Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Dinner 2


__ADS_3

"Mas Baim yakin mau bekerja sama dengan nya?" Nur memastikan suaminya.


"Iya, memang nya kenapa sayang ?" Baim bertanya balik sambil menyuapkan sesedok Deesert pada istrinya , meski sebenarnya Nur merasa agak risih, sebab Ia merasa malu disuapin di tempat umum.


"Aku kok merasa Dia itu kurang baik deh, cara memperhatikanku itu, entah itu hanya prasaanku saja atau memang wataknya gitu, pandangan nya itu seolah genit gimana gitu"


"Itu mungkin hanya prasaanmu saja sayang, di moment romantis gini, masak ngomongin orang lain sih, mana , suapin Aku juga, gantian !dong ! " Baim manja.


"Mas dulu kenal Dia dimana?." Sambil menyuapi suaminya.


"Dia itu teman sekelasku, Dia selalu juara kelas, dulu orang nya baik kok, bahkan bisa dibilang Dia pendiam, beda denganku yang urakan ."


"Tapi , Aku merasa...ya sudahlah ! Mungkin itu hanya prasaanku saja. Tapi ,Aku harap kamu hati-hati bila bekerja sama dengan nya." Nur memutuskan untuk tidak negatif thinking lagi pada Yongki.


"Setelah ini, kita akan menginap di hotel, Aku Sudah siapkan kamar khusus bulan madu untuk kita berdua."


"Mas ini apaan sih, kayak kita masih pengantin baru saja, kita ini sudah empat tahun menikah, pake nginap di hotel segala," Nur tersenyum malu tapi hatinya berbunga-bunga.


"Sayang, maafkan Aku jika selama ini tidak romantis, sejak pertama kita menikah yang serba dadakan itu, Aku tidak sempat membuatkan moment romantis atau Honeymoon untuk kita, Aku justru selalu sibuk merintis karir bersama kesetiaanmu yang selalu menemaniku dari nol " Baim menggenggam tangan istrinya dengan lembut.


"Bagiku kau adalah suami yang romantis, saat tengah malam Aku ngidam pingin tahu gejrot, waktu hamil Zahira, Mas siap siaga mencarikan nya malam-malam yang waktu itu dinginnya minta ampun sampe pagi nya Mas terkena flu,"


"Haha...masak gitu dibilang romantis, itu namanya perjuangan cintaku untuk anak dan istriku"


Mereka berdua membicarakan hal-hal kecil yang bisa menghangat kan percakapan mereka, hingga tak terasa waktu pun sudah semakin malam.


"Sebaiknya kita segera pulang saja yuk, semakin malam udaranya semakin dingin" Nur yang mengenakan jilbab warna peach itu merasakan dinginnya malam.


"Ya sudah, Ayuk kita segera chek in."


"Tapi Aku kepikiran Zahira."


"Malam ini Pikirkan Aku saja, jangan yang lajn, karna malam ini adalah malam bulan madu kita."bisik Baim di dekat telinga istrinya.

__ADS_1


Tatlama kemudian, Mereka sampai di hotel yang mereka tuju.


Baim membimbing istrinya menuju kamar yang sudah Ia pesan, se sampai di lantai tiga, Nur merasa risih, karna Ia melihat pasangan muda mudi juga terlihat memasuki kamar hotel.


Ketika Baim sudah memasuki kamar nya, Nur tertegun di ambang pintu kamar pesanan suaminya itu, bukan takjub dengan kamarnya, tapi


Ia tertegun dengan orang yang sedang memasuki kamar disamping kamarnya.


'Itu sepertinya Yongki, tapi cewek nya bukan yang di cafe tadi, tapi penampilan nya lebih ****, dan Yongki tampak sedikit sempoyongan, sepertinya Dia sedang mabuk. Ya Allah, suamiku akan bekerjasama dengan nya, tapi kelakuan nya seperti itu, jika memang Suamiku memang harus bekerja sama dengannya, jauh kan Suamiku dari sifat buruk nya, jika mereka tidak jadi bekerja sama, maka karuniakan rizki yang tidak disangka-sangka' guman batin Nur.


"Sayang, ngapain masih berdiri disitu, sini Ayo masuk !" Sahut Baim dari dalam kamar.


Nur pun terperanjat.


"Iya sayang, sebentar, " Nur pun memenuhi panggilan suaminya , termasuk juga memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri , dan mereka pun larut dalam melaksanakan ibadah suami istri.


***


David sedang dilema, Ia masih mencari jalan keluar agar bisa menikahi Nadia, tapi Nadia belakangan ini tidak bisa di hubungi, Ia seperti sengaja menghindari nya.


"Nadia, kenapa akhir-akhir ini kau sengaja menghindariku ?" Ujar David saat menemui Nadia di rumahnya.


"Sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini !"


"Kenapa ? Dan ada apa sebenarnya?" David terkejut, Ia memegang kedua pundak Nadia seakan mencari jawaban di matanya.


"Jawab Aku Nadia, Aku sangat mencintaimu dan Aku juga sudah melamarmu untuk menjadi istriku, tapi kenapa kau malah mau mengakhiri hubungan ini !"


'Tak mungkin Aku katakan kalau Aku trauma dengan yang dilakukan Hesti padanya, meski rencana nya gagal, tapi hal itu mampu membuatku trauma, bagaimana jima waktu itu Ayah datang terlambat atau tidak datang menolongku, Aku pasti sudah di lecehkan dan vidionya juga akan menyebar, Aku tidak bisa membayangkan hal itu' guman Nadia dalam hatinya.


"Fid, maafkan Aku, mungkin kita memang tidak berjodoh, sebaiknya Kita akhiri saja hubungan ini, Aku lelah "


"Apa masalahmu ? Ada apa dengamu?"

__ADS_1


"Aku hanya tidak mau menjalin hubungan yang di bangun dari rasa sakit hati seseorang, yaitu Hesti."


"Tapi Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan nya, kamu tahu itu kan ?"


"Ini bukan tentang hubungan, tapi tentang prasaan, Aku tahu bagaimana prasaan Hesti,"


"Tidak, sepertinya bukan itu yang menjadi alasannya, tolong jujurlah, ada apa sebenarnya?"


"Sudahlah , pulang saja sana!," Nadia memaksa Dafid untuk segera pulang .


"Nadia , apakah kamu menyerah mencintaiku? "


"Tidak, Aku hanya tidak mau kejadian kemarin terulang lagi" Nadia terpaksa mengatakan hal itu.


"Kejadian apa?"


"Hesti menculikku dan dia menyuruh orang untuk melecehkanku, tapi untung nya Ayahku datang, jadi Aku tidak apa-apa. Kamu tahu itu artinya apa? Hesti nekat, Dia akan melakukan segala macam cara untuk menyingkirkan ku, semua karna rasa sakit di hatinya. Bagaimana mungkin Aku bisa tenang hidup bahagia di atas rasa sakit nya." Ujar Nadia.


'Kenapa cintaku banyak rintangan nya begini , belum lagi Mamaku yang masih belum merestu , sekarang , Aku harus bagaimana ya Allah ?.' Rintih David dalam hati nya.


"Kamu tenang saja, biar Aku atur semuanya, kalau perlu Aku akan menyewa bodygurad, agar Hesti tidak menyakitimu lagi" Dafid meyakinkan Nadia.


Sementara itu, di tempat lain, Hesti menghubungi Alexa.


"Lex, Aku butuh bantuanmu lagi untuk menyingkirkan Nadia !" Ujar Hesti melalui ponselnya.


"Sory, kali ini Aku tidak mau lagi ikut campur unrusanmu dengan nya ."


"Hey lex, ada apa denganmu ? Biasanya kamu yang antusias menyusun rencana untuk menyingkirkan Dia !" Alexa merasa heran.


"Aku sudah melakukan nya. Oke Aku tutup dulu telpon nya, "Alexa pun segera menutup telponnya.


"Aku tak mau lagi berurusan dengannya, Apalagi Dia adalah anak kandung dari Ayah biologisku, huh Aku belum bisa mrnerima semua itu, Aku harus menjauh dari mereka, Aku tidak mau berurusan dengan mereka" grutu Alexa yang sedang rebahan di kamarnya.

__ADS_1


"Maafkan Mama sayang, Mama harus menceritakan yang sebenarnya padamu dan Mas Burhsn tentang Ayah kandunngmu, Aku tsk berharap apa-apa, Aku hanya lelah di kejar dosa setiap saat." Ujar Sandra di balik pntu Kamar Alexa.


__ADS_2