
Baim terus berusaha memberi dukungan moril untuk Istrinya yang sedang rapuh , karna sekuat dan setangguh apapun seorang wanita, Ia tetap akan merasakan yang nama nya goncangan dalam hidupnya tatkala di uji dengan kehilangan atau pun penghianatan.
Begitu lah yang dialami Nur, saat ini Ia terlihat sangat rapuh, yang sedang di uji dengan kehilangan sang buah hati, yang Ia tunggu selama delapan bulan, hanya karna Ia tidak bisa mengontrol emosi saat cemburu mengusai nya, rasa cemburu nya yang seakan tak bisa lagi menjangkau logika nya saat itu.
"Duhai khadijahku... duhai tulang rusukku... ikhlaskanlah hatimu memaafkan setiap khilaf dan ketidak tahuan hatiku memahami hatimu selama diri ini menjadi imam mu, dan relakanlah hatimu memaklumiku yang belum mampu sepenuh nya menjadi imam bagimu dan belum mampu membahagiakan mu, " ujar Baim dengan suara sendu yang Ia salurkan melalui bisikan cinta nya ditelinga sang istri yang Ia harapkan akan merasuk dalam sanubari nya yang saat itu memang sedang mengalami kegersangan .
Iya,
Saat ini Nur sedang mengalami ke-gersangan hati, psikisnya sedang terguncang setelah kehilangan sang buah hati hanya karna sikap egoisnya yang timbul dari rasa cemburu.
Cairan bening mulai membasahi pipinya yang mengalir dari matanya, saat duduk bersandar di ujung ranjangnya, yang beberapa hari ini menatap dengan tatapan nanar.
"Sayang, kamu menangis ?" Baim terperanjat, sebab sudah beberapa hari ini, Nur tak merespon ucapan siapapun, tidak menangis juga tidak senyum, hanya tatapan kosong yang terlihat dari wajah sendunya.
"Mas Baim, maafkan Aku yang lemah ini, Aku terlalu tenggelam dalam kesedihanku dan rasa bersalahku yang terlalu dalam, sehingga Aku lupa pada kehidupan nyata dihadapanku, Aku terlalu terlena oleh rasa kecewa pada diriku sendiri atas perginya putra kita, sehingga Aku terlupa pada putri kita yang lain. Serta melupakan kewajibanku pada suamiku .
Ternyata, Usia ku yang jauh di atasmu, tak menjamin Aku lebih dewasa darimu baik dalam berpikir maupun bertindak, Maafkan Aku suamiku !" Guman Nur yang kemudian menjatuhkan diri dalam pelukan suami brondong nya itu, lalu kemudian kedua nya hanyut dalam tangisan kesedihan serta kebahagiaan yang mereka rangkai dalam pelukan.
"Sungguh, kehilangan orang yang kita cintai itu sangatlah berat , berat sekali Mas. tapi, terima kasih sudah mau membimbingku untuk bisa menerima takdir ini, dan setelah ini, Aku akan belajar berdamai dengan hatiku dan takdirku" ucap Nur .
"Terimakasih juga untukmu yang tetap setia dalam keadaan apapun, meski Aku sering melukai hatimu saat Aku amnesia, dulu kamu yang menemani dan membimbingku saat Aku berjuang dari nol."ujar Baim sumringah.
Dan setelah itu Baim mengajak istrinya bicara banyak hal, agar psikisnya mengalami kemajuan yang lebih baik.
Sejatinya, Menikah adalah komitmen dua insan yang hidup bersama untuk saling menyempurnakan dan melengkapi dalam kekurangan masing-masing.
Pernikahan bukan lagi tentang jatuh cinta tapi tentang kemampuan mempertahankan cinta bertahan dalam keadaan apapun, baik suka maupun duka.Pernikahan juga harus di jaga dengan rasa saling percaya , antara suami dan istri.
Dan rumah tangga yang harmonispun, bukan berarti tidak ada ujian dan cobaan.
Kadang suami istri sama-sama setia, namun bermasalah dengan mertua, kadang semua sempurna, namun ekonominya yang terkendala.
Arman dan Aisyah adalah pasangan yang bahagia, namun mereka tak akan pernah tahu, ujian yang akan menimpa rumah tangga mereka.
"Sayang, bisa minta tolong untuk siapkan baju-bajuku untuk persiapan besok, ke Bandung ."ujar Arman pada Aisyah.
__ADS_1
"Baik Mas, "Aisyah segera melaksanakan perintah suaminya.
Melihat itu , Bu Suci mendekati Aisyah yang sendirian di kamarnya.
"Aisyah, apakah Kamu tidak curiga pada suamimu, Dia mau keluar kota, masak kamu tidak di ajak."Guman Bu Suci .
"Mas Arman cuma ada pertemuan Bu, bukan jalan-jalan !" Tukas Aisyah.
"Alah ! Itu alasannya saja, siapa tahu Dia ke Bandung hanya healing bersama teman wanita nya, Ibu bukan nya mau menghasut, tapi kemarin ya, Ibu melihat Arman jalan sama perempuan, ini Ibu sengaja rekam, biar kamu percaya"
Seketika ada rasa perih yang menjalar di hati Aisyah saat melihat vidio yang ditunjukkan Ibunya itu, dimana Arman sedang berjalan bersama seorang perempuan cantik di pusat perbelanjaan.
"Ibu itu bukan sedang menghasud mu ya, Ibu hanya menyarankan agar kamu waspada dari pelakor, kamu itu harus lebih rajin perawatan agar kamu lebih cantik di mata suamimu, dan kalau bisa, awasi setiap gerak gerik nya, atau kalau perlu ikuti dia kemanapun Dia pergi"
"Ya gak gitu juga kali Bu, masak Aisyah harus ikut dan meng ekor suami ke manapun suaminya pergi, Suamiku kan dokter, masak Ia juga Aku menunggui nya saat meriksa pasien"
"Ya sudah terserah kamu saja!" Bu Suci berlalu dengan prasaan dongkol karna perkataannya tidak ditanggapi serius.
Tapi, dalam hatinya, Aisyah sudah merasakan api curiga yang dipercikan Ibunya.
"Mas, kamu ke Bandung nya dengan siapa saja?" Tanya Aisyah dengan prasaan keraguan
"Siapa saja?,, ada yang perempuan gak?"Aisyah mencerca suaminya dengan pertanyaan curiga.
"Ada, Dokter wahyu, Dokter Raisa, Dokter Desi, memangnya kenapa nanya gitu, tumben"
"Boleh Aku ikut?"
"Tapi , Aku gak enak sama yang lain "
"Mas merasa malu membawaku, karna penampilanku yang kampungan ini."
"Kamu bicara nya kok gitu sih, memang nya ada apa?"
"Tidak ada apa-apa Aku hanya merasa , Aku tidak secantik teman-teman Mas,"
__ADS_1
"Sebentar !"Arman kurang merespon omongannya, malah terlihat menghubungi seseorang.
"Halo, Fin , besok kamu sibuk gak?"
"Gak ada apa-apa sib, cuma kalau besok tidak terlalu sibuk, Aku titip istriku ya, Aku gak bisa nganter, soalnya Aku harus ke Bandung besok!"
Oke, thanks ya"
"Besok sebelum Aku berangkat pukul 10 , kamu titip anak-anak di rumah Ibu Hanum saja, Aku akan antarkan kamu ke teman ku, doktef Fina, "
"Ngapain Mas, Aku kan gak sakit !"
"Pokoknya ikut lah, nanti kamu akan tahu senditi"
"Tapi , Aku itu mau ikut nya ke Bandung, bukan nya ke teman Mas"
"Sekarang kita jangan bahas ith, kita ibadah saja, penyatuan dua hati dalam satu cinta mumpung malam jumat, juga mumpun anak-anak sudah tidur."ujar Arman seraya memulainya.
Saat pemanasan di mulai, Bu Suci memanggil-manggil Aisysh. Sontak, Aisyah pun segera menyahut
"Ada apa bu?"
"Ada minyak kayu putih gak?
"Ada, bentar!"
"Aisyah, gimana, kamu jadi ikut ke Bandung gak?."
"Tidak Bu, "
"Loh kenapa?"
"Tidak boleh Bu, itu perjalanan dinas!"
"Huh, alasan saja tuh kam... "Bu Suci belum selesai bicara, tapi di potong Aisyah.
__ADS_1
"Bu, Aisyah pamit dulu, Mas Arman butuh Aku"
"Eh,Ibu kan belum selesai ngomong , kok malah ditinggal, Aisyah !!"