Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
kehilangan


__ADS_3

"Bu, dari tadi malam, panasnya Tasya gak turun-turun, bahkan kini dia mengigil terus, ini gimana ya Bu, !" Laras merasa kawatir karna sore itu Tasya masih demam tinggi, sejak semalam.


"Obat nya sudah di minumkan lagi belum?" Bu Halimah menanyakan Obat yang di beli nya di warung sebelah yaitu hanya obat penurun panas yang ada di iklan di tv.


"Di kompres pun, masih tetap tidak mau turun panasnya" Laras semskin gelisah, Ia memeluk Anak nya yang masih berumur tiga tahun itu, di ciumi pipi dan dahi nya yang panas itu, rasa keibuannya mengatakan,


'Biarlah panasmu ini pindah ke bunda nak, asal kamu sembuh dan sehat seperti biasanya, karna Bunda mencintaimu nak, Hanya kamu yang Bunda punya sayang, cepat sehatlah nak !'


Sementara itu, Laras terus mendekap putri nya itu semakin erat, panas nya yang mencapai 39°c itu membuat Tasya seakan setengah sadar.


"Bunda... ! Bunda...sakit ! Sakit !" Suara putrinya itu semakin membuat hati Laras nyeri.


"Sebaiknya kita bawa Tasya ke Bidan Desa yuk Bu, Aku kawatir, panasnya tinggi banget bu!"


"Tapi kita tidak punya kendaraan Nak selain sepeda kayuh mu itu, sedangkan rumah nya Bu Retno agak jauh dari sini !" Bu Halimah sedih.


"Biar Aku minta antar sama Yudi dulu Bu" Laras segera keluar dan menuju rumah tetangga nya, Yudi , pria lajang yang baru pulang dari bekerja itu tampak sangat kawatir ketika Laras menggendong Tasya dengan erat.


"Mas Yudi, bisa minta tolong antarkan Aku ke Bu Retno, ini Tasya sedang demam tinggi "


"Ayo , Aku antar !" Tak menghiraukan rasa lelah sepulang dari bekerja menjadi kuli bangunan, Yudi gercap mengantar Laras.


Sesampainya di rumah Bidan Retno, Laras di suruh ke klinik, lagi-lagi Yudi menolong nya. Dalam perjalanan ke klinik sore itu, yang lokasinya agak jauh, Indra melihat Laras di bonceng Yudi dari jauh, sedangkan Laras yang sedang kawatir, tak menyadari itu.


"Kurang ajar ! Statusnya Masih digantung, tapi sudah lancang berboncengan dengan laki-laki lain, sudah gitu bawa Tasya lagi, awas kau ya , akan ku buat perhitungan nanti !" Indra yang saat itu sedang berboncengan dengan Putri merasa geram pada Laras yang di bonceng Yudi.


Tatlama kemudian, Laras tiba di Klinik.


Disana Tasya sedang di priksa darah nya di lab, selama menunggu hasil lab nya, Yudi pamit pada Laras.


"Laras, maaf, Aku pulang dulu bentar ya, Aku mau mandi dan makan dulu, nanti Aku kesini lagi" Yudi pamit.


"Maaf ya Yud, Aku merepotkanmu, sampai lupa yang mau nyuruh makan!"Laras merasa malu.


"Aku faham kok, kamu kan memang sedang kesusahan, sudah jangan pikirkan itu, sebaiknya kamu fakus pada Tasya dulu!"


"Terimakasih ya Yud" ucap Laras pada Yudi yang mulai meninggalkan Laras.

__ADS_1


Waktu terasa begitu cepat, Dokter yang menangani Tasya, menyarankan agar Tasya di opname.


"Apah Dok, harus opname ?"


"Iya, Anak Ibu terkena Demam berdarah dan sedikit terlambat ditangani, trombositnya sangat turun drastis, kondisinya sekarang sangat lemah. Segera Ibu urus adsministrasinya dulu"·


Laras hanya bisa termenung mendengar pernyataan dokter, darimana Ia bisa mebfskabbdapatkan uang untuk biaya opname, sedangkan kabarnya di klinik itu permalam nya antara delapan ratus hingga 1 juta permalam, sedangkan Dia tidak punya uang sama sekali.


"Laras, bagaimana Tasya Nak?"tiba-tiba , Bu Halima datang bersama Yudi.


"Dia harus di rawat Bu, tapi Aku sedang tidak ada uang sama sekali" keluh Laras


"Gimana ya nak, Ibu juga sedang tidak ada uang,"Bu Halima juga merasa sedih


"Aku hanya punya cincin ini bu, tapi untuk menjualnya hrs menunggu besok pagi, sekarang nutup, mau pinjam ke widyia, kemarin Aku sudah meminjam 1 juta, mau minta lagi gak enak Bu !" Ujar Laras dengan prasaan hati yang sekan semakin mehimpit nya.


"coba kamu minta tolong sama Indra, meski Dia tidak punya uang, setidaknya Abah nya pasti akan menolong, ini kan demi cuci nya !"pinta Halimah.


"Iya Laras coba Bu sekarang! Aku titip Tasya Bu."Laras pun akhirnya segera menemukan foto .


****


"Ngapain kamu kesini lagi Hah !" Gertak Bu Laila .


"Umi, Laras mau minta tolong , Tasya kena DBD, Dia butuh biaya untuk opname di klinik Husada, kalau Umi mau menjenguknya, nanti kalau sudah "


"Jangan kasih Umi, Tadi Aku lihat Dia sedang berboncengan dengan laki-laki, Dia pasti butuh biaya untuk jalan-jalan sama pacarnya itu!" Sahut Indra yang sedari tadi ada di dalam rumah Ibunya.


"Apahhh !! kamu itu belum sah bercerai dari Indra, sudah berani ber boncengan dengan laki-laki lain !"Bu Laila


"Aku hanya meminta anter sama Mas Yudi ke klinik karna Tasya sakit"


"Bohong , jangan-jangan kamu memang sudah lama punya hubungan dengan nya!"ucap Indiso


"Aku kesini hanya mau minta tolong untuk pengobatan tasya di klinik saat ini, bukan untuk mendengar hinaan mu Nas!"


"Aku tidak punya uang , cari hutangan di tempat lain saja !"

__ADS_1


"Tapi Mas ? Aku mohon Mas, Tasya sangat membutuhkan biaya Mas, tolong bilangin ke Abah, cucunya sangat membutuhkan biaya" Laras tidak berputus asa dalam meminta bantuan.


"Abah sedang keluar, kamu urus saja Bpjs atau keringanan untuk warga miskin gitu, kalau ngutang nanti bayar pake apa ?"


"Baiklah jika kamu bersikeras untuk tidak menolong· anakmu sendiri, ingatlah kau akan menyesal, seumur hidup mu karna telah menyia nyiakan hidupnya dari dulu .


Aku berdoa semoga Allah segera membalas semua perbuatanmu padaku dan Tasya selama ini, ingat itu !" Laras tidak bisa menuyimpan amarah nya lagi.


"Gak dikasih uang malah ngamuk , ganggu orang saja!!" Grutu Indra.


Perih dan sedkh lebih sakit biasanya, ketika yang Ia sakiti adalah anak nya sendiri, setelah dari Rumah mantan suaminya, Ia mencoba untuk ke rumah Widyia, tiba di teras rumah Widyia, Laras mendapat telfon dari Ibu nya


"Laras, cepat kemari, Tasya kejang-kejang!"


"Apah ! Baik bu ! Laras akan segera kesana!"


"Widyia...widyia!"


"Laras, Ada apa kok panik gitu ?"


"Tolong antarkan Aku ke klinik sekarang, Tasya sedang kejang-kejang disana!"


"Tapi kenapa ?


"Nanti Aku ceritain, sekarang cepat antar Aku !"


Mereka pun segera menuju ke klinik !


"Ibu, bagaimana Tasya ?"


"Laras, Dia di dalam !"Laras pun segera masuk, Laras panik saat anaknya sudah tidak bergerak lagi.


"Tasya...! Tasya kenapa nak ?


"Sayang , Tasya, Tasyaa...Tasyaaaaaa !!" Laras histerik


"Tidaaakkk.... Maafkan Bunda sayang....maafkan Bunda, Bunda yamg terlambat membawamu berobat sayang, maafkan bunda sayang" Laras semakin terpukul dengan kepergian anaknya.

__ADS_1


"Tasya, maafkan Abah yang baru bisa mrnjenguk mu disini, maafkan Abah sayang" lirih suara H.Romli di depan pusara cucunya.


"Laras, maafkan Abah, yang tidak menjenguk Tasya, Abah kemarin sedang ke rumah om Ruslan, jadi tidak tahu kalau Tasya sakit Kamu yang sabar ya Nak !" Ucap mantan mertuanya itu.


__ADS_2