Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Sang Arjuna


__ADS_3

Flashback)


Ketika tahu suaminya Pulang dari tugas, Hanum merasa sangat bahagia karna Ia dan kedua anaknya sangat merindukan nya. Ia bergegas membuka pintu hendak menyambut suaminya, namun kehadiran suaminya seketika membuat raut wajah nya berubah.


"Hanum, perkenalkan, ini Yurika , Aku sudah menikahinya ," ucap Bambang dengan prasaan harap-harap cemas saat memperkenalkan istri sirrinya pada istri pertama nya.


Duarrr.


Hati Hanum jelas hancur mendengar penuturan suaminya yang tengah membawa seorang wanita cantik, berpenampilan elegan dengan dress tosca sepanjang lutut dengan rambut tergerai rapi serta makeup bold dan aroma parfum nya seakan menyebar ke seluruh ruangan.


Dan itu berbanding terbalik dengan Hanum, yang saat itu mengenakan daster, rambut hanya di gelung dengan karet gelang, yang pastinya bau keringat karna memang sedang berkutik di dapur.


"Mas, kenapa kamu tega melakukan ini padaku Mas ? , kenapa kamu masih saja seperti ini, Mas ? Dulu saat kamu menceraikan Lastri, kamu berjanji untuk tidak akan mengulangi nya lgi, kenapa Mas." Hanum hanya bisa mengatakan itu dengan dada bergemuruh.


Dulu pernah Saat Arman berusia lima tahunan, Bambang memang menikah dengan wanita bernama Lastri, tapi hanya bertahan dua bulan.


"Maaf, ini sudah terjadi, Dia sekarang sedang hamil anakku, Aku harap kamu isa menerimanya !" Ucap Bambang dengan suara pelan. Sejatinya Bambang memang bukan suami yang kasar atau ringan tangan, Ia hanya seorang laki-laki yang romantis , gagah dan tampan, sehingga banyak wanita yang terpikat dengan pesona nya.


"Kamu ! Kamu tahu kan kalau Mas Bambang sudah punya istri, ?" Tanya Hanum pada Yurika.


"Iya, kenapa memang nya, kamu keberatan? Kalau keberatan, ya sudah mundur saja, apa susahnya?" Jawab Yurika enteng.


Hanum semakin marah dengan jawaban Yurika yang malah memantang nya untuk mundur.


"Sudah, sudah , jangan ribut ! Rasanya kalian tidak mungkin tinggal satu atap. Biar Yurika Aku kontrakkan saja. Aku kesini hanya memberitahumu kalau Aku juga punya istri lagi, jadi bila nanti Aku ke rumah nya, kamu tidak usah nyari-nyari Aku lagi!" Bambang menekankan pada Hanum.


Hanum tidak bisa berbuat apa-apa, Dia tidak mungkin menjambak rambut madunya di depan suaminya, apalagi Yurika sedang hamil. Kalau mrminta cerai , Ia tak ingin di bilang kalah oleh Yurika. Kecewa, sedih dan marah itu pasti, Namun ada Arman dan Baim yang masih kecil , yang membuat Hanum bertekad untuk bertahan demi anak-anak.


Sehari, dua hari , Bambang masih bersikap seperti biasa, karna meski Hanum marah atas perbuatan nya yang menikah lagi, Bambang lebih sering bersikap diam dan meminta maaf. Pertengkaran yang terjadi antara Hanum dan Bambang hanya pertengkaran yang kecil saja, sementara Yurika pun tidak lagi muncul di rumah Hanum, meski rumah kontrakan nya dekat.


Namun, seminggu setelah pernikahan itu, ketika Bambang pergi dinas ke luar kota, Yurika pergi ke rumah Hanum dan berulah.


"Ngapain kamu kesini? Sudah puas kamu mengganggu rumah tanggaku hah ?!!", gertak Hanum .


Yurika yang dandanannya menor serta mengenakan dress dengan bahan kaos yang memperlihatkan lekuk tubuhnya itu berjalan layak nya seorang model seraya menghina Hanum.


"Pantas saja Mas Bamang cari wanita lain yang lebih cantik dan **** seperti Aku, ternyata yang di rumah kayak Babu toh," ucapnya sinis.

__ADS_1


"Mending Aku seperti babu karna sibuk melayani suami dan anak-anak. lah , daripada kayak ulat bulu , udah gitu gat*l, seperti kamu!" Jawab Hanum tidak tinggal diam.


"Mas Bambang itu sering bilang kalau Dia itu sudah bosan sama kamu, ya wajarlah bosan , kucel gini !" Cela Yurika .


"Itu karna kamu selalu menggodanya !!" Balas Hanum sambil mendorong tubuh Yurika. Sebenarnya hati Hanum sangat perih dan sakit mendengar penuturan madunya itu, tapi Ia sembunyikan .


"Pergi kamu dari sini ! Jangan pernah ke rumahku lagi, Aku tak sudi rumahku di masuki wanita sepertimu !" Hanum semakin geram .


"Huh , dasar burik ! Bau ikan asin lagi !" Yurika masih mencemooh Hanum.


Mereka pun saling dorong, tapi tiba-tiba Arman muncul, Ia baru pulang dari sekolah.


"Ibu...,ada apa ini, kamu mau memukul Ibuku hah ?" Arman tidak terima Ibu nya di dorong oleh Yurika.


"Pergi kamu dari sini ! Jangan sekali-kali ke rumah kami lagi !" Arman mengusir Yurika.


"Huh , dasar, Ibu dan anak sama saja !" Grutu Yurika kemudian berlalu pergi dengan membanting daun pintu.


"Ibu tidak apa-apa?" Tanya Arman dengan penuh perhatian. Belum sempat menjawab, Hanum segera pergi ke kamar nya karna Baim yang baru bangun tidur menangis .


Arman memperhatikan Ibunya menangis sambil menggendong Baim kecil.


Guman Arman.


Suatu hari, Baim demam, panas nya tinggi , Hanum bingung, mau di bawa ke klinik , Suaminya tidak bisa dihubungi, Arman pun sedang tidak ada di rumah.


Hingga Ia memutuskan untuk naik ojek di ujung jalan , agak jauh dari rumah Hanum. Namun demi Baim Ia pun tak peduli jika harus berjalan jauh menuju pangkalan ojek.


Saat tiba di klinik terdekat, Hanum melihat suaminya juga sedang ada klinik bersama Yurika yang memeriksakan kandungan nya.


"Mas, kamu disini, Alfin demam, Mas !" Sapa Hanum yang tergopoh-gopoh menggendong Baim.


"Hanum ," Bambang tampak cemas seraya mengambil Baim dari gendongan istrinya serta mengurusnya untuk segera diperiksakan ke dokter disana. Melihat itu , Yurika merasa terabaikan.


Ternyata Baim harus di rawat inap, selama dua hari Bambang ikut menemani Hanum dan Baim. Merasa terabaikan Yurika pura-pura sakit, Bambang bingung mau pilih siapa yang harus dia temani , hingga akhirnya Ia lebih memilih menemani Yurika, dengan alasan Baim sudah di temani Hanum dan juga Arman.


Beberapa bulan kemudian, Yurika mengadu pada Bambang, kalau Ia melihat Hanum sedang memasukkan laki-laki ke rumah nya dan bahkan bermesrahan dengan Hanum, Yurika bahkan menyerahkan beberapa foto seolah-olah Hanum selingkuh demi meyakinkan suaminya itu.

__ADS_1


Bambang jelas marah kemudian menampar Hanum untuk pertamakalinya, bahkan menjatuhkan talak satu pada Hanum.


Pertengkaran besar pun terjadi antara Bambang dan Hanum , Arman hanya bisa membela dengan menghalangi Ayahnya yang terlihat penuh amarah.


"Ayah marah bahkan mentalak Ibu hanya karna sebuah foto, sedangkan Ibu setiap hari harus menahan rasa sakit karna sering melihat Ayah bersama wanita lain !"


"Itu karna Laki-laki boleh menikah lebih dari satu istri, sedangkan seorang istri tidak boleh dekat dengan laki-laki lain selain suaminya." Bambang dengan suara lantang.


"Apa Ayah yakin Ibu selingkuh ?" Tanya Arman.


Namun Bambang terhenyak, sebab hati nuraninya berkata bahwa Hanum adalah istri yang setia. Namun Dia hanya bisa diam.


Setelah pertengkaran itu, Bambang tidak lagi ke rumah Hanum. Ia hanya berada di rumah Yurika.


Suatu malam, saat sedang santai, Yurika membimbing tangan suaminya untuk mengelus-elus perut nya.


"Mas, Aku lagi pingin banget deh punya buku nikah !" Guman Yurika manja.


"Maksud nya?"


"Ya, entahlah, mungkin ini bawaan bayi ya, Mas, Aku pingin pernikahan kita itu sah dimata hukum,"


"Tapi, itu belum bisa sayang, Aku dan Hanum belum resmi bercerai, "


"Ya cepat diselesaikan dong , Mas !"


"Tidak semudah itu sayang ," jawab Nambang, Yurika pun hanya manyung.


.


Suatu ketika saat Bambang sedang hendak berangkat bertugas, ada sesuatu yang ketinggalan sehingga membuatnya, harus kembali lagi ke rumahnya.


Tak sengaja Ia mendengar Yurika sedang menelpon seseorang.


"Kamu memang hebat, sekali beraksi, suamiku langsung percaya, kalau istrinya selingkuh bahkan Dia langsung menceraikan istrinya. Ha ha ha...!"


"Apa maksud mu , Hah !! Kamu menfitnah Hanum ?" Suara Bambang lantang, membuat Yurika terperanjat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2