
Dengan nafas terengah-engah, Ayu berlari dengan sekuat tenaga mengindari kejaran sebuah sosok berjuba hitam yang mengejarnya. Bermandikan peluh, Ia mencoba istirahat sejenak sekedar mengatur nafas yang mulai membuatnya kesulitan bernafas, namun dalam hitungan detik, sosok yang mengejarnya berada tepat di hadapannya.
"Mas Bambang !! To-tolong, jangan apa apakan Aku !" Ayu ketakutan saat sosok yang mengejar berhasil menjangkaunya.
"Aku tidak akan melukaimu, Aku hanya ingin meminta maaf padamu, Aku juga rindu pada anak kita, tolong katakan pada Anak kita, Aku ada disini, kirimi Aku doa, selimuti Aku, disini Aku kedinginan !" Seru Bambang dengan wajah nya yang pucat.
Di hati Ayu yang sedari tadi ketakutan, kini mulai berubah iba melihat Bambang yang terlihat pucat itu meminta maaf pada nya dan meminta agar Anggun diberitahu tentang nya.
"Aku telah melakukan dosa padamu, maafkan Aku, dan tolong katakan pada Anggun temui Aku, kirimi Aku doa, disini Aku kedinginan " ujar nya lagi.
Ayu semakin merasa iba karna laki-laki yang pernah menjadi suaminya itu keadaannya sangat menyedihkan.
Namun tak lama kemudian sosok hitam yang lain datang, sosok itu ternyata juga berwajah seperti Bambang, tapi wajahnya lebih menyeramkan.
"Ayu, kau harus ikut denganku, karna kau yang telah mencelakai ku. Jadi sekarang kau harus ke alam yang sama dengan ku !"sahut sosok berwajah Bambang yang lain dan suaranya yang juga menyeramkan itu menarik paksa tangan Ayu.
"Jangan bawa Aku, lepaskan !Aku hanya membalas apa yang telah kau lakukan padaku dulu, Aku hanya meminta keadilan atas perbuatanmu, kau meninggalkanku dan pura-pura mati agar Aku tidak mencarimu " Ayu meronta.
"Pokoknyza Kamu harus ikut Aku sekarang !"sosok semakin keras menarik paksa tangan Ayu.
"Jangannnn , tolonngggg...!"Dan Ayupun akhirnya terbangun dari tidurnya dengan bermandikan peluh. Kemudian Ia bangun dan merasa haus. Di lihat nya jam masih menunjukkan pukul duabelas malam, Iapun kemudian menuju dapur hendak mengambil minum dan menenangkan diri di ruang tengah.
Sepi, sunyi dan suasananya agak gelap, saat meneguk air putih yang baru Ia ambil , Ia seakan mendengar suara langkah kaki, Ia mulai ketakutan, angin mulai berhembus, tirai di jendela nya mulai diterpa angin, padahal itu di dalam rumah.
Ayu mencoba memeriksa , mungkin ada jendela yang belum terkunci, pikirnya. Ia pun kemudian menuju jendela di ruang tengah itu yang menghadap ke kolam renang,
"Mas Bambang...," Ayu terkejut saat melihat sosok Bambang di pantulan kaca jendelanya. Dia pun segera menutup tirai jendela tersebut dan segera lari menuju kamar Anggun dengan prasaan takut, Ia pun merasa Ia sedang di kejar Arwah mantan suaminya itu.
__ADS_1
"Anggun...cepat buka nak ! Tolong Mama !" Teriak Ayu yang sangat ketakutan wajahnya pucat karna panik dan takut.
Cklek..
Gagang pintu kamar Anggun tampak mulai di putar dari dalam, hati Ayu merasa lega karna Ia merasa akan segera mendapat perlindungan dari anak nya, namun ternyata setelah pintu dibuka, di balik pintu adalah sosok Bambang lagi , hal itu sontak membuat Ayu jatuh pingsan.
"Ma..mama, bangun Ma !" Suara Anggun membangunkan Mamanya terdengar lamat-lamat oleh Ayu, Ia pun mulai membuka kelopak matanya, mencari sumber suara yang membangunkannya.
"Anggun.." Ayu langsung memeluk Anaknya itu sesaat setelah Ia meyakinkan bahwa yang ada di hadapannya kini adalah anak nya, bukan Bambang.
Sebenarnya sudah beberapa hari ini sejak kematian Bambang, Ayu sering di hantui Arwah Bambang, bukan karna Bambang yang menjadi hantu, tapi Ayu di kejar-kejar oleh rasa bersalah dan dos nya.
Karna sakit hati, membuat hatinya gelap mata ingin menyakiti mantan suaminya namun berujung kematian.
"Anggun...Mama takut sayang, mama takut, "
Seketika keronkongan Ayu tercekat, haruskah Ia menceritakan yang sebenarnya, kini Ayu semakin dilema, Ia pun semakin menangis di pelukan Anggun.
"Anggun, maafkan Mama , Baiklah, Mama akan menceritakan yang sebenarnya, tentang Ayah kandungmu.
Dulu saat Papa bertugas di Pontianak, Mama dan Papa menikah secara agama, namun saat Aku hamil, Dia meninggalkanku dan menceraikanku sebelum Dia kembali ke Jakarta" Ayu menangis saat menceritakan hal itu.
"Dia tidak mau mengakuiku dan Kamu, karna Dia sudah mempunyai istri dan anak sebelum menikahiku. Aku pun berjuang sendiri merawat dan membesarkanmu, karna waktu itu kakekmu sedang sakit-sakitan.
Sebenarnya Mama berniat ingin mencari Ayah kandungmu ke Jakarta, tapi saat kamu berusia lima tahunan, Ada kabar kalau Ayahmu menjadi korban tsunami yang meninggal.
Kemudian Mama menikah dan ikut ke Jakarta, Mama secara tidak sengaja bertemu dengan Ayahmu, ternyata Ia masih hidup, namun Ia masih tidak mau mengakuimu" Ayu terisak sambil melihat reaksi anaknya.
__ADS_1
"Ayahku masih hidup? Tapi mengapa Dia tidak mau mengakuiku "Anggun sumringah tapi sedetik kemudian kecewa.
"Tapi sekitar dua minggu yang lalu, Dia meninggal karna kecelakaan" Ayu melanjutkan ucapannya.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun , padahal Aku ingin sekali bertemu dan memeluknya" Anggun terlihat sedih.
"Maafkan Mama jika menyembunyikan semua ini darimu"Ayu merasa takut anaknya terluka.
"Anggun mengerti prasaan Mama, tapi mengapa Ayah Anggun tidak mau mengakuiku, apakah Aku anak yang lahir dari hubungan sebelum nikah ?"
"Tidak Nak, Mama dan Ayahmu menikah sah secara Agama, Kamu bukan anak Haram"
"Terimakasih Ma, Aku lega, ternyata Aku bukan anak haram, tak masalah jika Ayahku tidak mau mengakuiku, tapi Aku butuh wali nya, Mama bilang, Ayah juga punya Istri lain, siapa tahu Aku punya saudara laki-laki dari Ayah, Aku akan menemui nya Aku juga akan mengunjungi makam Ayah, karna dalam Mimpiku, Ayah meminta maaf padaku dan meminta tolong agar Aku mengunjunginya, dan mendoakannya, kasian Ayah, Dia tampak tersiksa disana" ucap Anggun dengan suara yang berat.
"Kamu memang anak yang bijaksana sayang, selain cantik kau juga pemaaf" Ayu memeluk anaknya dengan tangisan syukur.
"Oh iya, Mama tahu alamat Ayah ?"
"Mama akan cari tahu dulu, apakah kau benar-benar akan menemui mereka ?"
"Iya Ma, Aku harus menemui mereka dan menceritakan mimpiku dan kisah Mama dan Ayah"
"Bagaimana kalau mereka tidak menerimamu?" Ayu ragu.
"Setidaknya Aku sudah menjalankan amanah Ayah dan sudah berusaha untuk meminta hakku pada mereka untuk menjadi wali nikahku nanti , entah itu anak dari Ayah, atau saudara Ayah atau Bapak dari Ayah."jelas Anggun.
"Mama akan berusaha menjelaskan pada mereka, meski sebenarnya Mama belum mengenal mereka seperti apa" guman Ayu yang merasa ragu. Tapi Ia bertekad untuk mempertemukan Anggun dengan keluarga mantan suaminya, agar tidak di hantui terus-terusan oleh rasa bersalahnya.
__ADS_1
Setidaknya, mengenai rencana nya yang berniat mencelakakan Bambang yang berakhir kematiannya itu, tidak ada yang tahu. Cukup Dia sendiri yang akan mempeetanggung jawabkannya di akhirat kelak.