Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Sigap bertindak


__ADS_3

Setelah terbukti kalau Baim telah kembali dari Amnesia nya, Baim memutuskan untuk menetap di Jakarta , karna untuk menemani Ibunya yang kini tinggal sendirian, begitu juga dengan istrinya yang sudah tidak mempunyai orang tua lagi, sehingga antara Bu Hanum dan Nur saling membutuhkan.


Malam itu mereka baru pulang dari acara lamaran Anggun dan Dafa, keluarga dari Bu Hanum ikut semua, Anggun merasa bersyukur, mempunyai keluarga baru yang menerimanya .


Ia juga merasa sangat berterimakasih pada Arman yang sangat cakap dalam berbicara pada keluarga Dafa, sehingga Ibu Dafa yang awalnya tidak menyetujui malam itu hanya bisa diam.


Anggun pun sangat puas dengan kehadiran keluarga barunya itu yang seakan telah memberinya hidup baru, setelah Mamanya jatuh sakit dan tak berdaya.


*


Baim yang sedang berdua dengan Nur di kamarnya, terjadilah percakapan yang serius dari mereka.


"Bunda, besok Aku harus ke Surabaya dulu dan untuk beberapa hari ini Aku akan menginap disana, gakpapa kan ya.


Sebab Bu Anita kemarin menghubungiku, kalau usaha konveksi kita, sedang bermasalah, uang gaji karyawan dipotong 20%, tanpa sebab, jangankan bicara keuntungan, pembelian bahan untuk produksi pun berkurang drastis.


Aku harus segera menyelesaikan masalah itu secepatnya, kasian para karyawan kita, Kamu tidak usah ikut, tetap disini dulu ya, kasian adek utun kalau di ajak perjalanan jauh" guman Baim sembari mengelus perut sang istri.


"Iya iya, Aku gak ikut, tapi jangan lupa pesan-pesan ku kemarin, hati-hati di jalan, kalau bisa selesaikan masalah disana dengan kepala dingin"


"Iya sayang, Aku kan gak nyetir, Aku dianter supirnya Anggun ,Insya Allah aman ! Yang penting doa nya, karna doa istri yang solihah itu adalah doa yang maqbul"


"Tanpa diminta pun, Aku selalu mendoakan suamiku, diamanapun suamiku berada. Semoga selalu berada dalam lindungan Allah dan semoga mendapatkan rizki yang barokah disetiap usaha yang dilakukannya"


"Aku memang beruntung mempunyai istri sepertimu, bidadari surgaku" ucap Baim sembari memeluk sang istri dengan penuh cinta, dan dibalas senyum oleh Nur.


Sesuai rencana, keesokan paginya Baim segera melakukan perjalaan dari Jakarta ke Surabaya dengan prasaan campur aduk antara kecewa dan marah pada Irfan yang Ia pasrahkan untuk mengurus usaha konveksi miliknya di Surabaya.


"Irfan, Aku serahkan padamu tanggung jawab produksi konveksi ini selama Aku berada di Jakarta nanti!"


"Baik Mas, terimakasih sudah memberiku kesempatan untuk bertanggung jawab"


"Ini semua, agar kamu bisa lebih banyak belajar, Aku titip ya, karna Aku tahu kamu mampu, jangan kecewakan Aku !"


"Baik Mas !"


Baim terkenang saat dimana Ia menyerahkan tanggung jawab itu pada Irfan , hanya dalam beberapa minggu saja, usaha Konveksinya bermasalah.

__ADS_1


Sesampainya di Surabaya, Baim beristirahat dulu di rumah nya, kemudian setelahnya Ia menuju tempat produksi konveksi nya , yang kebanyakan di kerjakan orang-orang yang tinggal disekitar lingkungan nya.


Usaha konveksinya itu memang masih berskala kecil, yang hanya memiliki 100 karyawan, Tapi Baim mengusahakan yang bekerja itu adalah warga sekitar yang sangat membutuhkan pekerjaan.


Kedatangan Baim tidak diketahui siapapun, Ia seperti sengaja melakukan sidak. Saat Masuk ke lokasi konveksi milik nya, Ia menggunakan masker agar tidak dikenali.


"Mas Baim itu kapan sih mau pulang, Aku sudah tidak sabar ingin segera mengadukan perbuatan Irfan yang dengan seenaknya memotong gaji para karyawan" ucap salah satu pekerja.


"Tapi kamu siap dipecat Bos Irfan kalau ketahuan ngadu?"pekerja yang lain.


"Sebenarnya Aku takut juga sih, tapi daripada diam, Pak Irfan akan terus sewenang-wenang terhadap kita yang hanya karyawan kecil "


"Tapi, itu terserah kamu saja lah, Aku tak mau ikut campur karna Aku sedang membutuhkan pekerjaan ini, gak papalah dipotong, karna cari pekerjaan jaman sekarang susah"


"Semoga Mas Baim cepat pulang agar semua ini cepat selesai !"


"Amin,".mereka pun akhirnya kembali bekerja lagi.


'Kenapa Irfan melakukan ini, apakah usahaku mau bangkrut, sehingga Ia harus memotong gaji karyawan, ini harus Aku selidiki terlebih dahulu" batin Baim sedang mencerna rencana selanjutnya.


Dengan cekatan, Baim segera melaporkan semua itu ke polisi, karna dikawatirkan Irfan akan kabur, sebab kerugian yang ditimbulkan nya hampir 50% dari usaha konveksi yang Ia bangun dari nol itu.


Keesokan harinya, Di Ruangan Baim dimana Irfan yang menggantikan posisi nya untuk sementara, Irfan sedang di kunjungi pacarnya.


"Mas, hari ini, Aku butuh uang"


"Berapa sayang?"


"Sepuluh juta saja!"wanita yang bernama Sarah itu menggelayut manja pada Irfan.


"Oke, Aku transfer , tapi lima juta aja dulu ya !"


"Kok cuma lima juta sih !" Sarah merengut kecewa.


"Uang nya ada nya segitu, ini aja Aku kebingungan untuk belanja bahan untuk lima hari kedepan"


"Ya sudah, Aku pergi dulu, mau shoping, makasih ya Mas, mmuah" belum sempat keluar, Sarah dikejutkan kedatangan beberapa polisi masuk ruangan itu termasuk Baim.

__ADS_1


"Mas Baim ?"Irfan sangat terkejut.


"Maaf, kamu harus mempertanggun jawabkan perbuatanmu"


"Ini tidak seperti yang Mas bayangkan, Aku bisa jelaskan semuanya !" Irfan berusaha meyakinkan Baim.


"Penjelasan apa lagi? Apa bukti ini belum cukup?!"Baim menyerahkan beberapa Lampiran dihadapan Irfan, Dia pun semakin ketakutan.


"Oh iya, pacarmu ini juga harus ikut mempertanggung jawabkan apa yang Dia dapatkan darimu selama ini "


"Maafkan Aku Mas, Aku khilaf !"


"Khilaf yang bagaimana yang kau maksudkan itu, khilaf yang disengaja? Kasian anak istrimu, kamu justru malah menggelapkan uang demi untuk menyenangkan seorang wanita yang bukan istrimu, Aku sangat kecewa padamu."


"Maafkan Aku Mas, tolong jangan tangkap Aku, akan ganti semua kerugian nya !"


"Iya, Aku juga jangan di bawa ke kantor polisi, ini Aku serahkan semua uang yang Mas Irfan berikan, maafkan Aku Pak !" Sarah merengek meminta untuk di maafkan.


"Sebaiknya kalian berdua harus ikut kami ke kantor polisi dulu, perkara Pak Baim mau mencabut gugatan ini, itu bisa dibicarakan nanti" ujar salah satu polisi yang menangkap Irfan dan Sarah itu, kemudian polisi itu membawa mereka berdua.


Untuk masalah ini, Baim bisa segera menyelesaikannya dengan segera, namun Ia masih kebingungan untuk mencari pengganti nya, orang yang bisa Ia percaya nantinya.


Untuk di Butiknya, kendali di pegang Novi, putri Bu Anita yang sekarang juga terjun ke dunia Fashion setelah apa yang dialaminya.


Saat Baim sedang makan siang di kantin, Ia melihat orang yang Ia kenal sebagai orang yang shaleh dan bijaksana , kemudian Ia berinisiatif menawarkan posisi Irfan untuk nya.


"Mas Hasbi, bagaimana kabar nya?" Baim menyapa Hasbi, seorang karyawan yang umurnya sepuluh tahun lebih tua darinya.


"Mas Baim ? Kapan pulang,?" Para karyawan memang biasa memanggil Baim dengan sebutan Mas.


"Dua hari yang lalu,"


"Pantas, Aku tidak tahu karna tiga hari ini Aku tidak masuk karna harus merawat istriku yang sedang sakit, tapi sekarang Dia sudah sehat"


"Hebat, Suami yang sayang istri. ! Oh iya, Apakah Mas Hasbi bersedia menggantikan Irfan?"


Kemudian terjadilah percakapan mengenai pekerjaan yang lebih serius .

__ADS_1


__ADS_2