di rumah orang, dan sekarang juga menfitnah pemiliknya. kenapa kamu melakulan itu Loli, " Bi Sumi geram sekaligus menangis menyaksikan kelakuan bejat anak nya.


'Aku kepepet Bu, Tadi malam setelah merenggut keperawananku, Ferdi langsung memutuskan hubungan denganku, karna Dia merasa dibohongi sebab Dia baru tahu kalau Aku hanya anak pembantu. Maafkan Loli Bu hiks hiks." Loli menangis dikamk Ibunya, meratapi nasib nya.


"Huh ! Dasar laki-laki, sudah berhasil mengambil mahkota seorang gadis, langsung ditinggal begitu saja", Ranti memaki Ferdi.


"Tuan, Ampuni anakku tuan, ampuni anakku, jangan penjarakan Loli tuan ! Suamiku sedang sakit, jika loli di penjara, bagaimana kami bisa tenang melanjutkan hidup , ampuni anakku tuan." Bi sumi memohon pada Baim.


"Anakmu sudah berzina di rumahku setelah itu Dia bahkan menfitnahku. Andai Tadi Aku tidak punya bukti, pasti Aku dipaksa untuk menikahinya, "

__ADS_1


"Aku mohon jangan laporkan anakku tuan, Aku akui, Anakku berdosa besar, tapi maafkanlah Dia dan maafkan Aku yang tidak bisa mendidiknya."ujar Bi Sumi yang terus menangis.


"Baiklah, Aku tidak akan melaporkan anakmu, tapi maaf, Bi sumi tidak bisa bekerja lagi disini. Karna Aku akan menjual rumah ini."


"Terimakasih tuan, Iya Saya mengerti, Saya permisi tuan."ujar Bi Sumi sambil menarik lengan Loli untuk segera keluar dari rumah itu.


"Itulah alasan mengapa Aku benci pada wanita, wanita itu suka berbohong, dan selalu merasa menjadi korban,


Serta selalu merasa benar, padahal kenyataan nya Dia yang salah." Yongki mencebik.


"Hey, Aku juga wanita, kalau kamu memang tidak suka sama wanita dan lebih menyukai laki-laki, silahkan ! Tapi setidak nya jangan samakan semua wanita, karna tidak semua wanita itusama. Mas Baim , hat-hati jangan dekat-dekat Dia, ternyata Dia gay, hiii."Ranti mencetuk jijik.


"Oh iya Mas, kamar Ranti yang mana?"


"Itu yg sebelah utara"


Kemudian Ranti menuju kamar yang dimaksud kemudian menutup pintu nya dengan hentakan keras.


"Sepupu mu itu kok aneh, bentar marah , bentar senyum." Guman Yongki.


"Emang bener , kamu gay?"


"Astaghfirullohal adzim amit- amit , Aku masih normal, "


"Itu tadi kamu bilang tdk menyukai wanita"


"Tidak suka wanita bukan berarti aku menyukai sesama jenis lah , Aku hanya malas terlibat prasaan dengan wanita "


"Owh Aku kira...."


"Oh iya, hari ini Aku nginap disini, kamarku yg mana?"


"Tuh dekat kamar Ranti tadi."


"Gak ada kamar lain apah ?"

__ADS_1


"Tidak ada , "


" huh," Yongki mendenngkus kesal karna kamarnya berdekatan dengan Ranti.


__ADS_2