
Reyfan, kakak dari Ranti yang berprofesi sebagai dokter kandungan malam itu mengunjungi adiknya di rumah Bu Hanum. Dia di sambut hangat oleh keluarga Bu Hanum.
"Bagaimana pekerjaanmu Rey, lancar kan?"tanya Bu Hanum, saat mereka berkumpul bersama.
"Alhamdulillah lancar, Aku titip Ranti disini dulu ya Bi, jewer kuping nya jika masih tetap nakal kayak dulu." Ujar Reyfan.
"Tenang, sudah pasti Bibi jagain ! "
"Aku sekarang sudah besar kak, tidak nakal seperti dulu dan tak perlu di jagain , yang penting, makanan untukku jangan dilupakan ! Karna makan adalah kebutuhan sekaligus hoby ku ." Ranti berseloroh.
"Huh...mau nya !! Bangkrut nanti Bi Hanum nya". Reyfan menjitak pucuk kepala Ranti.
Semua nya tertawa dengan tingkah Reyfan dan Ranti.
"Mbak Nur bagaimana kondisi nya sekarang, apa sudah merasa lebih baik ? Tidak merasakan trauma lagi kan?" . Reyfan melemparkan pertanyaan pada Nur.
"Alhamdulillah , sekarang fisik maupun psikis ku jauh lebih baik dari sebelum nya, itu semua karna Mas Baim menjagaku dengan baik dan penuh kasih sayang, Dia suami serta Ayah yang siap dan sigap." Ujar Nur, memuji suaminya dihadapan semuanya.
"Iya lah, kita sebagai suami memang harus siap menjaga dan melindungi istrinya, kapan pun , dimanapun dan dalam keadaan apapun. Gak tahu ya kalau masih jomblo !" Baim melirik Reyfan.
"Gak usah nyindir gitu deh, kasihan kakak ku, nanti nangis loh, Dia kan nangisan." Ranti tambah menggoda kakak nya.
"Kalian itu suka nya kroyokan ya !" Reyfan sewot.
"Alfin, bagaimana dengan pekerjaanmu sekarang ?"
Kali ini Reyfan dan Baim bicara serius berdua membicarakan pekerjaan, sedangkan Ranti sibuk ngobrol dengan Nur dan Bu Hanum dengan topik lain.
"Aku baru merintis buka cabang, Aku sudah melakukan kerja sama dengan temanku, rencana nya Ranti mau Aku ajak kerja bareng ".ujar Baim.
__ADS_1
"Semoga lancar dan sukses seperti Yang di Surabaya"
"Aminn". Baim mengaminkan ucapan Sepupunya itu.
"Kerjaanmu gimana?" Giliran Baim bertanya.
"Kemarin, Untuk pertamakalinya Aku merasa sedih dan merasa gagal dengan profesiku dalam membantu orang melahirkan selama ini" Reyfan tampak serius.
"Memang nya Kenapa?" Baim heran.
"Kemarin Aku mendapati pasien pasca aborsi. Dia mengalami pendarahan hebat karna dipaksa menggugurkan kandungan nya oleh Ibunya, dukun beranak yang membantu proses pengguguran itu angkat tangan ".Reyfan mulai menceritakan nya.
"Terus , sedihnya dimana, kan bukan kamu yang meng aborsi nya. "
" Perempuan tersebut koma, Ibunya masih selalu menyalahkan ku. Itulah yang membuatku merasa gagal . Dan perempuan yang bernama Alexa itu ternyata adalah kakak dari Nadia, kata Nadia, Alexa sangat ingin merawat dan menjaga bayinya meski tanpa seorang Ayah.
Namun Ibunya memaksanya untuk menggugurkan kandungan nya melalui jasa dukun beranak". Reyfan menceritakan pengalaman nya pada Baim, dengan seksama, Baim pun mendengarkan nya.
"Kasihan ya, ada sebagian orang yang sangat menginginkan anak hingga rela melakukan apapun , ada yang menginginkan tapi tidak ditakdirkan melihat dunia seperti anakmu dan ini, ada yang dikasih tapi malah di bunuh, disitulah letak rasa bersalahku, Aku sedih melihat pasian yang trauma kehilangan anak nya hingga kritis". Ujar Reyfan.
"Itulah misteri hidup."
"Andai saja Aku bisa, Aku ingin selalu 1menciptakan senyum disetiap kelahiran yang Aku tolong. Aku tak ingin ada seorang Ibu yang sedih mendapati anak yang di kandung nya selama sembilan bulan tiada dan belum sempat melihat dunia, seperti yang dialami istrimu.
Aku tak pernah ingin melihat bayi yang tak berdosa, menjadi korban aborsi, karna bagaimanapun, mereka berhak hidup."
"Tidak ada pekerjaan yang selalu berjalan mulus sebagaimana tidak ada perjalanan hidup yang lurus. Rey, sebenarnya sudah waktu nya kamu itu punya tulang rusuk, agar kamu tahu rasanya bahagia menjadi seorang Ayah, sebagsimana kamu bahagia saat membantu proses melahirkan dan melihat senyuman orang tua atas setiap kelahiran yang kau tolong."
"kalau masalah itu targetku tahun ini segera menemukan nya, doakan ya ."
__ADS_1
***
Sementara itu, Sandra dengan prasaan sedih dan panik nya, sedang berusaha sabar dan tenang saat menunggu putri nya yang sedang kritis di rumah sakit .
"Bagaimana kondisi Alexa sekarang ?" Tanya Burhan pada Sandra, yang baru datang bersama Nadia dan istrinya.
"Masih belum sadarkan diri. " Guman Sandra dengan tatapan mata kosong.
"Kenapa kamu memaksanya menggugurkan kandungan nya hah, Dia itu sudah bertekad ingin mempertahankan dan membesarkan bayinya dan Dia juga bersedia tinggal di rumahku selama hamil ! Tapi mengapa kau bersikeras ingin menggugurkan kandungan nya ?" Burhan memarahi Sandra.
" karna Aku tidak mau dia sepertiku" Sandra tidak mau di salahkan.
"Tapi apa hasil nya, Hah ? lihat ! Dia nyaris kehilangan nyawa nya karna ambisimu. oke, Dia mungkin memang telah melakukan dosa, dan membuat malu keluarga, tapi Dia berhak menentukan hidup nya, sekarang bukan hanya nyawa anak nya yang hilang, tapi nyawa nya pun jadi taruhannya". Suara Burhan bergetar, Ia pun menangis tanpa suara, hanya air mata yang menjadi saksi, bahwa Ia sangat sedih.
"Dulu Kita yang melakukan dosa, dan sekarang anak kita pun juga melakukan hal yang sama, tapi apakah kamu tidak memikirkan kondisi fisiknya, apakah kamu tidak mau memberinya kesempatan untuk menata hidupnya, apakah kamu tidak memikirkan prasaan nya". Suara berat itu sengaja Ia pelankan, karna mereka memang sedang berada di rumah sakit.
"Maafkan Aku Mas, ". Sandra merendah.
"Dulu Kau telah menipu suamimu, kau menipu Aku dan kau menipu keluargamu sendiri, lantas mengapa sekarang kau berpikiran demi nama baik keluarga. "tambah Burhan.
"Sekarang, bukan hanya nyawa bayinya yang tiadak tertolong, nyawa Alexa pun jadi taruhan nya" Burhan mengulang kata yang sama,karna dari sedih nya Dia saat ini.
"Kenapa kau selalu menyalahkanku? " Sandra merasa tersudutkan karna selalu di salahkan.
"Terus siapa yg pantas disalahkan ?" Burhan semakin marah.
"Sudah, sudah, tidak ada gunanya saling menyalahkan, karna sekarang Anak kalian sedang koma dan dokter pun tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi pada nya nanti, sebaiknua kalian sekarang berdoa yg terbaik untuk nya bukan hanya saling menyalahkan!" Ucap Susi menenangkan keduanya.
Kedua nya kini terdiam , sibuk dengan prasaan masing-masing. Burhan sangat mengkhawatirkan kondisi Alexa yang masih tak sadarkan diri.
__ADS_1
Meski Dia baru mengetahui bahwa Alexa adalah anak nya, kasih sayang nya sebagai Ayah tidak diragukan lagi. Sebab dulu Dia memang sangat mencintai Sandra dan selalu ingin bisa menikahinya, tapi Sandra yang tidak mau.
Susi, Istri Burhan awalnya sedih dengan kabar itu, tapi akhirnya Dia bisa menerima. sedangkan Suryo yang baru mengetahui nya dari Sandra, merasa tertipu selama bertahun-tahun memilih untuk berpisah sementara, sebab untuk bercerai, mereka masih memikirkan anak kedua mereka.