Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
kepercayaan yang terkikis


__ADS_3

Arman bisa merasakan sikap tidak nyaman dari istrinya sejak Ia kembali dari Bandung, tapi Ia selalu menenangkan kegelisahan Aisyah, rentetan pertanyaan yang diajukan Aisyah padanya membuktikan kalau kepercayaan Aisyah padanya mulai terkikis.


'Aku tahu ini pasti karna hasutan Ibu mertuaku yang tiada hentinya dilancarkan pada istriku, apa yang harus Aku lakukan? Bagaimana pun juga Dia mertuaku , Ibu dari istriku, salah bicara sedikit Aku pasti akan di sebut menantu durhaka.


Beberapa bulan beliau tinggal disini, Aku bisa memahami karakter nya'


Arman berpikir keras mengenai rumah tangga nya, yang mulai merenggang setelah pertengkaran nya terjadi antara Dia dan Aisyah kemarin malam.


"Mas, apa benar niat mu memberiku fasilitas perawatan, memberikan art dan hadiah-hadiah belakangan ini hanya untuk menutupi sesuatu yang Mas rahasiakan?" Tanya Aisyah saat itu.


"Sesuatu yang Aku rahasiakan? Apa maksud nya?"


"Mas tidak sedang menutupi perselingkuhan Mas, kan?"selidik Aisyah.


"Kenapa belakangan ini kamu sering negatif thinking pada ku, memang nya apa yang membuatmu menuduhku seperti itu?" Arman merasa menjadi terdakwa.


"Aku pernah baca di internet, tanda-tanda pasangan kita selingkuh. Dan sikap Mas itu, termasuk di dalam nya, yang Tiba-tiba bersikap romantis, ngasih ini ngasih itu" suara Aisyah mulai berada di fase sesak di dadanya akibat kemarahan nya.


"Hanya karna membaca artikel di internet, kamu lantas mencurigai suamimu sendiri?"Arman mulai terpancing emosinya.


"Aku bicara berdasarkan rekaman vidio saat Mas berada di pusat perbelanjaan bersama seorang wanita cantik" suara Aisyah meledak dengan tangisan.


"Apah!"


"Kenapa? Mas kaget karna ketahuan ?"


"Siapa yang mengirim rekaman vidio itu?"


"Mas tidak perlu tahu!"


"Aku hanya ingin memberi tahu kalau yang Dia rekam itu yang sedemikian detik itu tak bisa menjamin merekam kenyataan dari kejadian yang sebenarnya" sergah Arman.


"Mas mau mengelak.? "


"Mas tidak mengelak, Mas hanya menyampaikan kenyataan kalau Mas waktu itu memang bersama dengan seorang wanita, tapi kami tidak cuma berdua, waktu itu ada teman kami yang ulang tahun, kami 10 orang di traktir makan di sana, makanya jangan mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar "Arman menjelaskan.


Aisyah hanya terdiam, malam itu Ia pun membelakangi suaminya dengan prasaan tak menentu, antara marah, sedih, cemburu dan malu, malu karna prasangkanya salah.


"Dok, Dokter Arman ! Ada pasien yang mau priksa Dok !" Suara Asisten dokter Arman membuyarkan lamunan nya.

__ADS_1


"Iya, persilahkan masuk ."


Dan akhirnya , Arman mulai melanjutkan pekerjaan nya.


[Kak, Ibu sakit, nanti sepulang dari rumah sakit Kakak kesini ya]


Pesan dari Baim tersebut membuatnya kawatir, hingga pulang nya, Arman segera menemui dan memeriksa Ibu nya kemudian Ia memutuskan untuk menginap di rumah Ibunya, dan karna Ponsel nya lowbat Ia lupa memberitahukan pada istrinya, bahwa Ia pulang .


Sementara prasaan yang tadi sudah melunak, tiba-tiba Ia merasa marah lagi saat dirasa suaminya belum juga pulang, bahkan ponselnya tidak aktif.


"Ini Mas Arman kemana sih kok hape nya tidak aktif, apa Dia ngambek, atau Dia sedang bersama wanita lain?" Pikiran Aisyah kembali negatif thinking.


Dadanya serasa semakin sesak, amarah nya kembali memuncak, pikiran negatif nya pun mulai meracuni semua pikiran dan tindakan nya, Ia pun hanya bisa menangis, karna merasa suaminya sudah tidak lagi mencintainya meski pun kini Ia sudah berpenampilan lebih cantik


Di balik pintu, ada yang merasa senang dengan ketidakharmonisan rumah tangga Arman dan Aisyah.


"kamu tidak akan bisa hidup tenang Aisyah, Aku yakin , perlahan, sedikit demi sedikit rumah tanggamu pasti hancur , suruh siapa kau menghabiskan warisan Ayahmu, Aku yang dari dulu mengincarnya hingga rela merawatmu dari kecil, sekarang malah tidak dapat ap-apa.


dulu Aku kabur mengetahui Ayahmu sakit-sakitan karna ada Mas Yanto yang lebih menjanjikan, namun setelah Mas yanto lebih memilih Istri dan anak nya, Aku malah di tendang !" grutu Suci dalam hati.


****


"Sebentar Yang, ini lagi nemenim Mama, bentar kok. " jawab Anggun.


"Yoga, Kamu gak sekalian bareng kami ?" Pinta Dafa.


"Tidak kak, Aku naik ojol saja, seperti biasanya, kadang juga naik angkot." ucap Yoga dengan sopan, sambil mengunyah nasi goreng nya.


"Ojol ? Angkot? , kok tidak naik kendaraan sendiri, kan di Bagasi ada sepeda motor nganggur dan mobil juga ada ." Dafa heran, sebab, keluarga Anggun termasuk kaya, tapi Yoga maupun istrinya itu hidup sederhana. itu karna didikan Ayah mereka.


"Itu gak seru, kalau naik ojol atau angkot itu peluang nya lebih besar kak ."


"Peluang apa emang nya ?"


"Ada saat nya dimana kita harus turun kebawah, untuk bisa menjangkau yang di bawah, dan kakak tahu , bidadari itu tidak harus ada di kahyangan, tapi juga ada diangkot , jika dalam ftv, judulnya mungkin bidadari turun dari angkot." Bisik Yoga didekat telinga kakak iparnya itu.


"Jadi, itu artinya,gadis yang kamu incar juga naik angkot?."


""Heemmm, kakak tahu aja!"

__ADS_1


"Karna kakak dulu pernah muda, dan Anggun adalah sahabatku, kami dulu satu geng sering menghabiskan hari-hari bersama satu geng, yang berisi tiga cewe dan dua cowok dan diantanya Aku dan kakak perempuanmu itu."


"Bagaimana kak Dafa yang nembak kak Anggun dulu?."


"Kamu tahu, apakah Aku langsung di terima ,atau ditolak, saat Aku tembak Dia?"


"Pasti diterima dong , buktinya sekarang jadi suami istri."


"Enggak lah, gak langsung diterima, Aku di tolak kakakmu sembilan puluh sembilan kali, dan yang ke seratus sebenarnya Aku juga ditolak, tapi ke seratus satu nya Aku langsung lamar Dia, eh diterima, jadi intinya, Wanita itu lebih suka yang serius darinpada tarik ulur , kamu sering dengar kan yang pacaran bertahun tahun, akan kalah dengan yang melamar ."


"Tapiiii...masak iya, Aku langsung lamar Dia, sedangkan Aku masih SMA ."


"Dia nya pasti SMA juga kan ?."


"Bukan, Dia seorang mahasiswi ."


"What ?!!" Dafa menyemburkan makanan di mulutnya karna terperanjat.


"Mas Dafa...Yoga.....sini bentar !" Anggun berteriak memanggil Dafa, suaranya seperti orang panik.


Dafa dan Yoga pun segera menghampiri Anggun.


"Ada apa Kak ?". Yoga panik.


"Mama ga, Mama seperti sedang sekarat, Dia sedang berusaha mengatakan sesuatu.


"Aaaa....maafkan Ma-ma " Ayu berusaha bicara pada Anggun, dengan terbata-bata dan dadanya terasa sesak.


"Ada apa Ma? Ada apa, Mama mau minta apa?"


"Mmmmaaaf , Mama yang menyebabkan Ayahmu meninggal "


"Apa maksud Mama"


"Aaaa...kkku....." belum sempat Ayu menyelesaiman kalimat nya, ternyata Dia telah tiada.


"Mamaaaa....jangan tinggalin Anggun ma , Mama..."Anggun menangis begitu juga dengan Yoga.


"Innalillahiwainnailaihirojiun" Dafa hanya bisa mengucapkan kalimat tarjih itu.

__ADS_1


__ADS_2