Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Katahuan


__ADS_3

Bu Hanum menjenguk Bu Ayu ke Rumah sakit bersama Nur dan Baim yang kebetulan juga mau periksa kehamilan Nur di rumah sakit itu. Baim dan Nur langsung menuju dokter kandungan, Sementara Bu Hanum mengajak Zahira, menuju kamar inap Bu Ayu di rawat.


"Bagaimana kabarmu !?" Ayu hanya terdiam saat Bu Hanum menyapa nya, karna lidahnya kelu tak mampu untuk menjawab. Dan Bu Hanum pun mengerti kondisinya.


"Ya seperti inilah keadaan Mama sekarang, Bu" guman Anggun dengan raut wajah yang sedih, namun hatinya merasa sumringah saat Bu Hanum menjenguk nya.


"Kamu yang sabar ya Nak, pasti ada hikmah dibalik semua ini, oh iya siapa Dia?" Bu Hanum mengusap lembut pundak Anggun, sekedar untuk menenangkannya.


"Oh Dia Dafa Bu, calon suami Anggun" Anggun memperkenalkan Dafa dengan malu-malu.


Mereka pun berkenalan dan saling basa basi satu sama lain sementara itu pikiran Bu Ayu sedang menangis, namun tak akan ada yang mengerti dengan apa yang di pikirkan nya.


'Seperti inikah kelak diakhirat nanti, ketika mulut di kunci dan semua anggota tubuh kita bersaksi atas apa yang kita lakukan selama hidup di dunia . Dan Aku seakan mengalaminya sekarang, dimana bukan hanya mulut ku yang seperti di kunci tapi juga anggota badan yang lain nya juga terkunci,


Sementara hatiku sedang menangis, meratapi dosa-dosa ku yang telah lalu, termasuk dosaku yang telah mencelakakan Mas Bambang hingga berujung pada kematian nya.


Apakah ini sebuah karma untukku atas dosa yang telah Aku lakukan itu, Ampuni Aku ya tuhan, maafkan Mama, Anggun . Mama yang salah karna tidak menceritan nya dari awal , sehingga Anggun tidak pernah bisa berjumpa dengan Ayah kandung nya saat masih hidup' pekik batin Ayu.


Sementara Bu Hanum lebih merasa prihatin atas kondisi yang di alami Bu Ayu.,


'Sebenarnya sebagai wanita biasa, hatiku sakit saat pertamakali tahu bahwa kamu pernah menjadi istri sirri nya Mas Bambang, namun hati nuraniku lebih dalam, Aku merasa perbuatan Mas Bambang sangat keterlaluan pada kalian, semoga dengan Aku menerima kalian, dosa Mas Bambang pada kalian akan berkurang' bisik Batin Bu Hanum.


"Oh iya Bu Hanum, nanti kalau acara lamaran Kami, Saya harap Ibu , Baim dan juga Mas Arman beserta istri, yang menjadi keluarga dari pihakku ya !" Hanjm penuhbharap


"Memang nya kapan acaranya?"


"Sekitar seminggu lagi Bu, sebenarnya rencananya nanti malam, tapi karna keadaan Mama tidak menungkinkan, jadi Kami undur minggu depan." Harap Anggun.


"Kami pastikan datang , karna sekarang kamu bagian dari keluarga kami" Bu Hanum memeluk Anggun.


Sementara di ruangan dokter Kandungan, Nur merasa berdebar-debar saat menunggu dokter datang , karna kebetulan dokternya masih ada urusan, sehingga mereka harus sabar menunggu.


"Kamu kenapa tegang begitu" tanya Baim pada Nur yang sedang duduk di kursi pasian.


"Kayaknya dokternya laki-laki deh, Aku jadi takut !"


"Takut kenapa?"

__ADS_1


"Sebaiknya , Kita batalkan saja yuk, Aku tidak mau di priksa dokter laki-laki, cari dokter atau Bidan perempuan saja yuk" pinta Nur yang sejak tadi tegang.


"Maaf ,Jika Saya datang terlambat! Karna tadi masih ada hal yang Darurat" tiba-tiba Dokter yang ditunggunya datang.


"Alfin !!! Bagaimana kabarmu?!"Dokter itu langsung merangkul Baim.


"Reyfan !!!ternyata kamu jadi dokter kandungan juga!" Baim segera menyambut hangat pelukan sepupunya sekaligus sahabatnya itu.


"Jadi, yang mau di priksa itu istri kamu, kamu apa kabar, maaf ya, saat wafat nya Ayahmu Aku sedang berada di Luar kota ini juga baru kemarin balik tugas disini!"jawab Reyfan, yang merasa tidak nyaman karna tidak berta'ziyah saat meninggalnya Pak Bambang.


"Ya gakpapa, Aku maklum kok, kamu dari dulu itu selalu sibuk terus, di sekolah jadi kutu buku, sampai gak sempat ngelirik cewek, pasti sekarang belum nikah ya!"


"Belum sih, nikah nya nanti saja kalau sudah ketemu jodohnya !"


"Mas Baim !!!"Tiba-tiba Nur membulatkan matanya, dengan mulut menganga.


"Ada apa ? Kok kayak terkejut gitu?" Baim merasa heran.


"Ternyata ingatanmu sudah pulih?"


Baim baru nyadar, karna saking senang nya bertemu Refan, Ia sampai lupa kalau Ia sedang berpura-pura belum pulih dari amnesia nya.


"Memang nya ada apa sih? Kok Baim, siapa Baim?"Refan kebingungan


"Baim itu nama panggilan sayang dari istriku , iya, kemarin Aku kecelakaan dan sempat amnesia, tapi sekarang sudah pulih, gara-gara ketemu kamu ini "


"Mas Baim curang, sudah sembuh tapi masih pura-pura!" Nur mencubit pinggang Baim , karna merasa gemas.


"Awww sakit, maaf deh, maaf !"


"Ini mau sayang-sayangan gini terus, apa mau priksa?"Refan menyela.


"Anu, gini fan, Istriku merasa tidak enak jika diperiksa dokter laki-laki."


"Oh , Aku faham, biar nanti asistrn Saya yang memeriksa tensi dan perutnya "


"Terimakasih Fan "

__ADS_1


"Sama-sama"


*****


Hesti menemui Alexa, karna Kebetulan mereka berteman, mereka sengaja bertemu untuk membahas masalah Nadia. sedangkan kabar kedekatan Nadia dengan David, Ia peroleh dari pelayan di cafe itu yang memang sengaja di suruh untuk memata-matai gerak gerik David selama menjadi manager di cafe itu, karna Hesti termasuk posesif.


"Bagaimana dengan David ?"tanya Alexa saat mereka lunch bareng.


"Ternyata benar, mereka dekat karna mereka dulu katanya berteman. Dan kamu tahu gak, waktu Aku melabrak mereka saat berduaan sama David, David malah lebih membela perempuan itu di depanku, bisa kau bayangkan kan sakitnya hatiku, Dan Aku tidak mau ini terus terjadi, hubunganku dengan David bisa terancam lex" keluh Hesti pada Alexa.


"Jangan kawatir Besty, Aku ada di belakangmu, kamu mau tahu gak, kenapa Aku sampai bisa mem viralkan vidio tentang Nadia dan akhirnya bisa menyelematkan pernikahan orang tuaku dari wanita ****** itu ?"


"Ya gak tahu lah, mana Aku tahu, kan kamu belum pernah cerita "


"Aku fitnah Perempuan itu di depan Papaku dan mengancam Papa akan kehilangan semua hartanya jika masih berhubungan dengannya, jadi saat itu juga, Papaku langsung mau membuang perempuan itu, masalah vidio itu, sengaja Aku suruh orang untuk merekamnya


Dan waktu itu kan, Dia lagi hamil anaknya Papa, makanya Papaku lebih sayang sama Dia, Namun sudah Aku eksekusi dengan ramuan khusus, sehingga hilanglah janin itu bersamaan dengan nya yang jatuh dari tangga hingga kakinya patah."


"Gila ! Kamu memberinya obat peluruh kandungan?"


"Pokoknya, apa saja bakal Aku lakukan demi keluarga ku"


"Terus maksudmu, Aku harus melakukan sesuatu pada nya gitu?"


"Pinter, tepat sekali !"


"Aku harus apa?"


"Sini Aku bisikin ?"


"Apa ide ini gak terlalu bahaya ?"


"Tenang, semua ada yang ngatur kok, kita hanya cuma nunggu kabar, yang ngelakuin orang lain"


"Ya udah deh, Aku terserah kamu aja!"


"Gitu dong, itu baru besti "guman Alexa pada Hesti.

__ADS_1


Dengan rencana yang sudah dibuat, Alexa dan Hestipun hendak menemui anak buah nya, untuk mencelakai Nadia.


__ADS_2