Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Terungkapnya kebenaran


__ADS_3

Arman dan Aisyah, beserta kedua anaknya, Rangga dan Radit sedang berbelanja di Mall, selain untuk berbelanja keperluan bulanan, mereka juga berbelanja keperluan untuk persiapan sekolah Rangga yang akan masuk sekolah PAUD.


Keluarga kecil itu tampak bahagia dan harmonis, Aisyah menuntun tangan Rangga, sementara Arman menggendong Radit, Ranggapun terlihat sangat senang karna sebentar lagi Ia akan bersekolah. Buku dan perlengkapan tulis nya sudah di pilih, tas, serta sepatunya sudah dipilih,juga belanja bulanan mereka sehingga mereka putuskan untuk istirahat di sebuah di cafe dalam Mall.


"Pa, Katanya Zahira juga ingin sekolah kayak Aku, nanti kalau berangkat, Rangga berangkat sekolahnya bareng Zahira ya ?"seru Rangga yang belepotan karna sambil mengunyah French fries.


"Tapi Zahira belum pasti sekolah nya sekarang Sayang. Soalnya, Ayahnya Zahira kan masih sakit" jelas Arman.


"Jadi Rangga kalau sekolah berangkat sama siapa?"


"Nanti Papa yang nganter,"


"Pa...Mama gak ikut nganter ? Rangga kangen Mama"


"Mama gak bisa nganter, kan sudah ada Mama Ica " bujuk Arman saat Rangga menanyakan Nadia.


"Mama Ica yang akan mengurus dan mengantar Rangga nantinya" guman Aisyah.


"Makasih ya Mama Ica"


Sejak viralnya vidio Nadia, Arman memang belum bertemu atau pun menghubungi Nadia, Dia bisa merasakan apa yang di rasakan mantan istrinya itu, Dia hanya sedang ingin membiarkan Nadia membaiki keadaan yang di alaminya dulu sebelum bertemu Rangga.


Seperti itulah hukum alam, tanpa membalas perbuatan Nadia, ternyata kejadian yang dialami Nadia seakan sebuah balasan yang setimpal yang sudah Nadia lakukan pada Arman dan Aisyah, karma tidak akan kemana.


Rangga dan Aisyah serta Radit sedan sibuk dengan makanan mereka, sementara Arman tengah fokus pada seorang wanita yang duduk tidak jauh dari nya yang membuatnya penasaran.


"Mas, Kamu lihat apa an sih kok serius banget ?" Tanya Aisyah.


"Bentar ya sayang, kamu jaga anak-anak , ini ada urusan penting , Aku mau kesana dulu !"


Melihat gelagak suaminya yang aneh, Aisyah pun melihat wanita yang dilihat suaminya, Aisyah pun kini mengerti dan Dia fokus menjaga anak-anak nya.


Arman segera mendekati meja seorang wanita menjadi perhatiannya tadi, wanita yang diperkirakan seusia dirinya itu sedang bersama seorang lelaki , mereka juga sedang makan, kemudian Arman duduk di dekat meja mereka agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


Tatlama kemudian, wanita itu berlalu ijin ke toilet, sementara pasangannya menunggu di meja mereka, Arman segera mengambil kesempatan ini.Ia menghampiri laki-laki itu.


"Maaf, boleh saya mengganggu sebentar" Ujar Arman.


"Oh iya silahkan duduk, ada apa ya?"laki-laki itu tampak heran.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, wanita yg bersama Mas tadi siapa ya?"


"Dia istri Saya, memang nya kenapa Mas?"


"Sebelumnya kenalkan, namaku Arman"


"Yanto"


"Sudah berapa lama kalian menikah?"


"Hampir tujuh tahunan anak kami sudah dua," jawab Yanto.


"Tujuh tahun, benarkah, ?"


"Iya, memang ada apa Mas?"


"Sebentar, Aku nunggu istri Mas dulu" Arman semakin penasaran, sehingga Dia memutuskan untuk menunggu wanita yang sedang ke Toilet itu.


Dan tak lama kemudian, wanita itu muncul.


"Ada apa Mas, siapa Dia Mas?" Sapa wanita itu pada suaminya.


"Kamu lupa sama Aku?" Sahut Arman dengan wajah menahan emosi.


"Cepat katakan yang sejujurnya padaku, apa tujuanmu mengaku sebagai istri kedua Ayahku disaat Ayahku di hari meninggal nya, padahal kamu sudah mempunyai suami, apa maksudmu ?" Desak Arman.


Kerongkongan Rani seketika tercekat, Ia semakin ketakutan.


"A-nu , Aku hanya di suruh orang ?" Rani tergugu.


"Di suruh ? Buat Apa?"


"Saya tidak tahu tujuannya, karna saya hanya di suruh. selebihnya Aku tidak tahu apa-apa."


"Siapa yang menyuruhmu?" Bentak Arman.


"Kami tidak tidak tahu" Yanto ikut menjawab.


"Jadi kamu juga tahu apa yang dilakukan istrimu?"

__ADS_1


"Maaf, waktu itu Kami sedang butuh uang untuk biaya berobat anak kami, dan Kami brnar-banar tidak kenal orang yang menyuruh kami, waktu itu kami bertemu di sebuah cafe dan orang itu pake masker, jadi kami tidak tahu wajah nya." jelas Yanto yang lebih tenang dari pada Rani.


"Orang itu Laki-laki atau perempuan?"


"Laki-laki"


"Sekarang kalian harus ikut Aku untuk menjelaskan semuanya pada Ibuku, kalau tidak, maka Aku akan melaporkan kalian pada polisi, kalian tahu kan, Ayah ku yang kalian fitnah itu adalah seorang tentara?" Arman mengancam suami istri itu.


"Ka-ka-mi tahu , maafkan kami Mas, tolong jangan laporkan kami, kasihan anak kami, iya, kami akan ikut Mas dan menjelaskan nya pada Ibu anda kalau perlu pada tetangga kalian juga" Rani semakin ketakutan


*******


Arman langsung membawa kedua pasangan suami istri itu ke Rumah Bu Hanum.


"Apahhh ! jadi waktu itu kau hanya bersandiwara, menangis-nangis di depan jenazah suamiku dengan mengaku sebagai istri nya, semua itu hanya sandiwara?, kau bisa bayangkan tidak bagaimana sedih dan terpukul nya prasaan ku dan anak-anakku dengan perbuatanmu yang menfitnah suamiku itu.


Waktu itu Dia sudah meninggal, terbujur kaku dan kalian tega menfitnahnya serta mempermalukan keluarga" Bu Hanum shock dengan kenyataan itu.


"Maafkan kami Bu, kami menyesal" Rani yang Yanto menunduk dan terlihat gemetar.


Sementara Baim dan Nur yang mengetahui hal itu juga merasa terkejut dengan kenyataan tersebut.


'Kok ada yang tega menfitnah orang yang sudah meninggal' batin Nur.


"Kamu tahu, akibat dari perbuatanmu, Aku jadi membenci suamiku di akhir hayatnya, Aku bahkan enggan mengirimkan doa saat kepergiannya, kenapa kalian bisa tega menfitnahnya di akhir hayatnya, kalian memang tidak punya hati "Bu Hanum semakin geram dan memukul-mukul pasangan suami istri itu.


"Nama baik suamiku jelek bukan hanya di depan keluarganya, tapi di mata tetangga dan juga teman sejawatnya, bagaimana bisa Kalian hanya meminta maaf tanpa membersihkan nama baik suamiku !"


"Kami akan memperbaiki nama Almarhum suami Ibu , tapi jangan laporkan kami ke polisi Bu! Kami hanya di suruh Bu !"


"Apah ? Siapa yang menyuruh kalian?"


"Kami tidsk mengenalnya Bu, bahkan kami tidak tahu wajahnya, karna Laki-laki itu menutupi wajahnya dengan masker, dan waktu itu kami sangat membutuhkan uang untuk anak kami" Jawab Yanto.


Sesuai dengan kesepakatan, Hari itu Yanto dan Rani menjelaskan kejadian sebenarnya dihadapan para tetangga dan juga melakukan klarifikasi melalui ponsel yang di sebar di kalangan angkatan sejawat Pak Bambang.


Bu Hanum kemudian berziaroh ke makam suaminya.


"Ayah, apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Ayah sampai difitnah diakhir hidup Ayah, dan juga tentang pernyataan Ayah yang meminta maaf atas penghianatan yang pernah Ayah lakukan, apa yang terjadi sebenarnya Yah, kenapa kau meninggalkan kami dengan misteri ini.

__ADS_1


Apakah Ayah punya musuh , atau Ayah pernah menyakiti seseorang, Ya Allah, beri kami petunjuk agar kami bisa mengungkap misteri ini dan suamiku bisa tenang di alam sana !" Lirih Bu Hanum di depan batu nisan sang suami.


Sejak itu, Bu Hanum mulai mengirim doa untuk sang mendiang setelah sebelumnya enggan, Dia merasa sakit hati karna dihianati suaminya. Ketulusan seorang istri di uji saat suaminya melakukan sebuah penghianatan, hati wanita terlalu sensitif ketika orang yang Dia cintai membagi cintanya.


__ADS_2