
Setelah Aisyah mempunyai asisten rumah tangga, pekerjaan di rumah nya sekarang menjadi lebih ringan, Ia hanya fokus mengurus anak itupun kadang di bantu Bi Rima, ART barunya. Ia merasa sangat berterimakasih pada suaminya, dan merasa beruntung mempunyai suami yang pengertian seperti nya.
Sekitar pukul sepuluh siang, suasana rumah Aisyah tampak renggang. Itu karna Rangga dan Radit sedang tidur siang, Biasa nya Aisyah memanfaatkan waktu seperti itu untuk tidur siang juga, tapi saat itu Aisyah keluar ke suatu tempat atas permintaan seseorang melalui nomer yang tidak dikenalinya.
Di sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari rumah nya, Ia menemui seseorang yang mengajaknya bertemu.
Meski cuaca saat itu sangat panas, namun kondisi taman Kemuning yang banyak di tumbuhi tanaman khusus itu menjadi teduh.
[Salam mbak, ada hal penting yang ingin Saya sampaikan pada mbak Aisyah, tapi Saya ingin bertemu langsung dengan mbak di taman Kemuning, pukul 10 siang ini]
[Oh iya, ini mengenai masalah Mas Arman dan masalalunya, Saya harap mbak datang sendiri, penting]
Demikian lah pesan yang di terima Aisyah yang menggiang-ngiang di ingatan nya serta menimbulkan rasa penasaran yang mendalam, sehingga Dia rela datang ke taman itu demi rasa penasaran nya.
"Assalamualaikum, Anda Aisyah ?" Suara seorang wanita cantik, wajahnya sayu, bentuk tubuhnya ideal dengan rambut bergelombang dan outfit yang modif menghampiri Aisyah.
"Waalaikumsalam, Iya Saya Aisyah !" Jawab Aisyah dengan raut wajah yang penuh tanda tanya, sebab Untuk pertamakalinya Ia bertemu wanita cantik yang berada di hadapan nya itu.
'Wanita ini sangat cantik, apakah Dia yang dimaksud dengan masalalu nya Mas Arman?'
Batin Aisyah, bahkan Ia merasa minder melihat wanita tersebut.
"Perkenalkan, nama saya Cintya, ada hal penting yang ingin Aku bicarakan dengan anda! Mari sebaik nya kita duduk di kursi itu !" Pinta Cintya.
Prasaan Aisyah semakin tak menentu, berbagai prasangka pun muncul di benak nya, namun Ia tahan.
"Aku adalah teman Arman saat SMA maupun kuliyah, bahkan dulu kami sempat berpacaran. Tapi, Orang tuaku mengirimku kuliah di luar negri setelah tahu hubungan kami, dan kami pun berpisah raga tanpa ada kata putus selama ini, Karna Aku adalah cinta pertama nya."
Deg.
Aisyah mulai merasa panas, panas yang menjalar ke relung hatinya yang remuk redam mendengar kalimat demi kalimat yang di utarakan Cintiya.
"Beberapa bulan belakangan ini, Kami kembali bertemu, dan cinta kami pun bersemi lagi, Aku bertekad untuk merajut lagi cinta yang pernah tertunda oleh jarak dan waktu, dan Arman pun ternyata masih menyimpan cinta nya padaku."
__ADS_1
Aisyah terperanjat, hati nya kini mulai retak setelah Cintiya mengatakan kalau Arman juga masih mencintainya.
"Apakah kamu tahu kalau Mas Arman sekarang sudah punya istri dan anak?" Aisyah memberanikan diri menjawab pernyataan Cintiya dengan pertanyaan.
"Justru itu Aku kesini menemuimu?"
"Maksud mu? Aku benar-benar tidak mengerti dengan maksud mu?"Aisyah berdiri memastikan pertanyaannya segera di jawab.
"Ijinkan Aku dan Mas Arman menikah!"
Duarrr..
Bagai disambar petir di terik nya matshari, tubuh Aisyah terasa lemas, tubuhnya terjatuh di kursi semula , mulut nya menganga tak percaya dengan apa yang Ia dengar.
"Daripada kami berzina, bukankah dalam islam menikahi lebih dari satu wanita itu diperbolehkan? Kamu wanita berjilbab, pasti lebih paham dariku tentang hal itu." Ucap Cintiya dengan tenang.
Sementara itu dari arah jalan masuk taman, Arman muncul dengan berlari tergopoh-gopoh, Ia terlihat panik dan takut Aisyah sedih dan terluka.
Ia mulai panik setelah Cintiya mengiriminya pesan pada nya bahwa Dia akan menemui Aisyah.
Mendapat pesan itu, Arman yang masih melayani pasien langsung melajukan mobilnya secepat mungkin untuk bisa menghalangi Cintiya berterus terang pada Aisyah, sambil menyetir mobil, Ia terus berusaha menghubungi Cintiya, namun Cintiya hanya memberi tahu lokasi dimana Dia bertemu Aisyah.
Sebenarnya, Arman tidak selingkuh dengan Cintiya, dihati Arman mungkin memang masih ada cinta pada Cintiya, karna Cintiya adalah cinta pertama nya, tapi bukan berati setelah Cintiya datang lantas cinta itu harus di rajut lagi , namun Cintiya bersikeras ingin dinikahi meski jadi yang kedua.
Namun ternyata Arman datang terlambat ke taman itu, Ia melihat Aisyah sedang terpukul, karna memang Cintiya sudah mengatakan sesuatu yang Arman larang.
Arman segera meraih tubuh Aisyah yang sedikit terhuyun itu "Aisyah, Aku bisa jelaskan, kamu jangan berpikir Aku menghianatimu , Aku..."
"Apa yang perlu di jelaskan lagi Mas, Cintiya sudah mengatakan nya, kalian merajut cinta yang selama ini lama terpisah kan ?"
"Bukan begitu sayang, Cintiya dulu memang cinta pertamamaku , tapi itu dulu, sekarang Kamu istriku, Aku tidak ada niatan menghianatimu. " Arman tetap berusaha meyakinkan Aisyah.
"Mas Arman masih mencintaiku, Ia berkata seperti itu padamu hanya karna Dia tidak mau menyakitimu." Cletuk Cintya.
__ADS_1
"Cintiya , apa yang kau katakan ?" Arman semakin panik.
"Aku menyatakan yang sebenarnya dan memang itu kenyataannya dan laki-laki itu boleh menikah lagi, apa salah nya jika kita menikah, Aisyah pasti mengerti, Dia wanita berjilbab pasti faham agama". Cintiya tetap betsikukuh.
"Aku berkata seperti ini bukan brrmaksud ingin merusak rumah tanggamu, bukan mau merebut suamimu, Aku hanya berharap kamu mau berbagi suami denganku, itu saja !" Tambah Cintiya.
Tanpa bicara, Aisyah beranjak pergi meninggalkan mereka dengan langkah gontai.
"Aisyah, kamu mau kemana, Ayo pulang bersamaku !" Arman meraih tangan Aisyah yang mencoba menghindarinya.
"Biarkan Aku sendiri Mas !"
"Tidak, kita harus bicara,"
"Tidak ada yang perlu dibicarakan , cinta pertamamu datang dan kau menyambutnya, kamu sudah menghianatiku Mas, " Aisyah menangis.
"Maafkan Aku sayang, Aku mencintaimu, karna kau istriku dan Cintiya adalah cinta pertamaku, Aku khilaf ketika cinta pertama itu datang lagi, Aku tidak pernah berniat menghianatimu , sungguh tidak ada maksud ..."
"Tadi kamu sendiri mengakuinya, kalau kau masih ada rasa untuk nya, karna Dia cinta pertamamu, kalau kamu merasa berat melepasnya, lepaskan Aku dan nikahilah Dia !"ucap Aisyah sambil menangis, sedangkan Cintiya masih berada disana menyaksikan mereka.
Cintiya terpaksa mengatakan hal itu karna Ia sudah tidak bisa menahan rasa cinta nya pada Arman , Ia tidak bermaksud untuk merusak rumah tangga Arman dan Aisyah.
Saat Arman dan Aisyah sibuk bertengkar, Tiba-tiba, Cintiya ambruk pingsan.
"Cintiya !" Arman dan Aisyah menoleh.
"Aisyah, tolong buka kan mobil, dan ikut denganku, Aku akan membawa nya ke Rumah sakit, Dia pasienku, Dia memang sedang sakit ." Aisyah pun segera menjalankan permintaan suaminya demi rasa kemanusiaan.
Kemudian Dia juga ikut Arman masuk ke mobil dan memangku Kepala Cintiya yang sedang pingsan itu.
"Dia terkena kanker rahim yang parah, Kami bertemu lagi karna Dia jadi pasienku sebulanan ini,. Di sisa hidup nya Dia ingin menikah denganku, tapi Aku menolaknya karna itulah Dia nekat menemuimu." Arman memceritakan hal itu meski Aisyah tidak bertanya.
Hati Aisyah yang semula hancur kini justru berubah menjadi dilema.
__ADS_1
'Jadi, Cintiya ingin menikah dengan suamiku karna Dia sedang sakit? Y a Allah , apakah Aku wanita yang egois, jika Aku melarang suamiku menikahinya? Tapi Hati wanita yang mana yang tidak hancur bila harus melihat suaminya menikahi wanita lain , akankah Aku sanggup jika nanti Mas Arman menimahi Cintiya ' batin Aisyah bergejolak dalam dilema.