
Pagi hari, David mengunjungi Nadia lagi di Rumah sakit, Ia membawakan seikat bunga dan sekeranjang buah untuk Nadia.
"Nadia, Aku minta maaf, karna Aku, kamu jadi seperti ini!" Tersirat penyesalan yang mendalam yang terlukis jelas di raut wajah David saat mengucapkan kalimat itu.
"Memang nya ada apa vid ?"Nadia sangat penasaran, kini sebagian wajah nya di perban dan Ia tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya di balik mata nya.. Sementara Bu Susi sudah berada disana mulai tadi malam setelah di hubungi David.
"Ternyata, otak dibalik penyerangan air keras kemarin itu adalah Hesti" David seakan merasa bersalah, sebab Hesti adalah tunangan nya, dan Hesti melakukan itu pasti karna kedekatannya dengan Nadia.
"Mmm...rasa cemburu kadang memang bisa membuat seseorang kehilangan logika dan tak bisa berpikir jernih, Aku perempuan jadi Aku bisa mengerti prasaan Hesti, itulah mengapa Aku selalu berusaha menjaga jarak denganmu, demi untuk menjaga prasaannya "
"Tapi, tenang saja, polisi sudah memperosesnya"
"Itu bukan hukuman yang tepat bagi seseorang yang sedang cemburu, tapi mungkin pertemuan kita lah yang salah, Aku yang salah, semua tidak akan terjadi jika Aku tidak bekerja di cafe mu !" Nadia terus merutuki dirinya.
"Pertemuan kita mungkin sudah ditakdirkan oleh Tuhan, setelah dulu kau ditakdirkan dengan yang lain, Nadia sebenarnya dari dulu Aku menyukai mu , kamu tahu kan, tapi dulu kau pernah menolak ku karna Aku anak orang miskin, tapi Aku tidak menyerah mencintaimu , hingga kita di pertemukan kembali seperti sekarang ini, sungguh tidak ada Suratan takdir yang di tulis secara kebetulan. Dan pertemuan kita sudah direncanakan takdir" David membujuk Nadia.
"Tapi Hesti? Dia sampai tega melakukan ini padaku karna cemburu dan kau... "ucapan Nadia di potong oleh David.
"Karna perbuatannya itu, Aku sudah memutuskan pertunangan kami, dan orang tua kami pun setuju dengan keputusan kami, asal tuntutan kepada Hesti di cabut"
"Kasihan Dia , Aku sangat mengerti prasaannnya "Nadia hustru prihatin dengan yang terjadi pada Hesti.
"Itu sudah resiko yang Ia tanggung akibat perbuatannya"
Mendengar pernyataan David itu, Ia seketika terhenyak,
"Apakah yang Aku alami ini juga merupakan akibat sikap burukku dulu" Ujar Nadia sendu.
"Maksud mu?"
'Sikap ku yang sering menyakiti Arman dan istrinya atau kejahatanku pada Alfin , mungkin apa yang terjadi padaku ini, merupakan karma akibat dari perbuatanku pada mereka, jika benar, maka Aku harus segera minta maaf ' batin Nadia.
"Bisakah kau antarkan Aku ke ruangan Dokter Arman ? Aku ingin meminta maaf pada nya sekarang !" Nadia pun segera beranjak dari Brankar nya dan segera menuju ruangan Arman, dengan kondisi wajah nya yang di perban.
__ADS_1
Taklama kemudian, Nadia pun sampai di ruangan dokter Arman, mantan suaminya.
"Mas Arman, boleh Saya bicara?"pinta Nadia yang masuk seorang diri, sedangkan David berada di luar.
"Nadia ? Kamu ? Apa yang terjadi padamu" Arman terkejut, dengan kondisi wajah Nadia yang diperban itu, sehingga awalnya Dia tidak mengenalinya.
"Aku disiram air keras oleh seseorang, mungkin ini memang pantas Aku terima, atas dosa-dosa ku padamu juga Aisyah. Aku mohon dari hatiku yang paling dalam, maafkan Aku yang sering menyakitimu dulu, maafkan Aku yang secara tidak langsung menfitnahmu dan Aisyah sebagai tukang selingkuh dan pelakor, maafkan Aku Mas Arman , kalau kalian tidak memaafkanku, rasanya Aku tidak tahu apakah Aku akan sanggup menghadapi karma ku berikutnya"
"Jangan seperti itu, jangan menganggap setiap apa yang kau alami adalah karma, bisa jadi itu hanya ujian atau cobaan untuk menguji kesabaran kita"
"Aku memang jahat pada kalian Mas, sampaikan permintaan maaf ku pada Aisyah, kalau Aku sudah sembuh, Aku ingin menemui nya dan meminta maaf sendiri pada nya ! Oh iya, Aku juga Berdosa pada Alfin, bagaimana keadaannya setelah kecelakaan itu ?"
"Alfin sekarang masih di Surabaya, setelah kecelakaan itu , Ia koma beberapa hari, kemudian hilang ingatan dan Alhamdulillah, sekarang sudah lebih baik"
"Aku yang menyebabkan Dia kecelakaan Mas, Aku harus meminta maaf dan meluruskan semuanya, Aku tidak mau di kejar-kejar dosa lagi !"
"Kamu yang menyebabkan Alfin kecelakaan ?" Arman terperanjat.
"Suamiku, eh sekarang mantan suamiku cemburu pada nya karna Aku dan Alfin bertemu, maafkan Aku Mas !"
Dengan menghela nafas panjang, Arman yang sejak tadi diam karna menahan amarah, kini mulai menata kembali kalimat untuk Nadia.
"Dosamu pada ku dan Aisyah, Aku ikhlas kan, Karna Aku bisa melihat sendiri betapa tersiksanya dirimu saat Allah membalasmu melalui vidio viralmu kemarin itu, dan Aku bersyukur sekarang kau berubah, tapi untuk kesalahanmu pada Alfin, minta maaflah sendiri pada nya setelah Dia kembali dari Surabaya, karna hanya Dia yang berhak memaafkan !"
"Iya Mas, Aku mengerti. Terimakasih Mas telah memafkanku, dan sekarang Aku lega, Aku akan berusaha untuk menjadi lebik baik lagi, Aku permisi dulu Mas !"
"Iya, Aku ikut perihatin atas apa yang menimpamu, semoga kamu menjadi lebih baik lagi dan semoga kamu mendapatkan pendamping yang bisa menerimamu apa adanya"
"Terimakasih Mas, Aku permisi dulu , Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
****
__ADS_1
Di Surabaya.
Baim sedang mengurusi kepindahannya ke Jakarta, Rumah yang di Surabaya Ia titipkan ke pembantunya, urusan usaha konveksinya kini Ia kembangkan menjadi sebuah CV, yang Ia percayakan pada Hasbi, namun di bawah pantauan nya.
Sedangkan untuk Butik "Zahira" Ia pasrahkan pengelolaan nya pada Novi, sehingga Ia bisa fokus untuk usaha nya nanti di Jakarta.
Seminggu di Surabaya membuatnya ingin segera kembali ke Jakarta dan bertemu dengan istri dan anaknya. Namun saat Ia mau menghubungi Nur, ponselnya berdering, ternyata ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya sebelum Dia kembali ke Jakarta.
"Mas Baim kok cuma seminggu disini" ucap Santi saat berhasil mengajak Baim ke sebuah cafe ternama di Kota Pahlawan itu.
"Iya, Aku hanya menyelesaikan urusan pekerjaan saja disini, setelah itu Aku akan pindah ke Jakarta ?" Baim menjawab datar
"Kok pindah?" Santi terkejut.
"Iya, karna Aku memang asli jakarta, dan Ayahku baru saja meninggal, jadi Aku ingin menetap disana."
"Aku bakal kangen dong, beberapa bulan ini saja Aku sudah sangat merindukanmu dan selalu memikirkanmu, karna kamu tidak ada kabar " Santi mencoba meraih tangan Baim.
"Maaf mbak, dari dulu Aku tidak suka urusan pekerjaan kita di campur baurkan dengan urusan pribadi"
"Ya sebenarnya Saat ini Aku ingin membahas tentang kita saja, bukan tentang kerja sama kita "
"Tapi maaf mbak, jawabanku masih sama, Aku tetap akan setia pada Nur"
"Nur itu kan lebih tua dari kamu, dan kamu masih muda, seharus nya kamu juga bisa menerimaku, kan bisa tanpa harus menyakitinya, tentu dengan sembunyi-sembunyi "
"Tahu atau pun tidak tahu, hubungan yang di bangun di atas hubungan suci pernikahan adalah sebuah penghianatan, maaf Aku harus pergi , Assalamualaikum !"
Baim pun segera berlalu meninggalkan Santi .
"Kurang ajar ! Dari dulu Dia selalu saja menolakku, dan setelah ini Dia akan menetap di Jakarta, gagal deh usahaku selama ini untuk mendapatkannya., huh..!"grutu Santi.
Wanita yang sudah berusia 45 tahun yang merupakan teman dari Bu Anita itu merasa marah karna tidak mampu menggoyahkan kesetiaan Baim pada Nur.
__ADS_1
Pernikahan adalah sebuah ikatan cinta yang harus dibangun oleh kesetiaan dan rasa saling percaya, sedangkan kesetiaan terbangun dari rasa cinta yang sesungguhnya, karna tanpa kesetiaan, cinta tak berarti apa-apa.