Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Gaun untuk Ranti


__ADS_3

Setelah kerjasama Antara Gladis dan Butik Zahira milik Baim di tanda tangani, Ranti dan Baim menjadi semakin sibuk. Baim dan Ranti juga karyawan lain nya sampai pulang petang. Mengetahui hal itu, Bu Hanum maupun Nur menjadi semakin risau dan was-was.


"Ranti, memang nya kerjaan di Butik segitu numpuknya ya, sampai harus pulang maghrib gini ?" Tanya Nur pada sepupunya itu.


"Entahlah mbak, klien kita yang bernama Gladis ini meminta pesanan yang lumayan banyak sekitar 1000 gamis dan harus segera selesai sebelum tanggal 30 ini, kalau tidak, maka kita harus ganti rugi sebesar 2 kali lipat." Ujar Ranti dengan raut wajah lelah.


"Tanggal 30 ? , berarti cuma satu bulan dong ! Kok Mas Baim nekat merima nya , karyawan kita kan cuma sedikit, mana mngkin kita mampu menyelesaikan. " Nur terperangah dengan penuturan Ranti.


"Tenang mbak, Mas Baim sudah temukan solusinya, mbak jangan kawatir. " ujar Ranti santai


"Memangnya gimana?" Nur heran.


"Ini rahasia perusahaan, karyawan nya saja tidak ada yang tahu, termasuk Aku sendiri tidak tahu,"


"Masak sih ?"


"Entahlah, tanyakan sendiri tuh sama orang nya ?" Ranti menunjuk Baim.


"Ayah, kata Ranti, Mas memerima orderan yang sangat beresiko, kenapa Mas nekat sih?"Nur menghampiri Suaminya yang sedang memasuki kamar mereka.


"Tenang sayang, Ayah hanya butuh doa istri yang sholihah seperti Bunda, dan doa dari Ibu juga."


"Tapi, Aku kok merasa was was ya, apa Ayah sudah mempertimbangkan nya matang-matang ?" Nur ragu.


"Tenang, bahkan Ayah selalu melibatkan Allah dalam setiap usaha ku, seperti yang selalu Bunda ingatkan "! Ujar nya sambil melepas kancing kemeja yang sedari pagi Ia pakai.


"Ya sudah kalau memang Ayah yakin, Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Suamiku." Akhirnya Nur pasrah.


Tujuan gladis memang sengaja ingin memesan banyak pesanan yang sekiranya Baim tidak mungkin menyelesaikannya secepat mungkin, sehingga Dia mempunyai alasan untuk meminta ganti rugi nya nanti.


Hal itu sudah dipersiapkan dengan matang oleh Gladis dengan seksama, sehingga Baim sama sekali tidak curiga. Rugi waktu dan tenaga serta rugi uang serta bisa di pastikan nantinya usaha Butik Baim bukan hanya Rugi, tapi juga akan meambah hutang.


Gladis begitu yakin kalau rencana nya akan berhasil, dengan pongah nya Ia mertuki Baim, yang tak lain adalah saudara satu Ayah dengan nya.


"Tak lama lagi, kamu akan hancur, dan Aku akan tertawa dengan kehancuranmu. Aku akan setia menunggu hal itu terjadi." Batin Gladis dengan senyum jahat nya.


Dendam itu seakan mendarah daging dalam hatinya, sehingga Ia menghalalkan segala cara untuk bisa menghancurkan yang dibencinya.


"Viona, bagaimana hasil penyelidikan mu?" Tanya Gladis pada tangan kanan nya itu melalui ponsel nya.


"Seertinya mereka mulai lembur Bos, bahkan ada yang sampai pulang jam 7 malam." Jawab viona.


"Kasihan mereka, sudah capek pikiran dan tenaga, ujung-ujung nya, mereka akan rugi juga, hahaha "Gladis merasa menang.

__ADS_1


"Pantau terus mereka ! " perintahnya.


"Baik bos !"


"Aku harus siap-siap menonton kehancuran mereka, hahaha."Ranti merasa puas karna yakin rencana nya akan berhasil.


***


Malam itu, Ranti yang masih santai sepulang dari lembur, tiba-tiba di telfon Yongki.


" Ranti, malam ini kamu sibuk gak ," ujarnya tanpa basa basi.


"Hmmm , Sebenarnya gak sibuk sih, Tapi capek banget habis lembur ," Ranti jujur.


"Capek bisa di manipulasi, kesibukan juga di tunda. Sekarang kamu sudah mandi belum?" Yongki langsung menanyai Ranti.


"Ngapain tanya Aku sudah mandi ? " Ranti keheranan.


"Jawab aja, sudah mandi apa belum"


"Be-belum "


"Sekarang mandilah, Setelah ini Aku otw ke situ !" Yongki langsung pada intinya.


Namun belum sempat bertanya yang lain, ponsel nya keburu di matikan oleh Yongki.


"Dasar cowok gak jelas ! Ngapain Dia tanya Aku sudah apa belum, lalu katanya Dia mau kesini. apah ? Dia mau kesini ? Kalau begitu Aku harus segera mandi, malu dong ketemu Yongki muka ku kusam gini, " Ranti segera beranjak pergi ke kamar mandi.


Taklama kemudian Yongki pun sudah sampai di kediaman Bu Hanum.


"Ranti.., tuh ada tamu nya, kalian mau pergi berkencan ya ?" Guman Nur pada Ranti yang saat itu sedang menyisir rambut nya.


"Apah, Dia sudah datang? Tidak kok mbak, kami gak mau kencan, Dia gak ngomong apa-apa, Dia hanya nyuruh Aku mandi, setelah itu katanya Dia otw , " Ranti semakin merasa keheranan.


Karna penasaran, Ranti segera menemui Yongki. Tampak Yongki sudah berpenampilan rapi dan formal.


"Kamu itu sebenarnya mau ngapain sih, nyuruh orang cepat mandi , lalu langsung datang.?" Grutu Ranti dengan raut wajah kesal.


"Pakailah gaun ini, setelah itu kita berangkat !" Yongki menyerahkan paperbag berwarna coklat muda pada Ranti.


"Enak aja, nyuruh-nyuruh tanpa tahu kejelasannya. " Ranti semakin kesal tapi hatinya merasa senang karna Yongki membelikan gaun untuknya.


"Oke, Aku jelaskan. Ranti, Aku minta tolong padamu, malam ini ikutlah dengan ku ke acara pesta pernikahan temanku. Karna Aku tidak mungkin pergi sendirian , jadi tolong temani Aku ke pesta itu ya, Aku mohon !" Ucap Yongki memohon.

__ADS_1


"Prnikahan teman apa mantan ? Gak mungkin kan kalau hanya sekedar teman sampai kamu segitunya," Ucap Ranti curiga.


"Huf, iya iya, yang nikah itu memang mantanku, dan bahkan itu pernikahan kedua nya ! Jadi tolong kali ini bantu aku ya plisss ?" Yongki memohon lagi.


"Hmm, gimana ya...,kamu itu kan kaku sama perempuan , apa lagi jika berjalan dengan perempuan , gimana nanti kalau jalan sama Aku." Ujar Ranti.


"Kamu mau atau tidak ? " Yongki tegas.


"Oke, oke Aku mau ."


"Kalau begitu cepat pakai gaun itu!" Pinta Yongki.


"Ini ? Tapi gaunya sopan kan ya, gak ada yang bolong-bolong atau belahan nya kan?" Tanya Ranti.


"Tidak ada, Aku itu mengerti perempuan sepertimu, Aku tidak akan membeli gaun anak TK untuk mu,"jelas Yongki.


"Oke lah, Aku pakai sekarang," Ranti pun segera ke kamarnya.


"Jangan lama-lama!" Yongki dengan suara tegas.


Setelah selesai, Yongki sangat terpana dengan muncul nya Ranti yang sudah mengenakan gaun pemberian nya.


Sebenarnya Ranti juga takjub dengan gaun nya, dalam paper bag itu ternyata masih ada nota yang bertuliskan nota harga gaun yang Ia kenakan itu, dengan total harga 10 juta.


"Yongki...Yongki..." Ranti menyadarkan Yongki dari lamunannya, sebenarnya Yongki hanya sedang hanyut pada pesona Ranti yang terlihat cantik dan anggun tersebut.


"Oh iya, gaun ini nyewa dimana, kok mahal banget, memang nyewa nya sampai berapa hari? "Tanya Ranti polos.


"Itu tidak nyewa, itu beli, setelah acara ini, gaun itu bisa jadi milikmu kok ."


"Semahal ini buat Aku ?"


"Gak mau?"


"Mau mau "


"Ya sdah, Ayo kita berangkat!" Ajak Yongki.


" Tante Saya ijin bawa keponakannya sebentar ya ke acara pesta teman Saya ya,"Yongki meminta ijin pada Bu Hanum yang baru keluar menemui Yongki.


"Iya, hati-hati di jalan. oh ya, Ranti, disana jaga sikap, makan nya jangan banyak-banyak ."ucap Bu Hanum.


"Iya iya bi, ya udah, Aku pamit dulu. Assalamualsikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam."


__ADS_2