
Nadia merasa sangat bersalah, karna sapah faham, Nur mengalami musibah itu, Ia pun tak berhenti merutuki dirinya sendiri . Sepulang nya dari Rumah sakit, Ia pulang sendiri, karna Bu Hanum masih tetap di Rumah sakit, menemani menantunya. Sedangkan Zahira Ia titipkan di rumah Aisyah.
Setelah memesan ojek melalui aplikasi di ponselnya, Nadia menunggu di jalan yang agak jauh dari Rumah sakit. Sambil menunggu ojek online yang Ia pesan, Ia pun sibuk dengan ponselnya, hingga tanpa Ia sadari, ada sebuah mobil yang mendekati nya, secepat kilat, dua orang laki-laki membekap mulut nya kemudian menyeretnya masuk ke dalam mobil.
Belum sempat teriak minta tolong, Nadia tiba-tiba tak sadarkan diri, karna sapu tangan yang digunakan untuk membekapnya itu ternyata sudah dibubuhi obat bius.
Kemudian mobil itu segera melaju dengan cepatnya.
Tak lama kemudian Nadia tersadar di tempat yang berbeda.
"Rupa nya tuan putri kita sudah bangun ! Selamat datang tuan putri ku yang cantik!"
Itu Suara pertama, yang Nadia dengar saat Ia baru membuka matanya. Entah siapa pemilik suara itu, Nadia belum bisa mencerna nya, yang jelas suara itu milik seorang perempuan.
"Hesti ? Apa yang kau lakukan padaku ? Dimana Aku ?" Nadia yang baru bangun dari pingsan nya itu terkejut dan memberontak karna kedua tanganya terikat dan Dia dibaringkan di sebuah kasur yang cukup besar.
"Tenang, tenang tuan putri ! kamu disini aman kok, buktinya Kamu berada di sebuah kamar hotel yang lumayan mewah," ucap Hesti dengan senyuman mengejek.
"Apa yang ingin kau lakukan padaku, kenapa tanganku di ikat seperti ini, lepaskan Aku!" Nadia semakin memberontak.
"Bagaimana ? Aku baik bukan, Aku menculikmu tapi memperlakukanmu seperti seorang ratu, Ku pesankan kamar vip dan makanan yang enak , tidak seperti orang lain yang biasanya di taruh di gudang , iya kan !"
"Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan padaku, lepaskan Aku !"Nadia masih geram.
"Keinginanku baik kok, Aku hanya ingin memberimu penderitaan! Ha ha ha !"
"Apa maksudmu?" Nadia terperanjat.
"Gak kok, yang sabar ya, tunggu sebentar lagi, kau akan ku bawa ke surga, sekarang sebaiknya makanlah , ini sudah Aku siapkan !"
"Bagaimana Aku bisa makan jika tanganku diikat seperti ini ?" Nadia mencoba merayu Hesti agar mau melepaskannya.
"Oh iya sudah, tapi itu terserah kamu sih, mau makan atau gak, terserah !"
"Bukankah kamu yang dulu menyuruh orang untuk menyiram wajahku dengan air keras, sekarang kau menculikku, sebenarnya apa maumu dan Apa salahku padamu."
"Mauku cuma satu, Aku ingin kau menderita ! Dan kamu mau tahu salahmu, kamu telah mengambil David ku, seharusnya Aku yang mendampinginya di pesta pernikahan kak Dava, tapi kau malah mengambil posisiku, bukankah sudah Aku peringatkan dirimu untuk menjahuinya, tapi mengapa kamu tetap tidak mengindahkan peringatanku " Hesti memegang pucuk dagu Nadia dengan kebencian.
"Aku tidak merebut David darimu, tapi David sendiri yang memilihku !" Nadia mulai menangis.
"Kau memang bakat jadi pelakor ya, tapi baik lah !!Aku akan menfasilitasi bakatmu itu, persiapkan dirimu dulu, sebentar lagi , akan ada suami orang yang akan memberimu kehangatan, dan vidio mu nanti akan ku sebar, jadi ber siap-siaplah kau menjadi artis dadakan lagi !"
"Hesti....tolong jangan lakukan itu, lepaskan Aku, hiks hiks" Nadia meronta-ronta menangis memohon untuk dilepaskan
__ADS_1
"Hesti...lepaskan Aku ! Ku mohon !" Nadia masih menohon.
"Oh iya, Terserah kau mau makan atau tidak, yang jelas Aku sudah memberimu makan, dah...Aku pergi dulu, nanti kalau tamu mu datang, Aku akan mempersiapkanmu untuk tampil cantik" ucap Hesti sambil berlalu, tidak menhiraukan Nadia lah
*
[Target sudah berada di genggaman, jangan lupa ! kamu secepatnya ₩ kemari menyaksikan Nadia meratapi nasib nya yang malang, dan David akan jijik melihatnya]
Pesan itu Hesti kirim untuk Alexa.
[Oh iya Besti, ini Aku kirim sharelok nya] kirim nya lagi kemudian di iringin notifikasi peta.
Meski tidak membuka ponsel Alexa, tapi Sandra
tanpa sengaja membaca pesan itu dari tampilan layar depan, saat Alexa sedang berada di kamar mandi.
"Ini pasti dari Hesti, Astaga, apa yang akan mereka lakukan dengan Nadia, ini shareloknya di Hotel?" Sandra menutup mulutnya karna terkejut dengan isi chat itu, merasa kawatir anaknya anak terlibat kriminal lagi.
Setelah mengambil sharelok nya Ia segera pergi dan segera mrnghubungi Burhan.
"Halo Mas Burhan?"
"Iya ini Saya, ini siapa ya?"
"Sandra?"
"Ada hal penting yang harus Aku sampaikan padamu, bisa kita ketemu sekarang?"
"Kalau sekarang tidak bisa, Nanti kalau waktu nya makan siang, Aku boleh keluar"
"Oke kalau begitu temui Aku di cafe 'A" nanti siang, penting!"
Makan siangpun tiba, Burhan dan Sandra sudah saling bertemu.
"Bagaimana kabarmu, lama kita tidak bertemu, kemarin kita bertemu di waktu yang tidak tepat !" Guman Burhan membuka percakapan.
"Ada yang ingin Aku sampaikan pada mu tentang Nadia?"
"Nadia? Apa Nadia menggoda suamimu lagi?"
"Bukan tentang itu, sekarang coba hubungi ponsel Nadia" Burhan pun segera melakukan yang di pinta Sandra tanpa bertanya kenapa, setelah beberapa kali dihubungi, ternyata ponselnya tidak aktif, Burhan mulai gusar.
"Ada apa dengan Nadia dan kenapa kamu menyuruhku untuk memastikannya ada dimana"
__ADS_1
"Secara tdk sengaja, td Aku membaca chat Alexa dari Hesti, kalau Dia sudah menculik Nadia dan nanti sore mereka akan memberikan pelajaran pada Nadia, Aku mohon segera selamatkan putrimu !"
"Apahh ? Apa ini bagian dari rencamamu karna kau dendam pada putriku ?"
"Tidak, Aku sama sekali tidak dendam , Aku tidak dendam pada putrimu, itu rencana Alexa dan Hesti dan Aku memberitahumu karna Aku ingin kau menyelamatkan putrimu dan Aku menyelamatkan putriku agar tidak terlibat kriminal dengan Hesti"
"Kenapa kau peduli pada Nadia? Bukankah kau membencinya karna Nadia telah mdnjadi istri simpanan suamimu."
"A-aku hanya tidak mau putriku Alexa terjebak oleh kasus kriminal" Sandra terlihat gugup.
"Baiklah sebaiknya kita segera ketempat yang di tujukan sharelok dari Hesti"
"Ini kunci mobilku, kemudikan lah, kita kesana bersama!" Sandra meminta Burhan menyupiri mobil nya.
"Baiklah !"
Di mobil, Sandra dan Burhan, sudah mulai terlihat sama-sama, tegang, tapi mereka harus tetap terlihat profesional.
"Apakah Kamu bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Burhan pada Sandra.
"Aku bahagia, dan Aku dikaruniai satu anak perempuan dan satu laki-laki, "
"Syukurlah kalau kau bahagia, andai dulu kau menikah denganku, hidupmu pasti pas pasan,"
"Hmmm, berapa anakmu?"
"Satu, hanya Nadia anakku"
"Apakah Dia anak kandungmu ? Maksudku, istrimu dulu bukan janda beranak satu gitu ?"
"Tidak, Dulu Susi masih gadis saat menikah denganku, memang nya kenapa kau menayakan hal itu?"
"Tidak apa-apa,,Aku hanya ingin tahu saja!"
"Ini dimana, shrelok nya , benar tidak, jangan sampai kita salah lokasi"Burhan mencoba menanyakan
"Ini kayaknya benar !"
"Kita tunggu kedatangan Alexa dan Hesti, lalu kita ikuti mereka !"
Tatlama kemudian, Alexa dan Hesti datang, mereka datang bersama seorang laki-laki paruh baya dengan stelan jas mewah, Sandra dan Burhan mengikuti mereka bertiga.
Sementara itu, Nadia yang masih terikat di atas kasur, terperanjat dengan kedatangan Hesti dan Alexa.
__ADS_1
"Bagaimana, Apakah kau sudah siap untuk melayani Mr.Boy ini ? Tenang Nadia, Dia sesuai kriteria mu , yang jelas Dia kaya dan punya istri " Hesti tertawa jahat.