
Kesibukan Baru Ranti di Butik milik Baim, membuatnya tambah semangat. Bersama dua orang staf lain nya, Ia bekerja dengan semangat baru . Namun disela-sela kesibukan nya, Ia tidak pernah lupa nyemil. Sambil kerja, Ia makan Batagor yang Ia pesan mlalui pesanan online.
"Hey kamu ! Kamu bisa kerja profesional nggak , kalau waktunya kerja ya kerja kalau waktunya makan ya makan, ini waktu nya kerja kok makan !" Suara Yongki menggema di ruangan staff itu.
Ranti yang faham bahwa yang di maksud nya itu
Itu adalah dirinya, segera menoleh ke sumber suara.
"Siapa kamu ? Baru datang marah-marah gak jelas ! Memang kamu Bos disini." Ujar Ranti cuek sambil mengunyah makanan nya.
"Owh, kamu anak baru? Bagus ya, masih baru, tapi belagu ! Tidak profesional , tidak becus, ini bisa jadi citra buruk di Butik ini." Yongki sedikit geram.
"Apa kamu bilang? Memang nya siapa kamu, ngatain orang seenak nya ? Yang punya Butik ini saja tidak keberatan Aku ngemil saat kerja, kamu yang bukan siapa-siapa malah ngatur orang." Ranti mulai merasa kesal.
"Jadi Baim yang mengijinkanmu bekerja disini? Dia kurang teliti menerima karyawan yang tidak disiplin seperti ini." Ujar Yongki.
"Ya terserah Mas Baim lah kan Dia yang punya Butik ini " Ranti semakin kesal karna selalu di sebut kekurangan nya, Ia pun menruskan makan batagor nya tanpa peduli ucapan Yongki.
"Kalau kamu merasa bebas melakukan apapun semaumu dalam bekerja hanya karna kamu mengenal pemiliknya, maka hancurlah kinerja sebuah prusahaan, karna itu bentuk ketidak disiplinan." Ujar Yongki tegas.
"Kamu pasti tamu nya Mas Baim ya, Dia sama mbak Nur sedang berada di bagian produksi, pergi kesana saja kalau mau ketemu Mas Baim, jangan mengganggu orang yang bekerja disini, husss husss sana !! " Ranti semakin merasa kesal diceramahi, Dia pun mengusir Yongki seperti Ia memgusir ayam.
Tanpa banyak bicara lagi, Yongki segera pergi dari tempat itu, karna Dia juga merasa tidak suka dengan pegawai yang tidak disiplin,
'Kalau Saja Dia pegawaiku, sudah pasti Aku pecat karna selain tifak disiplin Dia juga pembangkang.' batin Yongki.
__ADS_1
Setelah sampai di bagian produksi, seperti yang dikatakan Ranti, Baim dan Nur berada ditempat yang dimsksud.
"Yongki ? kok gak bilang mau kesini." Sapa Baim .
"Tadi, lagi ada meeting di dekat sini, jadi sekalian mampir" jawab Yongki
Baim menemani Yongki ngobrol dan membahas serius masalah usaha yang tengah mereka bangun sedangkan Nur sedang fokus memantau penjahit yang sedang bekerja.
"Im, siapa cewek songong yang suka ngemil di jam kerja, masak kamu masukin karyawan yang tidak disiplin gitu, Itu tidak baik untuk Butik ini " ucap Yongki yang sedang mengeluhkan sikap Ranti.
"Owh Ranti, namanya Ranti, Dia sepupuku, Dia memang suka nyemil, tapi anaknya rajin kok." ujar Baim.
"Pantes, Dia merasa bebas melakukan apapun tanpa ada rasa takut atau sungkan, kamu sebagai bos harus bertindak tegas. Tidak peduli Dia sepupumu atau siapapun. kamu harus tegasksn Dia agar disiplin dan tidak nyemil di jam kerja. Siapapun karyawan nya tidak pandang bulu," terang Yongki.
"Kamu tuh orang nya memang terlalu formal ki, terlalu disiplin jadi lihat sepupuku langsung ilfeel. Padahal Dia itu orang nya baik, Dia juga tidak suka terlalu serius, tapi orang nya rajin kok , Dia seperti itu bukan karna Dia sepupuku, tapi karna Dia memang suka makan." Ujar Baim.
"Iya, nanti Aku tegur Dia agar tidak ngemil saat kerja."
"Memang itu yang harus kamu lakukan sebagai seorang pemimpin, jangan lembek hanya karna perempuan." Yongki menegaskan Baim.
"Kamu itu kok kayak nya sangat dendam sama perempuan".
"Aku hanya malas saja berurusan dengan perempuan ."
"Kamu itu sampai kapan dingin seperti itu sama perempuan, tidak semua perempuan itu sama dengan Alda, sudah waktunya kamu itu membuka diri, kamu itu sudah tua, kamu gak mau punya anak." Baim memarahi Yongki.
__ADS_1
"Aku masih muda Bro, masih 25 tahun, Aku masih ingin menikmati masa muda ku. Masalah menikah atau apapun yang berurusan dengan perempuan, Aku tak mau membahasnya."
Teman lama itu terus saja masih terlihat mengobrol membahas masa depan ataupun pekerjaan. Setelah selesai, Yongki pamit pada Baim untuk pulang, namun saat Yongki hendak menuju pintu utama, tanpa sengaja Ia tertabrak Ranti yang saat itu memegang ice capucino sehingga tumpah mengenai kemeja putih yang di kenakan Yongki.
"Maaf Mas, Aku tidak sengaja, sskali lagi maaf, Aku tadi terburu-buru" ucap Ranti sambil berusaha membersihkan kemeja yang terkena tumpahan tadi. Meski di hati Ranti ada rasa kesal dengan ucapan Yongki tadi, tapi Ranti tetap merasa bersalah karna telah mengotori kemeja nya.
"Kamu ya memang ceroboh, dasar songong susah dikasih tahu , dibilangin jangan ngemil di jam kerja, masih saja bandel . Sekarang kalau begini bagaimama hah?" Yongki semakin marah.
"Oke Aku memang salah, Aku mknta maaf, sini buka baju nya , biar Aku bertanggung jawab, Aku cuciin kemejanya."ucap Ranti dengan wajah takut tapi juga sewot .
Tampak Yongki membuka jas nya kemudian kemeja putih nya yang terkena tumpahan kopi tadi, kemudian menyerahkan nya dengan kasar pada Ranti.
"Ini, kamu cuci yang bersih dan jangan sampai kamu ngemil lagi saat jam kerja, atau Aku pecat kamu."ancam Yongki.
Seketika Ranti terdiam, bukan karna ancaman Yongki, tapi Ia terpesona dengan Yongki yang tanpa sadar memperlihatkan tubuh atlethis nya di bagian dada bidang yang masih tertutup singlet putih yang sebenarnya juga terkena noda kopi.
"Ini ada apa Ran ? Kok ribut-ribut sampe kedengaran kemana-mana." Lamunan Ranti buyar karna kedatangan Baim.
"Itu karna tadi Aku cuma menumpahkan capucino tanpa sengaja di kemeja nya eh, Dia malah mengancam ku untuk memecatku, memang nya siapa dia Mas, kok belagu gitu ?." Ranti mengadu pada Baim.
"Owalah..sebaiknya Kenalan saja dulu biar tidak ribut terus. Yongki , ini Ranti, Ranti ini Yongki. Ranti, pak Yongki ini, merupakan bagian penting disini, bisa dibilang dia peminpin tertinggi di butik ini." Baim memperkenalkan mereka.
"Kamu juga jangan membawa makanan saat bekerja, apalagi ini butik, dimana banyak baju atau baha-bahan , kamu mungkin hanya menabrak Yongki sekarang, bagaimana kalau kau menabrak gaun, baju mahal atau lainnya, kan itu bisa bermasalah besar." Imbuh Baim menasehati Ranti.
"Okr oke, Aku akan patuhi tata tertip, Aku tidak akan makan disaat kerja lagi, meski itu sangat berat bagiku ." Guman Ranti menyerah.
__ADS_1
"Ya sudah, sekarang kamu pergi sana, jangan lupa cuci kemeja ku." Ujar Yongki.
"Iya iya...huh, dasar bos galak." Ranti berlalu dengan kesal.